Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dari Lapangan Pertandingan ke Ruang Persaudaraan: Semarak HUT ke-81 MA di BSDK

30 August 2026 • 15:41 WIB

Semarak Setelah Garis Finis: Apresiasi bagi Para Pelari CADAS BSDK MA Run 2026

30 August 2026 • 13:41 WIB

BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas

30 August 2026 • 07:59 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » ANOMALI – Bagian Ketiga

ANOMALI – Bagian Ketiga

Redpel SuaraBSDKRedpel SuaraBSDK5 January 2026 • 10:33 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

“AWAL SEBUAH KONSPIRASI”

Bagian Ketiga – Cerita Bersambung – D.Y. Witanto


Di hadapan tumpukan berkas berwarna merah, aku termenung memikirkan tentang perkara pembunuhan yang sedang kutangani, tiba-tiba aku teringat pada seorang teman lama yang saat ini berprofesi sebagai pengacara. Aku buka kontak HP untuk mencari nomornya. Saat ku telepon, tanpa menunggu lama terdengar suara seseorang menyapaku.

“Halo Assalamualaikum, To” “Waalaikumsalam, gimana kabarnya San?

“Alhamdulilah baik, tumben kamu telepon ada apa gerangan nih?” “Besok ngopi di café simpang stasiun, yuk?”

“Maksudmu, di café yang dulu sering kita singgahi itu?” “Iya, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu, San.”

“Sebentar, sebentar… berarti sekarang kamu tinggal di Purwokerto, ya? Wah, ini pelanggaran berat, masa nggak ngabarin kalau sudah pindah tugas ke sini.”

“Makanya sekarang aku telepon kamu.” “Oh gitu ya, siap, siap. Jam berapa?” “Pas jam makan siang aja ya?.”

“Ok, sip. Berarti kamu yang traktir, ya?”

“Iya, aku yang traktir. Emang dari dulu kamu nggak pernah traktir aku.” Orang yang berbicara di telepon itu tertawa lepas.

“Ok, sampai ketemu besok, ya.”

***

Di sudut café, aku duduk sendirian. Seorang pelayan menghampiri dan memberikan daftar menu.

“Hot cappuccino tanpa gula, ya.” “Ada yang lain, Pak?”

“Untuk makanannya nanti aja, saya masih menunggu teman.”

“Oh, baik, Pak.” Pelayan itu pergi dan tak lama kemudian kembali membawa secangkir kopi yang dipesan. Aku menunggu sekitar 15 menit sambil ditemani secangkir kopi.

Tiba-tiba, seorang pria berperawakan agak gemuk dengan pakaian kemeja rapi masuk ke dalam café. Wajahnya terlihat menengok ke kanan dan kiri. Aku segera berdiri dari kursi dan melambaikan tangan.

“San…”

“Weh, kamu terlihat semakin muda aja, To!” ucap Sandy sambil menepuk bahuku.

“Apa nggak kebalik, San? Kayaknya kamu deh yang makin keren.”

“Ya, kalau pengacara beginilah, To. Kita kan selain menjual jasa, juga menjual penampilan, bercanda To, faktanya hidupku begini-gini aja.”

“Maksudnya?”

“Susah kaya, rumah masih kontrakan, kemana-mana masih pakai motor jelek.”

“Yang penting kan berkah, San. Aku juga sama, rumah dan mobil masih nyicil, karena gajiku nggak cukup buat beli cash.”

“Aku paham, kamu kan dari dulu sangat idealis To. Ya, aku juga mirip-mirip seperti itu, walaupun belum seperti kamu,” ucapnya.

“Itulah salah satunya kenapa aku pengin ketemu kamu. Aku kenal kamu sejak jaman kuliah dulu dan aku juga sering dengar tentang kiprahmu di dunia pengacara.”

“Ngomong-ngomong, keluargamu sudah diboyong ke sini juga?” tanya Sandy.

“Belum, San. Anak dan istriku masih di Jakarta. Nanti setelah kenaikan kelas, baru semuanya aku pindahin ke sini.”

“Oya, ngomong-ngomong, ada apa nih? Aku jadi penasaran.”

“Begini, San. Aku pegang perkara pembunuhan yang terdakwanya seorang perempuan.”

“Lah, emangnya kenapa? Bukannya kamu sering menangani perkara-perkara seperti itu?”

“Iya, San, tapi ini beda.”

“Beda bagaimana?” Sandy mengerutkan dahinya tanda bingung.

“Belakangan, aku baru tahu bahwa kejadian pembunuhan itu sempat aku saksikan tiga bulan lalu di sebuah hotel tempat aku menginap saat datang ke sini untuk melapor, San.”

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Kesatu

“Lah, kok bisa, To?”

“Iya, San. Waktu itu aku keluar dari balkon hotel, tiba-tiba aku melihat seorang perempuan berlari keluar dari balkon kamar yang terletak di ujung. Jaraknya memang cukup jauh dari kamarku, tapi aku masih bisa melihat wajah perempuan itu dengan jelas. Dia berteriak meminta tolong, lalu masuk lagi ke dalam kamar.”

“Terus apa yang kamu lakukan, To?”

“Aku turun ke lobi untuk mencari tahu apa yang terjadi, tapi aku lupa menyimpan kartu akses kamar. Setelah itu aku kembali mengambil kartu akses untuk turun ke lobi, dan di sana sudah banyak orang berkerumun. Tidak lama kemudian, seorang wanita dibawa petugas keamanan keluar dari lift. Bajunya berlumuran darah, dan dia menangis tersedu-sedu sambil berulang kali mengatakan, ‘Aku tidak membunuhnya.’”

“Terus, kamu yang pegang perkara itu, To?” “Iya, San. Aku yang jadi ketua majelisnya.”

“Lakadalah, belgedes… Kamu pasti lebih paham lah. Hakim kan nggak boleh mengadili perkara yang punya kepentingan pribadi, dan aku pikir kamu punya kepentingan karena kamu tahu peristiwanya.”

“Iya, aku paham, San.”

“Lah, kenapa nggak mengundurkan diri?” Aku tidak menjawab pertanyaan Sandy, hanya menggelengkan kepala.

“Parah kamu, To… gimana sih, kalau itu sampai ketahuan, kamu bisa diperiksa.”

“Aku tahu, San. Tapi persoalannya begini… Aku tarik napas panjang sebelum melanjutkan kata-kataku.

“Saat aku bertemu langsung dengan perempuan itu di ruang sidang, entah kenapa aku merasa yakin bahwa dia bukan pelakunya.”

“Mak semakin aneh aja nih, kamu sudah membangun keyakinan sebelum ada pembuktian.”

“Iya, aku tahu, San. Tapi rasanya ada yang nggak beres. Kalau aku mundur dan membiarkan hakim lain menyidangkan perkara ini, lalu perempuan itu dihukum, aku justru merasa telah berbuat zalim.”

“Apa maksudmu, pembunuhan itu pelakunya orang lain?”

“Bisa jadi begitu, atau mungkin si korban bukan dibunuh, melainkan bunuh diri.”

“Dari mana kamu bisa yakin seperti itu?”

“Waktu aku lihat perempuan itu berlari keluar balkon sambil teriak-teriak minta tolong, bajunya nggak ada darah sama sekali San. Tapi saat ketemu di lobi hotel, bajunya sudah berlumuran darah.”

“Terus, kenapa kamu yakin dia bukan pelakunya?”

“Kalau pada sat itu dia sudah membunuh korban, pasti pas berlari keluar balkon, bajunya udah penuh darah. Panik itu reaksinya pasti muncul setelahnya. Aneh kalau dia berteriak dulu baru setelah itu membunuh.”

“Iya juga, agak masuk akal sih.”

“Agak?”

“Maksudku, itu tetep belum cukup untuk menyimpulkan kalau dia bukan pelakunya To. Dan kamu harus ingat, cerita itu harus muncul di persidangan. Apa kamu siap jadi hakim sekaligus juga menjadi saksi?”

“Ya jelas nggak lah, San. Makanya aku panggil kamu ke sini, buat bantu aku cari fakta yang sebenarnya seperti apa, karena pasti aku nggak bisa melakukannya sendiri.”

“Terus, sekarang apa yang harus aku lakukan?” Aku terdiam sejenak.

Baca Juga  ANOMALI - Bagian Kedua

“Beberapa hari yang lalu aku sempat bingung antara harus mengundurkan diri atau melanjutkan sidang. Tapi, jika aku serahkan perkara ini ke hakim yang lain, bisa dipastikan perempuan itu akan dihukum karena di berita acara penyidikan hampir semua saksi menerangkan bahwa saat pintu kamar dibuka terdakwa sedang memegang tubuh korban yang bersimbah darah, di tangan terdakwa ada sebilah pisau berlumuran darah.”

“Okelah, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku kan nggak mungkin melakukan investigasi ulang seperti penyidik.”

“Maukah kamu jadi penasihat hukumnya secara probono, San?”

Sandy terdiam sesaat, lalu mengangguk sambil meneguk kopi yang sudah agak dingin.

“Baiklah. Jujur, kalau bukan kamu yang minta, aku nggak mau melakukan ini.” “Kenapa, San?”

“Iyalah, meskipun aku tahu niatmu baik, tapi ini pelanggaran etik, ini sebuah persekongkolan, To. Seharusnya kamu nggak boleh melakukan ini. Kalau aku ikut, berarti aku juga ikut salah.”

“Aku sudah memikirkan ini berulang-ulang, San. Kalau aku serahkan perkara ini ke hakim lain, perempuan itu pasti akan dihukum, dan kamu tahu kan berapa ancaman pidananya?”

“Tapi, sebelum lebih jauh, To, aku harus tanya sama kamu, apa kamu sudah memikirkan semua risikonya kalau ini sampai diketahui pimpinanmu atau penuntut umum?”

“Aku siap terima risikonya, San. Tapi aku yakin kalau niat kita tulus, Tuhan pasti melindungi kita.”

“Oke, to the poin aja, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?”

“Kamu datangi terdakwa di Rutan, bilang kalau kamu diutus oleh saya untuk jadi penasihat hukumnya secara probono, dan yakinkan dia kalau kamu akan berusaha semaksimal mungkin untuk menolongnya.”

“Oke, besok aku akan datangi dia di Rutan.”

“Oya, tolong korek juga darinya apa yang sebenarnya terjadi. Aku nggak mau nanti salah mengambil keputusan kalau ternyata dia benar-benar pelakunya.”

“Baiklah, aku pergi dulu, To. Nanti aku kabari kalau sudah menemuinya di Rutan. Kirimkan identitasnya dan nomor perkaranya lewat WA ya, supaya aku bisa siapkan surat kuasanya.”

“Oke, San. Nanti aku kirim lewat WA. Kalau ada apa-apa atau kamu butuh biaya untuk operasional, kabari aja aku.”

“Weleh, weleh, kamu sudah kaya Robin Hood aja, nih,” kata Sandy sambil tertawa.

“Kalau mau bantu orang, jangan setengah-setengah, San. Nanti pahalanya juga nggak setengah-setengah,” jawabku sambil tersenyum.

“Terus, gimana dengan kopinya ini?”

“Udah ga usah basa-basi, aku nanti yang bayar. Lagian, kamu kan tadi udah bilang kalau kamu pengacara kere,” jawabku sambil tersenyum mengejek.

“Ah, kampret lu… Oke, aku permisi dulu, ya.”

Setelah meneguk sisa kopinya, Sandy beranjak meninggalkan tempat duduknya dan menuju keluar café. Aku juga tidak lama kemudian bangkit dan berjalan menuju kasir untuk membayar tagihan. Tanpa kusadari, sepasang mata tajam mengawasi setiap gerak-gerikku dari balik ornamen kaca dan tanaman di sudut café.

Bersambung…

Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

anomali
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah

25 August 2026 • 08:35 WIB

Dari Lumpur Sawah ke Mahkamah Agung: Catatan Anak Penggembala Kerbau yang Menjemput Takdir

23 August 2026 • 09:01 WIB

Menghadirkan Ilmu dan Hati Nurani dalam Putusan Pengadilan

25 July 2026 • 12:20 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB
Don't Miss

Dari Lapangan Pertandingan ke Ruang Persaudaraan: Semarak HUT ke-81 MA di BSDK

By Marulam J Sembiring30 August 2026 • 15:41 WIB0

Megamendung, Bogor — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia di lingkungan…

Semarak Setelah Garis Finis: Apresiasi bagi Para Pelari CADAS BSDK MA Run 2026

30 August 2026 • 13:41 WIB

BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas

30 August 2026 • 07:59 WIB

Belajar dari Putusan Kasasi Nomor 11179 K/Pid.Sus/2025: Menimbang Kerugian Ekologis dan Kerugian Ekonomis dalam Upaya Pemulihan Lingkungan Hidup

28 August 2026 • 10:53 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dari Lapangan Pertandingan ke Ruang Persaudaraan: Semarak HUT ke-81 MA di BSDK
  • Semarak Setelah Garis Finis: Apresiasi bagi Para Pelari CADAS BSDK MA Run 2026
  • BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  • Belajar dari Putusan Kasasi Nomor 11179 K/Pid.Sus/2025: Menimbang Kerugian Ekologis dan Kerugian Ekonomis dalam Upaya Pemulihan Lingkungan Hidup
  • Perkuat Kepastian Hukum Lintas Batas, Tim Penyusun Matangkan Naskah Urgensi PERMA Putusan Pengadilan Asing

Recent Comments

  1. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  2. Abdul Hafid PP PA Sleman on Alumni Bersuara dari PA Sleman : Diklat Panitera Pengganti Harus Update, Merata, dan Berbasis Praktik
  3. kumalasari on Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah
  4. lsm999 on Pelenturan Yurisdiksi Absolut: Dialektika Kewenangan Peradilan Agama
  5. Mia on Dari Lumpur Sawah ke Mahkamah Agung: Catatan Anak Penggembala Kerbau yang Menjemput Takdir
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.