Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Kredit Dinyatakan Macet: Bolehkah Bunga dan Denda Terus Bertambah?

5 March 2026 • 20:00 WIB

Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional

5 March 2026 • 19:00 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Panduan Menjadi Pejabat yang Nyaris Kompeten
Features Satire

Panduan Menjadi Pejabat yang Nyaris Kompeten

Khoiruddin HasibuanKhoiruddin Hasibuan26 December 2025 • 00:41 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Selamat datang di Republik ABS yang ramah terhadap kesalahan! Di sini, semua boleh salah, asal dilakukan dengan penuh keyakinan, tanpa niat jahat dan disertai tanda tangan resmi. Kalau kejahatan masih bikin takut, inkompetensi justru menenteramkan hati. Ia datang dalam balutan kerapian seragam, dengan senyum rapat koordinasi, dan jargon “demi kepentingan bersama.”

Inilah negeri yang paling aman di dunia. Di Negeri ini kejahatan bisa dihukum, tapi kesalahan dijadikan budaya. Di sini, inkompetensi bukan kutukan, melainkan kompetensi baru yang dipuja. Yang penting tidak jahat, meski salah langkah di setiap rapat. Yang penting niatnya baik, meski hasilnya mengubur nyawa.

Kejahatan biasanya ketahuan, karena pelakunya tergesa-gesa. Tapi inkompetensi? Ia bekerja lembut, memiliki sopan santun, berpenampilan bak tokoh agama kondang, berpengharapan tinggi, dan gemar rapat. Tidak perlu merasa bersalah; cukup buat memo panjang yang tak dibaca siapa pun, lalu sebut itu “tindakan strategis.” Ketika bencana datang, tinggal ucapkan: “Kita sudah berupaya maksimal.” Rakyat, seperti biasa, akan menambahkan doa.

Setiap tahun, sungai meluap, rumah tenggelam, anak terhanyut. Lalu datang tim tanggap darurat menggunakan rompi baru, bendera kecil di dada, dan janji-janji. Ketika ditanya mengapa banjir tak henti-henti, jawabannya sederhana: “Curah hujan ekstrem.” Tak seorang pun berani menulis laporan tentang pohon-pohon yang ditebang atau proyek drainase yang raib bersama anggarannya. Di negeri ini, musibah adalah cara paling santun untuk menyebut kebodohan kolektif.

Tata ruang rusak? Itu bukan salah perencana, tapi “tantangan alam.” Longsor dan banjir? Bukan akibat hutan yang digunduli, tapi “curah hujan ekstrem di luar prediksi.” Sistem peringatan dini padam? Ah, itu hanya “proses pembaruan sistem.” Di negeri para ahli seremonial, semua tragedi punya narasi yang terdengar sangat akademis.

Baca Juga  Saat Janji Rumput Menguap, Keadilan Runtuh diterkam Kepentingan

Dalam ruang sidang, hakim dijuluki “wakil Tuhan di bumi,” tapi sayangnya Tuhan di dunia hukum sering dibatasi jam kerja dan kinerja printer. Jika seorang ibu kehilangan hak asuh karena salah tafsir pasal—tenang saja! Itu bukan bencana sosial, hanya “judicial slip.” Istilah yang manis untuk sebuah nasib yang pahit.

Palu hakim – nampak dari sorotan kamera – mengetuk dengan tenang. Satu keputusan kecil berpindah tangan, satu kehidupan berganti nasib, satu ketidakadilan dilegalkan dengan bahasa hukum yang indah. Para ahli menyebutnya “bounded rationality,” tapi rakyat menyebutnya nasib buruk yang disahkan secara formal. Tidak ada darah di persidangan, hanya tinta dan stempel dalam putusan/penetapan, tapi luka sosialnya menetes lama, lebih pelan dari air hujan yang merobohkan bukit.

Dan para pemimpin pada setiap level instansi? Mereka tampak alim dan penuh visi. Mereka bicara dengan metafora, mengaku berpihak pada rakyat, tapi tak pernah benar-benar mendengar apa pun. Mereka tidak membaca data karena “percaya pada insting.” Mereka tidak takut pada bencana, karena bencana ada untuk memberi mereka panggung kepahlawanan semu. Ketika semuanya runtuh, mereka akan berdiri gagah di reruntuhan sambil berkata: “Kita akan evaluasi.” Evaluasi, kata paling suci dalam kamus orang yang tak pernah belajar.

Para pemimpin tersebut membangun kebijakan dari ruang ber-AC, jauh dari lumpur tempat rakyatnya tenggelam. Mereka percaya pada intuisi, menolak data, dan sangat mencintai frasa sakral: “Saya yakin ini solusi terbaik.” Seperti sopir yang menutup mata supaya bisa “merasakan jalan,” mereka setia mengemudi menuju jurang, dengan semangat kebangsaan yang berkobar.

Di republik ABS ini, kesalahan bukan merupakan aib. Ia adalah sistem. Ia menunjuk dirinya sendiri, mencetak SK, membangun gedung, dan menggaji pegawai. Sementara rakyatnya belajar untuk tidak berharap, karena harapan di sini sudah masuk kategori utopia administratif. Tidak perlu jahat untuk menghancurkan republik ini. Cukup percaya diri, sedikit buta arah, dan mengucapkan “demi kepentingan bersama.”

Baca Juga   Jejak Air, Jejak Kebijakan: Membaca Bencana sebagai Cermin Tata Kelola

Inilah Republik yang melahirkan tragedi tanpa pelaku, bencana tanpa penjahat, dan kematian tanpa rasa bersalah. Di mana kejahatan hanyalah kriminalitas kecil, dan inkompetensi adalah dosa yang disucikan dengan rapat koordinasi.

Dan jangan khawatir, kalau sistem gagal, kita punya solusi universal yang selalau didengungkan “evaluasi dan doa bersama.” Karena di Republik ABS ini, doa telah lama menjadi bagian dari manajemen risiko.

Jadi, mari rayakan inkompetensi sebagai seni tertinggi dalam kepemimpinan. Ia tidak sekejam kejahatan, tapi lebih efisien dalam menghancurkan masa depan. Kejahatan butuh niat jahat. Inkompetensi cukup dengan rapat mingguan, pidato motivasi, dan powerpoint penuh eufemisme.

Pada akhirnya, kita diajak percaya: korban bencana hanyalah takdir, bukan akibat memo yang tersesat, tender yang salah alamat, atau keputusan yang diambil sambil menatap presentasi bergambar awan-awan.

Selamat bekerja, para pejabat nyaris kompeten. Dunia mungkin butuh pahlawan, tapi di Republik ABS ini, sudah cukup dengan niat baik yang tidak tahu caranya.

Khoiruddin Hasibuan
Kontributor
Khoiruddin Hasibuan
Hakim Pengadilan Agama Soreang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

bencana kritik birokrasi politik satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Demo
Top Posts

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB
Don't Miss

Ketika Kredit Dinyatakan Macet: Bolehkah Bunga dan Denda Terus Bertambah?

By Sriti Hesti Astiti5 March 2026 • 20:00 WIB0

Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung RI No 2899 K/Pdt/1994, tanggal 15 Februari 1996 memang patut dikenang…

Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional

5 March 2026 • 19:00 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Mengawal Legislasi Demokratis: Prof. Andi Muhammad Asrun Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik

5 March 2026 • 15:27 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ketika Kredit Dinyatakan Macet: Bolehkah Bunga dan Denda Terus Bertambah?
  • Hukum Humaniter Internasional dan Upaya Meredamkonflik Bersenjata Internasional
  • Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan
  • Mengawal Legislasi Demokratis: Prof. Andi Muhammad Asrun Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik
  • Harmonisasi dan Rekonstruksi Pemidanaan: Menelaah Urgensi dan Tantangan Undang-Undang Penyesuaian Pidana

Recent Comments

  1. hello world on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas, S.H., M.Kn.
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.