Perjalanan dinas kali ini memberikan warna baru bagi 26 dari 30 delegasi Mahkamah Agung Indonesia. Tujuan kami tiada lain adalah melakukan observasi proses persidangan (court visit) di Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh yang dijadwalkan pada Senin, 27 April 2026, pukul 10.00 AM.
Ada sebuah fakta unik di sini. Meskipun Bhopal adalah ibu kota negara bagian Madhya Pradesh, pusat pengadilan tingkat bandingnya justru terletak di Jabalpur. Jarak yang memisahkan keduanya menuntut perjalanan darat selama kurang lebih 6 jam, sebuah durasi yang awalnya kami kira akan membosankan, namun ternyata menjadi petualangan tak terlupakan.
Keberangkatan yang Penuh Pengawalan
Setelah menuntaskan sesi ke-8 short course tepat pukul 02.00 PM, kami segera bersiap. Pukul 03.00 PM, bus “mewah” versi lokal yang disiapkan oleh National Judicial Academy (NJA) sudah terparkir rapi. Kami tidak sendiri; ada perwakilan NJA dan Pak Triroso dari KBRI India yang setia mendampingi. Yang membuat suasana semakin dramatis adalah pengawalan dari polisi India lengkap dengan sirine khasnya yang nyaring dan bendera kebangsaan di atas mobilnya.
Sopir Bus mode Fast and Furious
Baru lima menit bus berjalan, perut kami sudah “dikocok” sebagai bentuk salam pembuka dari sang sopir (di dalam hati mereka : keren banget aku bisa bawa kendaraan ngebut gini). Kami segera menyadari bahwa perjalanan ini akan menjadi uji nyali. Sang sopir mengemudi dengan gaya ugal-ugalan, mungkin dia merasa sedang mengejar setoran, atau mungkin dia mantan aktor Fast and Furious yang salah profesi atau mungkin juga tidak sadar kalo yang jadi penumpang mereka itu tamu kenegaraan bukan barang angkutan. Kemudian klakson khas India dibunyikan hampir setiap detik seolah-olah tombol tersebut adalah sumber tenaga bus.
Kondisi bus ini tergolong “unik”. Di dalamnya terdapat AC yang sangat dingin ditambah kipas angin yang terpasang di samping kursi, mungkin antisipasi jika AC-nya mendadak K.O. pada suhu luar ruangan yang sangat menyengat layaknya hair driyer. Meski bagi kami bus ini tampak sederhana, namun setelah melihat bus-bus umum di sepanjang jalan yang mirip Kopaja Jakarta era 90-an, kami baru sadar bahwa bus kami adalah “kasta tertinggi”.
Sepanjang jalan, suara “Wooo!” dan “Eeaaaa!” bersahutan dari para delegasi penumpang bus setiap kali bus menerabas polisi tidur atau melibas tikungan tajam tanpa menginjak rem dan tidak sedikit pula menginjak rem secara mendadak sehingga menambah rasa was-was kami.. Sayangnya, tidak ada fasilitas karaoke di dalam bus seperti halnya yang lumrah dilakukan di Indonesia. Padahal, kami sudah membayangkan akan bernyanyi lagu-lagu India lawas ala Bollywood untuk meredakan ketegangan.

Singgah Sejenak di “Madhav Midway Treat”
Di tengah perjalanan, kami beristirahat di rest area bernama “Madhav Midway Treat” yang dikelilingi pemandangan gurun. Di tengah suhu udara yang menyengat (mencapai 38°C), kami disambut dengan sangat formal oleh Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Bhopal beserta jajarannya.
Kami disuguhkan berbagai penganan lokal: biskuit, cha (teh rempah khas India), buttermilk yang segar, serta sirup manis. Suasana terasa sangat “India Banget” dengan barisan polisi berkumis tebal mirip Inspektur Vijay di film-film action India kuno yang berjaga dengan sikap sigap saat kami beristirahat.
Memasuki Jabalpur: Kota yang Ramai dan Hangat
Melanjutkan perjalanan, kami melewati gerbang tol yang tampilannya mengingatkan pada pintu tol di Indonesia tahun 2010-an ke bawah. Uniknya, motor bebas masuk jalan tol di sini, yang tentu saja memicu konser klakson yang lebih meriah lagi. Kami sempat khawatir untuk tertidur; takutnya saat mejamkan mata masih di dunia, pas bangun sudah di “alam lain” karena gaya mengemudi sang sopir yang semakin beringas.
Namun, ketegangan itu sirna saat kami mulai memasuki kota Jabalpur. Suasana kota yang padat dan bising menandakan tujuan sudah dekat. Kami bermalam di Madhya Pradesh State Judicial Academy (MPSJA), sebuah fasilitas diklat yang memiliki asrama sendiri. FYI, MPSJA ini merupakan salah satu cabang dari National Judicial Academy (NJA) yang berada di Bhopal. Masing-masing pengadilan Tinggi di negara bagian memiliki Judicial Academy sendiri yang berguna untuk melaksanakan kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek) atau kegiatan lainnya. Jadi, beberapa Hakim maupun aparatur peradilan yang menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Pengadilan tinggi tersebut, mereka tidak akan bermalam di hotel melainkan di asrama yang berada di sisi gedung Pengadilan Tinggi.
Malam Gala yang Penuh Nostalgia
Penyambutan di Jabalpur sungguh luar biasa. Pihak High Court menggelar karpet merah dari pintu bus hingga masuk gedung. Setiap delegasi diberikan sekuntum mawar merah dan selendang putih berlogo akademi. Acara penyambutan resmi pun digelar, di mana Pak Ganjar memberikan sambutan hangat mewakili delegasi Indonesia sambil ditemani minuman segar yang tampilannya mirip es tebu dan es degan.
Puncak dari kehangatan ini adalah sesi Gala Dinner khas India yang sangat meriah. Malam itu, suasana terasa magis ketika alunan lagu “Kuch Kuch Hota Hai” mulai terdengar, lagu favorit saya sejak kecil. Sambil menikmati hidangan rempah yang kaya rasa, pikiran saya sejenak melayang membayangkan Mas Shah Rukh Khan dan Mbak Kajol menari dengan lincah di taman penuh bunga yang sedang mekar. Sungguh penutup hari yang manis, sejenak melupakan drama “nyawa di ujung klakson” selama perjalanan bus tadi. Sampai pada akhirnya kami dapat beristirahat di kamar masing-masing untuk perisapan acara pada esok hari.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


