GRESIK — Upaya membangun budaya kerja yang berintegritas terus diperkuat oleh Pengadilan Negeri/Hubungan Industrial Gresik. Salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah melalui kegiatan pengajian dan pembacaan Surat Yasin rutin setiap Kamis pagi di Mushola Ainul Yaqiin, yang berada di lingkungan kantor pengadilan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual aparatur pengadilan sebelum memulai aktivitas persidangan maupun pelayanan publik. Program ini diinisiasi langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Gresik, Ahmad Rifai, S.H., M.H., sejak awal masa kepemimpinannya sekitar delapan bulan lalu.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan pengajian rutin tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi juga berkembang menjadi sarana memperkuat nilai integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral aparatur peradilan dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Pengajian yang dilaksanakan pada Kamis (7/5/2026) berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh pimpinan, hakim, pegawai, serta aparatur Pengadilan Negeri Gresik. Kegiatan ini dipandang sebagai salah satu bentuk implementasi nilai-nilai utama Mahkamah Agung Republik Indonesia, khususnya integritas, kemandirian, dan kejujuran.

Momentum pengajian kali ini juga diwarnai dengan doa bersama bagi Ketua PN Gresik, Ahmad Rifai, yang dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada 9 Mei 2026. Wakil Ketua PN Gresik Heriyanti, S.H., M.Hum., bersama seluruh aparatur yang hadir turut mendoakan agar keberangkatan tersebut diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberkahan.
Kasubag Umum dan Keuangan PN Gresik, Lazuardhi Zein Endrinata, S.E., S.H., yang telah menunaikan ibadah haji pada tahun lalu, menilai bahwa kegiatan spiritual rutin tersebut menjadi penguat moral sekaligus pengingat pentingnya menjaga integritas aparatur peradilan.
“Pengajian rutin ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui hati yang bersih dan kedekatan kepada Tuhan. Dengan spiritualitas yang baik, aparatur peradilan diharapkan mampu menjaga kejujuran, memberikan pelayanan yang bersih, serta memiliki keberanian moral untuk menolak segala bentuk penyimpangan,” ujarnya.
Keberangkatan Ketua PN Gresik menuju Tanah Suci diharapkan membawa semangat positif dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar PN Gresik. Tradisi spiritual yang telah dibangun secara konsisten ini diharapkan dapat terus menjadi penguat moral aparatur dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang profesional, bersih, dan berwibawa.
Langkah PN Gresik tersebut selaras dengan visi Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk mewujudkan badan peradilan yang agung. Melalui pembinaan mental dan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan, PN Gresik berupaya memastikan bahwa setiap pelayanan dan putusan yang dihasilkan tidak hanya berlandaskan hukum, tetapi juga nilai etika dan tanggung jawab moral.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


