Tidak semua kemenangan datang dengan tepuk tangan.
Sebagian hadir diam-diam, lewat lembar pengumuman sederhana yang dibaca perlahan oleh para peserta yang menunggu dengan jantung berdebar.
Dan di lembar itu, satu nama tertulis paling atas.
Arison, S.Pd.
Nama yang mungkin selama ini lebih dikenal karena candaan recehnya di sela pelatihan, bukan karena ambisi besar yang sering dipamerkan. Namun siapa sangka, pria sederhana asal Bengkulu itu justru berhasil menjadi peserta dengan nilai tertinggi dalam Sertifikasi Assessor Mahkamah Agung Republik Indonesia yang berlangsung pada 9–13 Maret 2026.
Di ruangan itu tidak ada musik kemenangan.
Tidak ada sorakan panjang.
Hanya ada beberapa pasang mata yang perlahan mencari nama masing-masing.
Tetapi bagi Arison, mungkin itulah salah satu momen yang diam-diam akan selalu diingat sepanjang hidupnya.
Sebab perjalanan menuju titik itu tidak lahir dalam semalam.
Di lingkungan Pusdiklat Teknis Peradilan BSDK Mahkamah Agung RI, Arison dikenal sebagai sosok yang sederhana. Ia bekerja di bidang evaluasi dan pelaporan, pekerjaan yang akrab dengan angka, penilaian, tabel, dan hal-hal yang bagi sebagian orang terasa membosankan.
Namun justru di tengah pekerjaan serius itulah, Arison sering menjadi penyegar suasana.
Ada saja celetukan yang ia lontarkan saat suasana mulai tegang. Kadang lucu, kadang garing, tetapi cukup membuat ruangan kembali hidup. Rekan-rekannya mengenalnya sebagai pribadi yang santai, rendah hati, dan tidak pernah terlihat ingin menonjolkan diri.
Mungkin karena itu pula, banyak orang tidak benar-benar melihat seberapa besar kesungguhan yang ia simpan di balik sikap tenangnya.
Lahir di Kota Bengkulu pada 6 Desember 1989, Arison tumbuh sebagai pribadi yang terbiasa menjalani semuanya secara sederhana. Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 Pendidikan Matematika di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, hidup membawanya pada perjalanan panjang di dunia pendidikan dan pelatihan peradilan.
Ia bukan tipe orang yang banyak bicara soal mimpi.
Namun dari caranya bekerja, orang-orang bisa melihat bahwa ia selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Dan sertifikasi assessor itu menjadi salah satu pembuktian.
Selama mengikuti pelatihan, Arison menjalani seluruh proses dengan serius. Ia belajar, berdiskusi, memahami setiap materi, hingga akhirnya berhasil melewati seluruh tahapan penilaian dengan hasil tertinggi.
Tetapi menariknya, setelah semua pencapaian itu, Arison tetaplah Arison yang sama.
Pria yang lebih memilih menonton drama China atau dracin dibanding mendaki gunung atau touring. Dari drama kerajaan penuh intrik sampai kisah modern yang membuat tokohnya menatap hujan selama tiga episode, semuanya ia nikmati di sela kesibukan pekerjaan.
“Kalau soal makan juga sudah dibatasi, takut darah tinggi sama vertigo,” candanya suatu ketika.
Candaan sederhana itu mungkin terdengar ringan. Tetapi dari situlah orang-orang mengenal dirinya: hangat, membumi, dan tidak dibuat-buat.
Di balik keberhasilannya hari ini, ada proses panjang yang jarang terlihat. Ada rasa lelah yang tidak selalu diceritakan. Ada dukungan keluarga, rekan kerja, dan doa-doa yang diam-diam mengiringi langkahnya.
Kini, setelah berhasil menjadi peserta terbaik, muncul harapan baru yang mulai tumbuh dalam dirinya: suatu hari benar-benar mengambil peran sebagai assessor Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Bukan hanya sekadar menyandang sertifikat, tetapi ikut menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan aparatur peradilan dengan integritas dan profesionalisme.
Selain Arison, penghargaan tiga besar peserta terbaik juga diraih oleh Fani Yunata dan Henny Simanjuntak. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus pun layak mendapat apresiasi atas perjuangan mereka selama mengikuti sertifikasi.
Karena pada akhirnya, hidup memang tidak selalu tentang siapa yang paling banyak bicara. Kadang, mereka yang terlihat sederhana justru sedang berjalan paling jauh.
Dan dari Bengkulu, Arison membuktikan bahwa ketulusan, kesabaran, dan kerja keras masih selalu menemukan jalannya menuju hasil terbaik.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


