Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Analisis Hukum Draft PERMA tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat (Bagian V sampai dengan Bagian VIII)

Analisis Hukum Draft PERMA tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat (Bagian V sampai dengan Bagian VIII)

Cecep MustafaBy Cecep MustafaMay 8, 2026 · 18:37 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Analisis hukum Pasal 5 tentang Dasar Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat (PS) didasarkan pada tinjauan komprehensif atas empat pilar prosedural utama:

1. Basis Penetapan (Dasar Surat Ketetapan)

Pelaksanaan PS harus didasarkan pada penetapan Hakim/Majelis, baik atas permohonan pihak maupun ex-officio. Secara normatif dan filosofis, hal ini menempatkan PS sebagai kewenangan ambtshalve hakim (Pasal 153 HIR/180 RBg). Penetapan resmi diperlukan sebagai legalisasi kewenangan yudisial di luar gedung, memastikan Due Process, bahwa setiap tindakan yang berdampak pada hak pihak memiliki dasar prosedural terdokumentasi. Landasan sosiologisnya adalah untuk mencegah putusan menjadi non-executable akibat ketidaktepatan objek sengketa di lapangan. Secara yuridis, penetapan ini berfungsi sebagai filter profesional hakim terhadap manuver prosedural para pihak, berpijak pada Pasal 153 HIR, Pasal 180 RBg, dan SEMA No. 7 Tahun 2001.

2. Hakim Komisaris

Majelis dapat menunjuk Hakim Komisaris untuk melaksanakan pemeriksaan di lapangan dalam hal tertentu. Filosofi dan normatifnya bersandar pada Pasal 153 HIR yang membolehkan pengangkatan komisaris, menjamin efisiensi dan keluwesan pelaksanaan tanpa mengurangi legalitas hukum acara. Komisaris bertindak sebagai “indra” majelis, di mana hasil observasinya menjadi bahan deliberasi bersama (Kerja Kolegial). Secara sosiologis, penunjukan ini merupakan respons atas keterbatasan sumber daya hakim dan beban perkara yang tinggi, memungkinkan PS di wilayah terpencil tanpa melumpuhkan jadwal sidang lainnya. Landasan yuridisnya ditegaskan oleh Pasal 153 HIR jo. Pasal 211 Rv, memastikan hasil pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara resmi yang sah sebagai keterangan bagi hakim pemutus.

3. Sidang Terbuka

Penetapan wajib diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dan dicatat dalam Berita Acara Sidang (BAS). Rasionalitas filosofis dan normatif didukung oleh Pasal 13 UU Kekuasaan Kehakiman, di mana pelanggaran asas terbuka untuk umum mengakibatkan penetapan batal demi hukum. Aspek ini menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kontrol publik, menguatkan prinsip bahwa keadilan harus terlihat dilakukan (Justice must be seen to be done). Secara sosiologis, formalitas ini menjawab tuntutan publik atas transparansi prosedur dan mencegah persepsi keberpihakan. Landasan yuridisnya mengacu pada Pasal 13 UU Kekuasaan Kehakiman dan Pasal 59-60 UU 7/1989.

4. Biaya Pemeriksaan (Biaya Perkara)

Pelaksanaan PS dilakukan setelah pembayaran biaya pemeriksaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan. Rasionalitas filosofis dan normatifnya adalah karena PS menimbulkan biaya riil (ongkos jalan, transportasi) sesuai Pasal 214 Rv dan rezim PNBP. Pembebanan biaya didasarkan pada Asas Tanggung Jawab, pihak yang meminta fasilitas khusus wajib menanggung konsekuensi biayanya, namun filosofi pembebasan biaya (Prodeo) tetap dijamin melalui Perma 1/2014. Secara sosiologis, taksiran resmi Ketua Pengadilan menghindari konflik di lapangan akibat kekurangan dana dan menutup ruang pungutan tidak resmi. Landasan yuridisnya didasarkan pada Pasal 214 Rv, PP tentang PNBP Mahkamah Agung, dan Perma No. 1 Tahun 2014.

Analisis Hukum Pasal 6 Draft PERMA Pemeriksaan Setempat

Analisis rasionalitas normatif, landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis terhadap Pasal 6 mengenai Pemberitahuan Pemeriksaan Setempat (PS) dalam kerangka Hukum Acara didasarkan pada tiga pilar utama: pemberitahuan kepada para pihak, pemberitahuan kepada aparat setempat, dan mekanisme delegasi.

1. Pemberitahuan kepada Para Pihak

Secara Rasionalitas Normatif, pemberitahuan merupakan bagian integral dari hak dasar para pihak untuk mengetahui dan menghadiri setiap tahapan pemeriksaan. Pengaturan mekanisme yang jelas wajib dilakukan untuk melindungi hak persiapan. Penggunaan multi-kanal informasi, melalui persidangan, e-Court, atau surat tercatat—bertujuan memperkuat asas kepastian hukum. Kombinasi ini krusial untuk meminimalkan sengketa keabsahan pemanggilan yang dapat mempengaruhi putusan.

Baca Juga  KMA: Peradilan yang Luhur Menjadi Fondasi Kemakmuran Rakyat

Dari sisi Landasan Filosofis, ketentuan ini merupakan perwujudan prinsip Due Process of Law yang menuntut adanya fair notice dan fair hearing, memastikan pihak tidak dirugikan tanpa pemberitahuan yang layak dari pengadilan. Aspek Akuntabilitas juga termanifestasi karena proses peradilan harus dapat diaudit dan diawasi publik melalui pencatatan resmi. Selain itu, adopsi e-Court mencerminkan Adaptasi Teknologi peradilan untuk mempercepat proses tanpa mengorbankan hak hukum substansial.

Dalam Konteks Sosiologis & Yuridis, Pasal 6 mengakomodasi Realitas Dualistik antara ekosistem digital (e-Court) dan jalur konvensional. Ini selaras dengan Preseden Yuridis Pasal 9 PERMA No. 8/2017 tentang pemanggilan melalui berbagai media komunikasi sah. Tujuannya adalah membangun Kepercayaan Publik dan menghindari persepsi “sidang mendadak” yang sering memicu mosi tidak percaya.

2. Pemberitahuan Aparat Setempat

Rasionalitas dan Filosofi di balik pemberitahuan kepada Desa/Kelurahan paling lambat 3 hari kerja sebelum pelaksanaan PS adalah untuk menjamin Koordinasi Wilayah. PS memasuki wilayah administratif lokal, dan hakim membutuhkan dukungan otoritas setempat untuk menunjukkan batas fisik dan saksi. Secara filosofis, tenggat H-3 bertujuan menjaga Ketertiban Umum dan mencegah gangguan keamanan, memastikan kehadiran pengadilan berjalan harmonis di ruang publik.

Pada tataran Landasan Sosiologis, peran aparat desa sangat krusial dalam menjamin Akurasi Objek Sengketa. Aparat desa adalah pemegang riwayat penguasaan tanah yang diperlukan untuk mencegah putusan non-executable akibat ketidakcocokan data lapangan. Selain itu, mereka berfungsi sebagai penengah dan penjamin keamanan proses hukum, meningkatkan Penerimaan Sosial dan menghindari kecurigaan publik terhadap kehadiran hakim.

Sebagai Landasan Yuridis, ketentuan ini merujuk pada Sinergi Instansi yang disyaratkan oleh PERMA No. 1 Tahun 2014 untuk sidang di luar gedung. Tenggat Konsistensi Tenggat “3 hari kerja” adalah standar baku dalam hukum acara, termasuk UU No. 20/2025, untuk menjamin hak persiapan yang layak.

3. Mekanisme Delegasi

Dalam Mekanisme Delegasi, pengadilan penerima delegasi bertindak sebagai organisator utama PS untuk mencegah putusan yang non-executable.

Secara Efisiensi Teknis, pendelegasian mencerminkan filosofi pembagian fungsi antara penilaian yuridis dan pelaksanaan teknis lapangan. Pengadilan penerima delegasi memiliki Kompetensi Teritorial yang paling memahami kondisi geografis, akses, dan situasi keamanan lokal di wilayah objek sengketa.

Legitimasi Yuridis atas kewenangan pelaksanaan PS secara fungsional beralih kepada pengadilan di tempat objek berada didasarkan pada Pasal 180 RBg.

Analisis Hukum Pasal 7 Draft PERMA Pemeriksaan Setempat

Analisis yuridis terhadap Pasal 7, yang mengatur delegasi Pemeriksaan Setempat (PS) dan manajemen keamanan, didasarkan pada penafsiran sistematis peraturan perundang-undangan yang relevan.

1. Delegasi Pemeriksaan Objek di Luar Wilayah Hukum

Secara yuridis, mekanisme delegasi pemeriksaan objek yang berada di luar kompetensi teritorial pengadilan diatur melalui penafsiran sistematis Pasal 153 HIR jo. Pasal 180 RBg. Pemeriksaan setempat (PS) adalah bagian dari proses pembuktian yang wajib menghormati asas kompetensi relatif pengadilan. Berdasarkan Rasionalitas Normatif, Pasal 180 RBg mewajibkan objek di luar kompetensi teritorial diperiksa melalui delegasi guna menjaga asas kompetensi relatif dan mencegah tindakan hakim melampaui batas kewenangan. Kepatuhan terhadap yurisdiksi teritorial ini memberikan legitimasi pada proses delegasi dan efisiensi birokrasi.

Baca Juga  Strategi Kebijakan dalam Arsitektur Baru Pengembangan SDM Peradilan

2. Kewajiban Koordinasi Pengamanan

Ketentuan mengenai koordinasi wajib dengan Kepolisian setempat untuk pengamanan selaras dengan PERMA No. 5 Tahun 2020 tentang pengamanan persidangan. Secara yuridis, hal ini merupakan mandat dari Pasal 12 ayat (2) PERMA 5/2020, yang secara eksplisit mewajibkan Ketua Pengadilan untuk melakukan koordinasi dengan aparat keamanan demi menjamin keselamatan pihak berperkara dan aparat peradilan di luar gedung pengadilan.

Selanjutnya, frasa yang memungkinkan permintaan bantuan kepada TNI atau Satpol PP jika Kepolisian berhalangan, juga didukung oleh PERMA 5/2020 yang mengandung frasa “dan/atau TNI,” yang membuka basis keterlibatan kolaborasi keamanan yang proporsional. Sinergi keamanan ini esensial untuk menjamin perlindungan fisik sebagai prasyarat terwujudnya keadilan materiil.

3. Kewenangan Hakim Menunda Pemeriksaan Setempat

Hakim memiliki kewenangan untuk menunda PS apabila situasi keamanan di lokasi tidak kondusif. Secara yuridis, kewenangan penundaan ini dilindungi oleh Pasal 9 UU No. 48 Tahun 2009, yang menjamin perlindungan hakim dari penyalahgunaan kewenangan. Penundaan PS merupakan hak hakim (Dominus Litis) untuk menjalankan kewajiban antisipatif demi menjamin terlaksananya fair trial di tengah ancaman intimidasi di lapangan.

Analisis Hukum Pasal 8 Draft PERMA Pemeriksaan Setempat

Analisis hukum Pasal 8 mengenai Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat Secara Elektronik (PS Elektronik) berfokus pada adaptasi teknologi untuk memperkuat proses peradilan modern.

  1. Ketentuan Pokok dan Instrumen Teknologi
    Pasal 8 mewajibkan pemanfaatan media telekonferensi real-time dan wahana udara tanpa awak (drone) untuk visualisasi lapangan. Secara prosedural, para pihak diberikan akses kehadiran virtual dengan hak penuh untuk mengajukan keberatan yang wajib dicatat secara sistematis dalam Berita Acara Sidang, menjamin akuntabilitas proses.
  2. Rasionalitas Yuridis dan Kepastian Hak
    Penggunaan teknologi ini merupakan elaborasi dari prinsip Asas Peradilan Cepat, Sederhana, dan Berbiaya Ringan. Hal ini bertujuan untuk menjamin hak atas Fair Trial secara konstitusional. Kehadiran virtual pihak diakui setara dengan kehadiran fisik, merujuk pada PerMA No. 1 Tahun 2019 dan PerMK No. 1 Tahun 2021. Konsep ini juga menciptakan transparansi dan menghilangkan hambatan partisipasi akibat jarak geografis atau kondisi darurat keamanan.
  3. Landasan Filosofis dan Kualitas Pembuktian
    Secara filosofis, teknologi memperkuat prinsip Due Process dengan meningkatkan akses hakim terhadap fakta materiil. Kehadiran fisik dimediasi oleh “kehadiran intelektual” melalui visualisasi yang transparan. Penggunaan drone secara spesifik memperluas radius pengamatan hakim secara komprehensif, mendukung pencarian kebenaran materiil, dan memberikan gambaran spasial yang lebih presisi terhadap objek sengketa tetap. Hal ini menciptakan keseimbangan (Proporsionalitas) antara efisiensi sumber daya negara dengan kualitas pembuktian.
  4. Dimensi Sosial dan Keamanan
    PS Elektronik juga berfungsi sebagai mitigasi konflik dengan mengurangi risiko gesekan massa dan kekerasan fisik di lokasi sengketa tanah. Selain itu, ini menjamin keselamatan hakim dan pihak berperkara dari ancaman intimidasi lapangan. Adopsi prosedur elektronik ini merupakan kelanjutan logis yang didukung oleh peningkatan literasi teknologi dan tren penerimaan bukti elektronik dalam ekosistem hukum nasional.
Cecep Mustafa
Kontributor
Cecep Mustafa
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Analisis Hukum descente draft PERMA hukum acara perdata hukum litigasi mahkamah agung Pembuktian Perdata Pemeriksaan Setempat Praktik Peradilan sengketa tanah
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

By Bagus Partha WijayaNovember 6, 20260

Balikpapan, 5/11/2026 — Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of…

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum
  • Mewujudkan Hukum yang Ramah Anak: Menelisik Peran Kunci Polri dalam Sistem Peradilan Pidana Anak

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.