Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua

October 19, 2026

Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga

October 19, 2026

Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan

October 19, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » 70 Tahun Bapak Konstitusi: Prof. Jimly Asshiddiqie.

70 Tahun Bapak Konstitusi: Prof. Jimly Asshiddiqie.

Enrico SimanjuntakBy Enrico SimanjuntakApril 20, 2026 · 10:58 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Fantastis. Mungkin ini patut masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Dalam rangka peringatan ulang tahun seorang tokoh bangsa secara hampir bersamaan, kurang lebih 13 buku berupa Liber Amicorum, diterbitkan oleh berbagai institusi dan komunitas dalam rangka memperingati 70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie. Menjelang dan sesudah hari ulang tahunnya itu, 17 April, secara maraton berbagai kegiatan peluncuran buku berlangsung. Dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Depok, meluncurkan dua buku sekaligus. Buku pertama berjudul: ”Jejak Ilmu dan Keteladanan Guru Besar Konstitusi Bangsa”, berisi kumpulan testimoni dari dosen, pimpinan dan alumni FH UI. Buku kedua dari Indonesian Law Debating Society FH UI berjudul ”Jimly dan Debat:  Mosi, Mimbar, Dan Kami Yang Terus Mengutipnya”. Keesokan harinya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meluncurkan buku “Etika yang Melembaga: 70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie–Warisan Gagasan dan Penguatan DKPP”. Sedangkan di hari yang sama, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar peluncuran buku berjudul “Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman”.

Tidak kalah meriahnya, diluar komunitas hukum, Ikatan Cendikawan Muslim Indonesia (ICMI) serta Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), masing-masing ikut menerbitkan buku untuk memperingati 7 dasawasarsa Bapak Pendiri Mahkamah Konstitusi itu. Pada tanggal 20 April 2026, seperti tidak mau ketinggalan dari pihak lain, penerbit buku terkemuka: Kompas, pun meluncurkan dan melaksanakan bedah buku ”Begawan Konstitusi: Sosok Jimly Asshiddiqie dalam Catatan Kompas 1989–2026”, sebuah dokumentasi penting yang merekam gagasan, peran, dan kontribusi Prof. Jimly Asshiddiqie dalam membangun fondasi negara hukum dan demokrasi konstitusional di Indonesia.

Sungguh luar biasa sambutan dan partisipasi beragam lembaga, komunitas, tokoh, dosen, mahasiswa untuk menerbitkan buku-buku yang tidak hanya sekadar berisi semata-mata pesan dan kesan tetapi juga refleksi tentang pentingnya jejak keilmuan, kiprah kelembagaan, dan pengaruh intelektual Prof. Jimly yang sangat luas dan mengakar kuat dalam perkembangan hukum dan diskursus konstitusi di negara kita.

Beliau masih ikut terus berkontribusi memecahkan permasalahan-permasalahan konkret bangsa dan negara. Terakhir ia ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Ketua Percepatan Reformasi Polri. Tidak berlebihan rasanya, jika Buya Syafii Maarif dijuluki sebagai muazin bangsa karena keteguhannya untuk terus mengingatkan ketidakadilan, korupsi, serta perjuangan toleransi, maka Prof. Jimly patut disematkan predikat yang sama. Tentu gelar atau predikat seperti itu tidak akan pernah diminta oleh empunya tetapi pemberian anugerah gelar seperti itu memiliki nilai simbolik yang sangat berarti tentang suatu pokok, bukan tokoh. Apalagi sebelumnya sudah ada yang menjuluki beliau sebagai pendekar konstitusi seperti terangkum dalam buku ”Pendekar Konstitusi Jimly Asshiddiqie : Satria Bijak Bestari dari Bumi Sriwijaya” terbitan Hanan Pustaka, di tahun 2006 silam. Tetapi mungkin lebih tepat lagi beliau disematkan gelar sebagai Bapak Kontitusi. Saya sependapat dengan Fritz Edward Siregar, istilah itu bukan untuk mengagungagungkan secara personal, melainkan pengakuan terhadap kontribusi struktural yang telah Prof. Jimly berikan pada bangunan konstitusional Indonesia (”Jejak Ilmu dan Keteladanan Guru Besar Konstitusi Bangsa”, halaman 176).

Baca Juga  Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

Sifat pantang menyerah dan kerja keras sudah tertanam sejak muda dalam diri Prof. Jimly. Bagi generasi muda yang mulai mengejar sukses pendidikan tinggi, kisah perjalanan hidup Prof. Jimly patut menjadi inspirasi. Di buku ”Setengah Abad Jimly Asshiddiqie,   Konstitusi dan Semangat Kebangsaan” dikisahkan bagaimana Jimly muda yang hendak merantau ke Pulau Jawa namun mengalami nasib sial karena kecopetan di tengah perjalanan sesampai di Stasiun Kereta Api di Kawasan Panjang. “Yang tersisa hanya Rp. 75,- di saku dan surat-surat saja,” kenangnya. Namun kesialan itu tidak menyurutkan langkahnya, ia pantang pulang ke rumah. Berbekal niat teguh dan bantuan seorang polisi yang baik hati, Jimly berhasil menyeberang ke Merak dengan gratis dan tibalah ia di ibukota, Jakarta.  Lalu, di ibukota untuk membiayai kuliahnya, ia sambil bekerja sebagai penerjemah di Kedutaan Besar Pakistan. Kehidupan di Ibu Kota yang keras justru menumbuhkan kesadaran mendalam dalam dirinya bahwa pendidikan adalah jalan paling efektif untuk meningkatkan taraf hidup dan martabat diri. Waktu itu siapa yang mampu menduga jika pemuda pemuda tangguh itu kelak menjadi Guru Besar Fakultas Hukum sekaligus pendiri dan ketua Mahkamah Konstitusi pertama?. Yang jelas, dibalik kisah ini, terselip pesan moral bahwa tantangan dan kesulitan hidup tidak boleh menjadi pembenaran untuk gagal meraih impian dan kesuksesan. Mungkin karakter positif inilah antara lain yang ikut menjelaskan dari mana ketangguhan dan keteguhan Prof. Jimly membangun kesadaran konstitusi maupun institusi bernama Mahkamah Konstitusi atau institusi lain seperti selama ini kita saksikan bersama.

Siapa pun yang pernah menjadi mahasiswanya pasti mengingat bagaimana Prof. Jimly selalu berpesan bahwa hukum itu tidak hanya terpaku pada aturan tertulis, tapi juga memiliki keluhuran budi pekerti. Itulah sebabnya mungkin beliau sering meneruskan pesan bijak dari Earl Warren, Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat, 1963-1959: ”law floats in a sea of ethics”, hukum mengapung di atas samudera etika. Di sisi lain, Prof. Jimly selalu mengajarkan sarjana hukum itu bukan sarjana titik-koma. Maksudnya tanpa harus dilabeli jargon hukum progresif, seorang sarjana hukum harus mampu berpikir kritis-konstruktif, tidak terkekang sekat-sekat legisme. Di kelas perbandingan konstitusi, Magister Hukum Tata Negara FHUI, di tahun 2013, saya masih ingat bagaimana decak kagum teman-teman setiap kali beliau selesai mengajar di kelas. Jam kuliah terasa menjadi sangat pendek setiap topik-topik ruwet tentang teori dan praktik hukum tata negara selesai didiskusikan di kelas.

Baca Juga  Refleksi Menuju 12 Tahun Eksistensi Pengujian Unsur Penyalahgunaan Wewenang DalamPenanganan Perkara Korupsi

Tetapi, pengaruh dan warisan pemikiran Prof. Jimly tentu melampaui ruang-ruang fisik perkuliahan. Beliau tidak tinggal di menara gading. Tidak hanya berteori, tetapi terjun langsung dalam praktik. Itulah sebabnya, dalam konteks pembaruan peradilan, sempat ada wacana untuk menyematkan gelar “Bapak Peradilan Modern Indonesia” kepada beliau meskipun hingga kini belum terealisasi. Dalam rangka memperluas akses pelatihan keterampilan hukum bagi praktisi dan masyarakat luas, beliau mendirikan Jimly School of Law and Government Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelatihan dan pendidikan hukum. Dengan kata lain, energi dan semangatnya tidak pernah surut meskipun beliau tidak menduduki jabatan-jabatan resmi kenegaraan lagi.

Seorang tokoh besar di bidang hukum memang akan selalu punya jejak yang panjang apalagi jika tokoh itu terus konsisten dan terus berkomitmen memajukan kehidupan hukum, sebagaimana halnya tercermin dari sosok Prof. Jimly. Dalam konteks kekuasaan kehakiman, sosok Prof. Jimly mengingatkan kita kata-kata dari Rehan Abeyratne & Iddo Porat, dalam bukunya tentang ketokohan para hakim di berbagai belahan dunia dan lintasan sejarah: “Towering Judges a comparative study of constitutional judges” (Cambridge University Press, 2021) bahwa: “…there is a long-standing tradition of biographies of great judges and groups of judges in important historical moments…”. Ketokohan dan pengaruh para hakim yang menonjol dalam kiprahnya (towering judge) telah menjadi objek studi berbagai penelitian hukum, karena baik melalui putusan-putusannya yang monumental atau kualitas kepemimpinan dan perilaku, mereka sepenuhnya dinilai mampu membentuk kembali lanskap peradilan, hukum, dan bahkan masyarakat, khususnya dalam konteks hukum publik dan kewenangan peradilan dalam pengujian norma hukum atau singkatnya dalam bidang judicial review. Dalam konteks ini menjadi relevan lagi jika kita membaca disertasi Stefanus Hendrianto berjudul: “Law and Politics of Constitutional Courts: Indonesia and The Search for Judicial Heroes” (New York: Routledge, 2018), yang membahas pergulatan dan/atau kiprah “heroisme yudisial” Prof. Jimly Asshiddiqie pada masa-masa awal berdirinya Mahkamah Konstitusi (MK). Unsur-unsur “heroisme yudisial” tersebut dalam pendekatan kerangka pengadilan yang unggul (The Framework of Courts Excellence) dapat dikatakan pararel dengan kriteria kepepimpinan dan manajemen Pengadilan yang dipahami sebagai elemen pengarah/pengendali (driver) bagi pelaksanaan tupoksi peradilan.

Akhirnya, selamat menapaki usia ke-70, Prof. Jimly. Semoga senantiasa dianugerahi kesehatan, keberkahan, dan kekuatan untuk terus berkarya serta menginspirasi banyak orang melalui pemikiran-pemikiran yang mencerahkan.

Enrico Simanjuntak
Kontributor
Enrico Simanjuntak
Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Bapak Konstitusi Demokrasi Konstitusional Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie Judicial Review Konstitusi Indonesia Liber Amicorum Mahkamah Konstitusi Reformasi Hukum Tokoh Hukum Indonesia
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Berwenangkah MK Menguji Keabsahan Pencalonan Pilpres?

September 30, 2026

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Syamsul Arief, dari Aktivis, Wartawan, Pelari Ultra  Hingga Hakim Agung di Usia 50 Tahun

September 2, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Don't Miss

Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua

By Cecep MustafaOctober 19, 20260

Lima bagian tulisan ini membawa kita pada satu pemahaman penting: keamanan pengadilan tidak cukup dibangun…

Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga

October 19, 2026

Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan

October 19, 2026

Mengurai Fragmentasi Kewenangan Pengamanan Pengadilan

October 19, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua
  • Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga
  • Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan
  • Mengurai Fragmentasi Kewenangan Pengamanan Pengadilan
  • Menjaga Benteng Keadilan: Mengapa Pengadilan Membutuhkan Pusat Komando

Recent Comments

  1. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  2. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  3. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  4. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  5. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.