Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pustrajak Gali Desain Peradilan Pajak Modern di Universitas Brawijaya

12 June 2026 • 12:24 WIB

Gaungkan Hidup Bersahaja dan Hindari Flexing di Momen PTWP Malang

12 June 2026 • 11:54 WIB

Amanat Ketua MA “Pertahankan Terus Praktik Anti Pelayanan Transaksional”

12 June 2026 • 11:47 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur
Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy

Di Hadapan Raja Vikramaditya: Catatan Mencari Makna Keadilan di Jabalpur

Muamar Azmar Mahmud FarigMuamar Azmar Mahmud Farig27 April 2026 • 11:41 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Perjalanan menuju Jabalpur tidak dimulai dari ruang sidang, tetapi dari jalan yang panjang. Sekitar lima jam perjalanan darat ditempuh dari Bhopal, menyusuri Madhya Pradesh yang perlahan berganti dari hiruk kota menjadi suasana yang lebih tenang. Perjalanan itu berakhir pada malam hari, ketika rombongan peserta Training Programme for the Judges from the Republic of Indonesia tiba dan disambut dengan hangat oleh para hakim serta aparatur dari High Court of Madhya Pradesh. Sambutan tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi menghadirkan kesan awal tentang bagaimana institusi peradilan juga dibangun di atas etika kelembagaan yang hidup.

Madhya Pradesh State Judicial Academy tempat rombongan menginap, sebuah ruang pembelajaran yang didesain bukan hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk cara berpikir hakim. Di sinilah, di sebuah ruang yang justru paling sunyi perpustakaan sebuah pengalaman reflektif yang tak terduga muncul. Sebuah lukisan besar terpampang. Lukisan tersebut tidak menghadirkan ruang sidang modern, tidak pula menampilkan hakim dengan toga dan protokol formal. Yang tampak justru seorang raja duduk di bawah pohon, dikelilingi masyarakat, memutus perkara dalam kesederhanaan yang hampir terasa asing bagi imajinasi peradilan hari ini. Lukisan itu menggambarkan Raja Vikramaditya, sosok legendaris dalam tradisi India yang dikenal sebagai simbol keadilan dan kebijaksanaan.

Namun daya tarik lukisan tersebut tidak terletak pada siapa yang digambarkan, melainkan pada bagaimana keadilan itu divisualisasikan.

Raja Vikramaditya sendiri dalam tradisi India tidak sekadar diposisikan sebagai figur penguasa, melainkan sebagai simbol ideal tentang bagaimana keadilan dijalankan. Dalam berbagai kisah klasik, termasuk rangkaian cerita Vetala Panchavimshati, ia digambarkan sebagai raja yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menimbang perkara dengan kebijaksanaan yang melampaui teks dan formalitas. Ia mendengarkan, menguji argumen, dan bahkan mempertanyakan kembali premis yang diajukan kepadanya sebelum menjatuhkan keputusan. Dalam narasi tersebut, keadilan tidak lahir dari kekuasaan semata, tetapi dari kemampuan untuk memahami kompleksitas manusia dan mengambil keputusan yang paling adil, sekalipun tidak selalu yang paling mudah. Sosok ini, meskipun bersifat semi-legendaris, terus hidup sebagai representasi tentang hakim yang tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga bijak secara moral.

Baca Juga  Mengawal Transisi Paradigma Hukum Pidana Menuju Keadilan Substantif

Jika dibaca lebih dalam, struktur visual lukisan itu sendiri mengandung pesan filosofis yang kuat. Ruang terbuka di bawah pohon mencerminkan gagasan bahwa keadilan harus dapat diakses dan disaksikan oleh masyarakat. Tidak adanya sekat fisik menjadi simbol keterbukaan dan transparansi. Posisi raja yang berada di pusat, namun tetap dikelilingi masyarakat, menunjukkan bahwa otoritas tidak berdiri dalam isolasi, melainkan berakar pada legitimasi sosial. Di sekelilingnya, masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari proses, ada yang berbicara, menyimak, dan menunjukkan sikap hormat. Bahkan elemen simbolik seperti api yang menyala di hadapan raja dapat dimaknai sebagai representasi kebenaran moral, bahwa keadilan tidak hanya bersandar pada aturan, tetapi juga pada nilai yang diyakini bersama.

Di titik ini, lukisan tersebut tidak lagi sekadar artefak sejarah. Melanikan juga menjadi cermin yang diam-diam mengajukan standar.

Sistem peradilan modern tentu tidak dapat sepenuhnya kembali pada model seperti itu. Peradilan dibangun di atas prinsip kepastian hukum, prosedur, dan perlindungan hak yang terstruktur. Konstitusi menjadi batas yang tidak dapat dinegosiasikan. Namun dalam praktiknya, keadilan sering kali tereduksi menjadi rangkaian prosedur yang kering, jauh dari pengalaman masyarakat yang mencarinya. Di sinilah relevansi refleksi tersebut muncul kembali.

Pengalaman melihat lukisan itu di ruang perpustakaan, ruang di mana hakim dibentuk secara intelektual seolah menyampaikan pesan yang sederhana tetapi dalam yakni sebelum hukum menjadi teks, hukum adalah praktik sosial. Dan sebelum hakim menjadi pemutus, ia adalah penimbang antara norma dan realitas manusia.

Dalam konteks Indonesia, refleksi ini terasa tidak sepenuhnya asing. Prinsip musyawarah mufakat, gotong royong, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan bahwa keadilan yang hidup di masyarakat telah lama menjadi bagian dari fondasi sosial kita. Namun tantangan yang dihadapi hari ini adalah bagaimana nilai tersebut tetap hidup dalam sistem hukum yang semakin kompleks dan formal.

Baca Juga  Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan

Di sinilah peran hakim menemukan kedalamannya. Hakim tidak cukup hanya menjunjung konstitusi sebagai batas normatif, tetapi juga dituntut untuk membaca nilai yang hidup dalam masyarakat sebagai sumber makna keadilan. Keduanya bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dijembatani. Dan jembatan itu tidak dibangun oleh sistem, tetapi oleh cara berpikir hakim itu sendiri.

Perjalanan dari Bhopal ke Jabalpur pada akhirnya bukan sekadar perpindahan geografis. Melainkan menjadi perjalanan reflektif yang membawa pada satu kesadaran bahwa di balik setiap sistem hukum yang modern, terdapat akar keadilan yang lebih tua, lebih sederhana, namun tetap relevan. Lukisan Raja Vikramaditya itu tidak memaksa untuk ditiru, tetapi cukup kuat untuk dijadikan cermin tentang bagaimana keadilan seharusnya tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga hidup dalam kesadaran masyarakat.

Dan mungkin, tanpa perlu berkata apa pun, lukisan itu sedang menetapkan satu standar yang diam-diam menantang setiap hakim yang melewatinya: bukan hanya seberapa tepat hukum diterapkan, tetapi seberapa dalam keadilan itu dipahami.

Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hakim Dan Keadilan Keadilan Substantif Peradilan Modern Perjalanan Yudisial
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Amanat Ketua MA “Pertahankan Terus Praktik Anti Pelayanan Transaksional”

12 June 2026 • 11:47 WIB

Dari Nilai Pancasila Menuju Keadilan Bermartabat: Refleksi Hari Lahir Pancasila di PN Gresik

1 June 2026 • 08:33 WIB

Relasi antara Konstitusi, KUHP Baru, dan Hukum Progresif : Menggagas Konsep Keadilan Paripurna

15 May 2026 • 16:28 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Pustrajak Gali Desain Peradilan Pajak Modern di Universitas Brawijaya

By Marta Satria Putra12 June 2026 • 12:24 WIB0

Malang — Tim Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia melaksanakan audiensi…

Gaungkan Hidup Bersahaja dan Hindari Flexing di Momen PTWP Malang

12 June 2026 • 11:54 WIB

Amanat Ketua MA “Pertahankan Terus Praktik Anti Pelayanan Transaksional”

12 June 2026 • 11:47 WIB

Pembinaan Ketua Mahkamah Agung  RI di Tengah Semangat Kejurnas Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI: Meneguhkan Integritas, Profesionalisme, dan Marwah Peradilan

12 June 2026 • 11:37 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Pustrajak Gali Desain Peradilan Pajak Modern di Universitas Brawijaya
  • Gaungkan Hidup Bersahaja dan Hindari Flexing di Momen PTWP Malang
  • Amanat Ketua MA “Pertahankan Terus Praktik Anti Pelayanan Transaksional”
  • Pembinaan Ketua Mahkamah Agung  RI di Tengah Semangat Kejurnas Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI: Meneguhkan Integritas, Profesionalisme, dan Marwah Peradilan
  • Rangkuman Pokok Sambutan Ketua MA dalam Rangkaian Acara PTWP

Recent Comments

  1. KIAT MEMBANGUN DAN MENGUATKAN INTEGRITAS DI DUNIA PERADILAN – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan
  2. TITIAN PANJANG PENGABDIAN PRAJURIT SETIA HINGGA AKHIR – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  3. Reinterpretasi Asas Ne Bis In Idem dalam Tindak Pidana Pencucian Uang: Sebuah Diskurus praktik Peradilan Kontemporer Suara BSDK Artikel on Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan
  4. Tipisnya Hidup dan Kematian dalam Perjalanan dari Jabalpur ke Bhopal: “Ketika Tasbih Mengalahkan Klakson” Suara BSDK Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy on Catatan Perjalanan: Dari Bhopal ke Jabalpur, “Roller Coaster” Darat Menuju Madhya Pradesh High Court
  5. Analisis Batas Fungsi Pengawasan DPR dan Prinsip Judicial Independence dalam Seruan Komisi III pada Kasus Vonis Bebas Amsal Sitepu - LP2KI FH-UH on Batas Kewenangan Konstitusional: Antara Fungsi Pengawasan DPR dan Kemandirian Kekuasaan Kehakiman
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.