Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PA Baturaja Buka Layanan Berperkara Gratis, Perkuat Akses Keadilan Masyarakat

16 April 2026 • 09:28 WIB

Lagi! PN Rangkasbitung Konsisten Terapkan Mekanisme Pengakuan Bersalah!

16 April 2026 • 09:22 WIB

Ketika Diversi Menjadi Wujud Keadilan yang Memulihkan di Pengadilan Negeri Merauke

16 April 2026 • 09:18 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Dilema Eksploitasi Komoditas dan Menjaga Komunitas : Tantangan Peran Hakim Muda dalam Mewujudkan Keadilan Iklim
Artikel

Dilema Eksploitasi Komoditas dan Menjaga Komunitas : Tantangan Peran Hakim Muda dalam Mewujudkan Keadilan Iklim

Ganjar Prima AnggaraGanjar Prima Anggara2 December 2025 • 15:52 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Perubahan iklim global telah memacu peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi. Salah satu teknologi yang dinilai mampu berkontribusi dalam penurunan emisi adalah baterai yang membutuhkan komponen strategis yaitu nikel. Hal tersebut dikarenakan nikel dibutuhkan dalam pembuatan baterai pada kendaraan listrik, penggerak turbin angin, dan green energy technology lainnya yang ramah lingkungan. Indonesia merupakan produsen nikel terbesar dengan cadangan sekitar 21 juta ton atau setara 22% cadangan nikel global dan menempatkan Indonesia di peringkat teratas produsen nikel dunia (Kementerian ESDM, 2022). Survey geologi menunjukkan adanya cadangan bijih nikel laterit berkadar tinggi di Raja Ampat, Papua Barat Daya (Saputra et al., 2021). Hal tersebutlah yang membuat pemerintah Indonesia memberikan izin usaha pertambangan untuk mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) berupa nikel itu di Raja Ampat, Papua Barat Daya, meskipun menimbulkan pro dan kontra dalam perkembangannya. Pemerintah menganggap cadangan ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan negara dan menjadi langkah strategis dalam hilirisasi mineral yang mendorong penghasilan negara.

A.  Dilema Pertumbuhan Ekonomi Dan Kelestarian Lingkungan Hidup

Data yang dirilis oleh Kementerian ESDM (2022) menunjukkan produksi nikel telah memberikan keuntungan lebih dari 70 triliun rupiah untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Peningkatan PNBP diproyeksi terus bertambah dari sektor ini seiring beroperasinya pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Lebih lanjut lagi, pemerintah menargetkan ekspor produk hilir nikel, termasuk baterai kendaraan listrik dapat menghasilkan penerimaan negara hingga USD 35 miliar per tahun pada 2030 (BKPM, 2022). Namun eksploitasi tersebut sangatlah berisiko, karena Raja Ampat dikenal sebagai segitiga karang dunia (coral triangle) yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di bumi (KKPRajaampat, 2013) serta mengancam kearifan lokal masyarakat adat yang telah menjaga keseimbangan ekosistem selama berabad-abad. Konflik keadaan ini juga terjadi pada tataran norma (conflict of norms) yakni antara UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang terakhir diubah dengan UU Nomor 2 Tahun 2025 dengan UU Nomor 27 Tahun 2007 jo. UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K). UU Minerba membuka ruang luas bagi kegiatan penambangan, termasuk di wilayah daratan dan pesisir, dengan semangat hilirisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi, Sementara UU PWP3K secara tegas melarang kegiatan pertambangan di pulau-pulau kecil di bawah 2.000 km² dan wilayah pesisir tertentu, jika kegiatan itu mengganggu ekosistem, daya dukung, dan kelangsungan hidup masyarakat setempat. Sehingga dilema yang terjadi yakni negara harus menanggung tantangan keseimbangan kepentingan ekonomi makro dan tanggung jawab atas penjagaan lingkungan hidup yang di amanatkan oleh konstitusi.

Baca Juga  Tirai Tipis Budaya dan Pidana: Fenomena Adat Merariq (Melarikan Mempelai Perempuan) Dalam Perkawinan Suku Sasak di Lombok

B.  Keadilan Iklim dan Generasi Masa Depan

Konflik antara eksploitasi sumber daya alam dan perlindungan ekosistem, bukan hanya sekedar permasalahan ekonomi dan lingkungan, namun lebih dari itu yakni masalah keadilan antar generasi. World Commission on Environment and Development, 1987 menyebutkan bahwa negara harus mempersiapkan struktur pembangunan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengganggu kemampuan generasi yang akan datang dalam pemenuhan kebutuhan mereka atau disebut Asas keadilan antar-generasi (intergenerational equity). Asas tersebut seharusnya menjadi panduan awal negara hadir menjawab permasalahan keadilan lingkungan. Dalam pandangan Weiss. E.B (1996) keadilan inter generasi melahirkan kewajiban lingkungan terhadap Bumi (planetary obligations) dengan memastikan tiga hal yakni, yaitu: 1) Perlindungan atas opsi (conservation of options) yakni menginginkan agar keberagaman pilihan atas sumber daya alam yang dimiliki oleh generasi yang akan datang, setidaknya, tidak lebih buruk dari keberagaman pilihan yang dimiliki oleh generasi sekarang; 2) Perlindungan atas kualitas (conservation of quality) yakni generasi sekarang memikul beban untuk memastikan bahwa kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang dimiliki oleh generasi yang akan datang tidak akan lebih buruk dari kualitas yang dimiliki oleh generasi sekarang, dan 3) perlindungan atas akses (conservation of access) yakni mencerminkan adanya alokasi hak dan akses terhadap sumber daya alam yang seimbang antar generasi yang berbeda dan antar sesama anggota dari generasi sekarang. Dalam konteks hukum Indonesia, Mahkamah Konstitusi pernah menegaskan prinsip ini, misalnya dalam Putusan MK Nomor 85/PUU-XI/2013 tentang Pengujian UU Kehutanan, yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus memperhatikan keberlanjutan bagi generasi mendatang sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara (MK RI, 2013).

Lebih lanjut, penerapan keadilan lingkungan bisa ditegakkan melalui prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC). 1) Free bermakna Persetujuan yang harus diberikan secara bebas, tanpa paksaan, intimidasi, atau tekanan; 2) Prior bermakna Persetujuan yang harus diminta sebelum aktivitas dimulai; 3) Informed bermakna Pihak yang dimintai persetujuan harus mendapat informasi lengkap, jelas, mudah dipahami, termasuk risiko dan dampak; 4) Consent bermakna harus ada persetujuan yang sah dari masyarakat terkait. Mereka berhak menerima atau menolak. Hal ini sejalan dengan Deklarasi PBB tentang Hak- Hak Masyarakat Adat (UNDRIP) 2007 dan ILO Convention No. 169 on Indigenous and Tribal Peoples (1989)

Penegakan kedua asas tersebut, menjadikan negara memiliki cara untuk tetap meningkatkan pendapatannya, serta lingkungan maupun masyarakat adat tidak dirugikan. Hal itu dapat terwujud apabila keseimbangan dalam pelaksanaan eksploitasi sumber daya alam terjadi, tidak terkecuali dengan keadaan saat ini di Raja Ampat. Lebih lanjut lagi, prinsip tersebut ditegakkan bersama dengan pengimplementasian prinsip kehati-hatian lingkungan (Precautionary Principle), dengan memperhatikan seluruh ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga  REPUBLIKANISME, DEMOKRASI, DAN NEGARA HUKUMSUARA BSDK

C. Tantangan Peran Hakim Muda dalam Mewujudkan keadilan Iklim

Hakim muda memiliki banyak tantangan dalam penanganan perkara lingkungan yang sangatlah krusial, karena konflik lingkungan cenderung banyak terjadi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Hakim muda memiliki tanggung jawab besar untuk mengurai permasalahan itu melalui pendekatan hukum yang progresif. Dengan tujuan utamanya yakni memberikan keadilan lingkungan berbasiskan pembangunan berkelanjutan. Oleh karenanya penulis sebagai Hakim Muda merekomendasikan kepada pemerintah khususnya Mahkamah Agung, untuk memberikan pedoman penanganan perkara lingkungan (seperti: Surat Edaran Mahkamah Agung) yang bukan sekedar melihat dari segi administratif, perdata atau pidana, namun juga bisa menjabarkan penanganan perkara lingkungan berbasiskan asas intergenerational equity dan FPIC, atau setidak-tidaknya memasukkan cara penanganan perkara lingkungan secara umum yang berlandaskan asas tersebut di kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim terpadu (PPCH). Hal ini akan sangat berguna dalam penugasan pertama Hakim di daerah, yang notabene banyak bersentuhan permasalahan lingkungan dan alam. Karena hukum harus memihak pada lingkungan (Ecocentric approach) dan Hakim juga harus memberikan keadilan terbaik bukan hanya untuk negara, namun juga masyarakat adat dan kaum rentan.

Referensi

  1. US Geological Survey. (2023). Mineral Commodity Summaries: Nickel.
    https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2023/mcs2023-nickel.pdf
  2. Kementerian ESDM RI. (2022). Statistik Mineral dan Batubara 2022. Jakarta:
    Direktorat Jenderal Minerba.
  3. BKPM. (2022). Laporan Hilirisasi Minerba untuk Peningkatan Ekonomi Nasional.
    Jakarta: BKPM.
  4. Saputra, R., et al. (2021). “Potensi dan Tantangan Eksploitasi Nikel di Papua Barat.”
    Jurnal Geologi dan Pertambangan, 31(2), 145-158.
  5. Conservation International Indonesia. (2013). Raja Ampat: The Global Center of
    Marine Biodiversity.
  6. World Commission on Environment and Development. (1987). Our Common Future
    (Brundtland Report).
  7. Weiss, E. B. (1996). Intergenerational Equity and Rights of Future Generation. In A. A. C. Trindade (Ed.), The Modern World of Human Rights: Essays in Honour of Thomas Buergenthal (pp. 608609). San José, Costa Rica: Inter-American Institute of Human Rights. World Commission on Environment and Development. Report of the World Commission on Environment and Development: Our Common Future (1987). Retrieved from http://www.un-documents.net/wcedocf.html
  8. UN General Assembly Resolution 61/295 (2007). United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples.
  9. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 28 H dan Pasal 33.
Ganjar Prima Anggara
Kontributor
Ganjar Prima Anggara
Hakim Yustisial, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Urusan Administrasi

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Bullion Bank dan Celah Hukum: Saat Emas Menjadi Sumber Gugatan

16 April 2026 • 08:52 WIB

Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas

15 April 2026 • 08:08 WIB

Antara Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Perkara Kosmetik Tanpa Izin Edar

14 April 2026 • 16:53 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

PA Baturaja Buka Layanan Berperkara Gratis, Perkuat Akses Keadilan Masyarakat

By Aman16 April 2026 • 09:28 WIB0

Pengadilan Agama (PA) Baturaja kembali membuka layanan berperkara secara cuma-cuma (prodeo) bagi masyarakat kurang mampu…

Lagi! PN Rangkasbitung Konsisten Terapkan Mekanisme Pengakuan Bersalah!

16 April 2026 • 09:22 WIB

Ketika Diversi Menjadi Wujud Keadilan yang Memulihkan di Pengadilan Negeri Merauke

16 April 2026 • 09:18 WIB

Bullion Bank dan Celah Hukum: Saat Emas Menjadi Sumber Gugatan

16 April 2026 • 08:52 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • PA Baturaja Buka Layanan Berperkara Gratis, Perkuat Akses Keadilan Masyarakat
  • Lagi! PN Rangkasbitung Konsisten Terapkan Mekanisme Pengakuan Bersalah!
  • Ketika Diversi Menjadi Wujud Keadilan yang Memulihkan di Pengadilan Negeri Merauke
  • Bullion Bank dan Celah Hukum: Saat Emas Menjadi Sumber Gugatan
  • PA. Baturaja Perkuat Layanan Digital, Siap Implementasikan Program Strategis Badilag 2026

Recent Comments

  1. doxycycline monohydrate 100mg on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. lasix for dogs 12.5 mg on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. esomeprazole magnesium 40 mg generic on Debu di Atas Map Hijau
  4. lasix water pill on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  5. udenafil tablet price on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.