Tidak semua pelatihan meninggalkan kesan mendalam. Namun Short Course Transformasi Sistem Pemidanaan Nasional: Peran Hakim dalam Penerapan KUHP Baru dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 bagi Hakim Peradilan Militer menghadirkan pengalaman belajar yang bukan hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membangun semangat baru dalam memahami arah hukum pidana Indonesia ke depan.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Teknis Peradilan c.q. BSDK ini diawali melalui tahap pembelajaran mandiri pada 11 hingga 13 Mei 2026 melalui e-learning. Para peserta mempelajari materi secara daring, mengunduh bahan ajar, hingga menyelesaikan pop quiz yang telah disiapkan panitia. Meski berlangsung secara mandiri, semangat belajar para peserta tetap terasa hidup.
Perjalanan pembelajaran kemudian berlanjut pada tahap klasikal yang dilaksanakan pada 19 sampai dengan 21 Mei 2026 di Hotel Windham Surabaya. Di sinilah suasana diskusi mulai terasa semakin hangat. Para peserta saling bertukar pandangan, pengalaman, hingga gagasan mengenai implementasi KUHP baru yang kini menjadi perhatian besar dalam perkembangan hukum pidana nasional.
Materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dan aktual, mulai dari integrasi norma KUHP baru, tindak pidana korporasi, hingga pembahasan mengenai pemidanaan dan gugurnya kewenangan menuntut menurut KUHP 2023 dan UU Nomor 1 Tahun 2026. Dukungan narasumber yang kompeten membuat setiap sesi berjalan dinamis dan penuh antusiasme.
Bahkan suasana rehat kopi pun berubah menjadi ruang diskusi kecil yang penuh semangat. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pembahasan mengenai pemidanaan dalam KUHP baru menjadi materi yang paling menarik perhatian karena membuka cara pandang baru terhadap filosofi pemidanaan di Indonesia.
Suasana yang semula penuh canda dan diskusi hangat mendadak berubah hening ketika sesi ujian komprehensif dimulai. Meski pelatihan berlangsung relatif singkat, para peserta tetap harus menyelesaikan serangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia. Namun seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik dan penuh semangat.
“Alhamdulillah… semua selesai walaupun sempat dibuat tegang oleh ujian,” ujar salah seorang peserta sambil tersenyum di sela rehat kopi terakhir yang namanya tidak ingin disebut. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Kolonel Kum Dr. Dahlan Suherlan, S.H., M.H., selaku Hakim Koordinator Peradilan Militer pada BSDK. Sementara laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusdiklat Teknis Peradilan, Bapak I G L N Sidemen Putra.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk respons terhadap transformasi hukum pidana nasional yang terus berkembang seiring implementasi KUHP baru. Antusiasme, kedisiplinan, dan semangat peserta selama pembelajaran menjadi gambaran keberhasilan pelatihan yang diharapkan dapat terus diterapkan pada berbagai pelatihan lintas peradilan lainnya.
Pada akhirnya, pelatihan ini bukan sekadar ruang belajar. Lebih dari itu, ia menjadi bagian dari langkah bersama dalam mempersiapkan para hakim menghadapi wajah baru sistem pemidanaan nasional Indonesia.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


