Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bukan Aib Korban: Mengadili Penyebaran Konten Intim Non-Konsensual

29 May 2026 • 15:00 WIB

BSDK MA RI bersama Jajaran Pengadilan Tinggi Manado Membahas Urgensi Perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 terkait Disiplin Hakim dan Aparatur Pengadilan

29 May 2026 • 13:24 WIB

Penerapan Unjust Enrichment Dalam Sengketa Ekonomi Syariah

29 May 2026 • 12:46 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » ANOMALI – Bagian Ketiga
Roman

ANOMALI – Bagian Ketiga

Redpel SuaraBSDKRedpel SuaraBSDK5 January 2026 • 10:33 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

“AWAL SEBUAH KONSPIRASI”

Bagian Ketiga – Cerita Bersambung – D.Y. Witanto


Di hadapan tumpukan berkas berwarna merah, aku termenung memikirkan tentang perkara pembunuhan yang sedang kutangani, tiba-tiba aku teringat pada seorang teman lama yang saat ini berprofesi sebagai pengacara. Aku buka kontak HP untuk mencari nomornya. Saat ku telepon, tanpa menunggu lama terdengar suara seseorang menyapaku.

“Halo Assalamualaikum, To” “Waalaikumsalam, gimana kabarnya San?

“Alhamdulilah baik, tumben kamu telepon ada apa gerangan nih?” “Besok ngopi di café simpang stasiun, yuk?”

“Maksudmu, di café yang dulu sering kita singgahi itu?” “Iya, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu, San.”

“Sebentar, sebentar… berarti sekarang kamu tinggal di Purwokerto, ya? Wah, ini pelanggaran berat, masa nggak ngabarin kalau sudah pindah tugas ke sini.”

“Makanya sekarang aku telepon kamu.” “Oh gitu ya, siap, siap. Jam berapa?” “Pas jam makan siang aja ya?.”

“Ok, sip. Berarti kamu yang traktir, ya?”

“Iya, aku yang traktir. Emang dari dulu kamu nggak pernah traktir aku.” Orang yang berbicara di telepon itu tertawa lepas.

“Ok, sampai ketemu besok, ya.”

***

Di sudut café, aku duduk sendirian. Seorang pelayan menghampiri dan memberikan daftar menu.

“Hot cappuccino tanpa gula, ya.” “Ada yang lain, Pak?”

“Untuk makanannya nanti aja, saya masih menunggu teman.”

“Oh, baik, Pak.” Pelayan itu pergi dan tak lama kemudian kembali membawa secangkir kopi yang dipesan. Aku menunggu sekitar 15 menit sambil ditemani secangkir kopi.

Tiba-tiba, seorang pria berperawakan agak gemuk dengan pakaian kemeja rapi masuk ke dalam café. Wajahnya terlihat menengok ke kanan dan kiri. Aku segera berdiri dari kursi dan melambaikan tangan.

“San…”

“Weh, kamu terlihat semakin muda aja, To!” ucap Sandy sambil menepuk bahuku.

“Apa nggak kebalik, San? Kayaknya kamu deh yang makin keren.”

“Ya, kalau pengacara beginilah, To. Kita kan selain menjual jasa, juga menjual penampilan, bercanda To, faktanya hidupku begini-gini aja.”

“Maksudnya?”

“Susah kaya, rumah masih kontrakan, kemana-mana masih pakai motor jelek.”

“Yang penting kan berkah, San. Aku juga sama, rumah dan mobil masih nyicil, karena gajiku nggak cukup buat beli cash.”

“Aku paham, kamu kan dari dulu sangat idealis To. Ya, aku juga mirip-mirip seperti itu, walaupun belum seperti kamu,” ucapnya.

“Itulah salah satunya kenapa aku pengin ketemu kamu. Aku kenal kamu sejak jaman kuliah dulu dan aku juga sering dengar tentang kiprahmu di dunia pengacara.”

“Ngomong-ngomong, keluargamu sudah diboyong ke sini juga?” tanya Sandy.

“Belum, San. Anak dan istriku masih di Jakarta. Nanti setelah kenaikan kelas, baru semuanya aku pindahin ke sini.”

“Oya, ngomong-ngomong, ada apa nih? Aku jadi penasaran.”

“Begini, San. Aku pegang perkara pembunuhan yang terdakwanya seorang perempuan.”

“Lah, emangnya kenapa? Bukannya kamu sering menangani perkara-perkara seperti itu?”

“Iya, San, tapi ini beda.”

“Beda bagaimana?” Sandy mengerutkan dahinya tanda bingung.

“Belakangan, aku baru tahu bahwa kejadian pembunuhan itu sempat aku saksikan tiga bulan lalu di sebuah hotel tempat aku menginap saat datang ke sini untuk melapor, San.”

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Kedua

“Lah, kok bisa, To?”

“Iya, San. Waktu itu aku keluar dari balkon hotel, tiba-tiba aku melihat seorang perempuan berlari keluar dari balkon kamar yang terletak di ujung. Jaraknya memang cukup jauh dari kamarku, tapi aku masih bisa melihat wajah perempuan itu dengan jelas. Dia berteriak meminta tolong, lalu masuk lagi ke dalam kamar.”

“Terus apa yang kamu lakukan, To?”

“Aku turun ke lobi untuk mencari tahu apa yang terjadi, tapi aku lupa menyimpan kartu akses kamar. Setelah itu aku kembali mengambil kartu akses untuk turun ke lobi, dan di sana sudah banyak orang berkerumun. Tidak lama kemudian, seorang wanita dibawa petugas keamanan keluar dari lift. Bajunya berlumuran darah, dan dia menangis tersedu-sedu sambil berulang kali mengatakan, ‘Aku tidak membunuhnya.’”

“Terus, kamu yang pegang perkara itu, To?” “Iya, San. Aku yang jadi ketua majelisnya.”

“Lakadalah, belgedes… Kamu pasti lebih paham lah. Hakim kan nggak boleh mengadili perkara yang punya kepentingan pribadi, dan aku pikir kamu punya kepentingan karena kamu tahu peristiwanya.”

“Iya, aku paham, San.”

“Lah, kenapa nggak mengundurkan diri?” Aku tidak menjawab pertanyaan Sandy, hanya menggelengkan kepala.

“Parah kamu, To… gimana sih, kalau itu sampai ketahuan, kamu bisa diperiksa.”

“Aku tahu, San. Tapi persoalannya begini… Aku tarik napas panjang sebelum melanjutkan kata-kataku.

“Saat aku bertemu langsung dengan perempuan itu di ruang sidang, entah kenapa aku merasa yakin bahwa dia bukan pelakunya.”

“Mak semakin aneh aja nih, kamu sudah membangun keyakinan sebelum ada pembuktian.”

“Iya, aku tahu, San. Tapi rasanya ada yang nggak beres. Kalau aku mundur dan membiarkan hakim lain menyidangkan perkara ini, lalu perempuan itu dihukum, aku justru merasa telah berbuat zalim.”

“Apa maksudmu, pembunuhan itu pelakunya orang lain?”

“Bisa jadi begitu, atau mungkin si korban bukan dibunuh, melainkan bunuh diri.”

“Dari mana kamu bisa yakin seperti itu?”

“Waktu aku lihat perempuan itu berlari keluar balkon sambil teriak-teriak minta tolong, bajunya nggak ada darah sama sekali San. Tapi saat ketemu di lobi hotel, bajunya sudah berlumuran darah.”

“Terus, kenapa kamu yakin dia bukan pelakunya?”

“Kalau pada sat itu dia sudah membunuh korban, pasti pas berlari keluar balkon, bajunya udah penuh darah. Panik itu reaksinya pasti muncul setelahnya. Aneh kalau dia berteriak dulu baru setelah itu membunuh.”

“Iya juga, agak masuk akal sih.”

“Agak?”

“Maksudku, itu tetep belum cukup untuk menyimpulkan kalau dia bukan pelakunya To. Dan kamu harus ingat, cerita itu harus muncul di persidangan. Apa kamu siap jadi hakim sekaligus juga menjadi saksi?”

“Ya jelas nggak lah, San. Makanya aku panggil kamu ke sini, buat bantu aku cari fakta yang sebenarnya seperti apa, karena pasti aku nggak bisa melakukannya sendiri.”

“Terus, sekarang apa yang harus aku lakukan?” Aku terdiam sejenak.

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Kesatu

“Beberapa hari yang lalu aku sempat bingung antara harus mengundurkan diri atau melanjutkan sidang. Tapi, jika aku serahkan perkara ini ke hakim yang lain, bisa dipastikan perempuan itu akan dihukum karena di berita acara penyidikan hampir semua saksi menerangkan bahwa saat pintu kamar dibuka terdakwa sedang memegang tubuh korban yang bersimbah darah, di tangan terdakwa ada sebilah pisau berlumuran darah.”

“Okelah, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku kan nggak mungkin melakukan investigasi ulang seperti penyidik.”

“Maukah kamu jadi penasihat hukumnya secara probono, San?”

Sandy terdiam sesaat, lalu mengangguk sambil meneguk kopi yang sudah agak dingin.

“Baiklah. Jujur, kalau bukan kamu yang minta, aku nggak mau melakukan ini.” “Kenapa, San?”

“Iyalah, meskipun aku tahu niatmu baik, tapi ini pelanggaran etik, ini sebuah persekongkolan, To. Seharusnya kamu nggak boleh melakukan ini. Kalau aku ikut, berarti aku juga ikut salah.”

“Aku sudah memikirkan ini berulang-ulang, San. Kalau aku serahkan perkara ini ke hakim lain, perempuan itu pasti akan dihukum, dan kamu tahu kan berapa ancaman pidananya?”

“Tapi, sebelum lebih jauh, To, aku harus tanya sama kamu, apa kamu sudah memikirkan semua risikonya kalau ini sampai diketahui pimpinanmu atau penuntut umum?”

“Aku siap terima risikonya, San. Tapi aku yakin kalau niat kita tulus, Tuhan pasti melindungi kita.”

“Oke, to the poin aja, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?”

“Kamu datangi terdakwa di Rutan, bilang kalau kamu diutus oleh saya untuk jadi penasihat hukumnya secara probono, dan yakinkan dia kalau kamu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menolongnya.”

“Oke, besok aku akan datangi dia di Rutan.”

“Oya, tolong korek juga darinya apa yang sebenarnya terjadi. Aku nggak mau nanti salah mengambil keputusan kalau ternyata dia benar-benar pelakunya.”

“Baiklah, aku pergi dulu, To. Nanti aku kabari kalau sudah menemuinya di Rutan. Kirimkan identitasnya dan nomor perkaranya lewat WA ya, supaya aku bisa siapkan surat kuasanya.”

“Oke, San. Nanti aku kirim lewat WA. Kalau ada apa-apa atau kamu butuh biaya untuk operasional, kabari aja aku.”

“Weleh, weleh, kamu sudah kaya Robin Hood aja, nih,” kata Sandy sambil tertawa.

“Kalau mau bantu orang, jangan setengah-setengah, San. Nanti pahalanya juga nggak setengah-setengah,” jawabku sambil tersenyum.

“Terus, gimana dengan kopinya ini?”

“Udah ga usah basa-basi, aku nanti yang bayar. Lagian, kamu kan tadi udah bilang kalau kamu pengacara kere,” jawabku sambil tersenyum mengejek.

“Ah, kampret lu… Oke, aku permisi dulu, ya.”

Setelah meneguk sisa kopinya, Sandy beranjak meninggalkan tempat duduknya dan menuju keluar café. Aku juga tidak lama kemudian bangkit dan berjalan menuju kasir untuk membayar tagihan. Tanpa kusadari, sepasang mata tajam mengawasi setiap gerak-gerikku dari balik ornamen kaca dan tanaman di sudut café.

Bersambung…

Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

anomali
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Di Meja Hijau, Saya Belajar Tentang Manusia

28 May 2026 • 19:46 WIB

The Eleventh Flock Beneath the Second Mist

22 May 2026 • 13:00 WIB

Dari Bengkulu ke Puncak Nilai Tertinggi: Di Balik Candaan Arison, Ada Mimpi Besar yang sedang Diperjuangkan

19 May 2026 • 15:59 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Bukan Aib Korban: Mengadili Penyebaran Konten Intim Non-Konsensual

By Muamar Azmar Mahmud Farig29 May 2026 • 15:00 WIB0

Dalam banyak perkara kekerasan seksual digital, korban tidak hanya berhadapan dengan pelaku. Korban juga berhadapan…

BSDK MA RI bersama Jajaran Pengadilan Tinggi Manado Membahas Urgensi Perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 terkait Disiplin Hakim dan Aparatur Pengadilan

29 May 2026 • 13:24 WIB

Penerapan Unjust Enrichment Dalam Sengketa Ekonomi Syariah

29 May 2026 • 12:46 WIB

Dari Manila Menyalakan Asa : Memperkuat Perlindungan Korban Perdagangan Orang di ASEAN

29 May 2026 • 08:16 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Bukan Aib Korban: Mengadili Penyebaran Konten Intim Non-Konsensual
  • BSDK MA RI bersama Jajaran Pengadilan Tinggi Manado Membahas Urgensi Perubahan PERMA Nomor 7 Tahun 2016 terkait Disiplin Hakim dan Aparatur Pengadilan
  • Penerapan Unjust Enrichment Dalam Sengketa Ekonomi Syariah
  • Dari Manila Menyalakan Asa : Memperkuat Perlindungan Korban Perdagangan Orang di ASEAN
  • Di Meja Hijau, Saya Belajar Tentang Manusia

Recent Comments

  1. minoxidil eyebrows looksmaxxing on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  2. cialis med interactions on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  3. tadalafil other name on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  4. cialis and kidneys on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  5. is sildenafil used to treat high blood pressure on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.