Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti penutupan program short course bagi delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang diselenggarakan di National Judicial Academy (NJA), Bhopal, India. Acara penutupan ini menandai babak baru dalam sinergi hukum antara kedua negara, yang ditandai dengan pesan-pesan inspiratif dari masing-masing perwakilan institusi kedua belah pihak.
Direktur National Judicial Academy, Hon’ble Mr. Justice Aniruddha Bose (Retd), dalam sambutan penutupnya menegaskan bahwa Indonesia memiliki tempat istimewa di hati masyarakat India. Ia menyoroti hubungan historis dan institusional yang telah terjalin selama ribuan tahun, yang kini berkembang menjadi interaksi yudisial yang dinamis.
“Masalah mendasar umat manusia di seluruh dunia pada hakikatnya adalah sama. Melalui pertemuan Hakim dan aparatur peradilan antara Indonesia-India di akademi ini, kita berupaya membangun sistem hukum yang lebih terpadu secara global,” ujar Justice Bose. Beliau juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, atas dukungannya dalam merealisasikan program ini. Beliau berharap kolaborasi ini terus berlanjut, terutama dalam isu-isu krusial seperti hukum lingkungan yang telah menjadi perhatian bersama sejak beberapa tahun terakhir.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Maulia Martwenty Ine, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Dumai yang mewakili delegasi Mahkamah Agung Indonesia, menyampaikan rasa syukur dan motivasi yang mendalam atas pengalaman edukasi yang diterima selama di Bhopal. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa materi mengenai kerangka hukum ICT, etika peradilan, dan peningkatan administrasi pengadilan yang diperoleh di NJA akan menjadi modal berharga bagi para hakim Indonesia.
“Pengetahuan yang kami peroleh di sini, mulai dari integritas peradilan hingga efisiensi pengadilan, adalah komponen kunci bagi perjalanan tugas kami ke depan. Kami meninggalkan Bhopal tidak hanya dengan ilmu baru, tetapi juga dengan persahabatan yudisial yang lebih dalam antara Indonesia dan India,” ungkap Ibu Maulia di hadapan para pengajar dan staf dari NJA. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pengajar yang telah memberikan sudut pandang baru dalam menghadapi tantangan peradilan kontemporer.
Acara diakhiri dengan pesan perpisahan yang menyentuh dari pihak tuan rumah. Selain membawa pulang ilmu dan kenangan indah yang terekam dalam dokumentasi, para delegasi juga diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kebudayaan setempat melalui tur di kota Bhopal.
Sebagai simbol kenang-kenangan, pihak NJA memberikan cinderamata yang khas kepada para delegasi sebagai pengingat akan waktu yang mereka habiskan di India. Program ini ditutup dengan harapan besar bahwa implementasi dari pembelajaran ini akan memberikan dampak nyata bagi penegakan hukum di tanah air, sekaligus memperkokoh jalinan kemitraan internasional Mahkamah Agung Republik Indonesia di masa depan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


