Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

RAT Koperasi Konsumen Primer BSDK Sejahtera Tahun 2026: Wujud Transparansi, Profesional dan Penguatan Ekonomi Anggota

13 March 2026 • 13:24 WIB

Menyalakan Mimpi Untuk Lebih Besar dan Bermanfaat

13 March 2026 • 13:03 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Sistem Merit: Simfoni Mozart yang Berakhir Konser Tepuk Tangan Palsu
Satire

Sistem Merit: Simfoni Mozart yang Berakhir Konser Tepuk Tangan Palsu

SahramSahram12 March 2026 • 08:18 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Sistem merit dalam buku panduan resmi ibarat bintang kejora birokrasi. Ia digambarkan sebagai jalan tol menuju keadilan, transparansi dan profesionalisme. Semua orang ditempatkan sesuai kompetensi, promosi berdasarkan prestasi dan jabatan hanya boleh diisi oleh mereka yang benar-benar layak dan teruji.

Indah sekali bukan? Seperti brosur pariwisata yang menjanjikan pantai biru jernih padahal sampai lokasi airnya lebih mirip kolam ikan lele.

Apabila kita mau melihatnya secara jujur dan objektif sistem merit sering kali lebih mirip dongeng sebelum tidur. Di atas kertas ia laksana simfoni Mozart, kenyataan di panggung lebih mirip karaoke dengan mic rusak yang diakhiri dengan tepuk tangan palsu penonton.

Bayangkan dalam sebuah seminar resmi, seorang pejabat dengan penuh semangat berkata: “Dengan sistem merit, kita akan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat!”

Semua peserta bertepuk tangan. Ada yang sampai berdiri, ada yang mengangguk penuh harapan. Rasanya seperti menonton iklan obat herbal yang menjanjikan sembuh dari segala penyakit.

Begitupun di brosur sistem merit digambarkan sebagai kompetensi di atas segalanya, prestasi sebagai tiket emas dan transparansi yang tak bisa diganggu gugat. Seolah-olah birokrasi akan berubah menjadi startup modern, penuh anak muda kreatif dengan laptop tipis dan kopi dingin.

Namun begitu seminar selesai kenyataan kembali menampar. Sistem merit di lapangan sering kali lebih mirip sistem “siapa dekat, dia dapat”.

  • Kompetensi? Kadang yang lebih penting adalah kompetensi “berteman dengan orang penting”.
  • Prestasi? Prestasi paling gemilang justru sering berupa kemampuan hadir di setiap acara tanpa pernah absen.
  • Transparansi? Transparan sekali… sampai-sampai semua orang bisa melihat jelas siapa yang “ditunjuk” bahkan sebelum seleksi dimulai.

Kalau diumpamakan seperti lomba lari sistem merit bilang: “Siapa yang paling cepat sampai garis finish, dialah pemenangnya.”

Faktanya ada peserta yang sudah duduk manis di kursi juara bahkan sebelum peluit dibunyikan. Peserta lain tetap berlari tapi lebih mirip olahraga rutin daripada kompetisi.

Baca Juga  Omong Kosong Reformasi Birokrasi dan Warisan Budaya Organisasi Orde Lama

Mari kita bandingkan:

  • Buku Panduan: ASN dipromosikan berdasarkan kinerja.
  • Buku Mimpi: ASN dipromosikan berdasarkan siapa yang paling sering tersenyum di depan bos.
  • Buku Panduan: Semua orang punya kesempatan yang sama.
  • Buku Mimpi: Kesempatan itu sama…, sama-sama tahu siapa yang akan naik jabatan.

Sistem merit di atas kertas memang seperti resep masakan dari chef internasional: rapi, bergizi dan menggugah selera.

Tapi di dapur birokrasi sering kali yang keluar justru mie instan yang dimasak buru-buru lengkap dengan telur setengah matang.

Sistem merit sebenarnya lebih cocok dijadikan materi stand-up comedy. Bayangkan seorang komika naik panggung:

“Katanya sistem merit itu adil. Tapi saya lihat, yang naik jabatan justru orang yang paling rajin bikin grup WhatsApp keluarga pejabat. Itu namanya merit based on sticker kiriman!”

Penonton-pun tertawa karena mereka tahu itu bukan sekadar lelucon, itu realita.

Jujurlah, sistem merit versi dunia nyata itu adalah kompetisi jabatan yang sering kali lebih mirip lomba unik di acara 17 Agustus-an:

  • Ada lomba siapa paling cepat mengirim ucapan ulang tahun ke atasan.
  • Ada lomba siapa paling pandai mengangguk saat rapat.
  • Ada lomba siapa paling tahan berdiri di belakang bos saat foto bersama.

Pemenang lomba ini sering kali lebih berpeluang naik jabatan daripada mereka yang benar-benar punya ide brilian.

Harus diakui secara teori sistem merit menekankan pada kinerja, sedangkan kinerja sering kali diukur dari laporan. Dan publik pasti sudah mafhum kalau laporan itu seperti seni lukis, bisa dimanipulasi.

Ada ASN yang jago membuat laporan indah dan grafik penuh warna-warni padahal isi kegiatannya lebih mirip rapat rutin dengan konsumsi nasi kotak. Ada juga yang pandai menulis kalimat bombastis: “Program ini meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.” Padahal yang dimaksud “masyarakat” adalah tiga orang tetangga yang kebetulan lewat.

Baca Juga  Sudah Punya Nama, Jangan Cari Muka

Di sisi lain sistem merit butuh pengawasan independen tapi lagi-lagi pengawas kadang lebih mirip penjaga kebun yang ketiduran. Ketika ada penyimpangan mereka hanya berkata: “Nanti kita evaluasi.” Evaluasi itu seperti janji diet, selalu dimulai dengan kata “nanti”.

Akibatnya ASN berprestasi merasa seperti pemain bola yang selalu duduk di bangku cadangan karena adanya nepotisme gaya baru yang tumbuh subur seperti tanaman liar. Akhirnya reformasi birokrasi berjalan lambat lebih mirip siput yang sedang piknik sehingga publik kehilangan kepercayaan karena tahu sistem merit lebih sering jadi slogan daripada kenyataan.

Terus bagaimana solusinya? Biarkan mereka para pemangku jabatan yang berpikir, mereka kan punya alat untuk menemukan solusinya.

Sekali lagi Penulis ulangi bahwa sistem merit itu adalah konsep indah seperti janji surga. Tapi di dunia nyata ia sering berubah menjadi komedi situasi. Di atas kertas ia adalah simfoni tapi di panggung ia laksana karaoke dengan mic rusak. Di brosur pantai biru, di realita kolam ikan lele.

Tulisan ini bukan untuk menolak sistem merit. Justru sebaliknya, untuk mengingatkan bahwa sistem merit harus benar-benar dijalankan bukan sekadar tulisan yang dipampang dan disebarluaskan.

Pada akhirnya sistem merit seperti diet sehat. Semua orang tahu manfaatnya dan mengaku melakukannya tapi di meja makan tetap saja nasi padang yang jadi pilihan.

Dan begitulah yang terjadi di birokrasi negara tetangga, sistem merit tetap jadi slogan, sementara faktanya… ya, kita sebagai jiran masih tertawa pahit sambil menunggu keajaiban.

Seharusnya birokrasi di negara jiran tersebut berguru atau melakukan study banding ke birokrasi/institusi yang ada di Indonesia biar mereka tau cara menerapkan sistem merit yang sebenarnya.

Sahram
Kontributor
Sahram
Hakim Pengadilan Agama Sungailiat

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ASN birokrasi Good Governance sistem merit transparansi
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Peningkatan Kesejahteraan Hakim sebagai Pintu Masuk Perbaikan Peradilan Berkelanjutan

23 February 2026 • 14:35 WIB

Memaknai Perjanjian Utang Piutang Baru

30 January 2026 • 13:06 WIB
Demo
Top Posts

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB

Penerapan Asas Equality Of Arms dalam Pembuktian Kebocoran Data Pribadi

24 February 2026 • 09:05 WIB
Don't Miss

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

By Aulia Rochmani Lazuardi13 March 2026 • 20:03 WIB0

Di era globalisasi saat ini, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi, khususnya media…

RAT Koperasi Konsumen Primer BSDK Sejahtera Tahun 2026: Wujud Transparansi, Profesional dan Penguatan Ekonomi Anggota

13 March 2026 • 13:24 WIB

Menyalakan Mimpi Untuk Lebih Besar dan Bermanfaat

13 March 2026 • 13:03 WIB

Komitmen Tingkatkan Kualitas Peradilan, Ketua dan Wakil Ketua PTA Kepri Ikuti Rakor, Bimtek, dan Badilag Awards 2026

13 March 2026 • 11:55 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan
  • RAT Koperasi Konsumen Primer BSDK Sejahtera Tahun 2026: Wujud Transparansi, Profesional dan Penguatan Ekonomi Anggota
  • Menyalakan Mimpi Untuk Lebih Besar dan Bermanfaat
  • Komitmen Tingkatkan Kualitas Peradilan, Ketua dan Wakil Ketua PTA Kepri Ikuti Rakor, Bimtek, dan Badilag Awards 2026
  • Mengapa Saudara Sepersusuan Layak Mendapat Wasiat Wajibah?

Recent Comments

  1. cefixime trihydrate on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  2. lisinopril 5 mg on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
  3. propecia on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. Paradoks Keadilan: Dilema Strafmacht dan Disparitas antara Restorative Justice serta Plea Bargain dalam KUHAP Baru Suara BSDK Artikel on Plea Bargain dan Pengakuan terhadap Dakwaan dalam KUHAP 2025: Kunci Prosedural, Bukan Bukti Kesalahan Substantif
  5. duspatal on Konsekuensi Hukum Penetapan Pengembalian Berkas oleh KPN dalam Proses MKR di Tingkat Penyidikan dan Penuntutan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Mayor Laut (H) A. Junaedi, S.H., M.H.
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Letkol Chk Dendi Sutiyoso, S.S., S.H.
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.