Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016

17 June 2026 • 13:13 WIB

Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan

17 June 2026 • 13:00 WIB

KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia

17 June 2026 • 08:10 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » ANOMALI – Bagian Kesatu
Roman

ANOMALI – Bagian Kesatu

Bagian Kesatu - Cerita Bersambung - D.Y. Witanto
Redpel SuaraBSDKRedpel SuaraBSDK8 October 2025 • 15:25 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Kegaduhan di Pagi Hari

Sinar mentari menyelinap masuk ke celah jendela. Cahayanya menebarkan kesejukan di pagi yang sempurna. Mataku seakan tertusuk oleh kilauan sinarnya yang begitu tajam. Aku bangkit dari pembaringan dan membuka gorden yang menutup rapat jendela hingga selarik cahaya menyilaukan masuk menembus ke dalam kamar dengan leluasa.

Aku tidak membuang kesempatan itu. Kugeser pintu kaca lebar-lebar dan berjalan menuju balkon yang terletak di belakang kamar. Aku duduk di kursi tepat menghadap ke arah matahari. Kubiarkan sinarnya perlahan merambat di sekujur tubuhku. Partikel-partikel alami dari cahaya itu menyelinap masuk hingga ke dalam pori-pori dan mengangkat sebuncah butiran-butiran keringat.

Kupejamkan kedua mataku untuk merasakan hawa hangat yang mulai menyelimuti hingga ke seluruh bagian tubuhku. “Subhanallah, sungguh kemewahan yang tiada tara.” Ucapku dalam hati seraya memuji keagungan
Sang Pencipta. 

Tidak berselang lama, tiba-tiba terdengar kegaduhan dari balkon sebuah kamar di pojok arah selatan. Seorang perempuan muda berpakaian serba putih berlari ke luar balkon sambil berteriak meminta tolong. Tidak berselang lama, perempuan itu kembali masuk ke dalam kamar.

Aku tersentak kaget. Rasa penasaran mulai merasuk batinku. “Apa gerangan yang telah terjadi?” Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju ke luar kamar. Beberapa orang terlihat berlarian ke sebuah kamar di
sudut lorong.

Dua orang laki-laki terlihat menggendong seorang bapak tua yang tubuhnya bersimbah darah masuk ke dalam lift, sedangkan di belakangnya seorang perempuan muda berpakaian serba putih penuh dengan bercak darah
digelandang masuk melalui pintu lift yang lain.

Orang mulai berkerumun di lorong tersebut, mereka mulai memperbincangkan hal yang tak kumengerti. Tapi firasatku mulai tidak enak, karena wajah-wajah mereka seperti terlihat sangat panik.

“Pasti sesuatu telah terjadi dengan penghuni kamar tersebut” gumamku dalam hati.
“Bukankah perempuan itu yang tadi aku lihat di balkon kamar memintatolong?”
“Apa sebenarnya yang telah terjadi?”
“Apakah dia telah melakukan pembunuhan?”
“Tapi kenapa dia meminta tolong, jika memang dia pelakunya?” Banyak pertanyaan yang muncul di benakku, tapi aku tidak mendapatkan jawaban apapun.
“Ah sudahlah ini bukan urusanku” ucapku dalam hati.

Kemudian aku kembali ke kamarku. Di perjalanan menuju kamar, seorang petugas keamanan hotel berpapasan denganku, rasa penasaran akhirnya memaksaku untuk bertanya kepadanya.

“Ada peristiwa apa Mas?” Tanyaku sambil mengarahkan telunjuk ke arah kamar yang terletak di sudut lorong.
Si petugas hotel seperti enggan untuk menjawab, mungkin ia khawatir jika menyampaikan yang sebenarnya, para tamu hotel yang lain akan merasa takut.
“Maaf, saya kurang tahu Pak” jawabnya singkat.
Saya hanya terdiam melihat si petugas yang bergegas cepat meninggalkanku yang masih diliputi oleh rasa penasaran.


Tiga bulan kemudian…
Assalamualaikum, ijin masuk Pak! Ucap seorang pegawai pengadilan yang bernama Soleh, ia seorang panitera pengganti.
Waalaikumsalam, silahkan masuk pak Soleh. Ada berkas perkara baru ya?

“Iya Pak”
”Perkara apa?”
“338 Pak”
“Waduh, ko saya baru tugas di sini sudah dikasih perkara pembuhunanya” ucapku sambil tersenyum. Pak Soleh hanya manggut-manggut sambil membalas senyumku.
“Ini berkasnya Pak, sekalian dengan penetapan penahanannya saya sudah lampirkan di berkas.” Kata Pak Soleh sambil menyerahkan setumpuk map berwarna merah. Aku mengambil berkas yang disodorkan Pak Soleh.
“Oh terdakwanya perempuan ya?” Tanyaku kepada Pak Soleh.
“Betul pak, masih muda, usianya baru 22 tahun”
“korbannya?”
“Kalau tidak salah sih, orang tua Pak, dia seorang pengusaha kaya.”
“Oh gitu, baiklah kita sidangkan hari Kamis depan saja ya?”
“Baik Pak, semua formulir penetapannya sudah saya siapkan di dalam berkas ya Pak” ucap Pak Soleh sambil menyodorkan beberapa helai kertas kepadaku.”

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Ketiga

Aku membaca masing-masing lembar kertas tersebut, setelah ku pastikan tidak ada kesalahan, aku bubuhkan tanda tangan di bagian lembar terakhir penetapan tersebut.

“Ok, saya akan baca dulu berkasnya, besok tolong diserahkan ke hakim anggota yang lain ya, supaya dibaca juga sama mereka.”
“Baik pak” jawab Pak Soleh.

Pak Soleh kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan.


Di sudut sebuah cafe, aku duduk sendirian. Suasana ruangan begitu riuh dengan suara pengunjung yang saling bersahutan. Tidak lama berselang seorang pelayan menghampiri dengan membawa sebuah buku menu.

“Mau pesan apa Pak?”
“Hot Cappucino, tanpa gula.”
“Baik Pak, ditunggu sebentar ya.”
Kemudian si pelayan pergi dan tidak beberapa lama dia sudah kembali dengan membawa secangkir cappucino.
“Silahkan pak, kalau nanti ada tambahan pesanan, dipanggil saja ya Pak.”
“Ok, makasih.”

Lima menit berlalu, aku menikmati kehangatan cappucino dari racikan Kopi Arabica Gayo. Aku telah lama menjadi pecandu kopi, hingga aku paham jenis kopi apa tanpa harus melihat bungkusnya. Aroma dan rasa kopi sudah begitu lekat di saraf-saraf lidah dan hidungku hingga aku bisa dengan cepat tahu apa jenis kopi dan dari mana asalnya.
Aku membuka tas selendang yang sebelumnya tergeletak di samping kursi. Kuambil sebuah tablet berukuran 10 inchi. Pelan-pelan kubuka beberapa catatan. Saking asiknya, aku sampai tidak menyadari seorang laki-laki paruh baya telah duduk di depanku.

“Maaf Mas, boleh aku ikut duduk di sini, soalnya semua kursi yang lain penuh.” Ucap dia kepadaku.
‘Oya, silahkan” jawabku dengan sedikit kaget, karena tidak menyadari ada orang yang telah duduk di depanku.
‘Tadi saya sengaja ngga tegur dulu, karena sepertinya Mas sedang asik sekali.”
“ Iya maaf Pak, saya kebetulan sedang membaca sebuah tulisan dari teman saya dan tulisannya cukup menarik.” Jawabku.
“Ya sudah silahkan dilanjut bacanya Mas”
“Kebetulan sudah selesai, hanya artikel singkat saja.”
“Kalau boleh tau tentang apa Mas?”
“Tentang restoratif justice”
“Apa tuh?” terlihat dia seperti penasaran.
“Tentang keadilan yang didasarkan pada pendekatan pemulihan bagi pihak korban”
“Maksudnya?” Dia semakin terlihat penasaran.
“Misalnya, dalam kasus penganiayaan yang korbannya mengalami luka, maka penyelesaiannya dilakukan dengan cara si pelaku membiayai pengobatan si korban”

Laki-laki itu terlihat manggut-manggut mendengar penjelasanku. Tapi kemudian ia bertanya kembali.

“Mas seorang lawyer ya?”
Saya menggelengkan kepala.
“Jaksa?”
“Bukan Pak, saya Hakim” jawabku dengan agak sedikit ragu memberikan indentitas sebenarnya kepada orang yang baru kukenal.
“Oh ternyata saya sedang bicara dengan Yang Mulia, maaf ya kalau saya kurang sopan” ucap dia sambil tersenyum.
“Ah enggak usah seperti itu Pak, kita di sini sama-sama sebagai penikmat kopi” jawabku sambil mengambil cangkir kopi di atas meja untuk kuteguk.
“Ya, ya, benar itu, profesi kita di sini sama, sebagai pecandu kopi” ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak.

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Kedua

Kami kemudian tertawa bersama seakan sudah lama saling mengenal, hingga seorang pelayan menghampiri ke meja kami. Bapak mau pesan apa? Tanya si pelayan kepada laki-laki yang duduk di depanku.

“Saya americano no sugar ya”
“Baik Pak” jawab si pelayan sambil membalikan tubuhnya untuk menyiapkan kopi yang dipesan. Tidak berselang lama, kopinya sudah terhidang di depan meja.
“Ngomong-ngomong Bapak kerja di mana?” Tanyaku kepadanya.
“Saya dokter spesialis kandungan di rumah sakit seberang cafe ini” jawabnya sambil tangannya menunjuk ke luar. Aku menolehkan wajah ke arah yang ditunjuknya.
“Wah, pantesan Bapak terlihat awet muda” jawabku sambil tersenyum.
“Memangnya kenapa Mas?”
“Ya, kalau dokter kandungan kan pasti setiap hari selalu dapat hiburan” jawabku sambil tertawa. Dia spontan ikut tertawa juga.

“Ya begitulah. Tapi karena kita terlalu sering melihatnya, bahkan dari orang yang berbeda-beda, itu sebenarnya kurang bagus bagi seorang laki-laki.”
“Lho kenapa, bukannya malah jadi banyak pengalaman?” tanyaku penasaran.
“Mas jangan berfikir bahwa ketika kita melihat organ intim perempuan saat melakukan observasi seperti ketika kita menonton film dewasa. Apa yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan itu sudah seperti menjadi rutinitas pekerjaan, sehingga menimbulkan kejenuhan dan itu tidak baik buat selera seksual kita”
“Wah, kenapa bisa begitu Pak?”
“Banyak dokter kandungan yang gairah seksualnya hilang akibat rutinitas pekerjaannya yang selalu berkaitan dengan organ intim perempuan, sehingga ketika berhubungan dengan istrinya justru seperti sedang memperlakukan pasiennya.”
“Oh begitu ya?”
“Ya begini saja lah, pada umumnya penjual roti dia biasanya sudah nggak doyan lagi dengan roti, karena merasa bosan setiap hari melihat roti”
“Terus kalau Bapak bagaimana?” Tanya ku sambil tersenyum.
“Kalau saya sih tipe penjual roti yang tetap doyan sama roti” jawab dia sambil tertawa terbahak-bahak. Akupun spontan terpingkal-pangkal mendengar ucapannya.

“Oya, kita sudah panjang lebar ngobrol sampai ke masalah jualan roti, tapi kita belum sempat kenalan” ucapku sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.
“Oh iya, benar juga, saking serunya kita membicarakan roti sampai lupa untuk berkenalan.”
“Nama saya Tantowi, panggil saja Tanto” ucapku.
“Saya Irwan” jawabnya.
“Oya, sepertinya saya harus balik ke kantor lagi Pak”
“Sama, saya juga harus kembali ke rumah sakit, kapan-kapan kita ngopi lagi ya, nanti kita ngobrol lebih jauh lagi tentang jenis-jenis roti.” Ucapnya sambil tertawa.
“Oke siap” jawabku semangat.
“Saya rutin ngopi di sini, kalau ngga jam istirahat, biasanya sebelum pulang ke rumah saya sempatkan ngopi dulu di sini”
“Baik Pak, sampai ketemu lagi” jawabku.

Kami berjalan menuju ke luar, kemudian kami berpisah di lorong parkir. Aku kembali menuju ke kantor, sedangkan Dia berjalan menuju ke rumah sakit yang terletak di seberang jalan.

… Selanjutnya
Bagian Kedua “Sepasang Mata Terdakwa”

Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

anomali
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Di Meja Hijau, Saya Belajar Tentang Manusia

28 May 2026 • 19:46 WIB

The Eleventh Flock Beneath the Second Mist

22 May 2026 • 13:00 WIB

Dari Bengkulu ke Puncak Nilai Tertinggi: Di Balik Candaan Arison, Ada Mimpi Besar yang sedang Diperjuangkan

19 May 2026 • 15:59 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016

By Achmad Pratomo17 June 2026 • 13:13 WIB0

Jakarta, 17/06/2026. Tim Penyusun Naskah Urgensi Revisi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 7 Tahun 2016…

Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan

17 June 2026 • 13:00 WIB

KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia

17 June 2026 • 08:10 WIB

MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026

16 June 2026 • 21:11 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016
  • Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan
  • KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia
  • MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026
  • Tim Tenis Putri PTWP Peradilan Militer Raih Juara II Di Turnamen Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026

Recent Comments

  1. terbinafine medical reference on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  2. ketoconazole medical summary on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. KIAT MEMBANGUN DAN MENGUATKAN INTEGRITAS DI DUNIA PERADILAN – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan
  4. TITIAN PANJANG PENGABDIAN PRAJURIT SETIA HINGGA AKHIR – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  5. Reinterpretasi Asas Ne Bis In Idem dalam Tindak Pidana Pencucian Uang: Sebuah Diskurus praktik Peradilan Kontemporer Suara BSDK Artikel on Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.