WAKATOBI – Keadilan tidak hanya ditegakkan dari balik meja persidangan yang megah, melainkan juga diperjuangkan hingga ke pelosok kepulauan. Pada hari Senin, 11 Mei 2026, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Wangi Wangi melaksanakan agenda Pemeriksaan Setempat (Descente) untuk perkara perdata gugatan Nomor 1/Pdt.G/2026/PN Wgw yang berlokasi di wilayah Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi.
Secara hukum, Pemeriksaan Setempat atau Descente adalah tahapan persidangan di mana majelis hakim turun langsung ke lapangan untuk melihat, mengamati, dan memastikan kondisi fisik, ukuran, serta letak batas-batas objek yang sedang disengketakan. Melalui pemeriksaan langsung ini, majelis hakim dapat memperoleh keyakinan yang utuh atas objek perkara sehingga kebenaran materil dapat terungkap dan putusan yang dihasilkan nantinya benar-benar mencerminkan keadilan.
Sidang lapangan ini dipimpin langsung oleh Rakhmat Al Amin selaku Hakim Ketua, dengan didampingi oleh Nugraha Hadi Yulianto dan Bilma Diffika sebagai Hakim Anggota, serta Wahyu Widodo selaku Panitera Pengganti.
Perjuangan Menembus Gelombang
Sebagai informasi, wilayah hukum PN Wangi Wangi mencakup keseluruhan Kabupaten Wakatobi yang membentang di perairan pesisir tenggara Sulawesi. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim dari empat pulau utamanya, yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Kondisi geografis yang berupa wilayah kepulauan ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum di wilayah Indonesia Timur. Menjalankan tugas negara di sini berarti harus selalu siap berjibaku dengan derasnya ombak lautan antar pulau.
Untuk mencapai objek sengketa, rombongan Majelis Hakim bertolak dari Pulau Wangi-wangi menuju Kaledupa Selatan menggunakan perahu motor cepat (speedboat). Perjalanan laut yang memakan waktu satu jam tiga puluh menit tersebut nyatanya jauh dari kata tenang. Selama kurang lebih satu jam perjalanan, speedboat berukuran kecil yang ditumpangi majelis hakim berkali-kali terbanting keras dihempas gelombang tinggi. Menghadapi guncangan hebat, seluruh rombongan segera mengenakan jaket pelampung (life jacket) untuk mengantisipasi cuaca laut yang dapat memburuk sewaktu-waktu.
Tetap Kondusif di Tengah Masyarakat
Setibanya di lokasi, kehadiran Majelis Hakim disambut oleh antusiasme masyarakat setempat yang datang untuk menyaksikan jalannya pemeriksaan. Meski dihadiri oleh banyak warga, suasana di lokasi tetap berjalan dengan tertib dan kondusif. Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau keributan di lapangan, Majelis Hakim juga telah berkoordinasi dan meminta bantuan pengamanan dari personel Polsek Kaledupa Selatan. Sinergi antara lembaga peradilan dan kepolisian ini memastikan setiap tahapan pemeriksaan fisik objek sengketa dapat diselesaikan dengan lancar tanpa kendala berarti.
Wujud Nyata Asas Peradilan
Langkah berani majelis hakim yang rela menyeberangi lautan ganas ini merupakan pengejawantahan dari asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Dengan mendatangi langsung lokasi objek perkara, pengadilan memangkas keraguan dalam pembuktian. Asas ini benar-benar diwujudkan agar para pihak yang berperkara mendapatkan kepastian hukum tanpa harus terbebani prosedur yang berlarut-larut.
Kembali dengan Selamat
Usai merampungkan tugas di Kaledupa Selatan, Majelis Hakim harus kembali menghadapi tantangan yang sama dalam perjalanan pulang menuju Pulau Wangi-wangi. Melalui jalur laut yang masih bergejolak, rombongan kembali menerjang ombak demi kembali ke Gedung Pengadilan Negeri Wangi Wangi.
Dengan segala ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, setelah melalui perjalanan yang melelahkan dan penuh risiko, seluruh rombongan Majelis Hakim dan Panitera Pengganti akhirnya tiba kembali di Wangi-wangi dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan satu apapun.
Perjalanan hari ini menjadi potret nyata bahwa pengabdian di bagian Timur Indonesia memang penuh dengan tantangan, baik fisik maupun mental. Meski dihadapkan pada alam kepulauan yang keras, semangat untuk menegakkan hukum dan melayani masyarakat terbukti tetap berdiri kokoh. Karena pada akhirnya, sebuah pengabdian sejati akan selalu diuji oleh alam, dan “Majelis yang tangguh tidak lahir dari laut yang tenang.”
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

