Author: Redpel SuaraBSDK

SuaraBSDK.com — Yogyakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar penayangan perdana film “Catatan di Balik Toga Merah” pada 6 Desember 2025 di Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA). Film ini diproduksi oleh Suara BSDK Production, mengangkat kisah pergulatan batin dan komitmen integritas para penegak hukum dalam menjaga marwah keadilan di tengah berbagai dinamika dan tekanan sistem hukum. Film ini menampilkan sudut pandang berbeda tentang kerja-kerja para hakim dan aparatur peradilan, memperlihatkan bahwa di balik simbol toga merah terdapat manusia yang terus berjuang menjaga kejujuran, idealisme, dan tanggung jawab moral. Pesannya tegas: keadilan tidak hanya lahir…

Read More

Saudaraku, tentu kita saat ini telah mendengar kabar. Kabar berkenaan dengan Langit Sumatera kembali basah oleh air mata dan kisah kehilangan. Sesak sembilu di hati tak terucap atas kejadian musibah dan bencana di tanah ibu pertiwi. Dalam beberapa hari terakhir terutamanya di wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dilanda banjir besar, banjir bandang, dan tanah longsor, yang merenggut puluhan korban jiwa, memaksa ribuan warga mengungsi, dan memutus akses jalan serta jaringan listrik di berbagai titik wilayah terdampak. Kabar ini sampai ke telinga kami membawa duku yang turut merasakan kesedihan dan keprihatinan atas cobaan ini. Kami…

Read More

Bogor — Suara BSDK. Mahkamah Agung Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Pelatihan Teknis Yudisial Online bertema Filsafat Keadilan, sebuah kelas filsafat hukum yang dirancang khusus bagi para hakim yang ingin menggali lebih dalam makna profesi hakim dan kebijaksanaan dalam penegakan hukum. Pelatihan ini bertajuk: Dengan slogan provokatif “WANTED”, kelas ini ditujukan bukan sekadar bagi hakim yang pandai membaca teks hukum, tetapi bagi mereka yang berani menelusuri kedalaman pemikiran, memahami konteks di balik berita, hingga menganalisis setiap fakta dari sudut pandang etika, sejarah, dan dialektika. Kelas Eksklusif bagi Para Pencari Kebijaksanaan Disampaikan dalam materi pengantar, pelatihan ini hanya untuk mereka yang: Pelatihan…

Read More

Di Mimika, Papua Tengah, tepat di tepi Sungai Muanapea, suara alam masih berpadu dengan suara manusia. Di Kampung Nayaro, masyarakat adat Kamoro menjaga sebuah tradisi yang diwariskan turun-temurun yaitu hukum perkawinan adat. Bagi mereka, perkawinan bukan hanya soal cinta dua insan, melainkan juga tentang kehormatan keluarga, harga diri marga, dan ikatan antar-kelompok. Sejarah Panjang yang Menyertai Adat Orang Kamoro di Nayaro dulunya berasal dari Koperapoka. Akibat perebutan wilayah pada tahun 1977, mereka berpindah-pindah hingga akhirnya mendapat tempat baru yang diresmikan Presiden Megawati pada Tahun 2002. Meski berpindah-pindah, satu hal tak pernah hilang yaitu adat perkawinan. “Kami boleh pindah kampung, tapi…

Read More

Kuliah Filsafat Hukum & Keadilan — Rocky Gerung 1. Negara, Hak, dan Ironi di Pinggir Jalan Tiga maling beras dihajar massa di Surabaya. Salah satunya masih anak-anak. Peristiwa itu segera ditaruh oleh negara dalam folder: kriminalitas kecil. Tapi filsafat tidak pernah puas dengan nama folder. Ia membuka isinya. Di balik aksi brutal itu, ada ironi yang lebih purba: Tuhan memberi beras tanpa prasangka, negara datang dengan prasangka: “Ini untukku, bukan untukmu.” Negara mengklaim hak distribusi, menentukan siapa yang berhak menerima, lalu menciptakan kategori administratif: penerima bantuan, pengelola anggaran, pemegang jabatan. Kegagalan distribusi melahirkan kelaparan. Kelaparan melahirkan tindakan desperatif. Dan tindakan…

Read More

Muamar Azmar Mahmud Farig Dualitas antara fakta yuridis dan fakta sosial merupakan persoalan epistemik yang jarang disentuh secara serius dalam praktik peradilan Indonesia, padahal apa yang kita sebut sebagai “fakta” telah lebih dahulu melewati saringan penyidikan, konstruksi aparat, tekanan politik, hingga opini publik yang membentuk cara hakim membaca peristiwa. Dalam keadaan seperti ini, pandangan Jean Baudrillard mengenai simulacra yakni saat representasi menggantikan realitas dan menghasilkan dunia yang tampak lebih meyakinkan daripada kenyataan itu sendiri, membantu menjelaskan bagaimana fakta hukum dapat terlepas dari akar sosialnya (Baudrillard, Jean, 1994). Dalam pandangan lain, Jurgen Habermas menawarkan rasionalitas komunikatif sebagai jalan koreksi, sebuah cara…

Read More

Hukum tidak pernah hidup hanya dalam pasal. Ia tumbuh dari moralitas, akal budi, dan denyut kemanusiaan yang menghidupi setiap proses peradilan. Gagasan itulah yang mengalir kuat dalam Pelatihan Filsafat dan Hukum yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, sebuah forum perenungan mendalam yang bertujuan membentuk Hakim yang tidak hanya cerdas secara hukum, tetapi juga peka terhadap nurani dan nilai. Pada Rabu, 19 November 2025, sesi ke-8 pelatihan ini menjelma menjadi ruang intelektual yang penuh energi. Sebanyak 219 Hakim Peradilan Umum hadir berdasarkan peminatan, memadati forum yang hangat dengan diskusi, tanya jawab mendalam, dan refleksi filosofis yang jarang…

Read More

A. PENDAHULUAN Keadilan dalam sistem peradilan didapatkan melalui putusan hakim, sehingga apabila terdapat kekosongan aturan hukum atau aturan yang tidak jelas, maka untuk mengatasinya hakim harus aktif untuk menemukan hukum (rechtvinding). Salah satu adagium yang berkembang dalam praktik peradilan adalah asas Ius Curia Novit yang berarti hakim dianggap mengetahui semua hukum, sehingga Pengadilan tidak boleh menolak memeriksa dan mengadili perkara. Judicial activism merupakan metode hakim dalam rangka menemukan hukum karena menerapkan hukum mutlak menjadi kewenangan hakim, sehingga seorang Hakim harus belajar secara berkelanjutan agar putusan yang dihasilkan selalu relevan baik secara Kompetensi dalam bentuk intelektualitas dan berkeadilan yang mencemirkan integritas…

Read More

Eksposur digital merupakan istilah yang termasuk newbie dalam literasi digital di pengadilan, hal ini tidak terlepas dari massive-nya pemberitaan, konten maupun diskusi digital yang membahas kinerja pengadilan dalam suatu proses persidangan yang menarik perhatian netizen (baik di peradilan umum, agama, militer maupun tata usaha negara). Akhir-akhir ini persidangan yang dilangsungkan di beberapa pengadilan baik di peradilan umum, agama, militer dan tata usaha negara juga tidak terlepas dari sorotan dan narasi tajam netizen, bahkan dalam era algoritmik, eksportur digital cenderung tidak netral karena secara algoritmik cenderung mengikuti logika viralitas. Fenomena ini secara tidak langsung “memaksa” pimpinan pengadilan yang persidangannya sedang disorot…

Read More