Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

September 25, 2026

Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup

September 25, 2026

Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi

September 25, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Kebajikan dan Keadilan dalam Filsafat Jawa: Memetik Hikmah Wayang bagi Sang Pengadil

Kebajikan dan Keadilan dalam Filsafat Jawa: Memetik Hikmah Wayang bagi Sang Pengadil

Syailendra Anantya PrawiraBy Syailendra Anantya PrawiraMay 9, 2026 · 09:29 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jumat, 8 Mei 2026, menjadi sebuah momentum krusial bagi para hakim dari seluruh penjuru Nusantara yang berkumpul dalam rangkaian Pendidikan Filsafat dan Keadilan. Sebagai penutup, Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI menghadirkan sosok yang unik: Prof. Kanjeng Pangeran Yanto. Beliau bukan sekadar Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung atau Ketua Ikatan Hakim Indonesia, melainkan juga seorang dalang kondang yang mampu membedah kerumitan hukum melalui keelokan budaya pewayangan.

Di tangan beliau, dunia pewayangan yang warisannya dipopulerkan oleh Walisongo untuk syiar agama, ternyata tetap relevan menjadi cermin bagi penegakan hukum modern. Wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang merangkum kehidupan secara jujur. Di dalamnya, kita tidak hanya menemukan tokoh-tokoh suci, namun juga provokator, sosok yang culas, hingga drama perselingkuhan, poliandri, dan poligami yang mencerminkan realitas sosial manusia di segala zaman. Salah satu kisah yang diangkat adalah Renuko, istri Wisanggeni, yang terlibat skandal dengan pejabat tinggi, sebuah metafora bahwa penyalahgunaan kekuasaan dan krisis moral bukanlah hal baru di kolong langit ini.

Cakra Manggilingan: Simbolisme Integritas Hakim

Dalam khazanah pewayangan, keadilan dipersonifikasikan melalui Batara Wisnu, sang Dewa Keadilan. Senjata andalannya, Cakra, kemudian diwariskan kepada Batara Kresna. Senjata berbentuk roda bergerigi ini bukan difungsikan sebagai alat gagah-gagahan, melainkan lambang bagi hakim untuk membinasakan kebatilan dan menegakkan kebenaran. Cakra mencerminkan “Cakra Manggilingan”, yakni sebuah roda keadilan yang terus berputar, memastikan bahwa hukum tidak pernah mandek dan kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.

Panca Dharma Hakim yang kita kenal saat ini menemukan akar filosofisnya yang terpancar dalam simbol-simbol alam dan spiritualitas Jawa. Hakim diharapkan memiliki kewibawaan laksana emas dan integritas yang tak tergoyahkan. Integritas ini tercermin dalam lima lambang utama. Pertama adalah Kartika atau bintang, yang melambangkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai kompas moral tertinggi. Kedua adalah Cakra yang melambangkan kemampuan untuk memusnahkan segala bentuk kebatilan, kezaliman, dan ketidakadilan. Ketiga adalah Candra atau rembulan yang melambangkan kebijaksanaan dan kewibawaan. Keempat adalah Sari atau bunga yang harum, yang berarti seorang hakim harus berbudi luhur dan memiliki kelakuan yang tidak tercela di mata masyarakat. Kelima adalah Tirta atau air, yang melambangkan kejernihan pikiran dan ketenangan batin.

Berbeda dengan personifikasi keadilan dari filsafat barat, Dewi Themis, yang matanya tertutup kain sebagai simbol objektivitas tanpa pandang bulu, dalam filsafat Jawa, keadilan ditekankan pada kejernihan hati dan darah yang putih. Tokoh Pandawa, Puntadewa atau Yudhistira, adalah representasi dari kejujuran mutlak. Ia digambarkan memiliki darah putih, simbol bahwa hatinya bersih dari segala sifat kotor. Bagi seorang hakim, “darah putih” ini adalah prasyarat yang penting sebelum ia mengetukkan palu.

Meneladani Pandawa Lima

Prof. Yanto mengajak para hakim untuk merefleksikan karakter Pandawa Lima sebagai standar profesionalisme pengadil. Selain Yudhistira yang jujur, ada Werkudara atau Bima yang melambangkan keteguhan tekad. Bima adalah sosok yang lurus; ia tidak pernah menggunakan bahasa krama karena hatinya tidak mengenal basa-basi yang menipu. Kisahnya saat memasuki samudera luas dan dililit ular naga mencerminkan keberanian hakim menghadapi ancaman. Ketika ia berhasil masuk ke dalam telinga sosok kecil (Dewaruci), ia menemukan ilmu Sangkan Paraning Dumadi, yakni ilmupemahaman tentang asal dan tujuan hidup. Kisah tersebut adalah pesan bagi hakim untuk berani menyelami “samudera” perkara yang rumit demi menemukan hakikat keadilan yang paling hakiki.

Baca Juga  Sidang Perdana Perkara Korupsi Digelar di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta

Di sisi lain, Janaka atau Arjuna melambangkan profesionalisme melalui ketekunannya berguru. Arjuna tidak pernah berhenti belajar, mulai dari berguru panah kepada Resi Durna hingga ilmu kanuragan kepada Begawan Patmonogo. Bagi hakim, kisah tersebut adalah pengingat bahwa intelektualitas harus terus diasah; seorang hakim tidak boleh berhenti belajar karena hukum terus berkembang. Sementara itu, Nakula dan Sadewa memberikan keseimbangan melalui sifat lemah lembut, berbudi pekerti, dan rendah hati. Hakim yang ideal adalah perpaduan antara kejujuran Yudhistira, ketegasan Bima, profesionalisme Arjuna, serta kerendahhatian Nakula dan Sadewa.

Wahyu Makutoromo: Kepemimpinan Berbasis Hastobroto

Kepemimpinan dalam peradilan tidak bisa dilepaskan dari konsep Wahyu Makutoromo. Dalam lakon ini, diajarkan ajaran Hastobroto, yaitu delapan modal utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau pengadil. Hastobroto mengambil perlambang dari delapan unsur alam yang masing-masing membawa pesan moral yang sangat dalam.

Pertama, seorang hakim harus bertindak seperti Matahari (Srengenge). Ia harus menjadi pelita dalam kegelapan dan sumber kehidupan bagi orang yang mencari keadilan ataupun bawahannya. Matahari juga melambangkan keberanian untuk bersinar secara konsisten. Kedua, ia harus seperti Rembulan, yang mampu memberikan pencerahan dan keteduhan di waktu malam, terutama bagi mereka yang sedang dirundung masalah hukum. Ketiga, sifat Bintang harus dimiliki sebagai penanda arah dan teladan tata susila budaya yang memperindah “angkasa” peradilan.

Keempat adalah sifat Awan. Meski kadang terlihat mengerikan dan mendung, awan membawa hujan yang memberi penghidupan. Hakim terkadang harus menjatuhkan putusan yang terasa “mendung” atau berat bagi satu pihak, namun putusan itu bertujuan memberi kepastian hukum bagi kehidupan masyarakat yang lebih luas. Kelima, hakim harus seperti Bumi atau tanah. Tanah adalah simbol kesabaran dan ketabahan. Meskipun diinjak-injak, bumi selalu menopang dan kuat. Hakim tidak boleh goyah oleh pujian, hasutan, atau bujuk rayu material.

Keenam, pemimpin harus berjiwa luas seperti Samudera (Jembar Ati). Hakim harus mampu menampung keluh kesah, kritikan, maupun pujian tanpa menjadi reaktif atau besar kepala. Ketujuh adalah sifat Api. Api melambangkan ketegasan dan keberanian untuk menghukum tanpa pandang bulu, namun tetap bermanfaat bagi kehidupan. Terakhir adalah Angin, yang berhembus ke segala penjuru. Hakim harus memiliki sensitivitas sosial, mengetahui denyut nadi kehidupan masyarakat agar putusannya tidak terasa asing dari realitas sosial.

Baca Juga  Memahami Peta Sebelum Memutus Sengketa: Sesi Khusus Kewenangan dan Prosedur Penetapan Lokasi dalam Pelatihan Hakim PTUN

Belajar dari Bisma dan Basukarna

Dari sepuluh Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), Prof. Yanto menekankan bahwa integritas adalah fondasi yang paling mendasar. Beliau memberikan contoh menarik dari tokoh Bisma, Salya, dan Raden Basukarna dalam perang Baratayudha. Ketiga tokoh ini adalah sosok yang secara moral mengetahui bahwa Kurawa berada di pihak yang salah dan akan kalah. Namun, mereka tetap memilih membela Kurawa bukan karena cinta pada kebatilan, melainkan karena kesetiaan pada janji dan tugas (dharma). Mereka memahami bahwa jika mereka tidak turun ke medan laga, kejahatan tidak akan pernah binasa sepenuhnya dan tunas angkaramurka akan tetap tumbuh di negara Astina.

Kematian Bisma memberikan pelajaran tentang ketajaman rasa. Saat Kakek Bisma sekarat, Kurawa memberinya bantal empuk, namun Pandawa justru memberikan sisa-sisa senjata sebagai sandaran kepala, karena mereka tahu kakeknya adalah seorang ksatria yang lebih menghargai kehormatan daripada kenyamanan. Saat Bisma haus, Kurawa memberinya air minum biasa, namun Pandawa memberinya tetesan darah prajurit yang meninggal di medan laga sebagai penghormatan tertinggi bagi dahaga sang prajurit sejati. Kisah tersebut diharapkan mampun dijadikan pelajaran bagi hakim untuk memahami konteks yang lebih dalam dari sekadar apa yang terlihat di permukaan. Hakim harus mampu membaca “kebutuhan sejati” dari sebuah perkara, bukan sekadar prosedur formal semata.

Penutup

Filosofi Jawa mengajarkan prinsip hidup yang sangat populer namun sulit diterapkan: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Bagi seorang pemimpin di dunia peradilan, prinsip ini berarti di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberi dorongan. Sebagai penutup dari seluruh rangkaian pendidikan ini, Prof. Yanto memberikan sebuah nasihat luhur: “Ngono yo ngono, mung ojo ngono“. Artinya, bertindaklah sewajarnya, jangan berlebihan atau melampaui batas.

Beliau berpesan agar para hakim dalam melangkah janganlah “ndengangak” (mendongak sombong), melainkan tetap “ndingkluk” (menunduk rendah hati). Nikmatilah hidup tanpa melepaskan tiga pilar utama: ilmu, amal, dan iman. Hidup haruslah meniru Puntadewa yang pemaaf dan pengasih, namun tetap tegas dalam kebenaran.

Pendidikan ini pun ditutup dengan refleksi menarik dari Bapak Kabadan mengenai dualitas peran Prof. Yanto sendiri. Layaknya perpaduan antara Pandawa dan Kurawa dalam satu jiwa, seorang pemimpin di kamar pengawasan harus mampu menjadi pelindung bagi hakim-hakim yang berintegritas (layaknya Pandawa), namun di saat yang sama harus bersikap sangat tegas dan tak kenal kompromi terhadap mereka yang melakukan pelanggaran (layaknya menghadapi Kurawa). Hanya dengan menjaga keseimbangan antara ketegasan dan pengayoman inilah, marwah Mahkamah Agung dapat tetap tegak, dan keadilan substantif dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Syailendra Anantya Prawira
Kontributor
Syailendra Anantya Prawira
Hakim Pengadilan Negeri Bantaeng

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

bsdk filsafat jawa Integritas Hakim Mahkamah Agung RI pendidikan filsafat dan keadilan wayang wayang dan keadilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

September 25, 2026

Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup

September 25, 2026

Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi

September 25, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,477 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

By Eddy Daulatta SembiringSeptember 25, 20260

Jakarta – Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI (BSDK MA…

Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup

September 25, 2026

Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi

September 25, 2026

“Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung

September 25, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?
  • Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup
  • Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi
  • “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
  • Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?

Recent Comments

  1. Yeheskel Haurissa on Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?
  2. Hendi Rustandi on Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok
  3. Nikmah Aeni on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  4. aievangelist on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  5. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Muhammad Yunus Tazryan
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.