Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wamenkum Dorong Hakim Terapkan Pemikiran Progresif dalam mengimplementasikan KUHP Nasional

18 May 2026 • 11:10 WIB

Kepala BSDK MA RI Resmi Buka Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman KUHP Gelombang 3 Tahun 2026 : Apa Saja yang Dibahas?

18 May 2026 • 11:03 WIB

Tajuk Redaksi Suara BSDK: Melindungi Suara Perempuan

18 May 2026 • 09:32 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Dari Jenderal ke Ketua Mahkamah Agung: Jejak Mudjono dan Revolusi Senyap ‘Operasi Kikis’ dalam Sejarah Peradilan Indonesia
Sosok

Dari Jenderal ke Ketua Mahkamah Agung: Jejak Mudjono dan Revolusi Senyap ‘Operasi Kikis’ dalam Sejarah Peradilan Indonesia

Ahmad JunaediAhmad Junaedi2 April 2026 • 19:07 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Dalam sejarah peradilan Indonesia, figur pemimpin sering kali menentukan arah dan kualitas kelembagaan yang dipimpinnya. Salah satu tokoh yang menonjol dalam konteks tersebut adalah Letnan Jenderal TNI (Purn.) Mudjono, S.H., yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia pada periode 1981–1984. Kepemimpinannya hadir dalam situasi yang tidak sederhana, yakni ketika Mahkamah Agung menghadapi persoalan serius berupa penumpukan perkara yang mengancam efektivitas fungsi peradilan.

Tulisan ini berupaya menguraikan secara sistematis latar belakang, perjalanan karier, serta kontribusi pemikiran dan kebijakan Mudjono, khususnya melalui program yang dikenal sebagai Operasi Kikis, sebagai bentuk respons terhadap krisis administrasi peradilan pada masa itu.

Profil dan Latar Belakang

Mudjono lahir di Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, pada 30 Juli 1927, dan wafat di Jakarta pada 14 April 1984 saat masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung. Latar belakangnya sebagai perwira militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal TNI memberikan warna tersendiri dalam gaya kepemimpinannya, terutama dalam hal disiplin, ketegasan, dan orientasi pada hasil.

Karier awalnya dimulai dari institusi militer sebagai Polisi Tentara Laut pada Komando Angkatan Laut Karesidenan Besuki. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di Akademi Hukum Militer di Jakarta, yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier hukumnya. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia dipercaya menjabat sebagai Asisten II Direktur Kehakiman Angkatan Darat.

Sebelum menduduki jabatan Ketua Mahkamah Agung, Mudjono juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dalam Kabinet Pembangunan III. Posisi ini memberinya pengalaman administratif dan kebijakan yang kemudian sangat berpengaruh ketika ia memimpin lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.

Konteks Permasalahan Peradilan

Ketika Mudjono mulai menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung pada 18 Februari 1981, kondisi internal lembaga tersebut menghadapi permasalahan mendasar berupa tingginya tunggakan perkara. Jumlah perkara yang belum terselesaikan pada saat itu mencapai lebih dari sepuluh ribu perkara, meningkat tajam dibandingkan akhir dekade sebelumnya.

Situasi ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut aspek keadilan substantif. Penundaan penyelesaian perkara berimplikasi langsung terhadap kepastian hukum dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Dalam konteks ini, Mudjono memandang bahwa penanganan tunggakan perkara harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga  Mengenang Jürgen Habermas: Mengapa Rasionalitas Publik Sangat Penting bagi Demokrasi?

Operasi Kikis sebagai Terobosan Kebijakan

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Mudjono memperkenalkan sebuah program yang dikenal sebagai Operasi Kikis (OPSKIS). Program ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan suatu pendekatan manajerial yang sistematis untuk merombak pola kerja Mahkamah Agung.

Secara konseptual, Operasi Kikis bertumpu pada asumsi bahwa beban perkara yang tinggi hanya dapat diatasi melalui kombinasi antara peningkatan kapasitas kelembagaan dan penataan ulang sistem kerja. Dalam implementasinya, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat diidentifikasi.

Pertama, peningkatan jumlah hakim agung secara signifikan yaitu saat awal Mudjono menjabat, Hakim Agung saat itu masih berjumlah 17 hakim agung, kemudian bertambah menjadi 24 hakim agung. Mudjono kembali menginginkan penambahan jumlah hakim agung, sebelum genap 1 tahun menjabat, jumlah hakim agung kembali bertambah menjadi 51 Hakim Agung. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memperbesar kapasitas penyelesaian perkara, meskipun pada tahap awal belum langsung memberikan dampak yang optimal.

Kedua, pembentukan jabatan Ketua Muda sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi. Delegasi kewenangan kepada Ketua Muda memungkinkan distribusi beban kerja yang lebih proporsional serta mempercepat proses pengambilan keputusan.

Ketiga, penguatan mekanisme koordinasi melalui rapat pimpinan dan rapat pleno. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana manajerial, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga konsistensi penerapan hukum.

Keempat, pembentukan tim dan pembidangan perkara. Para hakim agung dibagi ke dalam beberapa tim yang bekerja secara paralel, sehingga proses penyelesaian perkara dapat dilakukan secara lebih terorganisir.

Kelima, penerapan sistem kuota perkara. Setiap tim diberikan target penyelesaian perkara dalam jangka waktu tertentu. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang berorientasi pada kinerja, meskipun di sisi lain menimbulkan perdebatan terkait kualitas putusan.

Keenam, penguatan fungsi pengawasan melalui penunjukan hakim agung sebagai pengawas pengadilan di daerah. Langkah ini penting dalam memastikan bahwa standar peradilan tidak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga di daerah.

Ketujuh, pengenalan sistem asisten hakim agung serta pembatasan waktu penyelesaian perkara. Dukungan administratif dan teknis ini memungkinkan hakim untuk lebih fokus pada aspek substansi perkara.

Analisis Kritis terhadap Kebijakan

Jika ditelaah secara kritis, Operasi Kikis mencerminkan pendekatan manajemen yang cenderung pragmatis dan berorientasi pada hasil. Gaya kepemimpinan Mudjono yang dipengaruhi oleh latar belakang militer terlihat jelas dalam penekanan pada disiplin, target, dan efisiensi.

Baca Juga  Beyond the Bench: A Reflective Reading of Judicial Truth and Its Changing Terrain

Namun demikian, pendekatan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara kuantitas dan kualitas putusan. Sistem kuota, misalnya, berpotensi mendorong penyelesaian perkara secara cepat, tetapi sekaligus menimbulkan risiko penurunan kualitas pertimbangan hukum apabila tidak diimbangi dengan mekanisme kontrol yang memadai.

Terlepas dari kritik tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa kebijakan ini berhasil menjawab persoalan mendesak pada masanya. Pada akhir masa jabatan Mudjono, tunggakan perkara di Mahkamah Agung dilaporkan hampir tidak ada, suatu capaian yang menunjukkan efektivitas kebijakan tersebut dalam jangka pendek.

Kepemimpinan dan Etos Kerja

Selain kebijakan yang bersifat struktural, keberhasilan Mudjono juga tidak dapat dilepaskan dari etos kerja pribadinya. Ia dikenal sebagai sosok yang bekerja dengan disiplin tinggi, bahkan hingga larut malam, dan kembali bekerja pada pagi hari tanpa jeda yang berarti.

Etos kerja ini memberikan contoh konkret bagi lingkungan peradilan, bahwa reformasi kelembagaan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada integritas dan komitmen individu yang menjalankannya.

Penutup

Mudjono merupakan figur penting dalam sejarah Mahkamah Agung yang berhasil menunjukkan bahwa reformasi peradilan dapat dilakukan melalui kombinasi antara kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang terukur. Operasi Kikis sebagai warisan utamanya menjadi bukti bahwa persoalan struktural dalam lembaga peradilan dapat diatasi melalui pendekatan yang sistematis dan berani.

Meskipun tidak lepas dari kekurangan, kontribusi Mudjono tetap relevan untuk dikaji, terutama dalam konteks upaya berkelanjutan untuk mewujudkan peradilan yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan sebagaimana diamanatkan oleh hukum acara di Indonesia.

Daftar Pustaka

  1. Sebastiaan Pompe, Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung, Jakarta: LeIP, 2012.
  2. Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Pembatasan Perkara: Strategi Mendorong Peradilan Cepat, Murah, Efisien dan Berkualitas.
  3. Majalah Tempo, edisi 1 Agustus 1981 dan 21 April 1984.
  4. Artikel biografi tokoh hukum Indonesia (tokohindonesia.com).
  5. Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2025.
Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hukum Indonesia Sejarah Hukum sosok Tokoh Hukum
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Temuan Fakta-Fakta Menarik Riset Kebijakan Naskah Urgensi Perubahan PNBP Mahkamah Agung

12 May 2026 • 06:44 WIB

Beyond the Bench: A Reflective Reading of Judicial Truth and Its Changing Terrain

6 May 2026 • 16:11 WIB

Sejarah, Keadilan, dan Masa Depan Peradaban Indonesia: Perspektif Anhar Gonggong

6 May 2026 • 09:38 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Wamenkum Dorong Hakim Terapkan Pemikiran Progresif dalam mengimplementasikan KUHP Nasional

By Mohammad Khairul Muqorobin18 May 2026 • 11:10 WIB0

Bogor, 18 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme hakim di lingkungan Peradilan Umum,…

Kepala BSDK MA RI Resmi Buka Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman KUHP Gelombang 3 Tahun 2026 : Apa Saja yang Dibahas?

18 May 2026 • 11:03 WIB

Tajuk Redaksi Suara BSDK: Melindungi Suara Perempuan

18 May 2026 • 09:32 WIB

Menatap Masa Depan Mahkamah Agung Corpu

18 May 2026 • 08:14 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Wamenkum Dorong Hakim Terapkan Pemikiran Progresif dalam mengimplementasikan KUHP Nasional
  • Kepala BSDK MA RI Resmi Buka Pelatihan Teknis Yudisial Implementasi KUHAP dan Pendalaman KUHP Gelombang 3 Tahun 2026 : Apa Saja yang Dibahas?
  • Tajuk Redaksi Suara BSDK: Melindungi Suara Perempuan
  • Menatap Masa Depan Mahkamah Agung Corpu
  • Batas Pertanggungjawaban Pidana atas Kegagalan Eksekusi Nafkah Anak dalam Putusan Perdata

Recent Comments

  1. buy levitra india on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  2. tadalafil cialis dosage on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  3. viagra pills cost on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  4. Reinterpretasi Asas Ne Bis In Idem dalam Tindak Pidana Pencucian Uang: Sebuah Diskurus praktik Peradilan Kontemporer Suara BSDK Artikel on Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan
  5. propecia 1mg egypt on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.