Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Implementasi Asas AVAS (Afwezigheid van Alle Schuld) dalam Doktrin Pertanggungjawaban Pidana

27 March 2026 • 16:05 WIB

Zona Integritas dan Mimpi Mengakhiri “No Viral, No Justice”

27 March 2026 • 13:05 WIB

Implikasi Hukum Rekomendasi Majelis Disiplin Profesi Dalam Penegakan Tindak Pidana Medis

27 March 2026 • 09:29 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Diplomasi Keris: Dari Simbol Budaya ke Percakapan Peradilan Global
Berita Features

Diplomasi Keris: Dari Simbol Budaya ke Percakapan Peradilan Global

Syamsul AriefSyamsul Arief10 February 2026 • 09:28 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jamuan makan malam itu dimulai dengan suasana yang hangat dan bersahaja. Para hakim dan pimpinan peradilan dari berbagai negara duduk dalam satu ruang, tanpa sekat protokol yang kaku. Di meja-meja itulah, peradilan Indonesia berjumpa dengan dunia—tidak dalam forum resmi, melainkan dalam percakapan yang lebih manusiawi.

Ketika Ketua Mahkamah Agung menyerahkan keris Jawa sebagai cendera mata, suasana sejenak hening. Keris itu menarik perhatian, bukan semata karena bentuknya, tetapi karena maknanya. Ia menjadi pintu masuk—sebuah isyarat bahwa Indonesia memilih berbicara dengan dunia melalui simbol nilai, bukan sekadar bahasa formal.

Namun malam itu tidak berhenti pada simbol. Keris justru membuka ruang dialog yang lebih luas. Percakapan bergerak dari budaya menuju substansi: bagaimana peradilan Indonesia menghadapi tantangan zaman, dan bagaimana pengalaman itu dipertukarkan dengan para hakim dari negara lain.

Saya satu meja dengan delegasi dari Singapura dan Malaysia. Topik pertama yang muncul adalah kejahatan narkotika lintas negara. “Transnational narcotics crime is no longer an isolated issue,” kata salah satu delegasi. Saya mengangguk—ini masalah kawasan. Hakim Agung Malaysia, Dato’ Mohd Arief Imran Arifin, yang pernah mengadili puluhan ton heroin di negaranya, berkata dengan nada serius, “This is a regional problem. No country can deal with it alone.” Pengalamannya memberi bobot tersendiri pada diskusi kami.

Kami—kebetulan sama-sama bernama Arief dan sama-sama berusia 50 tahun—tersenyum saat menyadari kesamaan itu. Namun diskusi segera kembali serius. Kami sepakat bahwa modus narkotika hari ini telah berubah: bukan lagi produk jadi, tetapi bahan baku yang diselundupkan lalu diproduksi di dalam negeri. “It’s no longer about finished products,” saya sampaikan. “The raw materials are smuggled in, and the production happens domestically,” ujar saya.

Percakapan kemudian disambung oleh Hakim Pengadilan Banding Singapura, Hri Kumar Nair. Ia menyoroti online gambling dan scamming yang marak di kawasan. “These crimes have claimed many victims across the region,” katanya. “Preventive cooperation is necessary.” Saya menimpali bahwa scamming sering beririsan dengan perdagangan orang. “Many workers in scam operations are actually victims of human trafficking,” saya katakan.

Diskusi itu terasa sangat nyata—bukan teori, tetapi pengalaman lapangan. Tidak ada presentasi. Tidak ada slide. Semua mengalir. Saya merasakan bahwa suasana informal justru membuat diskusi menjadi jujur dan setara. “This kind of conversation rarely happens in formal meetings,” celetuk salah satu delegasi sambil tersenyum.

Percakapan-percakapan itu berlangsung tanpa podium dan tanpa naskah. Justru dalam suasana informal itulah diskursus menjadi lebih jujur dan setara. Tidak ada yang merasa sedang menggurui atau digurui. Yang ada adalah saling belajar dari konteks masing-masing negara. Jamuan malam itu memperlihatkan bahwa isu domestik—teknologi peradilan, keamanan hakim, pembaruan KUHAP, kejahatan transnasional—sejatinya adalah bagian dari percakapan global.

Baca Juga  Ketika Pengadilan Negeri Pulang Pisau Datang: Permohonan Warga yang Dijemput di Desa Parahangan

Saya masih ingat detail kecil yang membekas: hidangan utama daging panggang, oatmeal, dan es krim. “Simple dinner, deep conversation,” kata seorang delegasi sambil tertawa kecil. Saya sepakat—kadang diplomasi terbaik justru lahir dari kesederhanaan.

Di meja seberang, saya juga berbincang dengan delegasi Korea Selatan bersama Tuaka Pembinaan YM Syamsul Ma’arief, Ph.D. Mereka menyampaikan pesan dari Ketua Mahkamah Agung Korea Selatan. “In September 2026, we would like to invite the Chief Justice of Indonesia to Korea,” ujar mereka. Sebuah undangan yang terasa tulus dan strategis.

Sebuah isyarat nyata bahwa dialog malam itu berlanjut menjadi kerja sama konkret. Bagi saya, undangan tersebut menegaskan bahwa diplomasi peradilan Indonesia tidak berhenti pada seremoni, melainkan bergerak ke jejaring berkelanjutan antarlembaga peradilan.

Pertemuan semalam menghadirkan kesadaran bagi saya bahwa inilah esensi judicial diplomacy yang sesungguhnya. Bukan hanya pertemuan resmi antarlembaga, tetapi pertukaran pengalaman konkret tentang bagaimana hukum bekerja di dunia nyata—di ruang sidang, di balik layar administrasi, dan di tengah ekspektasi publik.

Keris yang tadi menjadi pusat perhatian perlahan bergeser ke pinggir meja, tetapi maknanya tetap hadir. Ia menjadi pengingat bahwa di balik teknologi, regulasi, dan reformasi kelembagaan, peradilan tetap membutuhkan nilai-nilai dasar: kehati-hatian, integritas, dan kebijaksanaan.

Para delegasi juga berbagi tantangan yang mereka hadapi di negara masing-masing: digitalisasi yang cepat, ekspektasi masyarakat yang tinggi, hingga tekanan politik terhadap lembaga peradilan. Dalam dialog itu, Indonesia tidak tampil sebagai negara yang sempurna, tetapi sebagai mitra yang terbuka untuk belajar dan berbagi.

Pada titik inilah saya menangkap makna penting dari sambutan Ketua Mahkamah Agung malam itu. Pidato beliau tidak dibangun dengan retorika besar, tetapi dengan nada rendah hati—sebuah pengakuan bahwa peradilan Indonesia terus berproses, belajar, dan membenahi diri di tengah sorotan publik nasional maupun internasional.

Ketua Mahkamah Agung berbicara tentang keterbukaan, akuntabilitas, dan integritas bukan sebagai slogan, melainkan sebagai komitmen institusional. Di hadapan para hakim dunia, Indonesia menyampaikan pesan yang jujur: bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama peradilan, dan kepercayaan itu hanya bisa dirawat melalui integritas yang konsisten.

Bagi saya, inilah momen ketika peradilan Indonesia benar-benar berbicara di kancah global. Bukan dengan klaim keunggulan, melainkan dengan keberanian untuk menyampaikan nilai dan arah. Indonesia hadir sebagai bagian dari komunitas peradilan dunia yang sama-sama berjuang menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Pidana Pengawasan sebagai Pemidanaan Progresif dalam Putusan PN Kayuagung

Jamuan malam itu memperlihatkan bahwa agenda besar peradilan—pembersihan dari korupsi, penguatan pengawasan hakim, dan pemanfaatan teknologi—bukan hanya isu domestik, melainkan bagian dari percakapan global tentang masa depan keadilan.

Saya melihat bagaimana para delegasi menyimak sambutan Ketua MA dengan penuh perhatian. Ada ketertarikan, ada empati, dan ada rasa saling memahami bahwa menjaga marwah peradilan adalah pekerjaan berat di mana pun negara itu berada.

Bagi saya pribadi, jamuan ini menegaskan bahwa diplomasi peradilan Indonesia tidak sedang mencari pengakuan, tetapi menawarkan kemitraan nilai. Sebuah ajakan untuk berjalan bersama menuju peradilan yang bersih, berintegritas, dan dipercaya publik. Keris yang diberikan malam itu mungkin akan disimpan sebagai cendera mata. Namun percakapan tentang narkotika lintas negara, scamming, perdagangan orang, dan kerja sama preventif—itulah yang dibawa pulang.

Mungkin inilah makna terdalam dari diplomasi keris. Ia bukan tujuan akhir, melainkan jalan masuk. Dari simbol budaya, peradilan Indonesia melangkah ke dialog global—tentang bagaimana keadilan dijaga, integritas dipertahankan, dan kepercayaan publik dirawat di tengah dunia yang terus berubah.

Daftar Nama Yang Mulia Para Pimpinan Mahkamah Agung Negara-Negara Sahabat, yang hadir pada Laptah MA 2026 yaitu:

  1. Ketua Mahkamah Agung TIMOR LESTE, Yang Mulia Afonso Carmona, beserta delegasi;
  2. Wakil Ketua Dewan Peradilan Agung/Wakil Menteri Kehakiman Kerajaan ARAB SAUDI, Yang Mulia Dr. Najem Abdullah Muhammad al-Zaid, beserta delegasi;
  3. Wakil Ketua Dewan Peradilan Agung Negara QATAR, Yang Mulia Ahmad Mohammad Al-Mansouri, beserta delegasi;
  4. Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Demokratik Rakyat LAOS, Yang Mulia Bounkhouang THAVISACK, beserta delegasi;
  5. Wakil Ketua Mahkamah Agung Federal Circuit and Family Court of AUSTRALIA, Yang Mulia Justice Suzanne Christie, beserta delegasi;
  6. Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Islam IRAN, Yang Mulia Naser Seraj, beserta delegasi;
  7. Hakim Agung/Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Rakyat CHINA, Yang Mulia Mr. WANG Bin, beserta delegasi;
  8. Hakim Agung Dewan Peradilan Agung Negara KUWAIT, Yang Mulia Khaled Ali Utsman Yusuf Ahmad Utsman, beserta delegasi;
  9. Hakim Agung Mahkamah Agung SINGAPURA, Yang Mulia Hri Kumar Nair, beserta delegasi;
  10. Hakim Agung Mahkamah Agung MALAYSIA, Yang Mulia Dato’ Indera Mohd Arief Emran Bin Arifin;
  11. Hakim Agung Mahkamah Agung KOREA SELATAN, Yang Mulia Justice Chun Dae-yup, beserta delegasi; serta
  12. Yang Mulia Para Delegasi dari Jabatan Kehakiman Syariah Sarawak, MALAYSIA;

“Kadang, peradilan berbicara paling jujur justru saat ia memilih untuk rendah hati.”

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Sosok Inspiratif KADILMILTAMA Wanita Pertama, Mayjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H.

26 March 2026 • 22:13 WIB

PA Baturaja Tuntaskan 1.640 Item ETR dalam 3 Hari, Capaian 100 Persen

17 March 2026 • 11:56 WIB

Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026, PTA Kepri Raih Penghargaan dari BP Batam

17 March 2026 • 09:41 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Implementasi Asas AVAS (Afwezigheid van Alle Schuld) dalam Doktrin Pertanggungjawaban Pidana

By Mohammad Khairul Muqorobin27 March 2026 • 16:05 WIB0

Pendahuluan Alasan penghapus pidana secara umum terbagi menjadi dua bentuk, yakni alasan pembenar dan alasan…

Zona Integritas dan Mimpi Mengakhiri “No Viral, No Justice”

27 March 2026 • 13:05 WIB

Implikasi Hukum Rekomendasi Majelis Disiplin Profesi Dalam Penegakan Tindak Pidana Medis

27 March 2026 • 09:29 WIB

Sosok Inspiratif KADILMILTAMA Wanita Pertama, Mayjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H.

26 March 2026 • 22:13 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Implementasi Asas AVAS (Afwezigheid van Alle Schuld) dalam Doktrin Pertanggungjawaban Pidana
  • Zona Integritas dan Mimpi Mengakhiri “No Viral, No Justice”
  • Implikasi Hukum Rekomendasi Majelis Disiplin Profesi Dalam Penegakan Tindak Pidana Medis
  • Sosok Inspiratif KADILMILTAMA Wanita Pertama, Mayjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H.
  • Transformasi Falsafah Kuno Jawa dalam Kode Etik Hakim

Recent Comments

  1. doksycyklina on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. women viagra on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  3. azithromycin 250 mg on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  4. ivermectin dosierung on Debu di Atas Map Hijau
  5. metoclopramide reglan on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.