Megamendung, 20 April 2026 — Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Golongan II dan III Angkatan 1 sampai dengan 9 Tahun 2026 resmi ditutup pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Auditorium Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh Kepala BSDK MA RI Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H., Sekretaris BSDK MA RI Dr. drs. Ach. Jufri, S.H., M.H., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan D.Y. Witanto, S.H., para hakim yustisial, widyaiswara, serta seluruh unsur panitia penyelenggara.

Dalam laporannya, Kepala Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan menyampaikan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS ini berlangsung sesuai SK Penetapan Peserta, dengan total 647 jam pelajaran (JP) atau selama 74 hari, terhitung sejak 10 Januari sampai dengan 20 April 2026. Selama masa pelatihan, peserta menjalani rangkaian pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan integritas sebagai calon aparatur peradilan.
Sebagai bagian dari penyelenggaraan pelatihan, evaluasi dilakukan oleh Subbagian Evaluasi Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan, yang meliputi evaluasi kepada peserta dan evaluasi kepada penyelenggara. Adapun penilaian kepada peserta terdiri atas evaluasi sikap perilaku sebesar 15 persen, tes akademik 20 persen, rancangan aktualisasi 20 persen, pelaksanaan aktualisasi 30 persen, serta penguatan kompetensi teknis bidang tugas 15 persen.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, seluruh peserta Latsar CPNS Gelombang I Golongan II dan III Tahun 2026 dari Angkatan 1 sampai dengan Angkatan 9 dinyatakan lulus seluruhnya. Pengumuman kelulusan itu disambut dengan rasa syukur dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, D.Y. Witanto, S.H. juga menyampaikan nama-nama tiga peserta terbaik dari masing-masing angkatan, yang semakin menambah semarak suasana penutupan. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras, konsistensi, dan dedikasi peserta selama mengikuti proses pelatihan.

Dalam sambutan penutupnya, Kepala BSDK MA RI Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H. menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Latsar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan ini tidak terlepas dari peran para hakim yustisial, widyaiswara, pelatih, serta panitia pelaksana yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.
“Tanpa semua hakim yustisial, widyaiswara, pelatih, dan panitia pelaksanaan, Latsar tidak akan berjalan dengan baik dan menghasilkan kader Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya yang membanggakan,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta, khususnya yang meraih peringkat terbaik, agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, capaian selama Latsar merupakan awal dari ujian yang sesungguhnya dalam dunia kerja.
“Yang meraih ranking, jaga selalu. Ujian selanjutnya adalah kehidupan dunia kerja yang sesungguhnya. Proses bertahun-tahun akan membuktikan apakah kalian dapat terus menjaga kualitas itu. Dua minggu dapat menentukan, tetapi bertahun-tahunlah yang menunjukkan sikap dan kedisiplinan. Percuma pintar, tetapi tidak patuh dalam kebaikan.”
Dalam pesannya, beliau juga mengangkat makna mendalam dari ungkapan sami’na wa atha’na—kami mendengar dan kami taat. Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan kerja, khususnya di lingkungan peradilan. Sami’na berarti kesediaan untuk mendengar dengan saksama, memahami arahan, menerima pembinaan, dan membuka diri terhadap nasihat. Sementara atha’na berarti ketaatan untuk melaksanakan amanah, aturan, serta tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Dalam dunia kerja, sikap ini melahirkan pribadi yang disiplin, rendah hati, mudah diarahkan kepada kebaikan, dan tidak berjalan menurut ego pribadi. Dari ketaatan yang benar lahir profesionalitas, dari profesionalitas tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan itulah masa depan yang baik dibangun. Ia pun mengingatkan agar para peserta tetap kreatif dan komunikatif, namun tidak meninggalkan nilai kepatuhan, etika, dan semangat kolaborasi.
Lebih lanjut, beliau berharap Latsar Mahkamah Agung RI dapat terus melahirkan kader-kader terbaik bagi lembaga peradilan Indonesia. Dalam nuansa penuh harap, ia menggambarkan bahwa dua puluh tahun mendatang, para peserta yang hari ini berdiri sebagai CPNS bisa saja dipertemukan kembali dalam kapasitas yang lebih besar—sebagai ketua pengadilan, hakim, pimpinan satuan kerja, atau jabatan strategis lainnya. Karena itu, ia mengingatkan agar para peserta tidak memelihara iri hati terhadap keberhasilan orang lain, tetapi menjadikannya sebagai energi untuk terus bertumbuh dan menjadi pribadi terbaik.
Sementara itu, kesan dan pesan peserta disampaikan oleh Risa Setiawati, perwakilan peserta dari TUN Palembang. Dalam penyampaiannya, ia menuturkan bahwa mengikuti Latsar bukan semata-mata tentang menyusun revisi aktualisasi, melainkan sebuah perjalanan penuh makna dalam menapaki langkah menjadi ASN.
“Mengikuti Latsar bukan hanya tentang menyusun revisi laporan aktualisasi, namun lebih dari itu. Ini adalah perjalanan penuh makna sebagai proses menjadi ASN. Setiap dinamika mengajarkan kami arti integritas, tanggung jawab, dan saling menguatkan satu sama lain. Menjadi ASN di lingkungan peradilan adalah tentang amanah menegakkan keadilan dan memberikan pelayanan terbaik.”
Ia juga menyampaikan bahwa semangat pengabdian yang tumbuh selama pelatihan akan terus hidup dalam diri para peserta. Bagi mereka, Mahkamah Agung RI bukan sekadar tempat bekerja, melainkan tempat di mana jutaan mimpi anak bangsa berlabuh dan menjadi kebanggaan bagi orang tua serta keluarga.
Prosesi penutupan Latsar berlangsung khidmat dan penuh haru. Penutupan secara simbolis ditandai dengan penanggalan kartu peserta, yang menandakan berakhirnya masa Pelatihan Dasar CPNS Gelombang I Golongan II dan III Tahun 2026. Momen tersebut disambut sorak dan tepuk tangan seluruh peserta, menjadi penanda berakhirnya satu fase penting sekaligus dimulainya perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.
Rangkaian Latsar yang telah dilalui menjadi pijakan awal yang sangat berarti bagi para peserta. Proses tersebut bukan hanya menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan integritas, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang mempersatukan peserta dari berbagai wilayah dalam satu semangat pengabdian. Kebersamaan yang terbangun selama pelatihan mencerminkan pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan kolaborasi sebagai fondasi dalam mendukung terwujudnya institusi peradilan yang semakin baik, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


