Jakarta, 22 April 2026 – Nama-nama seperti Shah Rukh Khan, Aamir Khan, hingga Kareena Kapoor serta film legendaris Bollywood seperti Dilwale Dulhania Le Jayenge, Kuch Kuch Hota Hai, hingga Mohabbatein mungkin lebih dulu membangkitkan imajinasi Masyarakat Indonesia tentang India. Namun, bagi 30 hakim dan aparatur peradilan Indonesia, India bukan hanya tentang sinema Bollywood yang ikonik. Mulai pekan ini, mereka akan menyelami sisi lain dari negeri tersebut yakni untuk mengetahui lebih dalam mengenai sistem peradilan modern yang berpusat di kota bersejarah Bhopal, Madhya Pradesh.
Mahkamah Agung Republik Indonesia, melalui Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK), secara resmi memberangkatkan delegasi yang terdiri atas hakim dan aparatur peradilan untuk mengikuti Program “Training and Capacity Building Programme for Judges and Judicial Officers (Indonesia)” yang diselenggarakan oleh National Judicial Academy (NJA), India. Program ini merupakan program pelatihan yudisial pertama bagi para Hakim Indonesia yang diselenggarakan atas dasar adanya kerja sama antara Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI dengan National Judicial Academy (NJA), India melalui skema Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) yang akan berlangsung pada 24 hingga 28 April 2026 di Kota Bhopal, India.
Kunjungan para hakim dan aparatur peradilan Indonesia ke Bhopal kali ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas di bidang hukum dan peradilan, tetapi juga membawa mereka ke sebuah kota yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Sebelum memulai rangkaian pelatihan intensif di National Judicial Academy (NJA), ada baiknya kita mengenal lebih dekat tentang Bhopal, kota yang menjadi tuan rumah sekaligus latar belakang berdirinya lembaga pendidikan yudisial tertinggi di India tersebut.
Sejarah Singkat Kota Bhopal
Bhopal awalnya dikenal sebagai Bhojpal, sebuah kota yang didirikan pada abad ke-11 oleh Raja Bhoja dari dinasti Paramara. Nama kota ini berasal dari “Bhoj Tal” atau “Danau Bhoj”, merujuk pada danau besar yang dibangun oleh sang raja. Pada masa inilah fondasi awal kota ini diletakkan.
Namun, fondasi Bhopal sebagai sebuah negara bagian (princely state) dimulai pada tahun 1707. Seorang tentara bayaran asal Afghanistan bernama Dost Mohammad Khan memanfaatkan kekacauan pasca runtuhnya Kekaisaran Mughal untuk membangun kekuasaannya. Pada 1723, ia secara resmi mendirikan Negara Bagian Bhopal, dan putranya, Yaar Mohammad Khan, kemudian menjadi Nawab (penguasa) pertama Bhopal pada tahun 1728. Fakta uniknya, Bhopal adalah salah satu dari sedikit kerajaan Islam di dunia yang memiliki beberapa penguasa perempuan yang kuat, yang dikenal sebagai para Begum.
Pada tahun 1818, setelah kalah dalam Perang Inggris-Maratha, Bhopal menjadi negara bagian kepangeranan di bawah kekuasaan Britania Raya. Meskipun demikian, Nawab (penguasa laki-laki) Bhopal tetap memerintah wilayahnya secara otonom. Saat India merdeka pada tahun 1947, Nawab Bhopal saat itu, Hamidullah Khan, awalnya enggan bergabung dengan India. Setelah melalui tekanan dan negosiasi yang intens, Bhopal secara resmi bergabung dengan India pada 1 Juni 1949. Statusnya sebagai negara bagian berakhir ketika Bhopal digabungkan ke dalam negara bagian Madhya Pradesh pada 1 November 1956 dan ditetapkan sebagai ibu kotanya.
Bhopal saat ini menjelma menjadi kota modern yang dinamis. Julukannya sebagai “Kota Danau” (City of Lakes) masih melekat erat, dengan keindahan Danau Bhojtal (Atas) dan Danau Lower (Bawah) yang menjadi ciri khasnya. Bhopal juga tumbuh menjadi pusat industri dan pendidikan yang penting. Di satu sisi, terdapat pesona masa lalu melalui masjid-masjid megah seperti Taj-ul-Masjid dan istana-istana bersejarah.
Taj-ul-Masjid sendiri adalah Masjid terbesar di India yang berada di kota Bhopal. Dengan luas interior sekitar 131 ribu meter persegi, masjid ini memiliki kapasitas 175 ribu orang. Masjid ini dibangun antara tahun 1868 dan 1901, dimulai oleh Sultan Shah Jehan Begum (penguasa Perempuan) dari Bhopal. Di sisi lain, kota ini berkembang dengan pusat-pusat perbelanjaan modern, taman, serta berbagai institusi penelitian dan universitas ternama, termasuk menjadi pusat Pendidikan dan Pelatihan Yudisial atau disebut sebagai National Judicial Academy (NJA) sehingga menjadikannya salah satu pusat pendidikan penting di India.
National Judicial Academy (NJA)
National Judicial Academy (NJA) adalah lembaga pendidikan dan pelatihan yudisial tertinggi di India. Akademi atau kampus ini merupakan simbol komitmen India untuk menciptakan sistem peradilan yang unggul melalui pengembangan professional para Hakim secara berkelanjutan. Kampus seluas 63 hektar ini terletak di pinggiran kota Bhopal yang indah dan bersejarah di sebuah bukit yang asri, menghadap ke kejauhan danau terkenal berusia 1000 tahun yang mengelilingi kota Bhopal. Kampus NJA secara luas diakui sebagai kampus pendidikan yudisial terbaik di dunia, dilengkapi fasilitas hunian untuk peserta pendidikan, perpustakaan lengkap, ruang konferensi dan seminar, serta auditorium canggih. Program akademik NJA sendiri dipandu oleh Strategi Pendidikan Yudisial Nasional (National Judicial Education Strategy/NJES) yang dikembangkan pada September 2006, bertujuan untuk memperkuat administrasi peradilan melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebijakan.
Delegasi dan Program Pelatihan
Delegasi Indonesia yang berjumlah 30 orang terdiri atas para pejabat struktural di lingkungan sekretariat Mahkamah Agung, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tingkat pertama, Hakim yustisial pada BSDK Mahkamah Agung, Hakim yustisial pada kepaniteraan Mahkamah Agung, Hakim yustisial pada Biro Hukum dan Humas Badan Urusan Administrasi, hingga Hakim tingkat pertama dari berbagai lingkungan peradilan di seluruh Indonesia.
Program pelatihan yang bertajuk “Program Pelatihan Hakim dari Republik Indonesia” ini akan digelar secara intensif pada tanggal 24 hingga 28 April 2026 di kampus NJA, Bhopal. Selama lima hari tersebut, para peserta akan mengikuti serangkaian sesi yang membahas isu-isu strategis dan kontemporer dalam dunia peradilan. Materi yang akan dibahas mencakup Peran dan Misi Pengadilan dalam Visi Konstitusional Keadilan, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) serta Kecerdasan Buatan (AI) dalam administrasi peradilan, penguatan Keterampilan Yudisial dan integritas hakim, hubungan Peradilan dan Media, tantangan Hukum Lingkungan global, Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR), Kejahatan Transnasional, hingga isu Kejahatan Siber dan Alat Bukti Elektronik.
Selain sesi kelas, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke pengadilan setempat (court visit) untuk berinteraksi langsung dengan para Hakim dan advokat India serta mengobservasi proses persidangan. Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam program ITEC di NJA ini merupakan wujud nyata kerja sama bilateral di bidang Hukum dan peradilan antara Indonesia dan India, sekaligus menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan pengalaman guna mendukung modernisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia peradilan.
Referensi:
“History.” District Bhopal, Government of Madhya Pradesh, India, bhopal.nic.in/en/history/. (diakses tanggal 22 April 2026).
“Taj-ul-Masajid.” Wikipedia, Wikimedia Foundation, 18 May 2024, en.wikipedia.org/wiki/Taj-ul-Masajid. (diakses tanggal 22 April 2026)
“The Institution.” National Judicial Academy, nja.gov.in/the-institution.html. (diakses tanggal 22 April 2026)
Training Programme for The Judges from The Republic of Indonesia 24-28 April, 2026 [SE-26]
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


