Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Refleksi Perjalanan 30 Delegasi Mahkamah Agung RI ke Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh dalam Transformasi Digital Peradilan

Refleksi Perjalanan 30 Delegasi Mahkamah Agung RI ke Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh dalam Transformasi Digital Peradilan

Khoiruddin HasibuanBy Khoiruddin HasibuanApril 28, 2026 · 12:22 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Perjalanan tiga puluh delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia ke Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh di India, tidak dapat dipandang sebagai sekadar kunjungan kerja biasa. Kunjungan ini sesungguhnya merupakan sebuah momentum reflektif bagi sistem peradilan Indonesia, untuk menilai kembali arah transformasi digital yang sedang ditempuh. India, yang selama ini kerap dipersepsikan sebagai negara dengan kompleksitas sosial yang tinggi, kepadatan penduduk ekstrem, serta tantangan administratif yang besar, justru mampu menunjukkan capaian luar biasa dalam digitalisasi peradilan melalui program nasional yang dikenal sebagai e-Courts Mission Mode Project.

Kesan pertama yang muncul dari pengalaman ini adalah sebuah paradoks yang menarik untuk dikaji, di tengah berbagai stereotip tentang India sebagai negara yang “kacau” atau “tidak tertib”, justru sistem peradilannya tampil sebagai salah satu yang paling progresif dalam pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar yang juga menjadi fokus pembelajaran delegasi Indonesia: apakah sistem peradilan Indonesia dapat belajar dari India, khususnya dalam mengintegrasikan berbagai platform seperti SIP, e-Court, dan e-Berpadu menjadi sebuah sistem terpadu? Menurut Penulis, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tegas, Mahkamah Agung Republik Indonesia tidak hanya bisa belajar, tetapi harus belajar secara mendalam dari Mahkamah Agung India.

India telah memulai digitalisasi peradilannya sejak tahun 2005 melalui dokumen kebijakan nasional Information and Communication Technology (ICT), yang disusun oleh e-Committee Mahkamah Agung India. Program ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari kebijakan nasional dalam kerangka National e-Governance Plan (NeGP), yang diluncurkan pada tahun 2006.

Sejak awal, India tidak mengembangkan sistem yang terfragmentasi. Sebaliknya, mereka membangun sebuah arsitektur digital yang bersifat menyeluruh, yang mencakup pengajuan perkara secara elektronik (e-filing), sistem informasi perkara nasional (Case Information System), hingga integrasi data melalui National Judicial Data Grid (NJDG). Pendekatan ini berbeda dengan Indonesia, yang masih menghadapi tantangan integrasi antar sistem yang berkembang secara parsial.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah mengenai siapa sebenarnya yang mengembangkan teknologi e-Court di India. Jawaban atas pertanyaan ini menunjukkan keunikan model kelembagaan India. Teknologi e-Court tidak dikembangkan oleh satu institusi tunggal, melainkan melalui kolaborasi strategis antara Mahkamah Agung India melalui e-Committee, dan Department of Justice di bawah Kementerian Hukum dan Kehakiman Pemerintah India.

Dengan demikian, arah kebijakan tetap berada di tangan lembaga yudikatif, sementara dukungan sumber daya, termasuk pendanaan, disediakan oleh eksekutif. Model ini menciptakan keseimbangan antara independensi peradilan dan efisiensi implementasi kebijakan publik.

Dalam aspek pelaksanaan teknis, India tidak sepenuhnya mengandalkan aparatur internal. Sebaliknya, mereka menggunakan model hybrid yang menggabungkan kekuatan internal dengan dukungan pihak ketiga. Aparatur peradilan tetap menjadi pemilik sistem dan pengendali arah kebijakan, tetapi pengembangan dan pemeliharaan teknologi melibatkan vendor dan tenaga profesional di bidang teknologi informasi. Pendekatan ini memungkinkan India untuk menghindari jebakan umum dalam proyek digital pemerintah, yaitu ketergantungan total pada vendor tanpa adanya kapasitas internal.

Baca Juga  Perluasan Yurisdiksi PHI Gresik sebagai Imperatif Konstitusional dalam Mewujudkan Peradilan yang Cepat, Tepat, dan Berbiaya Ringan

Salah satu aspek yang paling mencolok dalam sistem India adalah besarnya komitmen anggaran negara. Pada fase awal (Phase I), proyek e-Courts menghabiskan sekitar ₹935 crore (9,35 miliar Rupee) atau kalau dikonversikan ke rupiah sekitar Rp1,730 Triliun. untuk komputerisasi pengadilan tingkat distrik dan subordinat. Namun, lonjakan signifikan terjadi pada fase berikutnya, terutama Phase III, di mana pemerintah India menggelontorkan anggaran sebesar ₹7.210 crore (72,1 miliar rupee) atau setara dengan Rp13,230 Triliun.

Anggaran ini menjadikan e-Courts India sebagai salah satu investasi publik terbesar di dunia dalam bidang teknologi peradilan. Bahkan, dalam implementasinya, dana tersebut dialokasikan untuk berbagai aspek, mulai dari digitalisasi arsip perkara, pembangunan infrastruktur cloud nasional, hingga integrasi sistem peradilan pidana lintas lembaga.

Pertanyaan berikutnya menyangkut kondisi aparatur peradilan di India: apakah seluruhnya sudah melek teknologi? Jawabannya adalah tidak sepenuhnya. India juga menghadapi tantangan yang sama dengan Indonesia, yaitu kesenjangan literasi digital di kalangan aparatur. Namun, yang membedakan adalah pendekatan yang diambil. India tidak menunggu seluruh aparaturnya siap secara digital sebelum memulai transformasi. Sebaliknya, digitalisasi justru digunakan sebagai alat untuk mendorong perubahan budaya kerja.

Transformasi ini dilakukan secara bertahap melalui beberapa fase, dengan disertai program pelatihan masif bagi hakim dan staf pengadilan. Selain itu, India juga melakukan proses re-engineering, yaitu perubahan mendasar dalam alur kerja peradilan, sehingga teknologi tidak sekadar menjadi alat tambahan, tetapi menjadi bagian integral dari sistem kerja.

Dari sisi anggaran kelembagaan, menarik untuk dicermati bahwa anggaran peradilan India secara keseluruhan relatif kecil jika dibandingkan dengan ukuran negaranya. Anggaran Kementerian Hukum dan Kehakiman India pada tahun 2026–2027 tercatat sekitar ₹4.509 crore (45 miliar rupee) atau setara dengan Rp8,274 Triliun.

Jika dibandingkan dengan total APBN India, angka ini hanya mencerminkan porsi yang sangat kecil. Namun, di sinilah letak pelajaran penting dari India, bahwa keberhasilan digitalisasi tidak selalu bergantung pada besaran anggaran secara keseluruhan, melainkan pada bagaimana anggaran tersebut diprioritaskan dan digunakan secara strategis.

Pertanyaan paling menarik dan sekaligus paling sulit dijawab adalah mengenai apakah terdapat data yang menunjukkan berapa besar “uang negara yang diselamatkan” oleh sistem peradilan India setiap tahunnya. Secara eksplisit, India tidak memiliki angka tunggal yang menunjukkan kontribusi finansial langsung dari peradilan kepada negara. Namun, terdapat indikator tidak langsung yang sangat signifikan.

Baca Juga  Saat Peraturan Menjadi Menu dalam Aplikasi Pengadilan

Melalui sistem seperti e-Courts dan National Judicial Data Grid, India mampu meningkatkan efisiensi penyelesaian perkara, mengurangi backlog, serta menekan biaya transaksi hukum. Digitalisasi juga mengurangi biaya operasional, seperti penggunaan kertas, perjalanan, dan waktu persidangan. Selain itu, integrasi sistem peradilan dengan lembaga lain memungkinkan pemerintah mengelola litigasi negara secara lebih efektif, terutama dalam perkara pajak dan administrasi.

Dengan demikian, kontribusi peradilan India lebih bersifat sistemik daripada finansial langsung. Peradilan menjadi instrumen yang meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat kepastian hukum, dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, peradilan tidak lagi dipandang sebagai “beban anggaran”, tetapi sebagai investasi strategis negara.

Hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa keberhasilan India tidak lahir dari kondisi sosial yang ideal, melainkan dari keputusan kebijakan yang tepat. Transformasi digital peradilan di India, didorong oleh kombinasi beberapa faktor kunci. Pertama, adanya kepemimpinan kuat dari Mahkamah Agung melalui e-Committee, yang secara konsisten mengawal arah kebijakan. Kedua, adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam bentuk pendanaan dan kebijakan nasional. Ketiga, adanya pendekatan sistemik yang mengintegrasikan seluruh pengadilan dalam satu kerangka teknologi yang sama. Keempat, adanya kesadaran bahwa digitalisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan untuk mengatasi beban perkara yang sangat besar.

Refleksi dari perjalanan ke Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh ini, memberikan pelajaran penting bagi 30 Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia. Transformasi digital peradilan tidak dapat dilakukan secara parsial dan sektoral. Integrasi sistem seperti SIP, e-Court, dan e-Berpadu harus dilakukan dalam satu arsitektur nasional yang dirancang sejak awal. Selain itu, diperlukan komitmen anggaran yang konsisten, serta perubahan budaya kerja di kalangan aparatur peradilan.

India telah menunjukkan, bahwa bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan, transformasi besar tetap dapat dilakukan. Yang dibutuhkan bukanlah kondisi yang sempurna, melainkan keberanian untuk mengambil keputusan strategis dan konsistensi dalam pelaksanaannya.

Pada akhirnya, perjalanan ini menegaskan satu hal penting, bahwa peradilan bukanlah sekadar pelengkap dalam struktur negara, ia adalah pilar utama yang menentukan kualitas tata kelola pemerintahan, dan dalam konteks modern, kekuatan peradilan tidak lagi hanya diukur dari independensinya, tetapi juga dari kemampuannya beradaptasi dengan teknologi dan menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.

Mahkamah Agung Republik Indonesia kini berada pada persimpangan yang sama. Pilihannya jelas, melanjutkan digitalisasi secara parsial, atau bertransformasi secara menyeluruh sebagaimana yang telah dilakukan oleh Mahkamah Agung India.

Khoiruddin Hasibuan
Kontributor
Khoiruddin Hasibuan
Hakim Pengadilan Agama Soreang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

delegasi digital India National Judicial Academy India peradilan transformasi Transformasi Digital Peradilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak

October 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

By Wilmar Ibni Rusydan and Daniel H. NapitupuluOctober 31, 20260

Kabar meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Pemalang pada awal Oktober 2026 cukup menyita perhatian…

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime
  • Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI
  • 90 Warga di Gugat, Hakim PN Dataran Hunipopu Cek Langsung Objek Sengketa

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.