Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Kedua Short Course India: Kemerdekaan Pers sampai Doxing Hakim

25 April 2026 • 21:21 WIB

Transformasi Peradilan sebagai Paradigma Baru dari Formalisme Prosedural Menuju Keadilan Substantif

25 April 2026 • 21:10 WIB

Menjaga Amanah Bumi: Peran Peradilan di Tengah Krisis Lingkungan Global

25 April 2026 • 21:02 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Catatan Street Food Hari Pertama Short Course Hakim di India
Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy

Catatan Street Food Hari Pertama Short Course Hakim di India

Muhammad Adiguna BimasaktiMuhammad Adiguna Bimasakti25 April 2026 • 20:32 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Hari ini merupakan hari pertama bagi kami berempat: saya (Bima), Ranggi, Galang, dan Adji, mengikuti short course untuk hakim di National Judicial Academy (NJA – Pusdiklat Kehakiman India) yang terletak di Bhopal, Negara Bagian Madhya Pradesh, India yang akan dilaksanakan selama 5 hari sejak 24-28 April 2026. Setelah menyelesaikan kelas di hari pertama, kami memutuskan untuk menjelajahi kuliner jalanan (street food) di sekitar kota.

Foto (Kiri ke Kanan): Galang, Adji, Ranggi, Bima.

Pada malam hari, kami berjalan santai di depan DB City Mall sambil menikmati suasana kota yang cukup ramai. Di pinggir jalan, kami melihat seorang penjual minuman sederhana dengan gerobak kecil. Peralatan yang digunakan tampak sudah tua dan sedikit berkarat.

Dengan harga 20 rupee atau sekitar 4.000 rupiah, saya (Bima) memutuskan untuk mencoba Lemon Soda yang dijual di sana. Saat minuman tersebut disajikan, kami memperhatikan proses pembuatannya yang cukup sederhana. Penjual mencampurkan air soda dengan perasan lemon segar, lalu menambahkan sedikit garam dan gula. Meskipun alatnya terlihat kurang meyakinkan, rasanya ternyata sangat menyegarkan. Perpaduan rasa asam, manis, dan sensasi soda membuat minuman ini sangat cocok dinikmati di tengah cuaca panas malam hari India. Sayangnya, teman-teman saya yang lain tidak ada yang berani mencobanya.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kuliner dengan mencoba Panipuri, makanan jalanan yang cukup terkenal, bahkan di kalangan warganet Indonesia. Namun, kami menghadapi kendala komunikasi karena penjual tidak bisa berbahasa Inggris. Kami pun memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan, yaitu ChatGPT yang ada di handphone Galang, untuk menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke Hindi dan sebaliknya. Dengan cara ini, kami dapat memesan makanan dengan lebih mudah serta tetap berinteraksi dengan penjual meskipun terbatas oleh bahasa.

Baca Juga  Hari Kedua Short Course India: Kemerdekaan Pers sampai Doxing Hakim

Foto: Membeli Panipuri

Kami memesan satu porsi Panipuri yang berisi delapan buah dengan harga 50 rupee atau sekitar 10.000 rupiah. Penjual kemudian menyiapkan pesanan kami dengan cekatan. Kami berempat memperhatikan setiap langkah pembuatannya dengan saksama, diliputi rasa antusias sekaligus penasaran karena ini merupakan pengalaman pertama kami melihat langsung proses pembuatan Panipuri di negara asalnya.

Proses pembuatan Panipuri terbilang unik. Penjual memecahkan bagian atas kerupuk, kemudian memasukkan isian yang tampaknya berupa kentang berbumbu. Setelah itu, Panipuri dicelupkan ke dalam kuah berwarna hijau kekuningan. Seluruh proses dilakukan menggunakan tangan tanpa alat bantu. Hal ini menjadi pengalaman yang menarik sekaligus memverifikasi wawasan kami mengenai cara penyajian street food di India yang sebelumnya kami peroleh dari internet.

Di sisi lain, kami juga memperhatikan bahwa tangan penjual tampak kotor dan kurang higienis. Hal ini sempat membuat kami ragu untuk mencicipinya. Sebagai wisatawan, standar kebersihan menjadi hal penting yang kami pertimbangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski demikian, kami mencoba melihatnya sebagai bagian dari realitas budaya street food setempat yang mungkin berbeda dengan kebiasaan di Indonesia. Saat saya (Bima) mencicipi Panipuri, rasanya cukup mengejutkan. Perpaduan rasa asam dengan tekstur lembek dari isian dan kuahnya memberikan sensasi yang unik. Namun, rasa tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan selera saya pribadi. Dari kami berempat, hanya saya (Bima) dan Galang yang cukup berani mencicipi Panipuri setelah melihat langsung proses pembuatannya. Sementara itu, Adji dan Ranggi memilih untuk tidak mencobanya, meskipun sempat kami dorong.

Perjalanan kuliner kami kemudian berlanjut dengan mencoba minuman hangat khas India, yaitu Teh Tarik. Kami masing-masing membeli satu gelas kecil dengan harga 25 rupee atau sekitar 5.000 rupiah. Minuman ini cukup populer di kalangan masyarakat lokal. Rasanya pekat dengan aroma teh yang kuat, berpadu dengan manisnya susu. Setelah seharian beraktivitas, Teh Tarik menjadi penutup yang tepat untuk perjalanan kuliner kami malam itu.

Baca Juga  Pesona Sore Bonifacio Global City Di Mata Delegasi Sembilan Hakim Indonesia

Setelah selesai menikmati Teh Tarik, kami bersiap untuk kembali ke tempat menginap. Saat itu sudah sekitar pukul 23.00, dan ternyata cukup sulit menemukan taksi. Akhirnya, kami memutuskan untuk naik bajaj yang sebenarnya hanya dirancang untuk dua orang. Namun, karena tidak ada pilihan lain, kami berempat tetap menaikinya. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena kami harus berdesakan di dalam kendaraan kecil.

Foto (Kiri ke Kanan): Bima, Galang, Adji, dan Sebagian Tangan Ranggi di Bajaj Menuju NJA.

Pengemudi bajaj tidak dapat berbahasa Inggris dan hanya menguasai bahasa Hindi. Meskipun demikian, kami tetap berusaha berkomunikasi menggunakan beberapa kata yang kami pahami, baik dari bahasa lokal seperti Urdu, Hindi, maupun Sanskerta. Kami tidak bisa menggunakan ChatGPT sebab suara bajaj dan jalanan India yang terlalu bising. Dengan cara sederhana tersebut, kami akhirnya dapat saling memahami maksud masing-masing. Ongkos perjalanan dari tempat kami minum teh hingga lokasi penginapan adalah 350 rupee atau sekitar 70.000 rupiah. Pengalaman ini menutup perjalanan kuliner kami dengan cerita yang berkesan dan tak terlupakan.

Muhammad Adiguna Bimasakti
Kontributor
Muhammad Adiguna Bimasakti
Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Cerita Perjalanan Hakim Indonesia Judicial Training Kuliner India
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Hari Kedua Short Course India: Kemerdekaan Pers sampai Doxing Hakim

25 April 2026 • 21:21 WIB

Transformasi Peradilan sebagai Paradigma Baru dari Formalisme Prosedural Menuju Keadilan Substantif

25 April 2026 • 21:10 WIB

Menjaga Amanah Bumi: Peran Peradilan di Tengah Krisis Lingkungan Global

25 April 2026 • 21:02 WIB
Demo
Top Posts

Hari Kedua Short Course India: Kemerdekaan Pers sampai Doxing Hakim

25 April 2026 • 21:21 WIB

Transformasi Peradilan sebagai Paradigma Baru dari Formalisme Prosedural Menuju Keadilan Substantif

25 April 2026 • 21:10 WIB

Menjaga Amanah Bumi: Peran Peradilan di Tengah Krisis Lingkungan Global

25 April 2026 • 21:02 WIB

Menjaga Objektivitas di Tengah Tekanan Waktu: Pembelajaran Judicial Skills dari India bagi Peradilan Indonesia

25 April 2026 • 20:44 WIB
Don't Miss

Hari Kedua Short Course India: Kemerdekaan Pers sampai Doxing Hakim

By Adji Prakoso25 April 2026 • 21:21 WIB0

Bhopal India- Materi Media and Judiciary merupakan salah satu topik yang mengundang diskusi mendalam antara…

Transformasi Peradilan sebagai Paradigma Baru dari Formalisme Prosedural Menuju Keadilan Substantif

25 April 2026 • 21:10 WIB

Menjaga Amanah Bumi: Peran Peradilan di Tengah Krisis Lingkungan Global

25 April 2026 • 21:02 WIB

Menjaga Objektivitas di Tengah Tekanan Waktu: Pembelajaran Judicial Skills dari India bagi Peradilan Indonesia

25 April 2026 • 20:44 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Hari Kedua Short Course India: Kemerdekaan Pers sampai Doxing Hakim
  • Transformasi Peradilan sebagai Paradigma Baru dari Formalisme Prosedural Menuju Keadilan Substantif
  • Menjaga Amanah Bumi: Peran Peradilan di Tengah Krisis Lingkungan Global
  • Menjaga Objektivitas di Tengah Tekanan Waktu: Pembelajaran Judicial Skills dari India bagi Peradilan Indonesia
  • Catatan Street Food Hari Pertama Short Course Hakim di India

Recent Comments

  1. vidalista tablets side effects on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  2. cenforce d on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  3. vidalista 40mg tablets on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  4. vidalista 10 on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  5. cialis peak time on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.