Mega Mendung, Bogor – Pelatihan Panitera/Panitera Pengganti Peradilan Agama se-Indonesia resmi dibuka di Aula BSDK Mega Mendung, Bogor, pada Senin pagi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H.
Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga tanggal 12 Juni 2026, diikuti oleh 50 orang Panitera/Panitera Pengganti dari berbagai Pengadilan Agama di seluruh Indonesia. Selain para peserta, acara pembukaan juga dihadiri oleh Sekretaris BSDK, para Hakim Yustisial pada Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, serta pejabat struktural di lingkungan lembaga tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala BSDK, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H. menekankan bahwa panitera/panitera pengganti memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam sistem peradilan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan administrasi perkara dan pelayanan peradilan sangat ditentukan oleh profesionalisme aparatur kepaniteraan.
“Panitera merupakan tulang punggung pelaksanaan kegiatan administrasi di peradilan. Kelancaran administrasi perkara, tertib persidangan, hingga kualitas pelayanan kepada para pencari keadilan sangat bergantung pada kompetensi dan integritas aparatur kepaniteraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital yang terus berlangsung di lingkungan Mahkamah Agung menuntut para panitera pengganti untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri. Penguasaan terhadap administrasi perkara berbasis elektronik, termasuk pemanfaatan aplikasi SIPP, e-Court, dan e-Litigasi, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam mendukung terwujudnya peradilan modern.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi teknis terkait administrasi persidangan dan pengelolaan perkara, tetapi juga mampu memperkuat integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Kehadiran para hakim yustisial dan Panitera/Panitera Pengganti dari berbagai daerah di Indonesia mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur peradilan agama dalam menghadapi tantangan pelayanan peradilan di era digital.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

