Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pengadilan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo dan KPK Perkuat Integritas serta Pencegahan Suap dan Gratifikasi

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026

Siapkan Generasi Hukum di Era AI, Pustrajak dan UIN Raden Intan Lampung Perkuat Sinergi

November 5, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Pewayangan sebagai Cermin Moral Kehakiman

Pewayangan sebagai Cermin Moral Kehakiman

Ahmad JunaediBy Ahmad JunaediMay 8, 2026 · 20:45 WIB6 Mins ReadNo Comments
Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. - Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung RI
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pelaksanaan Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim Lingkungan Peradilan Umum, Agama, Militer, Tata Usaha Negara, serta Hakim Ad Hoc Seluruh Indonesia Gelombang II yang diselenggarakan pada hari Jumat, 8 Mei 2026 di Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI (BSDK), pada hakikatnya bukan sekadar kegiatan akademik formal yang bersifat seremonial. Pendidikan tersebut merupakan ruang kontemplatif sekaligus forum pemurnian nilai bagi para hakim agar kembali memahami hakikat profesinya sebagai penjaga keadilan, penjaga moralitas hukum, dan penjaga nurani bangsa.

Dalam pelatihan tersebut, Prof. Yanto (Ketua Kamar Pengawasan MA sekaligus sebagai ketua PP IKAHI) sebagai narasumber dan Syihabudin, S.H., M.H. sebagai fasilitator, Prof Yanto menyampaikan materi mengenai tokoh-tokoh pewayangan sebagai refleksi kepemimpinan dan moralitas hakim. Materi tersebut menjadi sangat penting, sebab filsafat pewayangan dalam tradisi Nusantara sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang cerita atau legenda, melainkan mengandung ajaran etik, spiritual, dan kepemimpinan yang sangat relevan dengan profesi kehakiman. Di dalam pewayangan terdapat nilai-nilai luhur yang mengajarkan tentang integritas, pengendalian diri, keteguhan moral, keberanian, hingga kebijaksanaan dalam memimpin dan mengambil keputusan.

Hakim pada dasarnya bukan sekadar “corong undang-undang”. Hakim adalah figur moral yang memikul amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Oleh sebab itu, pendidikan filsafat bagi hakim menjadi penting agar hakim tidak hanya berpikir normatif dan prosedural, tetapi juga mampu memahami dimensi etik dan filosofis dari setiap putusan yang dijatuhkan.

Salah satu nilai utama yang relevan dengan profesi hakim adalah ajaran mengenai Panca Dharma Hakim yang dalam filosofi pewayangan direpresentasikan melalui simbol Cakra, Chandra, Sari, Kartika, dan Tirta. Kelima simbol tersebut bukan hanya lambang kebesaran, melainkan pedoman moral yang harus hidup dalam kepribadian seorang hakim.

Cakra melambangkan ketegasan dan kekuatan moral. Seorang hakim harus memiliki keberanian dalam menegakkan hukum tanpa rasa takut terhadap tekanan kekuasaan, intervensi politik, maupun kepentingan ekonomi. Hakim yang tidak memiliki “cakra” akan mudah goyah, mudah dipengaruhi, dan pada akhirnya kehilangan marwah kehakiman. Dalam konteks kekinian, cakra mencerminkan integritas yang kokoh dan keteguhan dalam menjaga independensi peradilan.

Chandra atau rembulan melambangkan kesejukan dan kebijaksanaan. Hakim tidak boleh hanya menjadi sosok yang tajam dalam menghukum, tetapi juga harus menghadirkan keseimbangan nurani. Putusan hakim harus memberikan keteduhan, rasa keadilan, dan pemulihan sosial. Hakim yang hanya berpijak pada formalitas hukum tanpa mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat akan melahirkan putusan yang kering dari nilai kemanusiaan.

Sari melambangkan inti kemuliaan atau substansi kebajikan. Hakim harus mampu menjaga keluhuran budi pekerti dan menjadikan etika sebagai inti dari seluruh tindakannya. Dalam praktik peradilan modern, kehancuran lembaga peradilan sering kali bukan disebabkan lemahnya aturan hukum, melainkan runtuhnya moral dan integritas aparat penegak hukumnya.

Baca Juga  Ujung tombak Perubahan Peradilan itu bernama Sekretaris!

Kartika atau bintang melambangkan keteladanan. Hakim adalah figur publik yang setiap perilakunya menjadi perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, hakim wajib menjadi teladan dalam ucapan, tindakan, dan gaya hidupnya. Hakim tidak boleh mempertontonkan kemewahan, keserakahan, ataupun perilaku yang menurunkan wibawa lembaga peradilan.

Sedangkan Tirta melambangkan kesucian dan kejernihan hati. Hakim harus bersih dari kepentingan pribadi, bebas dari konflik kepentingan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan moral dan perilaku koruptif. Tirta merupakan simbol bahwa hakim harus menjaga hati nurani tetap jernih dalam memeriksa, mengadili, dan memutus suatu perkara.

Nilai-nilai tersebut sejatinya tercermin pula dalam karakter Pandawa Lima yang selama ini dipahami sebagai simbol kepemimpinan ideal dalam ajaran pewayangan. Kelima tokoh tersebut mengandung filosofi mendalam yang sangat relevan dengan karakter hakim.

Werkudara atau Bima merupakan simbol integritas, keberanian, dan kejujuran. Sosok Bima dikenal lugas, tegas, tidak suka kepura-puraan, dan selalu berpihak pada kebenaran. Karakter inilah yang wajib dimiliki hakim. Hakim harus berani mengatakan benar itu benar dan salah itu salah, tanpa dipengaruhi relasi kekuasaan maupun kepentingan tertentu.

Kunto Dewo atau Yudhistira melambangkan kebijaksanaan, kejujuran, dan ketenangan batin. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi dharma dan tidak mudah tergoda ambisi kekuasaan. Seorang hakim harus mampu menjaga keseimbangan antara kecerdasan hukum dan kejernihan moral sebagaimana sifat Yudhistira.

Janaka atau Arjuna merupakan simbol profesionalitas, kecermatan, dan ketajaman berpikir. Arjuna dikenal sebagai pemanah ulung yang memiliki fokus dan ketepatan sasaran. Dalam konteks profesi hakim, hal tersebut menggambarkan pentingnya kemampuan analisis, kecermatan membaca fakta persidangan, serta ketepatan dalam menerapkan hukum.

Nakula melambangkan kesetiaan, ketulusan, dan kemampuan menjaga kehormatan diri. Sedangkan Sadewa melambangkan kebijaksanaan intelektual, ketenangan, dan kemampuan membaca situasi dengan jernih. Kedua tokoh ini mengajarkan bahwa hakim harus menjaga kehormatan institusi dan tidak mudah terjebak dalam ambisi pribadi maupun konflik kepentingan.

Sadewa merupakan simbol kecerdasan spiritual, ketajaman membaca situasi, kebijaksanaan, ketenangan berpikir, dan kemampuan melihat persoalan secara mendalam. Dalam pewayangan, Sadewa dikenal sebagai sosok yang tenang, penuh perhitungan, serta memiliki kemampuan memahami persoalan secara jernih dan objektif.

Seluruh nilai tersebut sesungguhnya bermuara pada satu hal paling mendasar dalam profesi hakim, yakni integritas. Integritas adalah nilai tertinggi yang menjadi ruh dari seluruh kode etik hakim. Tanpa integritas, kecerdasan hukum tidak memiliki arti apa pun. Hakim yang pintar tetapi tidak berintegritas justru lebih berbahaya dibanding hakim yang memiliki keterbatasan intelektual namun tetap menjaga moralitasnya.

Dalam konteks itu pula, seorang hakim sebagai pemimpin peradilan tidak boleh melanggar 10 Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Kode etik bukan sekadar aturan administratif, melainkan benteng moral untuk menjaga kemuliaan profesi hakim. Pelanggaran etik sekecil apa pun pada akhirnya akan menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Baca Juga  Hari Ini Mengadili Terdakwa, Kelak Kita Diadili oleh Perbuatan Kita Sendiri: Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya mengingatkan pentingnya integritas dan hati nurani dalam Seminar Nasional PERISAI BADILUM di Universitas Jember

Ajaran Hasta Brata dalam pewayangan juga memberikan pelajaran mendalam mengenai karakter kepemimpinan hakim. Seorang hakim sebagai pemimpin harus memiliki sifat seperti matahari atau srengenge, yakni mampu memberi terang dan menjadi sumber kehidupan. Hakim harus menjadi penuntun moral yang menghadirkan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Hakim juga harus memiliki sifat rembulan, yaitu mampu memberi penerangan di tengah kegelapan. Dalam praktiknya, hakim harus mampu memberikan solusi dan pencerahan bagi pencari keadilan yang sedang berada dalam situasi sulit dan penuh ketidakpastian.

Sifat bintang mengajarkan bahwa hakim harus menjadi teladan. Sebagaimana bintang menjadi penunjuk arah, hakim harus menjadi figur moral yang menunjukkan arah keadilan dan kebenaran di tengah krisis kepercayaan publik terhadap hukum.

Hakim juga harus seperti awan yang membawa hujan, yakni kehadirannya harus memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. Putusan hakim tidak boleh hanya menjadi dokumen hukum formal, tetapi harus memberikan kemanfaatan sosial dan rasa keadilan substantif.

Sifat bumi mengajarkan keteguhan dan kesucian hati. Hakim harus memiliki pendirian kuat dan tidak mudah tergoda bujuk rayu, tekanan, ataupun praktik transaksional yang merusak marwah peradilan.

Kemudian sifat samudera mengajarkan keluasan jiwa dan ketenangan batin. Hakim tidak boleh haus pujian, mudah tersinggung, ataupun galau dalam menjalankan tugasnya. Hakim harus matang secara emosional dan mampu menjaga wibawa dirinya.

Sifat api mengandung makna ketegasan. Hakim harus berani menghukum siapa pun yang terbukti bersalah tanpa pandang bulu. Keadilan tidak boleh tunduk pada status sosial, jabatan, maupun kekuatan politik.

Sedangkan sifat angin mengajarkan bahwa hakim harus mampu menjangkau dan memahami kondisi bawahannya maupun lingkungan kerjanya. Seorang pemimpin peradilan tidak boleh hidup dalam menara gading yang jauh dari realitas.

Pada akhirnya, pendidikan filsafat bagi hakim bukanlah upaya romantisme budaya semata, melainkan proses pembentukan karakter dan pemurnian moral aparat peradilan. Di tengah tantangan modern berupa pragmatisme, hedonisme, korupsi, dan krisis integritas, hakim dituntut kembali kepada nilai-nilai dasar moralitas dan kebijaksanaan.

Hakim yang baik bukan hanya hakim yang memahami hukum positif, melainkan hakim yang memiliki nurani, integritas, ketegasan, dan kebijaksanaan. Hakim yang baik adalah hakim yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman moral sebagaimana diajarkan dalam filosofi pewayangan Nusantara.

Karena sesungguhnya, runtuhnya keadilan bukan dimulai dari lemahnya undang-undang, melainkan dari runtuhnya integritas para penegak hukum itu sendiri

Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Budaya Nusantara etika kehakiman Filsafat Hukum Hasta Brata Integritas Hakim Mahkamah Agung RI Moralitas Hakim Panca Dharma Hakim Pendidikan Hakim Pewayangan dan Hakim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Akselerasi Hukum & Penguatan Integritas: Wakil Ketua PTA Palembang Sapa dan Bina Aparatur PA Baturaja

November 5, 2026

PT Ambon Gelar Pembinaan dan Pengawasan Reguler di PN Dataran Hunipopu, Tekankan Integritas dan Kepatuhan Aturan

November 3, 2026

Tiga Pesan Penting Ketua PTA Palembang dalam Pelantikan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti

November 2, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Pengadilan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo dan KPK Perkuat Integritas serta Pencegahan Suap dan Gratifikasi

By Humas Pengadilan Negeri SidoarjoNovember 5, 20260

Pengadilan Negeri Sidoarjo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis…

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026

Siapkan Generasi Hukum di Era AI, Pustrajak dan UIN Raden Intan Lampung Perkuat Sinergi

November 5, 2026

Register Perkara Anak Wajib Terpisah dan Rahasia, Wakil Ketua PN Bale Bandung Tekankan Digitalisasi SPPA

November 5, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Pengadilan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo dan KPK Perkuat Integritas serta Pencegahan Suap dan Gratifikasi
  • Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia
  • Siapkan Generasi Hukum di Era AI, Pustrajak dan UIN Raden Intan Lampung Perkuat Sinergi
  • Register Perkara Anak Wajib Terpisah dan Rahasia, Wakil Ketua PN Bale Bandung Tekankan Digitalisasi SPPA
  • Akselerasi Hukum & Penguatan Integritas: Wakil Ketua PTA Palembang Sapa dan Bina Aparatur PA Baturaja

Recent Comments

  1. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  2. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  3. Abdul Mustopa on MOVE!
  4. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  5. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.