Bhopal, India-Pelatihan dan Peningkatan kapasitas hakim dan aparatur peradilan Indonesia di National Judicial Academy, Bhopal memasuki hari pertama, Jumat (24/4/2026).
Materi pembuka yang diberikan dalam pelatihan yang berlangsung di ibukota negara bagian Madhya Paradesh, mengenai role and mission of court : constitutional vision of justice.
Tidak hanya membahas mengenai struktur organisasi dan yurisdiksi Mahkamah Agung India, materi yang dibawakan oleh Direktur National Judicial Academy of the Supreme Court of India, Hon. Justice Aniruddha Bose juga membahas kekuasaan kehakiman sebagai kontrol pelaksanaan demokrasi.
Selain itu, Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Jharkhand tersebut, bertanya kepada Para Hakim Indonesia mengenai struktur organisasi Mahkamah Agung RI.
Salah satu peserta, M. Adiguna Bimasakti, S.H., M.H., Hakim PTUN Mataram menjelaskan Mahkamah Agung RI memiliki empat badan peradilan dibawahnya antara lain peradilan umum, peradilan agama (sharia court), peradilan tata usaha negara dan peradilan militer.
Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dimaksud, Adji Prakoso, S.H., M.H., Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas MA RI juga mengajukan pertanyaan mengenai kemandirian anggaran peradilan bagi Mahkamah Agung India.
Hon. Justice Aniruddha Bose, menjelaskan Mahkamah Agung India belum memiliki kemandirian anggaran bagi peradilan, di mana proses pengajuan anggaran bagi Mahkamah Agung harus melalui persetujuan eksekutif dan parlemen.
Sebagai informasi, dalam hari pertama short course tersebut, dibahas juga materi information and communication technology in the judicial system dan artificial intelligence (ai): potential utility for the judiciary &possible challenges.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


