Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menundukkan Ego dalam Penegakan Hukum: Refleksi Idul Adha 1447 H bagi Pemberi Keadilan

27 May 2026 • 11:35 WIB

KY Umumkan Peserta Lulus Seleksi Kualitas CHA dan Hakim Ad Hoc MA Tahun 2026, Ini Daftar Namanya

26 May 2026 • 16:26 WIB

Dwi Sugiarto Dilantik sebagai Kepala Pusdiklat Teknis Peradilan: Amanah Baru untuk Mencetak Kader Peradilan Berintegritas

26 May 2026 • 14:33 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menundukkan Ego dalam Penegakan Hukum: Refleksi Idul Adha 1447 H bagi Pemberi Keadilan
Artikel

Menundukkan Ego dalam Penegakan Hukum: Refleksi Idul Adha 1447 H bagi Pemberi Keadilan

ZulfahmiZulfahmi27 May 2026 • 11:35 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Menjadi hakim bukanlah sekadar pilihan profesi, melainkan sebuah takdir yang di dalamnya terpatri sumpah yang sangat berat. Jabatan ini bukan sekadar tentang wewenang administratif, melainkan tentang tanggung jawab moral yang melampaui batas keduniawian. Bagi kita yang saat ini memikul amanah kehakiman, sering kali terselip rasa getir melihat betapa tipisnya batas antara keadilan dan kekhilafan. Namun, di tengah beratnya beban ini, Rasulullah SAW memberikan sebuah kabar gembira yang menyejukkan jiwa bagi mereka yang berani memegang teguh kejujuran di tengah badai godaan:

“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, di samping kanan Ar-Rahman; yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam hukumnya, adil terhadap keluarganya, dan adil terhadap apa yang mereka pimpin.” (HR. Muslim).

Membayangkan diri kita kelak berada di mimbar cahaya itu memberikan kekuatan tersendiri. Ini adalah motivasi tertinggi yang melampaui segala tunjangan, fasilitas, maupun jabatan duniawi yang sifatnya fana. Keadilan, bagi kita, bukan sekadar tugas di atas tumpukan berkas perkara, melainkan bentuk ibadah sosial tertinggi yang sedang kita perjuangkan bersama sebagai perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi.

Di momen Idul Adha 1447 H ini, kita diajak kembali menyelami peristiwa agung Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Peristiwa qurban ini bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan cermin ketaatan dan pelepasan ego yang paling mendalam. Bagi kita yang bertugas memberi keadilan, filosofi ini sangatlah personal dan fundamental. Qurban adalah tentang kerelaan untuk melepaskan sesuatu yang kita cintai atau kita genggam erat demi ketaatan yang lebih tinggi.

Apa yang sebenarnya harus kita “qurbankan” di ruang sidang? Kita dituntut untuk berani menyembelih ego, melepas ambisi pribadi, dan membuang jauh keinginan untuk dipuji atau disanjung. Hewan qurban adalah simbol primordial dari hawa nafsu yang harus kita jinakkan. Saat memegang palu, kita dipanggil untuk mengqurbankan kepentingan pribadi demi tegaknya keadilan Ilahi. Jika Nabi Ibrahim AS sanggup mengqurbankan yang paling dicintainya demi perintah yang diyakininya benar, sudikah kita mengqurbankan godaan materi demi menjaga kehormatan profesi yang telah memberi kita kehidupan ini? Tugas kita sebagai pemberi keadilan adalah bentuk “qurban” itu sendiri—pengorbanan waktu, pikiran, dan hawa nafsu demi kepentingan orang banyak yang mendambakan kepastian hukum.

Godaan dalam dunia peradilan tidak selalu datang dalam bentuk amplop yang terang-terangan. Kadang ia hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus dan sulit dikenali. Ada tekanan relasi, kedekatan emosional, rasa sungkan kepada teman lama, hubungan kekerabatan, kepentingan karier, bahkan rasa iba yang berlebihan kepada salah satu pihak. Tidak jarang pula ego hadir dalam bentuk keinginan untuk dipuji sebagai hakim yang populer atau dianggap “baik” oleh semua orang. Pada titik inilah ujian sesungguhnya dimulai. Ego sering kali bekerja diam-diam, membisikkan pembenaran atas keberpihakan yang perlahan menggeser objektivitas. Karena itu, musuh terbesar seorang pemberi keadilan sering kali bukan pihak luar, melainkan dirinya sendiri.

Baca Juga  Integritas sebagai Mahkota Moral bagi Hakim: Menimbang Logika, Meneguhkan Etika

Menjadi hakim yang menjaga integritas kadang bukan jalan yang ramai. Ada saat-saat ketika seseorang harus memilih berjalan sendiri, menjaga jarak dari lingkungan yang tidak sehat, bahkan dianggap terlalu kaku oleh sekelilingnya. Dalam situasi tertentu, mempertahankan prinsip dapat terasa sunyi dan melelahkan. Namun justru dalam kesunyian menjaga prinsip itulah martabat profesi dipertahankan. Tidak semua kemenangan terlihat gemerlap; sebagian kemenangan terbesar justru terjadi ketika seseorang berhasil menolak sesuatu yang tidak diketahui siapa pun selain dirinya dan Tuhan.

Di balik jubah yang kita kenakan, mari kita ingat bahwa kita adalah bagian dari sejarah besar bangsa ini. Setiap kali ketukan palu bergema di ruang sidang, ingatlah bahwa kita tidak sedang memutuskan perkara seorang diri. Kita sedang merawat napas dari negara yang dibangun dengan air mata, keringat, dan darah para pejuang bangsa. Mereka mengorbankan nyawa, meninggalkan orang-orang terkasih, dan membuang ambisi pribadi demi satu impian: berdirinya negara hukum yang berdaulat, adil, dan makmur.

Ketukan palu yang kita layangkan di ruang sidang bukan sekadar bunyi kayu yang beradu dengan meja. Itu adalah suara negara, suara keadilan yang seharusnya memberikan rasa aman bagi mereka yang tertindas. Setiap kali palu itu diangkat, ribuan pasang mata menatap dengan harapan. Mereka yang datang ke ruang sidang sering kali adalah orang-orang yang sudah putus asa, yang hanya memiliki harapan terakhir pada ketukan palu kita. Jika kita mengotori harapan itu dengan kepentingan pribadi, kita tidak hanya sedang menyuap diri kita sendiri, tetapi kita sedang meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang kita cintai ini. Kepercayaan publik bukanlah sesuatu yang bisa dibeli; ia adalah hasil dari konsistensi perilaku dan kemurnian putusan yang kita lahirkan. Ketika kepercayaan itu hilang, maka hukum hanya akan menjadi sekadar teks mati yang tidak lagi memiliki wibawa di mata rakyat.

Setiap tetes darah yang tumpah di medan perjuangan masa lalu adalah saksi bisu atas impian tentang keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Bayangkanlah betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan. Ketika kita tergoda untuk mencederai keadilan, bukankah kita sedang mengkhianati harapan agung para pendiri bangsa yang dulu bertaruh nyawa untuk tanah air ini? Palu yang kita pegang adalah simbol kedaulatan mereka. Jangan biarkan ia menjadi alat penggadaian martabat bangsa yang telah diperjuangkan dengan begitu mahal. Ketukan palu kita adalah tanda kehadiran negara dalam memberikan keadilan, dan setiap putusan adalah cerminan dari martabat bangsa kita di masa depan.

Saat ini, pimpinan Mahkamah Agung telah menunjukkan sikap tegas zero tolerance terhadap segala bentuk praktik transaksional. Kebijakan ini adalah garis tegas yang tidak bisa ditawar lagi bagi seluruh penegak keadilan. “Uang terima kasih” pasca-putusan, apa pun dalihnya, hanyalah suap yang terbungkus rapi. Harta itu bukanlah rezeki, melainkan beban amanah yang akan kita bawa hingga ke penghisaban nanti. Hadiah itu diberikan semata karena jabatan yang melekat pada kita; jika bukan karena jabatan itu, tentu mereka tidak akan memberikan apa pun. Mari kita sadari bahwa tunjangan negara sudah lebih dari cukup untuk hidup terhormat, sehingga menengadahkan tangan pada pihak berperkara adalah bentuk kerendahan diri yang tidak perlu.

Baca Juga  Perkokoh Integritas, Kabawas MA RI: "Jangan Pernah Menggerogoti Rumah Besar Kita Sendiri!"

Bagi rekan-rekan yang mungkin pernah merasa tergelincir di masa lalu, janganlah berputus asa dan merasa diri telah kehilangan segalanya. Kita semua adalah manusia biasa yang tak luput dari khilaf. Namun, inilah saatnya untuk melakukan refleksi total. Mari kita tebus masa lalu dengan komitmen yang lebih baik mulai hari ini. Berhentilah dari hubungan yang tidak perlu dengan pihak berperkara, dan bagi kita yang lebih senior, marilah kita menjadi teladan bagi rekan-rekan yang lebih muda. Setidaknya, jadilah teladan yang terbaik untuk diri sendiri, agar saat kita pulang nanti ke rumah dan menemui keluarga, kita membawa ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli dengan harta apa pun.

Kita perlu bertanya pada diri sendiri di saat-saat hening di sela kesibukan: “Apa yang akan tertinggal saat kursi ini tidak lagi kita duduki?” Jabatan ini hanyalah titipan singkat dalam perjalanan panjang kehidupan. Harta yang dikumpulkan secara tidak halal akan segera habis dimakan zaman, namun setiap putusan yang lahir dari ketulusan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Sebaliknya, setiap ketidakadilan yang kita biarkan akan menjadi jejak sejarah yang membebani nama baik keluarga kita di masa depan. Menjadi hakim yang amanah adalah bentuk investasi terbaik bagi diri sendiri, karena martabat diri jauh lebih mahal nilainya dibanding godaan materi yang sesaat.

Jabatan ini akan segera berakhir. Waktu terus berputar, dan pada akhirnya, apa yang benar-benar ingin kita tinggalkan? Apakah kita ingin diingat sebagai pemberi keadilan yang bisa dibeli, atau seseorang yang teguh menjaga prinsip meski dalam kesederhanaan yang bersahaja? Keadilan adalah napas masyarakat; jika kita mengotorinya, mereka akan sesak napas dalam ketidakadilan.

Kelak ketika palu itu tidak lagi berada di tangan kita, yang tersisa bukanlah fasilitas, jabatan, atau penghormatan seremonial. Yang tertinggal hanyalah jejak: apakah kehadiran kita pernah membuat orang kecil merasa masih ada harapan terhadap hukum, atau justru membuat mereka kehilangan kepercayaan kepada negara. Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat putusan, tetapi juga mencatat nurani di balik putusan itu.

Mari kita jaga profesi ini dengan penuh pengabdian. Semoga kita semua selalu dikuatkan untuk tetap istiqamah di jalan yang lurus. Amin.

Zulfahmi
Kontributor
Zulfahmi
Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Ego Penegak Hukum Etika Peradilan Integritas Hakim Keadilan dan Amanah Refleksi Idul Adha
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kumulasi Petitum dalam Perkara Permohonan: Telaah atas Penggabungan Permohonan Perubahan Nama dan Data Kelahiran

26 May 2026 • 09:40 WIB

Due Process of Law dalam KUHAP 2025: Menjaga Keadilan Sejak Penyelidikan sampai Putusan

25 May 2026 • 19:50 WIB

Menjaga Tunas Bangsa melalui Integritas Hakim sebagai Penjaga Negara Hukum

25 May 2026 • 10:12 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Menundukkan Ego dalam Penegakan Hukum: Refleksi Idul Adha 1447 H bagi Pemberi Keadilan

By Zulfahmi27 May 2026 • 11:35 WIB0

Menjadi hakim bukanlah sekadar pilihan profesi, melainkan sebuah takdir yang di dalamnya terpatri sumpah yang…

KY Umumkan Peserta Lulus Seleksi Kualitas CHA dan Hakim Ad Hoc MA Tahun 2026, Ini Daftar Namanya

26 May 2026 • 16:26 WIB

Dwi Sugiarto Dilantik sebagai Kepala Pusdiklat Teknis Peradilan: Amanah Baru untuk Mencetak Kader Peradilan Berintegritas

26 May 2026 • 14:33 WIB

Kumulasi Petitum dalam Perkara Permohonan: Telaah atas Penggabungan Permohonan Perubahan Nama dan Data Kelahiran

26 May 2026 • 09:40 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menundukkan Ego dalam Penegakan Hukum: Refleksi Idul Adha 1447 H bagi Pemberi Keadilan
  • KY Umumkan Peserta Lulus Seleksi Kualitas CHA dan Hakim Ad Hoc MA Tahun 2026, Ini Daftar Namanya
  • Dwi Sugiarto Dilantik sebagai Kepala Pusdiklat Teknis Peradilan: Amanah Baru untuk Mencetak Kader Peradilan Berintegritas
  • Kumulasi Petitum dalam Perkara Permohonan: Telaah atas Penggabungan Permohonan Perubahan Nama dan Data Kelahiran
  • BSDK MA RI Himpun Masukan PTA Manado Terkait Urgensi Perubahan Perma Nomor 7 Tahun 2016

Recent Comments

  1. is sildenafil used to treat high blood pressure on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. metronidazole treatment for bv dosage on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  3. metronidazole cream rosacea results on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  4. metronidazole perioral dermatitis reddit on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  5. how to drink doxycycline hyclate on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.