Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Indonesia Belum Selesai

Indonesia Belum Selesai

Prof. Anhar Gonggong mengingatkan para hakim bahwa kemerdekaan adalah proyek peradaban yang harus terus dijaga melalui sejarah, integritas, dan keadilan.
Redpel SuaraBSDKBy Redpel SuaraBSDKMay 5, 2026 · 22:36 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jakarta, suarabsdk.com — Kemerdekaan Indonesia bukan hanya peristiwa politik 17 Agustus 1945. Ia adalah proyek panjang peradaban yang masih terus diuji hingga hari ini. Pesan itulah yang mengemuka dalam sesi Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim Peradilan Umum, Agama, Militer dan Tata Usaha Negara, Ad Hoc Seluruh Indonesia Gelombang 2, Selasa malam, 5 Mei 2026, yang menghadirkan sejarawan senior Prof. Anhar Gonggong.

Dalam sesi bertema “Melihat Masa Lalu dan Membincangkan Masa Depan Indonesia”, Prof. Anhar mengajak para hakim membaca sejarah bukan sebagai kumpulan tanggal, tokoh, dan peristiwa, melainkan sebagai cermin moral bangsa. Menurutnya, Indonesia tidak lahir sebagai bangsa yang sudah selesai, tetapi sebagai bangsa baru yang dibentuk melalui proses panjang, keberanian, dan kesediaan berbagai suku bangsa melepaskan ego kesukuan untuk membangun rumah bersama bernama Indonesia.

Prof. Anhar yang ayahhnya dan beberapa keluarganya juga menjadi korban kekejaman penjajahan Belanda memulai refleksinya dengan menyinggung sejarah panjang perlawanan rakyat Nusantara terhadap kolonialisme. Perlawanan Diponegoro, Sisingamangaraja, Panglima Polim, Pattimura, hingga dinamika kerajaan-kerajaan di berbagai daerah menunjukkan bahwa rakyat telah lama melawan ketidakadilan. Namun perlawanan-perlawanan itu belum menjadi kekuatan nasional karena masih bergerak secara lokal dan tercerai-berai.

Titik balik sejarah, menurut Prof. Anhar, terjadi ketika lahir kaum terdidik dan tercerahkan pada masa pergerakan nasional. Mereka bukan hanya pintar secara intelektual, tetapi memiliki keberanian moral untuk melampaui kepentingan dirinya sendiri.

“Pemimpin adalah orang yang mampu melampaui diri,” tegas Prof. Anhar.

Pakar Sejarah yang cukup senior ini mencontohkan Soekarno, Hatta, Sjahrir, Soepomo, dan tokoh-tokoh pergerakan lain yang sebenarnya memiliki peluang untuk hidup nyaman dengan pendidikan tinggi yang mereka miliki. Soekarno adalah insinyur, Hatta menempuh pendidikan ekonomi di Rotterdam, Sjahrir dan Soepomo juga berasal dari kalangan terdidik. Namun mereka tidak menggunakan ilmu semata untuk mengejar kedudukan dan kenyamanan pribadi. “Mereka lebih bersedia keluar masuk penjara daripada menggunakan ilmu yang telah dituntut bertahun-tahun untuk mendapatkan pekerjaan yang enak,” ujar Prof. Anhar.

Bagi Prof. Anhar, di situlah letak kemuliaan kaum pergerakan. Mereka menjadikan pendidikan sebagai alat pembebasan bangsa, bukan sekadar alat mobilitas sosial pribadi. Ilmu tidak berhenti di kepala, tetapi hidup dalam keberanian, pengorbanan, dan tanggung jawab sejarah.

Dalam paparannya, Prof. Anhar juga mengajak peserta kembali membaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, meskipun singkat, Pembukaan UUD 1945 menyimpan seluruh cita-cita besar bangsa merdeka: demokrasi, persatuan, keadilan sosial, ketuhanan, dan keterlibatan Indonesia dalam membangun ketertiban serta perdamaian dunia.

Namun setelah lebih dari delapan dekade merdeka, Prof. Anhar mengingatkan bahwa cita-cita tersebut belum sepenuhnya tercapai. Indonesia telah mengalami berbagai bentuk demokrasi: demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila, hingga demokrasi reformasi. Tetapi nama demokrasi, menurutnya, tidak cukup apabila tidak berdiri di atas hukum yang jelas dan lembaga kehakiman yang bekerja secara benar. “Tidak mungkin kita menjadi negara demokratis tanpa aturan yang jelas,” katanya.

Baca Juga  Diskusi Interaktif Bersama Hakim Agung Kamar Pidana: Hakim Tidak Boleh Takut Berimprovisasi

Di hadapan ratusan para hakim dari berbagai lingkungan peradilan yang hadir secara online, Prof. Anhar menegaskan bahwa lembaga kehakiman memegang peran fundamental dalam menjaga kehidupan berbangsa. Negara tidak mungkin menciptakan kehidupan yang tenang, sejahtera, dan adil tanpa lembaga peradilan yang bekerja sebagaimana mestinya.

Sejarawan yang khas dengan rambut panjangnya ini menekankan bahwa Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan seluruh badan peradilan bukan sekadar institusi pemutus perkara. Lembaga kehakiman adalah penyangga moral negara hukum. Ketika pengadilan kuat, jernih, dan dipercaya, demokrasi memiliki sandaran. Sebaliknya, ketika lembaga kehakiman kehilangan integritas, kepercayaan publik terhadap negara hukum ikut terguncang.

Prof. Anhar juga mengingatkan pentingnya integritas dalam kehidupan publik. Menurutnya, krisis integritas sering bermula dari teladan buruk pemimpin. Ketika pemimpin kehilangan moralitas, bawahan dan lingkungan birokrasi juga berpotensi kehilangan keberanian untuk menjaga diri. Dalam konteks peradilan, pesan itu menjadi sangat dekat. Seorang hakim tidak cukup hanya memahami norma hukum. Hakim harus menjaga moralitas dirinya, lingkungan kerjanya, dan kehormatan jabatannya. Satu hakim yang runtuh integritasnya dapat melukai kepercayaan masyarakat kepada seluruh bangunan peradilan.

“Koruptor itu orang yang tidak tahu bersyukur,” ujar Prof. Anhar, ketika menyinggung pentingnya rasa syukur atas jabatan, pekerjaan, dan amanah publik.

Menurutnya, banyak orang tidak memiliki pekerjaan, bahkan sebagian mungkin lebih pintar dari mereka yang sedang memegang jabatan. Karena itu, jabatan tidak boleh dipandang sebagai ruang untuk mengambil keuntungan, tetapi sebagai amanah yang harus dijaga dengan rasa syukur dan tanggung jawab.

Prof. Anhar juga menyinggung pentingnya kesadaran sejarah lintas generasi. Setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Namun tanpa pengetahuan sejarah, generasi baru akan mudah kehilangan akar, salah membaca krisis, dan keliru menentukan arah masa depan. Ia mengingatkan bahwa sejarah yang diajarkan saja belum tentu didengar, apalagi jika sejarah makin dipinggirkan dari pendidikan dan percakapan publik. Karena itu, kegigihan mengajarkan sejarah adalah bagian dari ikhtiar menjaga ingatan bangsa.

Dalam refleksi lebih luas, Prof. Anhar menyinggung Pancasila sebagai dasar moral yang sesungguhnya dapat mencegah bangsa ini jatuh pada individualisme dan egoisme kekuasaan. Pancasila menempatkan manusia Indonesia sebagai pribadi yang bertuhan, berkemanusiaan, hidup dalam persatuan, bermusyawarah, dan mengejar keadilan sosial. Namun pertanyaan terpenting, menurutnya, bukan apakah Indonesia memiliki Pancasila, melainkan siapa yang sungguh-sungguh menjalankannya. Pancasila tidak boleh berhenti sebagai teks dalam pidato, upacara, atau dokumen resmi negara. Ia harus tampak dalam perilaku pejabat publik, kebijakan negara, putusan pengadilan, dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Prof. Zainal Arifin Mochtar: Negara dan Hukum bukan barang Jadi, Hakim Menjaga Arahnya

Sesi yang berlangsung secara daring tersebut dipandu oleh Irvan Mawardi dari Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung. Para peserta dari berbagai lingkungan peradilan mengikuti paparan dan diskusi dengan antusias, terutama karena materi sejarah yang disampaikan Prof. Anhar langsung ditarik pada relevansi tugas kehakiman masa kini. Sesi diskusi berlangsung menarik dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam dan kritis dari peserta “ Seumur hidup saya, baru malam ini saya menemukan forum yang diisi dengan pertanyaan yang sangat tajam dan berani dari Pegawai Negeri Sipil, karena dulu PNS yang bertanya seperti ini, langsung kena sanksi, diberhentikan. Dari dulu, tidak ada PNS yang berani bertanya seperti ini” ujar Prof Anhar dengan bangga dan apresiasi atas pertanyaan para peserta

Pada akhir sesi, moderator menegaskan bahwa pesan Prof. Anhar memiliki tiga simpul penting. Pertama, Indonesia lahir dari keberanian para pemimpin yang mampu melampaui diri. Kedua, kemerdekaan adalah proyek peradaban yang belum selesai. Ketiga, lembaga kehakiman adalah penjaga keadilan, kepercayaan publik, dan masa depan Indonesia sebagai bangsa merdeka.

Dengan demikian, pendidikan filsafat dan keadilan bagi hakim tidak semata menjadi ruang pengayaan pengetahuan. Ia menjadi ruang perenungan etis tentang jabatan, sejarah, dan tanggung jawab. Sebab hakim tidak hanya bekerja di ruang sidang. Hakim ikut menentukan apakah cita-cita kemerdekaan tetap hidup dalam praktik hukum dan keadilan.

Bangsa ini pernah dibangun oleh orang-orang yang mampu melampaui dirinya. Maka tugas generasi hari ini, terutama para penjaga hukum dan keadilan, adalah memastikan bahwa ilmu, jabatan, dan kewenangan tidak berhenti untuk diri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar panjang menjaga Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, adil, dan beradab.

Maka benar, Indonesia belum selesai. Ia masih terus disusun melalui keberanian para pemimpinnya, integritas para pejabatnya, kesadaran sejarah generasi mudanya, dan terutama kejujuran para penegak hukumnya. Kemerdekaan telah memberi kita negara, tetapi keadilanlah yang akan menentukan apakah negara itu benar-benar menjadi rumah peradaban. Di titik itulah hakim memegang amanah penting: memastikan Indonesia tidak hanya merdeka dalam sejarah, tetapi juga adil dalam kenyataan.

Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Anhar Gonggong Integritas Hakim Keadilan Sosial mahkamah agung Negara Hukum pancasila Pendidikan Hakim Peradilan Indonesia Reformasi Peradilan Sejarah Indonesia
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.