Bhopal, 28 April 2026 – Sekambalinya dari Jabalpur (perjalanan yang pernuh tantangan itu) Para delegasi Kembali melanjutkan sesi kesepuluh short course yang bertema Cyber Crime dalam pelatihan Hakim dan Aparatur Pengadilan Mahkamah Agung Republik Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal, India, dengan Dr. Varun Kapoor, Director General Prisons and Correctional Services Madhya Pradesh sekaligus praktisi keamanan siber yang bertindak sebagai narasumber.
Dengan gaya penyampaiannya yang interaktif, Dr. Varun Kapoor menjelaskan materi sambil berdiri dan berkeliling di antara para delegasi Indonesia yang duduk melingkar. Ia menegaskan bahwa kejahatan siber merupakan ancaman nomor satu di dunia saat ini, melampaui terorisme, narkotika, atau kecelakaan lalu lintas.
“Mengapa? Karena dunia siber adalah dunia yang penuh kenyamanan dan hiburan, tetapi di sanalah bahaya itu tidak pernah terlihat. Tidak ada yang merampok anda secara fisik, namun anda bisa dirampok tanpa sadar. Tidak ada yang menembak anda, namun anda bisa kehilangan nyawa,” ujar Dr. Kapoor.
Ia mencontohkan fenomena Blue Whale Challenge, sebuah tantangan berbahaya selama 50 hari yang berakhir dengan perintah bunuh diri pada hari ke-50. Banyak anak muda menjadi korban karena tidak menyadari bahaya di balik layar. Selain itu, ia juga menyinggung kasus bunuh diri Amanda Todd akibat adanya perundungan dalam dunia maya, serta istilah Robin Sage, nama profil fiksi yang dibuat pada Desember 2009 oleh peretas white hacker bernama Thomas Ryan. Profil palsu Robin Sage (seorang wanita cantik berusia 25 tahun) berhasil berteman dengan ratusan orang penting di LinkedIn, Facebook, dan Twitter, termasuk staf militer dan kontraktor pertahanan.
Dr. Kapoor menjelaskan bahwa kejahatan siber memiliki tiga karakteristik utama yakni dapat terjadi kapan saja (24 jam sehari dan 7 hari seminggu), dapat menimpa siapa saja tanpa memandang usia, profesi, atau latar belakang dan dapat terjadi dengan cara apa saja, cukup satu klik pada tautan atau unduhan yang salah. Menurutnya, ponsel telah menjadi pintu masuk utama kejahatan siber. “Pintu ini terbuka 24 jam, tetapi hampir tidak ada yang menguncinya karena kita tidak melihat bahaya, sehingga kita merasa aman,” tegasnya.
Mengingat deteksi dan investigasi kejahatan siber sangat bergantung pada aturan dan hukum masing-masing negara, Dr. Kapoor memilih fokus pada aspek pencegahan yang bersifat universal. Ia menyebut kesadaran (awareness) sebagai satu kunci utama keamanan siber.
“Kita hidup di dua dunia: dunia nyata dan dunia virtual. Cara berpikir di dunia nyata tidak bisa begitu saja diterapkan di dunia virtual. Di dunia nyata kita percaya pada apa yang kita lihat dan dengar, tetapi di dunia virtual, apa yang Anda lihat atau dengar bisa saja palsu,” jelasnya.
Ia memberi contoh kasus di Australia: seorang pria bernama Christopher membuat profil palsu, menyamar sebagai Human Research dari organisasi perlindungan hewan, menjalin hubungan dengan seorang gadis 19 tahun pencinta hewan selama delapan bulan, lalu menawarkan pekerjaan. Ketika korban datang, ia diperkosa dan dibunuh. “Kejadian ini bisa dicegah jika korban memverifikasi informasi tersebut,” kata Dr. Kapoor.
Pesan yang bisa diambil : Waspadai Phishing dan Penyebabnya
Dr. Kapoor membagi kejahatan siber menjadi dua kategori, yakni berbasis teknologi (sekitar 15 persen) dan berbasis phishing (sekitar 85 persen). Phishing dinilai paling berbahaya karena penipu mengirim pesan ke banyak orang dan menunggu korbannya terjebak. Ia mengingatkan dua indikator utama dalam modus phishing: ketakutan (fear) dan keserakahan (greed). “Jika Anda melihat dua hal ini dalam pesan yang Anda terima, segera berhati-hati,” pesannya. Di akhir sesi, Dr. Kapoor memberikan protokol keamanan dasar, yakni jangan berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal di dunia virtual dan perlunya verifikasi informasi, bahkan jika tampaknya berasal dari sumber yang dikenal sekalipun. “Hanya Anda sendiri yang bisa melindungi diri Anda dari kejahatan siber. Kuncinya adalah kesadaran,” tutupnya.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

