Malang, 11 Juni 2026 – Dalam rangka menghadapi Turnamen Tenis Beregu Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada tanggal 12–16 Juni 2026 di Kota Malang, Jawa Timur, Peradilan Militer menggelar acara Pengukuhan Kontingen Tenis PTWP Peradilan Militer pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB bertempat di Lobby Mess Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya konsolidasi, pembinaan mental, serta penguatan semangat juang atlet Peradilan Militer yang akan bertanding membawa nama besar institusi dalam ajang olahraga bergengsi antarwarga peradilan se-Indonesia. Turnamen PTWP sendiri merupakan salah satu program kerja Pengurus PTWP Pusat periode 2024–2027 yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun kebersamaan di lingkungan badan peradilan seluruh Indonesia.

Acara pengukuhan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI, Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengadilan Militer Utama, Wakil Ketua Pengadilan Militer Utama, Dirbinganisminmil Ditjen Badilmiltun, Anggota Pokkimmiltama, Sekretaris Ditjen Badilmiltun, Sekretaris Dilmiltama, Panitera Dilmiltama, Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, serta para Kepala Pengadilan Militer Tipe A dan Tipe B dari seluruh Indonesia.
Kontingen Tenis PTWP Peradilan Militer yang dikukuhkan berjumlah 16 atlet, terdiri atas 10 atlet putra dan 6 atlet putri, di bawah koordinasi Kolonel Kum Dr. Dahlan Suherlan, S.H., M.H. selaku Koordinator Tenis Peradilan Militer.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen, seluruh atlet telah mengikuti program Training Center (TC) yang dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 9 Juni 2026 di lingkungan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia (BSDK MA RI). Selama pelaksanaan TC, para atlet menjalani latihan teknik, fisik, taktik permainan, simulasi pertandingan beregu, serta pembinaan mental bertanding guna meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Untuk mengukur kesiapan tim, selama pelaksanaan TC juga dilaksanakan sejumlah uji tanding melawan tim-tim yang memiliki kualitas permainan yang baik, yaitu Tim Tenis Cabang BSDK Mahkamah Agung RI dan Tim Ktenzpo Tennis Club Bogor. Hasil yang diperoleh dalam uji tanding tersebut sangat menggembirakan dan menunjukkan perkembangan yang positif. Penampilan para atlet memperlihatkan tingkat kekompakan, daya juang, serta kesiapan bertanding yang semakin baik sehingga menumbuhkan optimisme bahwa Kontingen Tenis PTWP Peradilan Militer mampu kembali bersaing pada papan atas Turnamen PTWP Mahkamah Agung RI Tahun 2026.
Pengukuhan ini memiliki makna yang sangat penting. Selain sebagai bentuk legitimasi dan kepercayaan institusi kepada para atlet yang terpilih mewakili Peradilan Militer, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab, kebanggaan, loyalitas, serta semangat juang yang tinggi dalam mengemban amanah membawa nama baik Peradilan Militer di tingkat nasional.

Dalam sambutannya yang penuh semangat dan membakar motivasi para atlet, Dirjen Badilmiltun menegaskan bahwa kemenangan tidak pernah lahir dari kebetulan. Prestasi merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, kerja keras, latihan yang berkesinambungan, pengorbanan, serta mentalitas seorang juara.
Beliau mengingatkan bahwa setiap atlet yang mengenakan atribut Peradilan Militer sesungguhnya sedang membawa kehormatan institusi. Sebagai prajurit dan insan peradilan, para atlet tidak hanya bertanding untuk mengejar kemenangan semata, tetapi juga membawa nama baik, martabat, dan kehormatan Peradilan Militer di hadapan seluruh warga peradilan Indonesia.
Dirjen Badilmiltun menegaskan bahwa kehormatan militer merupakan harga diri yang harus dijaga dalam setiap keadaan, termasuk ketika berada di arena olahraga. Menurut beliau, kemenangan yang diraih dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, integritas, dan etika kesatria akan jauh lebih bernilai dibandingkan kemenangan yang diperoleh dengan mengabaikan nilai-nilai kehormatan.
Oleh karena itu, seluruh atlet dituntut untuk menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, menaati peraturan pertandingan, menjaga etika, serta menunjukkan sikap ksatria baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Saudara-saudara bukan hanya atlet tenis. Saudara adalah representasi Peradilan Militer. Jaga kehormatan militer di setiap langkah, di setiap pertandingan, dan di setiap kemenangan yang saudara raih. Jangan pernah melakukan sesuatu yang dapat mencederai nama baik institusi. Tunjukkan bahwa prajurit dan aparatur Peradilan Militer adalah insan yang berintegritas, disiplin, sportif, dan berjiwa kesatria,” tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa seorang juara bukan hanya mereka yang mampu mengangkat trofi, tetapi mereka yang mampu menjaga kehormatan, disiplin, dan integritas dalam setiap pertandingan.
“Bertandinglah dengan penuh keyakinan, berikan kemampuan terbaik, dan jangan pernah menyerah sebelum pertandingan benar-benar berakhir,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Dirjen Badilmiltun mengingatkan bahwa Peradilan Militer memiliki tradisi prestasi yang membanggakan dalam berbagai kejuaraan PTWP. Pada Turnamen PTWP Beregu ke-19 Mahkamah Agung RI di Semarang, Tim Tenis Beregu Putra Peradilan Militer berhasil meraih Juara I, sementara Tim Tenis Beregu Putri sukses meraih Juara II, disertai sejumlah prestasi membanggakan pada kategori perorangan.
Capaian tersebut, menurut beliau, bukanlah sekadar catatan sejarah, melainkan standar prestasi yang harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Oleh sebab itu, seluruh atlet diharapkan mampu menampilkan performa terbaik, menjaga kekompakan tim, dan menunjukkan semangat juang yang tidak pernah padam selama mengikuti turnamen.
“Peradilan Militer datang ke Malang bukan sekadar untuk berpartisipasi. Kita datang dengan tekad, keyakinan, dan semangat untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih. Jadikan setiap pertandingan sebagai medan pengabdian, setiap poin sebagai kehormatan, dan setiap kemenangan sebagai persembahan bagi institusi yang kita cintai,” ujarnya yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Beliau juga menekankan bahwa kekuatan utama sebuah tim bukan hanya terletak pada kemampuan teknis bermain tenis, tetapi juga pada soliditas, kebersamaan, kekompakan, dan mental baja yang dimiliki setiap anggota tim. Oleh karena itu, seluruh atlet diminta untuk saling mendukung, menjaga kebersamaan, serta membangun kepercayaan satu sama lain selama mengikuti pertandingan.
Suasana pengukuhan berlangsung khidmat namun penuh optimisme. Semangat para atlet tampak semakin menyala setelah menerima arahan dan motivasi dari pimpinan. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkokoh tekad seluruh kontingen dalam menghadapi persaingan yang ketat pada Turnamen Tenis Beregu ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026.
Dengan bekal pengalaman, hasil Training Center yang memuaskan, keberhasilan uji tanding, kemampuan teknis yang matang, serta dukungan penuh dari seluruh keluarga besar Peradilan Militer, Kontingen Tenis PTWP Peradilan Militer diharapkan mampu kembali mengukir prestasi terbaik, mempertahankan tradisi juara, serta mengharumkan nama Peradilan Militer di tingkat nasional.
“Bertanding dengan sportivitas, berjuang dengan kehormatan, menjaga nama baik Peradilan Militer, dan pulang membawa prestasi.”
Semangat itulah yang kini menggelora dalam diri setiap atlet Peradilan Militer yang siap berlaga dan memberikan yang terbaik bagi institusi, bangsa, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


