Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga menghadirkan dimensi kecerdasan emosional melalui latihan pengendalian diri, kesabaran, dan empati. Nilai-nilai tersebut sering kali menciptakan ruang dialog yang lebih tenang dan terbuka dalam penyelesaian konflik, termasuk dalam sengketa keluarga yang ditangani pengadilan.
Dimensi tersebut tercermin dalam proses mediasi perkara harta bersama dengan Nomor 62/Pdt.G/2026/PA.Bta di Pengadilan Agama Baturaja, di mana para pihak berhasil mencapai kesepakatan atas sebagian objek sengketa melalui mekanisme mediasi.
Proses mediasi dipimpin oleh Dr. H. Aman, S.Ag., S.E., S.H., M.H., M.M., selaku mediator sekaligus Wakil Ketua Pengadilan Agama Baturaja. Dalam forum mediasi yang berlangsung secara tertutup, para pihak dipertemukan untuk membangun dialog konstruktif guna mencari titik temu atas sengketa yang terjadi.
Melalui musyawarah yang dialogis, para pihak berhasil menyepakati sebagian besar objek harta bersama yang disengketakan. Sementara itu, terhadap objek yang belum mencapai kesepakatan, penyelesaiannya tetap dilanjutkan dalam pemeriksaan persidangan oleh majelis hakim.
Keberhasilan sebagian dalam proses mediasi memiliki arti penting karena mampu mengurangi tingkat konflik para pihak sekaligus mempersempit ruang perselisihan yang harus diputus melalui persidangan.
Pelaksanaan mediasi ini merupakan implementasi dari Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, yang menempatkan mediasi sebagai tahapan wajib dalam penyelesaian perkara perdata.
Dalam konteks ini, Ramadhan tidak hanya menjadi momentum ibadah individual, tetapi juga menghadirkan dimensi kecerdasan emosional yang mampu mendorong terciptanya penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog dan musyawarah.
Momentum Ramadhan pada akhirnya mengingatkan bahwa penyelesaian sengketa tidak selalu harus berakhir dalam putusan yang konfrontatif. Kedewasaan emosional, kemampuan menahan ego, dan kesediaan untuk berdialog sering kali menjadi kunci terciptanya perdamaian yang lebih berkelanjutan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

