BHOPAL – Delegasi hukum Indonesia yang terdiri dari 30 peserta dari empat lingkungan peradilan serta Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK), baru saja menuntaskan program Short Course Training Judicial di National Judicial Academy (NJA), Bhopal, India. Selama program intensif ini, para peserta mendalami berbagai isu hukum kontemporer seperti Money Laundering, Electronic Evidence, Cybercrime, hingga Alternative Dispute Resolution.
Namun, pelajaran berharga yang dibawa pulang tidak hanya terbatas pada diskusi formal dan materi hukum di atas kertas. Para delegasi juga mendapatkan wawasan mendalam dari dinamika unik kehidupan jalanan serta sistem hukum yang dipraktikkan langsung di negara bagian Madhya Pradesh. Interaksi dengan realitas sosial dan budaya setempat memberikan perspektif baru yang melengkapi pemahaman teknis mereka. Berikut adalah hal-hal unik dan berkesan yang dialami oleh delegasi selama menjalani masa pelatihan di Bhopal, India.
Klakson sebagai “Bahasa” dan Jalan Tol Tanpa Sekat
Selama berada di Bhopal dan perjalanan menuju Jabalpur, rombongan disuguhi pemandangan lalu lintas yang jauh berbeda dengan Indonesia. Meski rambu dan lampu lalu lintas tersedia lengkap, “adat” berkendara di sana memiliki keunikan tersendiri.

“Salah satu yang mencolok adalah penggunaan klakson yang sangat masif. Klakson di sini berfungsi sebagai alat komunikasi aktif untuk memberi tahu keberadaan kendaraan di samping kiri atau kanan,” tulis salah satu anggota delegasi dalam catatan perjalanannya.
Fenomena lain yang menarik perhatian adalah minimnya penggunaan helm, baik bagi pengendara maupun penumpang, serta kebiasaan motor yang mengangkut lebih dari dua orang. Uniknya, saat memasuki highway (jalan tol) berbayar menuju Jabalpur, delegasi menemukan bahwa jalan tol di India tidak hanya diperuntukkan bagi mobil. Sepeda motor bebas melintas, bahkan bus harus sering memperlambat laju atau berhenti total saat gerombolan sapi milik warga menyeberang di tengah jalan tol tanpa pembatas tersebut.

Keasrian Taman Kota dan Peringatan Predator
Di balik hiruk-pikuk lalu lintasnya yang khas, Bhopal menyimpan sisi ketenangan yang menyejukkan melalui keberadaan taman-taman kotanya yang tertata rapi. Bagi kami, ruang-ruang hijau ini bukan sekadar paru-paru kota, melainkan oase yang menawarkan keasrian di tengah padatnya aktivitas masyarakat Bhopal India. Suasana tenang yang tercipta di dalam taman memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk sejenak melepas penat dan menikmati udara segar di tengah lingkungan yang terjaga.

Ketenangan tersebut didukung oleh penerapan aturan yang sangat ketat di setiap ruang publik. Kami merasakan langsung bagaimana disiplin ditegakkan melalui pengawasan di pintu masuk, di mana pengunjung dilarang keras membawa makanan dari luar, minuman keras, hingga obat-obatan terlarang ke dalam area taman. Ketegasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen pemerintah setempat dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh warga yang ingin berkunjung.
Salah satu dampak positif yang paling nyata dari aturan ketat tersebut adalah terjaganya kebersihan lingkungan secara maksimal. Selama mengelilingi taman kota, catatan penting yang kami temukan adalah absennya sampah plastik yang berserakan di area hijau tersebut. Kesadaran untuk membatasi barang bawaan yang berpotensi menjadi limbah telah berhasil menciptakan pemandangan taman yang bersih dan asri, sebuah standar pemeliharaan ruang publik yang patut diapresiasi.
Namun, di balik keindahan danau-danau yang mengelilingi kota Bhopal, terdapat sisi alam liar yang menuntut kewaspadaan tinggi. Di beberapa titik strategis, kami menjumpai papan peringatan khusus yang menginformasikan keberadaan buaya predator di dalam air. Kondisi ini membuat aktivitas air seperti berenang atau memancing menjadi sangat dibatasi demi keselamatan publik, mengingatkan kita bahwa di tengah kemajuan kota, harmoni dengan alam yang liar tetap harus dijaga dengan penuh kehati-hatian.

Sisi Lain New Delhi: Keamanan Masjid dan Ketatnya Bandara
Perjalanan transit di Bandara Indira Gandhi, New Delhi, memberikan perspektif lain. Saat hendak menunaikan salat di sebuah masjid kecil dekat bandara, delegasi mendapati pintu gerbang masjid yang selalu ditutup dan dikunci saat peserta delegasi masuk dan menjalankan ibadah sholat berlangsung demi alasan keamanan.
Kedisiplinan juga terlihat sangat kontras di area Aero City, New Delhi, di mana pengendara motor terlihat jauh lebih tertib dan patuh menggunakan helm dibandingkan di wilayah pedalaman.
Satu hal yang menjadi catatan penting bagi pelancong yang ingin ke India adalah ketatnya pemeriksaan keamanan. Sejak di gerbang keberangkatan Singapura hingga tiba di Delhi, pemeriksaan barang dilakukan sangat detail.
“Tidak hanya laptop, barang elektronik kecil seperti kabel charger, mouse, hingga kabel data harus dikeluarkan dan diperiksa terpisah. Cairan sama sekali tidak boleh masuk ke kabin,” ungkap catatan tersebut. Selain itu, proses imigrasi kini melibatkan pengisian formulir online yang diikuti dengan pengecekan biometrik sidik jari dan face scan yang sangat teliti.
Penutup
Perjalanan ini memberikan kesan mendalam yang tak terlupakan bagi delegasi Indonesia. India terbukti bukan sekadar tempat untuk mempelajari hukum dan regulasi di atas kertas, melainkan sebuah laboratorium hidup yang menyuguhkan kekayaan budaya, keunikan kuliner, dan keragaman gaya hidup yang luar biasa. Setiap sudutnya menawarkan pelajaran berharga tentang bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan secara dinamis.
Interaksi langsung dengan realitas sosial di sana memberikan warna tersendiri yang memperkaya perspektif setiap peserta training. Pengalaman ini tidak hanya membawa pulang ilmu pengetahuan teknis, tetapi juga kenangan emosional dan pemahaman budaya yang mendalam. Pada akhirnya, India telah menjadi ruang inspirasi bagi delegasi untuk melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas dan berwarna.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


