Rembang, 8 Mei 2026 — Dalam rangka memperkuat kualitas pelayanan peradilan sekaligus menjaga kesehatan mental dan profesionalitas aparatur peradilan, Ketua Tinggi Pengadilan Agama (KPTA) Semarang Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. dengan didampingi oleh Itna Fauza Qadriyah, S.H., M.H. melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pembinaan di Pengadilan Agama Rembang pada Jumat (08/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus penguatan nilai judicial well-being di lingkungan peradilan agama.
Dalam pembinaannya, Rokhanah menekankan bahwa konsep judicial well-being tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan fisik aparatur pengadilan, tetapi juga menyangkut kesehatan mental (psikologis), integritas moral, keseimbangan kerja, dan terciptanya lingkungan kerja yang sehat. Menurutnya, dulu kesehatan mental itu jarang dan tabu untuk dibicarakan, Hakim dan Aparat Peradilan itu sudah dianggap kuat, bisa menanggulangi stres-stres dan kelelahan dalam pekerjaan sehari-hari. Judicial well-being jangan hanya dimaknai sebagai materi seperti gaji naik tapi juga kesejahteraan mental dan fisik. Progam kerja seperti Jumsih (Jumat bersih) dan Jumhat (Jumat Sehat) merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan judicial well-being, dengan adanya kegiatan bersama seperti kerja bakti dan olahraga bersama, secara tidak langsung membentuk kepedulian dan solidaritas, tanpa hal tersebut judicial well-being tidak akan pernah terwujud.
Selain melakukan pembinaan, KPTA Semarang juga melaksanakan sidak terhadap kedisiplinan pegawai, kebersihan lingkungan kantor, pelayanan publik, hingga pelaksanaan administrasi perkara. Dalam kesempatan tersebut, seluruh aparatur diingatkan agar terus menjaga integritas, meningkatkan etos kerja, dan memperkuat budaya pelayanan prima, budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) dan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin) plus IN (indah) harus diimplementasikan dalam budaya kerja saheri-hari.
KPTA Semarang dan tim juga mengapresiasi kinerja dan semangat kerja aparatur Pengadilan Agama Rembang dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Ia berharap nilai-nilai judicial well-being dapat menjadi budaya kerja yang tumbuh dan mengakar, sehingga peradilan tidak hanya menjadi tempat menegakkan hukum, tetapi juga ruang kerja yang sehat, bermartabat, dan penuh empati.
Kegiatan ini diikuti oleh Hakim, Panitera, Sekretaris dan aparatur Pengadilan Agama Rembang, pembinaan berlangsung dengan penuh kekeluargaan namun tetap menekankan aspek kedisiplinan dan profesionalitas sebagai fondasi utama lembaga peradilan yang modern dan terpercaya.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


