Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pemanfaatan AI Untuk Tugas Yudisial Hakim: Risiko AI Dalam Peradilan

September 21, 2026

Dr Edmon Makarim Tekankan AI sebagai Alat Bantu Bukan Pengambil Keputusan Yudisial

September 21, 2026

AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili

September 21, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Pewayangan sebagai Cermin Moral Kehakiman

Pewayangan sebagai Cermin Moral Kehakiman

Ahmad JunaediBy Ahmad JunaediMay 8, 2026 · 20:45 WIB6 Mins ReadNo Comments
Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. - Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung RI
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pelaksanaan Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim Lingkungan Peradilan Umum, Agama, Militer, Tata Usaha Negara, serta Hakim Ad Hoc Seluruh Indonesia Gelombang II yang diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Mei 2026 di Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI (BSDK), pada hakikatnya bukan sekadar kegiatan akademik formal yang bersifat seremonial. Pendidikan tersebut merupakan ruang kontemplatif sekaligus forum pemurnian nilai bagi para hakim agar kembali memahami hakikat profesinya sebagai penjaga keadilan, penjaga moralitas hukum, dan penjaga nurani bangsa.

Dalam pelatihan tersebut, Prof. Yanto (Ketua Kamar Pengawasan MA sekaligus sebagai ketua PP IKAHI) sebagai narasumber dan Syihabudin, S.H., M.H. sebagai fasilitator, Prof Yanto menyampaikan materi mengenai tokoh-tokoh pewayangan sebagai refleksi kepemimpinan dan moralitas hakim. Materi tersebut menjadi sangat penting, sebab filsafat pewayangan dalam tradisi Nusantara sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang cerita atau legenda, melainkan mengandung ajaran etik, spiritual, dan kepemimpinan yang sangat relevan dengan profesi kehakiman. Di dalam pewayangan terdapat nilai-nilai luhur yang mengajarkan tentang integritas, pengendalian diri, keteguhan moral, keberanian, hingga kebijaksanaan dalam memimpin dan mengambil keputusan.

Hakim pada dasarnya bukan sekadar “corong undang-undang”. Hakim adalah figur moral yang memikul amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Oleh sebab itu, pendidikan filsafat bagi hakim menjadi penting agar hakim tidak hanya berpikir normatif dan prosedural, tetapi juga mampu memahami dimensi etik dan filosofis dari setiap putusan yang dijatuhkan.

Salah satu nilai utama yang relevan dengan profesi hakim adalah ajaran mengenai Panca Dharma Hakim yang dalam filosofi pewayangan direpresentasikan melalui simbol Cakra, Chandra, Sari, Kartika, dan Tirta. Kelima simbol tersebut bukan hanya lambang kebesaran, melainkan pedoman moral yang harus hidup dalam kepribadian seorang hakim.

Cakra melambangkan ketegasan dan kekuatan moral. Seorang hakim harus memiliki keberanian dalam menegakkan hukum tanpa rasa takut terhadap tekanan kekuasaan, intervensi politik, maupun kepentingan ekonomi. Hakim yang tidak memiliki “cakra” akan mudah goyah, mudah dipengaruhi, dan pada akhirnya kehilangan marwah kehakiman. Dalam konteks kekinian, cakra mencerminkan integritas yang kokoh dan keteguhan dalam menjaga independensi peradilan.

Chandra atau rembulan melambangkan kesejukan dan kebijaksanaan. Hakim tidak boleh hanya menjadi sosok yang tajam dalam menghukum, tetapi juga harus menghadirkan keseimbangan nurani. Putusan hakim harus memberikan keteduhan, rasa keadilan, dan pemulihan sosial. Hakim yang hanya berpijak pada formalitas hukum tanpa mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat akan melahirkan putusan yang kering dari nilai kemanusiaan.

Sari melambangkan inti kemuliaan atau substansi kebajikan. Hakim harus mampu menjaga keluhuran budi pekerti dan menjadikan etika sebagai inti dari seluruh tindakannya. Dalam praktik peradilan modern, kehancuran lembaga peradilan sering kali bukan disebabkan lemahnya aturan hukum, melainkan runtuhnya moral dan integritas aparat penegak hukumnya.

Baca Juga  Penuh Haru dan Khidmat, Ketua PTA Palangka Raya Dr. H. Bambang Supriastoto, S.H., M.H. Resmi Memasuki Masa Purnabakti

Kartika atau bintang melambangkan keteladanan. Hakim adalah figur publik yang setiap perilakunya menjadi perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, hakim wajib menjadi teladan dalam ucapan, tindakan, dan gaya hidupnya. Hakim tidak boleh mempertontonkan kemewahan, keserakahan, ataupun perilaku yang menurunkan wibawa lembaga peradilan.

Sedangkan Tirta melambangkan kesucian dan kejernihan hati. Hakim harus bersih dari kepentingan pribadi, bebas dari konflik kepentingan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan moral dan perilaku koruptif. Tirta merupakan simbol bahwa hakim harus menjaga hati nurani tetap jernih dalam memeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara.

Nilai-nilai tersebut sejatinya tercermin pula dalam karakter Pandawa Lima yang selama ini dipahami sebagai simbol kepemimpinan ideal dalam ajaran pewayangan. Kelima tokoh tersebut mengandung filosofi mendalam yang sangat relevan dengan karakter hakim.

Werkudara atau Bima merupakan simbol integritas, keberanian, dan kejujuran. Sosok Bima dikenal lugas, tegas, tidak suka kepura-puraan, dan selalu berpihak pada kebenaran. Karakter inilah yang wajib dimiliki hakim. Hakim harus berani mengatakan benar itu benar dan salah itu salah, tanpa dipengaruhi relasi kekuasaan maupun kepentingan tertentu.

Kunto Dewo atau Yudhistira melambangkan kebijaksanaan, kejujuran, dan ketenangan batin. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi dharma dan tidak mudah tergoda ambisi kekuasaan. Seorang hakim harus mampu menjaga keseimbangan antara kecerdasan hukum dan kejernihan moral sebagaimana sifat Yudhistira.

Janaka atau Arjuna merupakan simbol profesionalitas, kecermatan, dan ketajaman berpikir. Arjuna dikenal sebagai pemanah ulung yang memiliki fokus dan ketepatan sasaran. Dalam konteks profesi hakim, hal tersebut menggambarkan pentingnya kemampuan analisis, kecermatan membaca fakta persidangan, serta ketepatan dalam menerapkan hukum.

Nakula melambangkan kesetiaan, ketulusan, dan kemampuan menjaga kehormatan diri. Sedangkan Sadewa melambangkan kebijaksanaan intelektual, ketenangan, dan kemampuan membaca situasi dengan jernih. Kedua tokoh ini mengajarkan bahwa hakim harus menjaga kehormatan institusi dan tidak mudah terjebak dalam ambisi pribadi maupun konflik kepentingan.

Sadewa merupakan simbol kecerdasan spiritual, ketajaman membaca situasi, kebijaksanaan, ketenangan berpikir, dan kemampuan melihat persoalan secara mendalam. Dalam pewayangan, Sadewa dikenal sebagai sosok yang tenang, penuh perhitungan, serta memiliki kemampuan memahami persoalan secara jernih dan objektif.

Seluruh nilai tersebut sesungguhnya bermuara pada satu hal paling mendasar dalam profesi hakim, yakni integritas. Integritas adalah nilai tertinggi yang menjadi ruh dari seluruh kode etik hakim. Tanpa integritas, kecerdasan hukum tidak memiliki arti apa pun. Hakim yang pintar tetapi tidak berintegritas justru lebih berbahaya dibanding hakim yang memiliki keterbatasan intelektual namun tetap menjaga moralitasnya.

Dalam konteks itu pula, seorang hakim sebagai pemimpin peradilan tidak boleh melanggar 10 Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Kode etik bukan sekadar aturan administratif, melainkan benteng moral untuk menjaga kemuliaan profesi hakim. Pelanggaran etik sekecil apa pun pada akhirnya akan menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Baca Juga  Pembinaan Teknis Yudisial Oleh Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung RI: Memperkuat Konsistensi Penerapan Hukum dan Kualitas Putusan Peradilan Militer

Ajaran Hasta Brata dalam pewayangan juga memberikan pelajaran mendalam mengenai karakter kepemimpinan hakim. Seorang hakim sebagai pemimpin harus memiliki sifat seperti matahari atau srengenge, yakni mampu memberi terang dan menjadi sumber kehidupan. Hakim harus menjadi penuntun moral yang menghadirkan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Hakim juga harus memiliki sifat rembulan, yaitu mampu memberi penerangan di tengah kegelapan. Dalam praktiknya, hakim harus mampu memberikan solusi dan pencerahan bagi pencari keadilan yang sedang berada dalam situasi sulit dan penuh ketidakpastian.

Sifat bintang mengajarkan bahwa hakim harus menjadi teladan. Sebagaimana bintang menjadi penunjuk arah, hakim harus menjadi figur moral yang menunjukkan arah keadilan dan kebenaran di tengah krisis kepercayaan publik terhadap hukum.

Hakim juga harus seperti awan yang membawa hujan, yakni kehadirannya harus memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. Putusan hakim tidak boleh hanya menjadi dokumen hukum formal, tetapi harus memberikan kemanfaatan sosial dan rasa keadilan substantif.

Sifat bumi mengajarkan keteguhan dan kesucian hati. Hakim harus memiliki pendirian kuat dan tidak mudah tergoda bujuk rayu, tekanan, ataupun praktik transaksional yang merusak marwah peradilan.

Kemudian sifat samudera mengajarkan keluasan jiwa dan ketenangan batin. Hakim tidak boleh haus pujian, mudah tersinggung, ataupun galau dalam menjalankan tugasnya. Hakim harus matang secara emosional dan mampu menjaga wibawa dirinya.

Sifat api mengandung makna ketegasan. Hakim harus berani menghukum siapa pun yang terbukti bersalah tanpa pandang bulu. Keadilan tidak boleh tunduk pada status sosial, jabatan, maupun kekuatan politik.

Sedangkan sifat angin mengajarkan bahwa hakim harus mampu menjangkau dan memahami kondisi bawahannya maupun lingkungan kerjanya. Seorang pemimpin peradilan tidak boleh hidup dalam menara gading yang jauh dari realitas.

Pada akhirnya, pendidikan filsafat bagi hakim bukanlah upaya romantisme budaya semata, melainkan proses pembentukan karakter dan pemurnian moral aparat peradilan. Di tengah tantangan modern berupa pragmatisme, hedonisme, korupsi, dan krisis integritas, hakim dituntut kembali kepada nilai-nilai dasar moralitas dan kebijaksanaan.

Hakim yang baik bukan hanya hakim yang memahami hukum positif, melainkan hakim yang memiliki nurani, integritas, ketegasan, dan kebijaksanaan. Hakim yang baik adalah hakim yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman moral sebagaimana diajarkan dalam filosofi pewayangan Nusantara.

Karena sesungguhnya, runtuhnya keadilan bukan dimulai dari lemahnya undang-undang, melainkan dari runtuhnya integritas para penegak hukum itu sendiri

Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Budaya Nusantara etika kehakiman Filsafat Hukum Hasta Brata Integritas Hakim Mahkamah Agung RI Moralitas Hakim Panca Dharma Hakim Pendidikan Hakim Pewayangan dan Hakim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dr Edmon Makarim Tekankan AI sebagai Alat Bantu Bukan Pengambil Keputusan Yudisial

September 21, 2026

WJP Soroti Fluktuasi Rule of Law Global, Independensi Peradilan Jadi Perhatian

September 18, 2026

Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Dr. Marsudin Nainggolan Tekankan Pentingnya Checklist Hakim dan Rasionalitas Pemidanaan dalam Pelatihan Implementasi KUHAP Baru

September 17, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,443 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Pemanfaatan AI Untuk Tugas Yudisial Hakim: Risiko AI Dalam Peradilan

By Layla Windy Puspita SariSeptember 21, 20260

Jakarta – Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI (BSDK MA…

Dr Edmon Makarim Tekankan AI sebagai Alat Bantu Bukan Pengambil Keputusan Yudisial

September 21, 2026

AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili

September 21, 2026

WKMA Yudisial Resmi Buka Pelatihan Kecerdasan Artifisial Bagi Hakim dengan Tema Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan Di Pengadilan Gelombang 1

September 21, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Pemanfaatan AI Untuk Tugas Yudisial Hakim: Risiko AI Dalam Peradilan
  • Dr Edmon Makarim Tekankan AI sebagai Alat Bantu Bukan Pengambil Keputusan Yudisial
  • AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  • WKMA Yudisial Resmi Buka Pelatihan Kecerdasan Artifisial Bagi Hakim dengan Tema Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan Di Pengadilan Gelombang 1
  • Hakim Dituntut Cermat Menghadapi Era Kecerdasan Artifisial

Recent Comments

  1. aievangelist on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  2. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  4. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  5. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.