Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kepala BSDK MA Dorong Ekosistem Riset Khas Kekuasaan Yudisial

October 27, 2026

AI dalam Tugas Yudisial: Membantu, Bukan Menggantikan Hakim

October 27, 2026

Transformasi Asas Keterbukaan Pengadilan dan Digitalisasi Peradilan: Perspektif Konstitusionalisme Hak Atas Informasi

October 27, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Pesan Burung

Pesan Burung

Effendi MukhtarBy Effendi MukhtarJanuary 2, 2026 · 23:45 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Manangih bapisah batang nan jo ureknyo

Rantiang jo daun indak badayo, indak badayo

Taragak mandanga kicau si buruang murai

Lah tabang jauah mambaok untuang, iyolah sansai

Usah tabang sumbarang tabang

Jikok lai takuik datang galodo

Urang kampuang, sawah jo ladang

Nan taniayo

Danga pasan unggeh jo buruang

Tolonglah kami nan lamah nangko

Rimbo tampek kami balinduang

Jan ditabang juo

Menangis pohon berpisah dengan akarnya

Ranting dan daun yang tak berdaya, tidak berdaya

Kepingin mendengar kicauan si burung murai

Sudah terbang jauh membawa nasibnya, yang menderita

Jangan tebang pohon sesukamu

Kalau gak takut datang galodo ( banjir bandang )

Warga desa serta sawah dan ladang, yang akan teraniaya

Dengarlah pesan unggas dan burung

“Tolonglah kami makhluk yang lemah ini “

Hutan ( Pohon ) tempat kami berlindung

Janganlah ditebang juga

Seorang Penyanyi Legendaris Minang Tiar Ramon (alm) pernah menyanyikan sebuah lagu PASAN BURUANG (Pesan Burung) sekitar 35 tahun yang lalu. Bila kita telisik syairnya, terasa sangat relevan dengan kejadian saat ini yang menimpa saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,  di kampung halaman Penyanyi itu sendiri, yaitu terjadinya banjir bandang yang  oleh orang-orang yang ahli di bidang lingkungan hidup, disebabkan oleh penggundulan hutan karena ditebang untuk diambil kayunya untuk kepentingan sesaat  segelintir oknum pengusaha atau penguasa, tanpa memikirkan dampaknya bagi rakyat berupa penderitaan seperti yang yang kita saksikan di televisi yang sangat banyak menelan korban, baik harta benda dan nyawa anak-anak tak berdosa, orang tua dan kaum  wanita yang sangat menyesakkan dada.

Layar televisi memperlihatkan desa-desa yang terisolasi, tanah longsor menelan rumah dan warga yang menangis kehilangan keluarga. Reporter  menjelaskan cuaca buruk yang sebenarnya telah diprediksi, tapi tak diantisipasi dengan baik. Hutan gundul dan bukit yang kehilangan akar penahan membuat tanah tak lagi mampu menahan air hujan. Sebagian di wilayah gunung dan hutan telah berubah menjadi resort dan tempat wisata. Perkebunan  kelapa sawit membentang luas, meninggalkan sedikit sekali ruang bagi alam untuk bernafas, Hanya sebagian kecil lahan yang masih dipertahankan sebagai sawah dan kebun, selebihnya rusak oleh keserakahan. Dada sungguh terasa sesak melihat anak-anak di layar televisi, wajah mereka kotor oleh lumpur  debu dan air mata. Televisi terus menayangkan penderitaan, tetapi ada sebagian anak bangsa yang sangat care dengan penderitaan  masyarakat telah mengambil keputusan. Diantara kepedihan dan kemarahan, masih ada pilihan untuk bertindak. Tidak semua dosa bisa ditebus, tetapi membantu sesama selalu menjadi jalan yang tak pernah salah.

Viralnya kondisi lapangan yang belum ditembus BPBD, ditambah biroksasi bantuan pusat yang rumit dan lamban, membuat sebagian anak muda tidak bisa menunggu. Banyak laporan menyebutkan desa-desa terisolasi, akses darat putus, sinyal hilang. Menunggu  berarti membiarkan orang kelaparan, kedinginan atau terluka tanpa pertolongan. Di lokasi bencana  pemandangan yang menyambut begitu memilukan. Warga saling bahu membahu mencari anggota keluarga diantara lumpur dan puing. Sebagian lagi bertahan di pengungsian darurat yang hanya beratapkan terpal tipis. Ketika suara helikopter terdengar dari kejauhan, banyak yang mengira hanya bayangan harapan. namun saat suara itu semakin dekat. Angin kencang dari baling-baling pesawat menyapu tanah basah. Helikopter berhenti melayang di atas lapangan sempit yang tersisa. Beberapa orang membawa tas besar di punggung, wajah mereka tertutup masker, mata fokus dan sigap.Tangis pecah dimana-mana, ada yang berlutut, ada yang bersujud Rasa syukur bercampur lega tumpah tanpa kendali.Tenda-tenda darurat dipasang di area yang relatif aman. Pakaian layak pakai yang dikumpulkan secara kilat dibagikan satu persatu. Anak-anak mendapat jaket hangat, perempuan diberi selimut.

Baca Juga  Menafsirkan Ketentuan Pemeriksaan yang Dibuka Kembali dalam KUHAP Baru

Gunung adalah tiang atau pasak, itu ada dalam Al Quran. Jika gunung dirusak, lantas tanahnya longsor, maka tanahnya akan semakin tipis. Lalu bagaimana dia akan menahan air hujan bahkan gejolak magma di dalamnya. Sudah seharusnya gunung dan hutan dikembalikan ke fungsinya, jangan lagi ada resort di atasnya. Cukup jadikan gunung sebagai pemandangan, tempat untuk bertualang atau mendaki dan itu sangat indah. Sawit sebaiknya ditanam di dataran rendah karena sawit akarnya tidak mampu menahan air hujan atau menyimpannya di dalam tanah karena lihatlah berkali-kali ketika musim kemarau, masyarakat kekurangan air, kekeringan melanda dimana-mana.

Dengan perkebunan sawit, pundi-pundi uang mungkin meningkat, tapi tidak ada air sebagai sumber kehidupan tidak ada gunanya. Apakah kita akan menyuling air laut jadi air tepat guna sementara biayanya sangat mahal? Kenapa kita tidak memanfaatkan anugerah dari Allah secara tepat dan bijak bahkan tanpa harus mahal? Cukup dengan menjaga hutan dan pepohonan. Cukup sesederhana itu bukan?

Setelah musibah ini mudah-mudahan akan tumbuh kesadaran dihati penguasa dan masyarakat bahwa bukit dan pegunungan bukan sekedar latar pemandangan, melainkan penyangga kehidupan. Rakyat harus diberi penyuluhan dengan bahasa yang sederhana, menjelaskan fungsi akar dan tanah dengan cara yang mudah dipahami.

Selama ini orang zaman dulu selalu menjadikan pohon beringin sebagai pohon keramat, Karena mungkin mereka merasa aneh, dari pohon keluar air yang sangat jernih dan bersih, termasuk ketika kemarau panjang, lalu mereka mengira karena leluhur atau roh leluhur yang bersemayam di pohon itu, padahal memang pohon-pohon seperti ini yang menyimpan air hujan dan ketika kekeringan, mereka keluar perlahan dari dalam tanah. Kearifan lama seringkali lahir dari pengamatan panjang dan bukan dari mitos kosong. Alam memberi tanda, manusia hanya perlu belajar membacanya.

Kekayaan bisa menipu. Membuat manusia merasa aman,seolah hidup tak akan berakhir. Padahal, justru disitulah jarak dengan Tuhan mulai tercipta. Memiliki harta tapi tetap membumi membuat langkah terasa lebih ringan. Tidak ada keinginan menaklukkan segalanya termasuk alam. Yang ada hanyalah hasrat untuk memberi manfaat. Inilah hidup yang selama ini dicari, hidup yang tak sekadar berjalan, tetapi memiliki makna. Tetapi tujuan tetap searah. Membangun, menjaga dan menghidupkan kembali. Tidak hanya tanah yang dipulihkan, tetapi juga nilai,  iman dan keadaran bahwa kehidupan tidak pernah semata tentang memiliki, melainkan tentang merawat.

Baca Juga  Mengintip Sisi “Matrealistik” Negara Dalam Tindak Pidana Korporasi

Layar Televisi kembali menampilkan pemandangan yang membuat dada semakin sesak. Tanah bergeser seperti adonan basah.Sungai berubah jalur. Bekas rumah hanya menyisakan atap atau potongan dinding. Banyak luka dibersihkan, banyak napas diselamatkan dan terlalu banyak air mata ditumpahkan.

Alam harus tetap dengan karakteristiknya. Dia bukit, ya untuk pepohonan. Jika terlalu banyak rumah atau ladang, malah jadi gembur tanahnya yang pada saatnya nanti di musim hujan tidak akan sanggup menahan air sehingga banjir bandang pasti akan terjadi. Penguasa kadang tidak arif, betapa banyak para ahli menerangkan bahwa pohon sawit yang luasnya jutaan hektar, hijau tapi itu bukan reboisasi. Kekuatan akarnya untuk menahan air tidaklah sama dengan pohon-pohon yang digunduli dan kemudian ditanami sawit, tidak mendengar masukan dari orang-orang pintar disekelilingnya. Apakah pesan itu tidak sampai kepadanya, disebabkan hanya terhenti diantara staf Presiden atau dikondisikan oleh oknum para pengusaha hitam yang hanya memikirkan kepentingan ekonomi bagi segelintir orang tanpa memikirkan bagaimana akibatnya nanti bagi masyarakat.

Presiden sudah cukup berbuat banyak, apakah tidak ada yang mengingatkan bahwa jutaan hektar perusahaan sawit milik beliau di Aceh dan beberapa bagian di pelosok Nusantara, suatu saat nanti menjadi cikal bakal kerusakan seperti sekarang. Beliau berpidato sanggup mati untuk rakyat dan mohon dibantu untuk berbuat dengan tulus untuk Indonesia Maju, tapi sanggupkah beliau menyumbangkan perusaahaan yang dimilikinya untuk memberi kesejahteraan seluruh rakyat dan mengembalikannya  agar ditanam pohon-pohon yang akarnya kuat sehingga alam terjaga? Kita yakin bila itu dilakukan, maka pengusaha di sekitar beliau menjadi malu dan tergerak hatinya dan sadar bahwa sebenarnya pohon sawit tidaklah sama dengan pohon-pohon yang hanyut dibawa gelombang arus banjir bandang yang nanpak nyata di televisi ada stempel-stempel kehutanan dan terpotong rapi dan bukan lapuk dan bukan karena jamur. Rakyat bukan bodoh dan jangan diperbodoh lagi dengan jargon-jargon yang memelintir kebeneran dengan berbagai alasan.

Jauh di alam keabadiannya, Tiar Ramon mungkin menangis dan menyesali bahwa nyanyi yang dibawakannya, memang terjadi di alam nyata. Sayup-sayup dari radio terdengar nyanyian Tiar Ramon mengagetkan lamunan bahwa ini nyata adanya…….betapa burung merintih tak berdaya. Rimbo tampek kami  balinduang, jan ditabang juo………..

wallahu a`lam bi syawwaab.

Effendi Mukhtar
Kontributor
Effendi Mukhtar
Hakim Tinggi Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

AI dalam Tugas Yudisial: Membantu, Bukan Menggantikan Hakim

October 27, 2026

Transformasi Asas Keterbukaan Pengadilan dan Digitalisasi Peradilan: Perspektif Konstitusionalisme Hak Atas Informasi

October 27, 2026

Urgensi Pembatasan Perkara Perdata dalam Pembaharuan Hukum Acara Perdata Nasional

October 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026
Don't Miss

Kepala BSDK MA Dorong Ekosistem Riset Khas Kekuasaan Yudisial

By Redpel SuaraBSDKOctober 27, 20260

SuaraBSDK — Kepala Badan BSDK, Syamsul Arief yang juga Hakim Agung Kamar Pidana MA, mendorong…

AI dalam Tugas Yudisial: Membantu, Bukan Menggantikan Hakim

October 27, 2026

Transformasi Asas Keterbukaan Pengadilan dan Digitalisasi Peradilan: Perspektif Konstitusionalisme Hak Atas Informasi

October 27, 2026

Apresiasi dan Lomba Meriahkan Peringatan HUT ke-8 PN Pangkalan Balai

October 27, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kepala BSDK MA Dorong Ekosistem Riset Khas Kekuasaan Yudisial
  • AI dalam Tugas Yudisial: Membantu, Bukan Menggantikan Hakim
  • Transformasi Asas Keterbukaan Pengadilan dan Digitalisasi Peradilan: Perspektif Konstitusionalisme Hak Atas Informasi
  • Apresiasi dan Lomba Meriahkan Peringatan HUT ke-8 PN Pangkalan Balai
  • Kemakmuran Warga Menjadi Ukuran Penguasaan Negara atas Tanah

Recent Comments

  1. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  2. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  3. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  4. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  5. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.