Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Simfonia Kewenangan: Komparasi antara Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Peradilan Tata Usaha Negara

18 April 2026 • 17:07 WIB

Dekatkan Keadilan, Wakil Ketua PA Baturaja Pimpin Sidang Keliling di Lubuk Raja

17 April 2026 • 12:06 WIB

Sinergi Strategis IKAHI, KPK, dan PPATK dalam Memperkokoh Integritas Peradilan dan Pencegahan Korupsi di Purwokerto

17 April 2026 • 10:08 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » ANOMALI – Bagian Kesatu
Roman

ANOMALI – Bagian Kesatu

Bagian Kesatu - Cerita Bersambung - D.Y. Witanto
Redpel SuaraBSDKRedpel SuaraBSDK8 October 2025 • 15:25 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Kegaduhan di Pagi Hari

Sinar mentari menyelinap masuk ke celah jendela. Cahayanya menebarkan kesejukan di pagi yang sempurna. Mataku seakan tertusuk oleh kilauan sinarnya yang begitu tajam. Aku bangkit dari pembaringan dan membuka gorden yang menutup rapat jendela hingga selarik cahaya menyilaukan masuk menembus ke dalam kamar dengan leluasa.

Aku tidak membuang kesempatan itu. Kugeser pintu kaca lebar-lebar dan berjalan menuju balkon yang terletak di belakang kamar. Aku duduk di kursi tepat menghadap ke arah matahari. Kubiarkan sinarnya perlahan merambat di sekujur tubuhku. Partikel-partikel alami dari cahaya itu menyelinap masuk hingga ke dalam pori-pori dan mengangkat sebuncah butiran-butiran keringat.

Kupejamkan kedua mataku untuk merasakan hawa hangat yang mulai menyelimuti hingga ke seluruh bagian tubuhku. “Subhanallah, sungguh kemewahan yang tiada tara.” Ucapku dalam hati seraya memuji keagungan
Sang Pencipta. 

Tidak berselang lama, tiba-tiba terdengar kegaduhan dari balkon sebuah kamar di pojok arah selatan. Seorang perempuan muda berpakaian serba putih berlari ke luar balkon sambil berteriak meminta tolong. Tidak berselang lama, perempuan itu kembali masuk ke dalam kamar.

Aku tersentak kaget. Rasa penasaran mulai merasuk batinku. “Apa gerangan yang telah terjadi?” Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju ke luar kamar. Beberapa orang terlihat berlarian ke sebuah kamar di
sudut lorong.

Dua orang laki-laki terlihat menggendong seorang bapak tua yang tubuhnya bersimbah darah masuk ke dalam lift, sedangkan di belakangnya seorang perempuan muda berpakaian serba putih penuh dengan bercak darah
digelandang masuk melalui pintu lift yang lain.

Orang mulai berkerumun di lorong tersebut, mereka mulai memperbincangkan hal yang tak kumengerti. Tapi firasatku mulai tidak enak, karena wajah-wajah mereka seperti terlihat sangat panik.

“Pasti sesuatu telah terjadi dengan penghuni kamar tersebut” gumamku dalam hati.
“Bukankah perempuan itu yang tadi aku lihat di balkon kamar memintatolong?”
“Apa sebenarnya yang telah terjadi?”
“Apakah dia telah melakukan pembunuhan?”
“Tapi kenapa dia meminta tolong, jika memang dia pelakunya?” Banyak pertanyaan yang muncul di benakku, tapi aku tidak mendapatkan jawaban apapun.
“Ah sudahlah ini bukan urusanku” ucapku dalam hati.

Kemudian aku kembali ke kamarku. Di perjalanan menuju kamar, seorang petugas keamanan hotel berpapasan denganku, rasa penasaran akhirnya memaksaku untuk bertanya kepadanya.

“Ada peristiwa apa Mas?” Tanyaku sambil mengarahkan telunjuk ke arah kamar yang terletak di sudut lorong.
Si petugas hotel seperti enggan untuk menjawab, mungkin ia khawatir jika menyampaikan yang sebenarnya, para tamu hotel yang lain akan merasa takut.
“Maaf, saya kurang tahu Pak” jawabnya singkat.
Saya hanya terdiam melihat si petugas yang bergegas cepat meninggalkanku yang masih diliputi oleh rasa penasaran.


Tiga bulan kemudian…
Assalamualaikum, ijin masuk Pak! Ucap seorang pegawai pengadilan yang bernama Soleh, ia seorang panitera pengganti.
Waalaikumsalam, silahkan masuk pak Soleh. Ada berkas perkara baru ya?

“Iya Pak”
”Perkara apa?”
“338 Pak”
“Waduh, ko saya baru tugas di sini sudah dikasih perkara pembuhunanya” ucapku sambil tersenyum. Pak Soleh hanya manggut-manggut sambil membalas senyumku.
“Ini berkasnya Pak, sekalian dengan penetapan penahanannya saya sudah lampirkan di berkas.” Kata Pak Soleh sambil menyerahkan setumpuk map berwarna merah. Aku mengambil berkas yang disodorkan Pak Soleh.
“Oh terdakwanya perempuan ya?” Tanyaku kepada Pak Soleh.
“Betul pak, masih muda, usianya baru 22 tahun”
“korbannya?”
“Kalau tidak salah sih, orang tua Pak, dia seorang pengusaha kaya.”
“Oh gitu, baiklah kita sidangkan hari Kamis depan saja ya?”
“Baik Pak, semua formulir penetapannya sudah saya siapkan di dalam berkas ya Pak” ucap Pak Soleh sambil menyodorkan beberapa helai kertas kepadaku.”

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Kedua

Aku membaca masing-masing lembar kertas tersebut, setelah ku pastikan tidak ada kesalahan, aku bubuhkan tanda tangan di bagian lembar terakhir penetapan tersebut.

“Ok, saya akan baca dulu berkasnya, besok tolong diserahkan ke hakim anggota yang lain ya, supaya dibaca juga sama mereka.”
“Baik pak” jawab Pak Soleh.

Pak Soleh kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan.


Di sudut sebuah cafe, aku duduk sendirian. Suasana ruangan begitu riuh dengan suara pengunjung yang saling bersahutan. Tidak lama berselang seorang pelayan menghampiri dengan membawa sebuah buku menu.

“Mau pesan apa Pak?”
“Hot Cappucino, tanpa gula.”
“Baik Pak, ditunggu sebentar ya.”
Kemudian si pelayan pergi dan tidak beberapa lama dia sudah kembali dengan membawa secangkir cappucino.
“Silahkan pak, kalau nanti ada tambahan pesanan, dipanggil saja ya Pak.”
“Ok, makasih.”

Lima menit berlalu, aku menikmati kehangatan cappucino dari racikan Kopi Arabica Gayo. Aku telah lama menjadi pecandu kopi, hingga aku paham jenis kopi apa tanpa harus melihat bungkusnya. Aroma dan rasa kopi sudah begitu lekat di saraf-saraf lidah dan hidungku hingga aku bisa dengan cepat tahu apa jenis kopi dan dari mana asalnya.
Aku membuka tas selendang yang sebelumnya tergeletak di samping kursi. Kuambil sebuah tablet berukuran 10 inchi. Pelan-pelan kubuka beberapa catatan. Saking asiknya, aku sampai tidak menyadari seorang laki-laki paruh baya telah duduk di depanku.

“Maaf Mas, boleh aku ikut duduk di sini, soalnya semua kursi yang lain penuh.” Ucap dia kepadaku.
‘Oya, silahkan” jawabku dengan sedikit kaget, karena tidak menyadari ada orang yang telah duduk di depanku.
‘Tadi saya sengaja ngga tegur dulu, karena sepertinya Mas sedang asik sekali.”
“ Iya maaf Pak, saya kebetulan sedang membaca sebuah tulisan dari teman saya dan tulisannya cukup menarik.” Jawabku.
“Ya sudah silahkan dilanjut bacanya Mas”
“Kebetulan sudah selesai, hanya artikel singkat saja.”
“Kalau boleh tau tentang apa Mas?”
“Tentang restoratif justice”
“Apa tuh?” terlihat dia seperti penasaran.
“Tentang keadilan yang didasarkan pada pendekatan pemulihan bagi pihak korban”
“Maksudnya?” Dia semakin terlihat penasaran.
“Misalnya, dalam kasus penganiayaan yang korbannya mengalami luka, maka penyelesaiannya dilakukan dengan cara si pelaku membiayai pengobatan si korban”

Laki-laki itu terlihat manggut-manggut mendengar penjelasanku. Tapi kemudian ia bertanya kembali.

“Mas seorang lawyer ya?”
Saya menggelengkan kepala.
“Jaksa?”
“Bukan Pak, saya Hakim” jawabku dengan agak sedikit ragu memberikan indentitas sebenarnya kepada orang yang baru kukenal.
“Oh ternyata saya sedang bicara dengan Yang Mulia, maaf ya kalau saya kurang sopan” ucap dia sambil tersenyum.
“Ah enggak usah seperti itu Pak, kita di sini sama-sama sebagai penikmat kopi” jawabku sambil mengambil cangkir kopi di atas meja untuk kuteguk.
“Ya, ya, benar itu, profesi kita di sini sama, sebagai pecandu kopi” ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak.

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Ketiga

Kami kemudian tertawa bersama seakan sudah lama saling mengenal, hingga seorang pelayan menghampiri ke meja kami. Bapak mau pesan apa? Tanya si pelayan kepada laki-laki yang duduk di depanku.

“Saya americano no sugar ya”
“Baik Pak” jawab si pelayan sambil membalikan tubuhnya untuk menyiapkan kopi yang dipesan. Tidak berselang lama, kopinya sudah terhidang di depan meja.
“Ngomong-ngomong Bapak kerja di mana?” Tanyaku kepadanya.
“Saya dokter spesialis kandungan di rumah sakit seberang cafe ini” jawabnya sambil tangannya menunjuk ke luar. Aku menolehkan wajah ke arah yang ditunjuknya.
“Wah, pantesan Bapak terlihat awet muda” jawabku sambil tersenyum.
“Memangnya kenapa Mas?”
“Ya, kalau dokter kandungan kan pasti setiap hari selalu dapat hiburan” jawabku sambil tertawa. Dia spontan ikut tertawa juga.

“Ya begitulah. Tapi karena kita terlalu sering melihatnya, bahkan dari orang yang berbeda-beda, itu sebenarnya kurang bagus bagi seorang laki-laki.”
“Lho kenapa, bukannya malah jadi banyak pengalaman?” tanyaku penasaran.
“Mas jangan berfikir bahwa ketika kita melihat organ intim perempuan saat melakukan observasi seperti ketika kita menonton film dewasa. Apa yang dilakukan oleh seorang dokter kandungan itu sudah seperti menjadi rutinitas pekerjaan, sehingga menimbulkan kejenuhan dan itu tidak baik buat selera seksual kita”
“Wah, kenapa bisa begitu Pak?”
“Banyak dokter kandungan yang gairah seksualnya hilang akibat rutinitas pekerjaannya yang selalu berkaitan dengan organ intim perempuan, sehingga ketika berhubungan dengan istrinya justru seperti sedang memperlakukan pasiennya.”
“Oh begitu ya?”
“Ya begini saja lah, pada umumnya penjual roti dia biasanya sudah nggak doyan lagi dengan roti, karena merasa bosan setiap hari melihat roti”
“Terus kalau Bapak bagaimana?” Tanya ku sambil tersenyum.
“Kalau saya sih tipe penjual roti yang tetap doyan sama roti” jawab dia sambil tertawa terbahak-bahak. Akupun spontan terpingkal-pangkal mendengar ucapannya.

“Oya, kita sudah panjang lebar ngobrol sampai ke masalah jualan roti, tapi kita belum sempat kenalan” ucapku sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.
“Oh iya, benar juga, saking serunya kita membicarakan roti sampai lupa untuk berkenalan.”
“Nama saya Tantowi, panggil saja Tanto” ucapku.
“Saya Irwan” jawabnya.
“Oya, sepertinya saya harus balik ke kantor lagi Pak”
“Sama, saya juga harus kembali ke rumah sakit, kapan-kapan kita ngopi lagi ya, nanti kita ngobrol lebih jauh lagi tentang jenis-jenis roti.” Ucapnya sambil tertawa.
“Oke siap” jawabku semangat.
“Saya rutin ngopi di sini, kalau ngga jam istirahat, biasanya sebelum pulang ke rumah saya sempatkan ngopi dulu di sini”
“Baik Pak, sampai ketemu lagi” jawabku.

Kami berjalan menuju ke luar, kemudian kami berpisah di lorong parkir. Aku kembali menuju ke kantor, sedangkan Dia berjalan menuju ke rumah sakit yang terletak di seberang jalan.

… Selanjutnya
Bagian Kedua “Sepasang Mata Terdakwa”

Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

anomali
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

The Trial

2 April 2026 • 10:23 WIB

Di Antara Perintah dan Nurani: Ketika Prajurit Dihadapkan pada Pengadilan Militer

29 March 2026 • 09:17 WIB

Ukuran Yang Bergeser

23 March 2026 • 13:22 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Simfonia Kewenangan: Komparasi antara Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Peradilan Tata Usaha Negara

By Febby Fajrurrahman18 April 2026 • 17:07 WIB0

Injustice is relatively easy to bear; what stings, is justice.H. L. Mencken Mahkamah Konstitusi (MK)…

Dekatkan Keadilan, Wakil Ketua PA Baturaja Pimpin Sidang Keliling di Lubuk Raja

17 April 2026 • 12:06 WIB

Sinergi Strategis IKAHI, KPK, dan PPATK dalam Memperkokoh Integritas Peradilan dan Pencegahan Korupsi di Purwokerto

17 April 2026 • 10:08 WIB

Ketua PTA Kepri Sampaikan Kebijakan Strategis dalam Rakor Tahun 2026

17 April 2026 • 09:05 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Simfonia Kewenangan: Komparasi antara Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Peradilan Tata Usaha Negara
  • Dekatkan Keadilan, Wakil Ketua PA Baturaja Pimpin Sidang Keliling di Lubuk Raja
  • Sinergi Strategis IKAHI, KPK, dan PPATK dalam Memperkokoh Integritas Peradilan dan Pencegahan Korupsi di Purwokerto
  • Ketua PTA Kepri Sampaikan Kebijakan Strategis dalam Rakor Tahun 2026
  • Delegasi PN Dataran Hunipopu Sumbang Suara Daerah Dalam Fgd Identifikasi Masalah Penerapan Rj Bersama Kemenko Polkam Ri Di Ambon

Recent Comments

  1. doxycycline monohydrate 100mg on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. lasix for dogs 12.5 mg on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. esomeprazole magnesium 40 mg generic on Debu di Atas Map Hijau
  4. lasix water pill on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  5. udenafil tablet price on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.