Author: Redpel SuaraBSDK

Ruang digital seharusnya menjadi ruang yang memperluas kebebasan warga negara untuk berbicara, menyampaikan kritik, dan memperjuangkan kepentingan publik. Namun, bagi banyak perempuan aktivis, ruang digital justru kerap berubah menjadi ruang intimidasi. Kritik yang mereka sampaikan tidak dijawab dengan argumentasi, tetapi dibalas dengan pelecehan, perundungan, ancaman, penyebaran data pribadi, hingga serangan terhadap tubuh dan seksualitas. Laporan Kompas pada 11 Mei 2026 mengangkat dengan kuat bagaimana perempuan yang bersuara kritis mengalami serangan siber berlapis. Serangan itu tidak netral gender. Ia bekerja dengan pola yang khas: menyerang martabat, tubuh, relasi personal, reputasi, dan kredibilitas perempuan. Dalam banyak kasus, tujuan akhirnya jelas: membuat korban…

Read More