Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Indonesia New Criminal Codes and its Procedures: An Early Implementation Highlight

6 April 2026 • 08:15 WIB

Etika dan Nilai Keadilan Dalam Teori Hukum Feminis Perspektif Perempuan Berhadapan dengan Hukum

5 April 2026 • 12:31 WIB

Manusia Lahir dari Cinta, Hidup dengan Cinta, Matipun karena Cinta

5 April 2026 • 07:33 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue
Features Roman

Kisah Hakim Bintang Laut (Part I) – Prologue

Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.20 February 2026 • 10:21 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Di ujung dunia yang dikelilingi oleh lautan tak berujung, di antara gelombang yang berbisik rahasia dari zaman kuno, tinggallah sebuah pulau kecil bernama Mantara Laut. Di sana, di bawah pohon beringin yang berusia ribuan tahun, duduk seorang manusia dengan mata yang seolah-olah menatap dasar laut. Namun, jangan salah ia bukan manusia biasa. Ia adalah pewaris dari nenek moyang yang pernah hidup bersama paus, berbicara dengan ikan pari, dan diberkati oleh bintang laut bercahaya yang muncul setiap malam di atas air.

Konon, ia bukan manusia biasa. Leluhurnya pernah hidup bersama paus raksasa di palung terdalam, berunding dengan ikan pari tentang arus musim, dan menyelamatkan karang-karang tua dari keserakahan kapal besi. Pada suatu malam ribuan tahun silam, seekor bintang laut bercahaya turun dari langit dan menyentuh dahi moyangnya. Sejak itu, garis keturunannya diberi satu amanah yakni menjaga keseimbangan antara manusia dan laut.

Dahulu ketika dunia masih baru dan laut belum dipetakan oleh manusia, lautan bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga tempat hukum dan keseimbangan. Di bawah laut, terdapat Wilayah Laut Kuno  wilayah tak tersentuh oleh zaman yang dijaga oleh para Pembawa Hukum Laut, manusia-manusia yang dipilih karena hatinya bersih dan jiwa mereka penuh dengan rasa hormat terhadap alam.

Setiap malam, saat ombak mereda dan angin membawa aroma asin yang lembut, bintang laut bercahaya itu muncul kembali di permukaan air—seperti mata langit yang mengawasi. Dan setiap kali cahaya itu berpendar lebih terang dari biasanya, itu pertanda: ada ketidakadilan yang harus diadili.

Suatu senja, nelayan-nelayan Mantara Laut datang dengan wajah muram. Ikan-ikan menghilang dari perairan dangkal. Terumbu karang rusak. Air menjadi keruh seperti hati yang menyimpan dusta.

“Wahai Hakim Bintang Laut,” kata seorang nelayan tua dengan suara bergetar, “laut tidak lagi memberi kami kehidupan. Ada yang salah.”

Baca Juga  Kepala BSDK: BSDK Bersiaplah untuk Laksanakan Diklat Cakim 2026

Hakim Bintang Laut menutup mata. Ia meletakkan telapak tangannya di tanah, seakan mendengarkan denyut bumi. Dalam keheningan itu, terdengar bisikan samar – suara paus jauh di selatan, suara pari yang terluka, dan gemuruh kapal besar yang tak dikenal.

Ketika ia membuka mata, cahaya bintang laut di ufuk timur menyala merah kebiruan.

“Itu bukan murka laut,” ujarnya pelan. “Itu luka.”

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Hakim Bintang Laut berdiri meninggalkan beringin purba. Jubahnya berkibar tertiup angin asin. Di tangannya muncul tongkat kayu laut yang telah lama tersembunyi di akar-akar pohon. “Besok,” katanya, “kita akan mencari siapa yang menimbang keuntungan lebih berat daripada kehidupan.”

Dan ombak pun berhenti berbisik—seolah laut sendiri menahan napas, menunggu pengadilan dimulai.

5 Years Later ….

(di dalam Kalender Mantara Laut 1 Tahun terhitung 3,3 Tahun sesuai dengan siklus Komet Encke), yang hanya membutuhkan waktu sekitar 3,3 tahun untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari)

Suatu hari di sebuah desa Kecil seorang putra dari desa nelayan kecil bernama Kalaan, bernama Tara Wisok seorang anak yang terpilih tapi oleh Warga desa kalaan dia dainggap dikutuk . Saat ia berusia 12 tahun, saat ombak menariknya ke tengah laut dalam malam bulan purnama ia dipanggil oleh nenek moyang laut: “Kau bukan anak dari tanah, melainkan keturunan bintang. Karena itu, kau yang akan jadi Hakim Bintang Laut.”

Namun, ada satu rahasia yang hanya diketahui oleh Hakim Bintang Laut: Kristal di dadanya bukan miliknya. Ia adalah penjaga. Kristal itu sebenarnya adalah jiwa dari sang Bintang Laut Raja, hewan mistis yang berbentuk seperti gurita raksasa dengan bintang di punggungnya, yang telah meninggal dalam perang melawan kemunafikan manusia ribuan tahun lalu. Kini, jiwanya hidup kembali dalam bentuk cahaya, dan hanya bisa dikuasai oleh yang berhati tak bersalah. Dan jika suatu hari jika cahaya di dadanya meletup dan menyerah pada kemarahan, kebencian, atau rasa ingin dikuasai… maka cahaya itu akan padam  dan seluruh laut akan kehilangan pengadilnya.

Baca Juga  Keterangan Yang Terlambat

Sejak itu, ia membawa Cahaya Bintang Laut, sebuah kristal berwarna biru kehijauan yang tumbuh di dada seperti hati berdenyut. Kristal ini memberinya kekuatan untuk mendengar suara laut: ratapan ikan yang terluka, teriakan terumbu karang yang hampir mati, dan keluhan dari badai yang terus berubah karena manusia tak menghargai peraturan alam. Dan dia dianugerahi  pengetahuan Luar biasa mengenai Hukum Laut yang tidak tertulis diantaranya

  • Hakim Bintang Laut bukanlah seorang pengadil biasa. Ia tidak duduk di meja besar, tidak menggunakan pedang, tidak memakai mahkota. Ia memegang Kerang Hukum, sebuah kerang raksasa yang jika dibuka, akan menampilkan gambar-gambar dari semua keputusan yang pernah dikeluarkan oleh nenek moyangnya.
  • Setiap kali alam terganggu — nelayan yang menangkap ikan dengan jaring raksasa, kapal yang mencemari laut, atau manusia yang membunuh hiu dengan tanpa alasan — Hakim Bintang Laut akan turun ke permukaan laut. Ia akan menyebarkan cahaya dari dadanya, dan dari cahaya itu, muncul bayangan dari peradilan laut: ikan-ikan berbicara, terumbu karang mengadili, dan ombak membacakan hukuman.

Jika manusia berbuat zalim, maka hukumannya bukan penjara, tapi kutukan laut. Misalnya:

  • Nelayan yang berlebihan dalam menangkap ikan dan merusak Terumbu Karang akan berubah menjadi ikan kecil selama 7 tahun. Kapal pencemar akan tenggelam, namun tidak mati,  ia terus mengapung di laut, membawa sampahnya sebagai hukuman abadi.

Akhir dari Bagian 1… Bersambung

Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
Kontributor
Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
Hakim Pengadilan Negeri Serui

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

bintang laut hakim roman
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

The Trial

2 April 2026 • 10:23 WIB

Batas Kewenangan Konstitusional: Antara Fungsi Pengawasan DPR dan Kemandirian Kekuasaan Kehakiman

2 April 2026 • 10:13 WIB

Implementasi Konsep Tauliyah  ( التَّوْلِيَةِ ) dalam Pelantikan Hakim Peradilan Agama di Setiap Mutasi

1 April 2026 • 13:10 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Indonesia New Criminal Codes and its Procedures: An Early Implementation Highlight

By Layla Windy Puspita Sari6 April 2026 • 08:15 WIB0

The Republic of Indonesia marked a milestone by enacting new rules in 2026. After decades,…

Etika dan Nilai Keadilan Dalam Teori Hukum Feminis Perspektif Perempuan Berhadapan dengan Hukum

5 April 2026 • 12:31 WIB

Manusia Lahir dari Cinta, Hidup dengan Cinta, Matipun karena Cinta

5 April 2026 • 07:33 WIB

Zulfahmi, Koordinator Hakim Yustisial BSDK,Siap Emban Amanah sebagai WKPT Kepulauan Riau

2 April 2026 • 22:15 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Indonesia New Criminal Codes and its Procedures: An Early Implementation Highlight
  • Etika dan Nilai Keadilan Dalam Teori Hukum Feminis Perspektif Perempuan Berhadapan dengan Hukum
  • Manusia Lahir dari Cinta, Hidup dengan Cinta, Matipun karena Cinta
  • Zulfahmi, Koordinator Hakim Yustisial BSDK,Siap Emban Amanah sebagai WKPT Kepulauan Riau
  • Dari Jenderal ke Ketua Mahkamah Agung: Jejak Mudjono dan Revolusi Senyap ‘Operasi Kikis’ dalam Sejarah Peradilan Indonesia

Recent Comments

  1. metoprolol tartrate 50 mg on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  2. sertraline on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  3. augmentin for uti on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  4. zoloft without rx on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  5. diflucan 150 mg oral tablet on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.