Bogor, 15 April 2026 — Siapa bilang kesibukan menghalangi kreativitas?
Di tengah padatnya Pembelajaran Klasikal Latihan Dasar (LATSAR) CPNS Mahkamah Agung RI Gelombang I Angkatan V Tahun 2026 yang berlangsung pada 09 hingga 20 April 2026 di Kampus Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan (Menpim), para peserta justru membuktikan sebaliknya.



Di sela waktu istirahat, setelah kelas usai, bahkan di tengah lelahnya aktivitas fisik, mereka tetap berkarya—mengubah proses pembelajaran menjadi sebuah film inspiratif.
Bukan Sekadar Video, Tapi Cerita Perjalanan
Film yang diproduksi bukan sekadar dokumentasi, melainkan representasi nyata dari penerapan empat agenda pembelajaran LATSAR, yaitu:
- Agenda 1: Sikap Perilaku Bela Negara — tercermin dalam semangat disiplin, kerja keras, dan kebersamaan
- Agenda 2: Nilai-Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK) — hidup dalam setiap interaksi dan kerja tim
- Agenda 3: Kedudukan dan Peran PNS Menuju Smart Governance — terlihat dalam pola pikir adaptif dan solutif
- Agenda 4: Habituasi — diwujudkan dalam kebiasaan nyata, bukan sekadar teori
Di Balik Layar: Lelah yang Menjadi Cerita
Setelah seharian mengikuti pembelajaran, peserta tetap meluangkan waktu untuk:
- Menyusun konsep cerita
- Membagi peran dalam tim
- Melakukan pengambilan gambar di berbagai lokasi
- Hingga proses editing menjadi satu karya utuh
Namun justru di sanalah nilai LATSAR benar-benar terasa.
“Kami tidak hanya belajar… kami menjalaninya. Film ini adalah cerita kami,” ungkap salah satu peserta.



Kolaborasi yang Menghidupkan Nilai
Dalam prosesnya, tidak ada yang bekerja sendiri. Seluruh peserta terlibat aktif dan berkontribusi.
Nilai-nilai seperti:
- Kolaboratif
- Adaptif
- Loyal
tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata.
Coach memberikan bimbingan, penguji mengarahkan, dan peserta saling menguatkan, membentuk ekosistem pembelajaran yang dinamis dan bermakna.
Lebih dari Sekadar Tugas
Bagi para peserta, film ini bukan sekadar kewajiban, melainkan:
- Refleksi diri
- Bukti perubahan
- Simbol kesiapan menjadi ASN yang sesungguhnya
“Dari sini kami belajar bahwa bela negara bukan hanya teori, tetapi tindakan nyata dalam setiap peran kami sebagai ASN,” ujar peserta lainnya.
Menuju ASN yang Adaptif dan Inspiratif
Karya film ini juga menunjukkan bahwa ASN masa kini dituntut tidak hanya kompeten secara substansi, tetapi juga mampu:
- Berinovasi
- Berkomunikasi secara kreatif
- Memanfaatkan teknologi secara efektif
Sebuah langkah kecil menuju implementasi Smart Governance yang lebih luas.
Apresiasi Karya Terbaik
Dari delapan kelompok yang masing-masing terdiri dari lima orang, seluruhnya berhasil menghasilkan karya film yang kreatif dan inspiratif.
Berdasarkan hasil penilaian, Kelompok 8 berhasil meraih predikat sebagai karya film terbaik.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa kriteria utama, yaitu:
- Kesesuaian substansi dengan empat agenda pembelajaran LATSAR
- Kedalaman pesan dan internalisasi nilai bela negara serta BerAKHLAK
- Kreativitas dan orisinalitas ide
- Kualitas teknis produksi (visual, audio, dan editing)
- Kekuatan penyampaian pesan dan dampak (impact)






Penutup: Dari Peserta Menjadi Pengabdi
Di balik setiap adegan, ada perjuangan.
Di balik setiap dialog, ada nilai.
Dan di balik setiap karya… ada transformasi.
Mereka datang sebagai peserta LATSAR…
dan pulang sebagai ASN yang siap mengabdi untuk keadilan dan negeri.



Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


