Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menemukan Keadilan: Dari Ne Bis In Idem Ke Double Jeopardy

September 22, 2026

Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya

September 22, 2026

Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

September 22, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Suara Perempuan, Suara Keadilan

Suara Perempuan, Suara Keadilan

Itsnaatul LathifahBy Itsnaatul LathifahMarch 13, 2026 · 09:21 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Sering kali perempuan diragukan kapasitasnya dalam menjalankan tugas, terlebih dalam profesi hakim yang merupakan jabatan publik dan pada umumnya masih didominasi oleh laki-laki. Keraguan tersebut tidak terlepas dari pola pikir lama yang memandang perempuan sebagai makhluk kelas kedua setelah laki-laki. Budaya patriarki yang mengakar serta pemahaman agama yang sempit semakin memperkuat stigma terhadap perempuan yang berperan dalam ranah publik.

Akibatnya, suara perempuan kerap terabaikan dan keadilan hanya menjadi sebuah ilusi. Tidak banyak perempuan yang memperoleh kesempatan yang sama untuk menduduki posisi-posisi strategis yang memungkinkan mereka menyuarakan sudut pandangnya, menentukan nasibnya, sekaligus mewakili pengalaman perempuan lainnya. Alih-alih memberikan jabatan kepada perempuan sebagai bentuk pengakuan yang sejati, sering kali keterwakilan perempuan hanya dijadikan alat validasi semata agar sebuah lembaga terlihat memiliki kesadaran terhadap pengarusutamaan gender. Pada akhirnya, hal tersebut hanya berhenti sebagai slogan, sementara perempuan sekadar menjadi pelengkap dalam potret-potret seremonial.

Pada tahun 2019, dalam sebuah program pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh calon hakim perempuan dan laki-laki, seorang peserta laki-laki mengajukan pertanyaan kepada pemateri: bagaimana hukumnya perempuan menjadi saksi dalam persidangan? Ia mengaitkannya dengan pemahaman dalam Islam yang menyatakan bahwa perempuan memiliki akal separuh atau dianggap lemah, sehingga dalam kesaksian diperlukan dua orang perempuan untuk menggantikan satu laki-laki.

Pertanyaan tersebut tentu mengusik nurani. Bagaimana mungkin pertanyaan semacam itu muncul dalam pendidikan calon hakim yang pesertanya juga terdiri dari perempuan? Pertanyaan tersebut secara tidak langsung meminggirkan keberadaan perempuan yang berada di ruang yang sama. Secara logika, jika perempuan sebagai saksi saja masih dipertanyakan eksistensinya, lalu bagaimana jika perempuan menjadi hakim? Apakah kualitas dua orang hakim perempuan baru setara dengan seorang hakim laki-laki? Tentu saja tidak. Jika cara berpikir seperti ini masih dipertahankan, maka sesungguhnya kita sedang mengalami kemunduran yang nyata.

Jika sejak dalam cara berpikir saja keadilan tidak hadir, bagaimana mungkin keadilan dapat terwujud dalam perkataan, tindakan, dan sikap sehari-hari? Dalam konteks kelembagaan, apakah keadilan dapat benar-benar terwujud dalam setiap keputusan dan kebijakan yang diambil? Realitas ini bukan untuk disangkal, melainkan untuk diakui dan disadari bersama bahwa ada sesuatu yang perlu dibenahi.

Sejarah mencatat bahwa pada masa KH. A. Wahid Hasyim menjabat sebagai Menteri Agama (1945–1952), beliau memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mengikuti seleksi administrasi calon hakim agama. Kebijakan tersebut kemudian melahirkan Nyai Hj. Abidah Ma’sum sebagai hakim agama perempuan pertama di Indonesia pada tahun 1960. Pada masanya, kebijakan tersebut menuai kritik tajam dari sebagian kalangan umat Islam. Kehadiran Nyai Hj. Abidah Ma’sum dalam jajaran hakim peradilan agama menjadi kontroversi dan memicu perdebatan panjang dalam forum-forum kajian fiqh Islam. Namun, dinamika tersebut sekaligus menunjukkan adanya dialektika dan progresivitas cara berpikir dalam masyarakat.

Baca Juga  5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

Tulisan ini tentu tidak dimaksudkan untuk memperdebatkan pertanyaan peserta diklat tersebut. Namun realitas itu menunjukkan bahwa pemahaman agama yang bias dan ketidakadilan gender memang nyata adanya, dan sering kali menjadi penghambat bagi perempuan untuk menduduki posisi penting dalam lembaga—sebuah fenomena yang dikenal sebagai glass ceiling.

Fakta menunjukkan bahwa sejak berdirinya lembaga peradilan agama pada tahun 1882 belum pernah ada hakim agung perempuan dari kamar agama. Hingga akhirnya muncul dua sosok perempuan tangguh, Lailatul Arofah dan Muhayah, yang dilantik sebagai hakim agung perempuan pertama di kamar perdata agama pada Oktober 2025. Kehadiran keduanya patut dirayakan sebagai tonggak penting, sekaligus harapan baru akan hadirnya sentuhan keadilan yang lebih peka dalam perkara-perkara keluarga yang erat dengan pengalaman perempuan.

Di sisi lain, kita juga perlu mengapresiasi Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai lembaga penegak hukum yang peka dan responsif terhadap isu kesetaraan gender dalam sistem peradilan. Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan progresif, antara lain melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum, yang menjadi tonggak penting dalam memastikan perspektif gender hadir dalam praktik peradilan. Selain itu, pembaruan dalam sistem promosi dan mutasi hakim yang semakin sensitif terhadap kebutuhan perempuan, meningkatnya jumlah perempuan yang memimpin pengadilan tingkat pertama dan banding, serta bertambahnya keterwakilan hakim agung perempuan di Mahkamah Agung juga menjadi perkembangan yang patut diapresiasi.

Namun demikian, langkah-langkah tersebut masih belum sepenuhnya cukup untuk membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan dalam mengaktualisasikan pemikiran dan mengembangkan potensinya. Untuk mewujudkan peradilan yang agung, perempuan perlu ditempatkan pada posisi-posisi strategis hingga tingkat manajemen puncak. Tidak hanya sebagai ketua pengadilan, tetapi juga pada posisi direktur jenderal, kepala badan, ketua kamar, wakil ketua bidang yudisial, wakil ketua bidang nonyudisial, bahkan hingga Ketua Mahkamah Agung. Penempatan tersebut tentu bukan semata-mata demi formalitas keterwakilan, melainkan karena kompetensi dan kepemimpinan yang dimiliki perempuan.

Baca Juga  Pancasila sebagai Bintang Penuntun Hakim dalam Menegakkan Keadilan

Perempuan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan perasaan dan intuisi yang tajam. Kombinasi tersebut memungkinkan perempuan menyeimbangkan rasionalitas dan empati dalam menegakkan keadilan. Perempuan tidak hanya mampu mendefinisikan keadilan secara konseptual, tetapi juga menghadirkannya sebagai sesuatu yang hidup dan dapat dirasakan oleh setiap pencari keadilan.

Hakim perempuan juga membutuhkan afirmasi dalam pengembangan kariernya. Secara historis dan struktural, mereka sering menghadapi hambatan yang tidak selalu dialami oleh laki-laki, seperti stereotip gender, pembagian peran domestik yang tidak seimbang, kondisi biologis seperti menstruasi, kehamilan, dan menyusui, serta keterbatasan akses terhadap peluang promosi dan kepemimpinan.

Karena itu, kehadiran Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) menjadi sebuah harapan besar bagi terwujudnya dunia peradilan yang lebih baik. Organisasi ini menjadi wujud keberpihakan yang nyata terhadap penguatan perempuan, sekaligus ruang untuk meningkatkan profesionalitas, kepemimpinan, dan integritas hakim perempuan. BPHPI juga dapat menjadi rumah yang aman bagi seluruh insan peradilan—bukan hanya bagi hakim perempuan, tetapi bagi siapa pun yang membutuhkan ruang yang penuh perhatian dan kepedulian.

BPHPI hadir untuk memastikan bahwa keberadaan hakim perempuan tidak hanya sekadar didengar, tetapi juga diberikan kewenangan dan kepercayaan untuk terlibat secara langsung dalam menentukan arah masa depan lembaga peradilan di Indonesia. Organisasi ini juga diharapkan aktif dalam upaya pencegahan pelecehan di lingkungan kerja, memperkuat mekanisme penanganannya, menghentikan normalisasi guyonan seksis yang membuat perempuan merasa tidak nyaman dan tidak aman, serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental para insan peradilan.

Lingkungan kerja yang sehat, setara, dan aman merupakan prasyarat penting bagi tumbuhnya partisipasi perempuan dalam ruang publik. Jika kondisi tersebut tidak diwujudkan, perempuan berpotensi semakin tersingkir dari ruang-ruang publik. Kondisi yang tidak aman dapat membuat perempuan memilih menyingkir atau bahkan disingkirkan dari lingkungan kerja yang seharusnya menjadi ruang bersama untuk tumbuh, saling melengkapi, saling menguatkan, dan memperkaya perspektif.

Pada akhirnya, memperkuat hakim perempuan berarti memperkuat sistem peradilan di Indonesia. Ketika hakim perempuan diberi ruang, mereka akan menemukan kepercayaan diri untuk berkontribusi secara optimal, dan pada saat yang sama keadilan akan menemukan ruhnya.

Selamat Hari Hakim Perempuan Internasional.

Itsnaatul Lathifah
Kontributor
Itsnaatul Lathifah
Hakim Pengadilan Agama Rembang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hak Perempuan Hakim Perempuan Kepemimpinan Perempuan Kesetaraan Gender Peradilan Indonesia
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menemukan Keadilan: Dari Ne Bis In Idem Ke Double Jeopardy

September 22, 2026

Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya

September 22, 2026

Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

September 22, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,451 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Menemukan Keadilan: Dari Ne Bis In Idem Ke Double Jeopardy

By Syamsul AriefSeptember 22, 20260

Tulisan ini semacam sekuel dari tulisan saya sebelumnya, “Finalitas Putusan Bebas” di dandapala.com. Seperti film,…

Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya

September 22, 2026

Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

September 22, 2026

Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok

September 22, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menemukan Keadilan: Dari Ne Bis In Idem Ke Double Jeopardy
  • Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya
  • Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar
  • Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok
  • Palu di antara Cinta dan Hukum

Recent Comments

  1. Hendi Rustandi on Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok
  2. Nikmah Aeni on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  3. aievangelist on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  4. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  5. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.