(08/07) Mengambil Lokasi di Novotel Grand Shayla Makassar, Tim Pengelola Jurnal Hukum dan peradilan siapkan penerbitan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2026. Jurnal Hukum dan Peradilan menjadi salah satu kanal publikasi gagasan bagi segenap insan peradilan, civitas akademika di kampus-kampus Fakultas Hukum dan seluruh pemerhati isu kebijakan hukum dan peradilan.
JHP sendiri saat ini sudah menduduki peringkat Sinta 2 yang mana dalam dinamikanya sedang mengupayakan menuju Jurnal terindeks Scopus. “Dalam pengelolaan Jurnal Hukum dan Peradilan dalam menuju Scopus terdapat 3 aspek yang wajib di perhatikan yakni Aspek Kebaruan, Aspek analisis hukum, dan Aspek displin penerbitan berkala. JHP sudah baik dengan keberhasilan mempertahakna 3 kali penerbitan dalam setahun”. Ujar Syamsul Arief dalam pembukaan rapat kerja secara resmi.

Salah satu produk unggulan dari Pustrajak Kumdil Mahkamah Agung RI adalah Jurnal Hukum dan Peradilan yang merupakan wadah bagi para hakim, akademisi, praktisi, peneliti dan ahli hukum dalam mewujudkan gagasan penelitian, pengembangan, dan analisis hukum dan peradilan. Fakta di lapangan menyatakan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah juga perlu perhatian lebih serius. Ada tiga permasalahan umum yang dihadapi para pengelola jurnal ilmiah, yaitu: (1) ketersediaan naskah-naskah artikel bermutu, (2) pengelolaan jurnal ilmiah yang belum sesuai standar tata kelola, dan (3) jaminan keberlanjutan pengelolaan jurnal ilmiah. Jumlah naskah artikel bermutu sangat terbatas karena pada umumnya para mitra bestari belum mempunyai komitmen yang cukup untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui terbitan berkala ilmiah, atau kualitas artikel ilmiah yang ditulis masih rendah.
Tujuan dilaksanakannya Rapat Kerja Jurnal Hukum dan Peradilan ini memiliki tujuan mencapai hasil keluaran yang berupa:
- Evaluasi Teknis Pengelolaan Jurnal Tahun 2026 Edisi 1 Dan Persiapan Penerbitan Edisi 2 utamanya berkenaan dengan kinerja Reviewer Luar Negeri, Editor, dan Tim Pengelolaa lainnya;
- Penyusunan Strategi dan Konsolidasi Pengelolaan Jurnal Hukum dan Peradilan Pada Tahun berjalan dan Tahun 2027;
- Evaluasi Persiapan Penerbitan Edisi 2 Tahun 2026 keadaan saat ini Jurnal Hukum dan Peradilan yang berupa:
- Naskah Submission : 202 (baru masuk, tahap desk dan initial);
- Naskah dilakukan Review : 13 (review oleh reviewer dan perbaikan penulis)
- Naskah Dalam Tahap Copyediting : 5 Naskah
- Naskah Dalam Tahap Layout : 5
Metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Focus Group Discussion dengan di pimpin oleh Chief Editor Pengelola Jurnal yang kemudian membahas permasalahan Teknis Open Journal System (OJS) penyamaan peta kerja dan tata kerja editor, peer reviewer, Copyedit Naskah Jurnal, serta layout Naskah Jurnal yang akan dipublish pada tahun 2026 Edisi 2.
Sebagai jurnal ilmiah yang telah mengukuhkan posisinya di peringkat Sinta 2, Jurnal Hukum dan Peradilan memiliki fondasi tata kelola yang solid dan konsistensi publikasi yang tinggi di tingkat nasional. Namun, tantangan globalisasi akademik menuntut jurnal ini untuk melangkah lebih jauh guna memperluas impak ilmiahnya ke panggung internasional melalui indeksasi Scopus. Langkah ini merupakan sebuah upaya strategis untuk menjadikan Jurnal Hukum dan Peradilan sebagai episentrum diseminasi pemikiran hukum kontemporer, khususnya terkait dinamika hukum dan sistem peradilan di Indonesia, agar dapat diakses, dikutip, dan didebatkan oleh komunitas sarjana hukum global.

Langkah krusial dalam migrasi menuju standar Scopus terletak pada peningkatan kualitas substansi artikel dan diversifikasi global dari ekosistem jurnal. Jurnal Hukum dan Peradilan perlu menggeser fokus seleksi naskah dari yang bersifat sangat lokalis-deskriptif menuju artikel yang menawarkan kebaruan teoretis, analisis komparatif, atau implikasi kebijakan yang relevan secara internasional, meski mengangkat isu hukum domestik. Bersamaan dengan itu, restrukturisasi dewan redaksi (editorial board) dan penelaah sejawat (peer-reviewers) mutlak dilakukan dengan melibatkan para pakar hukum terkemuka dari berbagai benua, serta memastikan keterwakilan penulis internasional di setiap nomor terbitan guna menjamin objektivitas dan standar penelaahan yang ketat.
Selain aspek substansi jurnal, pemenuhan kriteria teknis Scopus menuntut penguatan tata kelola jurnal digital berbasis Open Journal Systems (OJS) yang mutakhir, dengan penerapan standar etika publikasi Committee on Publication Ethics (COPE) yang konsisten tanpa kompromi. Penggunaan bahasa Inggris akademik yang presisi di setiap artikel, kelengkapan metadata yang akurat, serta ketepatan waktu penerbitan menjadi indikator kepatuhan teknis yang dipantau ketat dalam proses evaluasi. Melalui integrasi antara manajemen teknis yang profesional, strategi pengingkatan sitasi global, dan pengawalan kualitas ilmiah yang konsisten, Jurnal Hukum dan Peradilan optimis dapat memenuhi kualifikasi ketat Scopus dalam waktu dekat.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


