Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Membaca Ulang Hazb Nuqshān dan Māni‘ al-Irts  Dalam Kasus Anak Perempuan yang Menanggung Beban Orang Tua

28 July 2026 • 07:43 WIB

Anak yang Tak Ikut Mutasi

27 July 2026 • 20:00 WIB

Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?

27 July 2026 • 18:01 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Sistem Merit: Simfoni Mozart yang Berakhir Konser Tepuk Tangan Palsu
Satire

Sistem Merit: Simfoni Mozart yang Berakhir Konser Tepuk Tangan Palsu

SahramSahram12 March 2026 • 08:18 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Sistem merit dalam buku panduan resmi ibarat bintang kejora birokrasi. Ia digambarkan sebagai jalan tol menuju keadilan, transparansi dan profesionalisme. Semua orang ditempatkan sesuai kompetensi, promosi berdasarkan prestasi dan jabatan hanya boleh diisi oleh mereka yang benar-benar layak dan teruji.

Indah sekali bukan? Seperti brosur pariwisata yang menjanjikan pantai biru jernih padahal sampai lokasi airnya lebih mirip kolam ikan lele.

Apabila kita mau melihatnya secara jujur dan objektif sistem merit sering kali lebih mirip dongeng sebelum tidur. Di atas kertas ia laksana simfoni Mozart, kenyataan di panggung lebih mirip karaoke dengan mic rusak yang diakhiri dengan tepuk tangan palsu penonton.

Bayangkan dalam sebuah seminar resmi, seorang pejabat dengan penuh semangat berkata: “Dengan sistem merit, kita akan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat!”

Semua peserta bertepuk tangan. Ada yang sampai berdiri, ada yang mengangguk penuh harapan. Rasanya seperti menonton iklan obat herbal yang menjanjikan sembuh dari segala penyakit.

Begitupun di brosur sistem merit digambarkan sebagai kompetensi di atas segalanya, prestasi sebagai tiket emas dan transparansi yang tak bisa diganggu gugat. Seolah-olah birokrasi akan berubah menjadi startup modern, penuh anak muda kreatif dengan laptop tipis dan kopi dingin.

Namun begitu seminar selesai kenyataan kembali menampar. Sistem merit di lapangan sering kali lebih mirip sistem “siapa dekat, dia dapat”.

  • Kompetensi? Kadang yang lebih penting adalah kompetensi “berteman dengan orang penting”.
  • Prestasi? Prestasi paling gemilang justru sering berupa kemampuan hadir di setiap acara tanpa pernah absen.
  • Transparansi? Transparan sekali… sampai-sampai semua orang bisa melihat jelas siapa yang “ditunjuk” bahkan sebelum seleksi dimulai.

Kalau diumpamakan seperti lomba lari sistem merit bilang: “Siapa yang paling cepat sampai garis finish, dialah pemenangnya.”

Faktanya ada peserta yang sudah duduk manis di kursi juara bahkan sebelum peluit dibunyikan. Peserta lain tetap berlari tapi lebih mirip olahraga rutin daripada kompetisi.

Baca Juga  Sudah Punya Nama, Jangan Cari Muka

Mari kita bandingkan:

  • Buku Panduan: ASN dipromosikan berdasarkan kinerja.
  • Buku Mimpi: ASN dipromosikan berdasarkan siapa yang paling sering tersenyum di depan bos.
  • Buku Panduan: Semua orang punya kesempatan yang sama.
  • Buku Mimpi: Kesempatan itu sama…, sama-sama tahu siapa yang akan naik jabatan.

Sistem merit di atas kertas memang seperti resep masakan dari chef internasional: rapi, bergizi dan menggugah selera.

Tapi di dapur birokrasi sering kali yang keluar justru mie instan yang dimasak buru-buru lengkap dengan telur setengah matang.

Sistem merit sebenarnya lebih cocok dijadikan materi stand-up comedy. Bayangkan seorang komika naik panggung:

“Katanya sistem merit itu adil. Tapi saya lihat, yang naik jabatan justru orang yang paling rajin bikin grup WhatsApp keluarga pejabat. Itu namanya merit based on sticker kiriman!”

Penonton-pun tertawa karena mereka tahu itu bukan sekadar lelucon, itu realita.

Jujurlah, sistem merit versi dunia nyata itu adalah kompetisi jabatan yang sering kali lebih mirip lomba unik di acara 17 Agustus-an:

  • Ada lomba siapa paling cepat mengirim ucapan ulang tahun ke atasan.
  • Ada lomba siapa paling pandai mengangguk saat rapat.
  • Ada lomba siapa paling tahan berdiri di belakang bos saat foto bersama.

Pemenang lomba ini sering kali lebih berpeluang naik jabatan daripada mereka yang benar-benar punya ide brilian.

Harus diakui secara teori sistem merit menekankan pada kinerja, sedangkan kinerja sering kali diukur dari laporan. Dan publik pasti sudah mafhum kalau laporan itu seperti seni lukis, bisa dimanipulasi.

Ada ASN yang jago membuat laporan indah dan grafik penuh warna-warni padahal isi kegiatannya lebih mirip rapat rutin dengan konsumsi nasi kotak. Ada juga yang pandai menulis kalimat bombastis: “Program ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.” Padahal yang dimaksud “masyarakat” adalah tiga orang tetangga yang kebetulan lewat.

Baca Juga  Omong Kosong Reformasi Birokrasi dan Warisan Budaya Organisasi Orde Lama

Di sisi lain sistem merit butuh pengawasan independen tapi lagi-lagi pengawas kadang lebih mirip penjaga kebun yang ketiduran. Ketika ada penyimpangan mereka hanya berkata: “Nanti kita evaluasi.” Evaluasi itu seperti janji diet, selalu dimulai dengan kata “nanti”.

Akibatnya ASN berprestasi merasa seperti pemain bola yang selalu duduk di bangku cadangan karena adanya nepotisme gaya baru yang tumbuh subur seperti tanaman liar. Akhirnya reformasi birokrasi berjalan lambat lebih mirip siput yang sedang piknik sehingga publik kehilangan kepercayaan karena tahu sistem merit lebih sering jadi slogan daripada kenyataan.

Terus bagaimana solusinya? Biarkan mereka para pemangku jabatan yang berpikir, mereka kan punya alat untuk menemukan solusinya.

Sekali lagi Penulis ulangi bahwa sistem merit itu adalah konsep indah seperti janji surga. Tapi di dunia nyata ia sering berubah menjadi komedi situasi. Di atas kertas ia adalah simfoni tapi di panggung ia laksana karaoke dengan mic rusak. Di brosur pantai biru, di realita kolam ikan lele.

Tulisan ini bukan untuk menolak sistem merit. Justru sebaliknya, untuk mengingatkan bahwa sistem merit harus benar-benar dijalankan bukan sekadar tulisan yang dipampang dan disebarluaskan.

Pada akhirnya sistem merit seperti diet sehat. Semua orang tahu manfaatnya dan mengaku melakukannya tapi di meja makan tetap saja nasi padang yang jadi pilihan.

Dan begitulah yang terjadi di birokrasi negara tetangga, sistem merit tetap jadi slogan, sementara faktanya… ya, kita sebagai jiran masih tertawa pahit sambil menunggu keajaiban.

Seharusnya birokrasi di negara jiran tersebut berguru atau melakukan study banding ke birokrasi/institusi yang ada di Indonesia biar mereka tau cara menerapkan sistem merit yang sebenarnya.

Sahram
Kontributor
Sahram
Hakim Pengadilan Agama Sungailiat

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ASN birokrasi Good Governance sistem merit transparansi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kisah Dua Serigala dan Ritual Serah Terima: Ketika Pencuri Kenyang karena Penjaga Sibuk Menggonggong dan Berbagi Beban Kosong

15 July 2026 • 08:51 WIB

PTA Kepri Matangkan Persiapan Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026

2 July 2026 • 08:15 WIB

Tata Kelola Pelayanan Publik Peradilan dalam Mewujudkan Akses Terhadap Keadilan: Perspektif Hukum dan Administrasi Publik

30 June 2026 • 08:10 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB
Don't Miss

Membaca Ulang Hazb Nuqshān dan Māni‘ al-Irts  Dalam Kasus Anak Perempuan yang Menanggung Beban Orang Tua

By Achmad Nurul Huda28 July 2026 • 07:43 WIB0

Pendahuluan Hukum waris Islam tidak lahir dalam ruang kosong. Ketika Allah menetapkan siapa yang menjadi…

Anak yang Tak Ikut Mutasi

27 July 2026 • 20:00 WIB

Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?

27 July 2026 • 18:01 WIB

Pengadilan Negeri Namlea Terapkan Keadilan Restoratif dalam Perkara Pencurian Perhiasan

27 July 2026 • 16:14 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Membaca Ulang Hazb Nuqshān dan Māni‘ al-Irts  Dalam Kasus Anak Perempuan yang Menanggung Beban Orang Tua
  • Anak yang Tak Ikut Mutasi
  • Hakim Tunggal: Jawaban Krisis Regenerasi Hakim?
  • Pengadilan Negeri Namlea Terapkan Keadilan Restoratif dalam Perkara Pencurian Perhiasan
  • Tolak Permohonan Plea Bargaining, PN Wangi-Wangi Perintahkan Sidang Pemeriksaan Biasa

Recent Comments

  1. Buitenlandse Casino 2026 on Irah-Irah Putusan Hakim: Jejak Pancasila dalam Ruang Sidang
  2. Casino 20 free Spins zonder storting on Irah-Irah Putusan Hakim: Jejak Pancasila dalam Ruang Sidang
  3. Abdul Kasim on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
  4. RobertVem on Dirjen Badilmiltun MA RI: Peradilan yang Berintegritas Harus Dibangun Melalui Penghayatan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim
  5. RobertVem on Beban Perkara dan Daya Tahan Hakim: Catatan Laptah MA 2026
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.