Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dekatkan Keadilan, Wakil Ketua PA Baturaja Pimpin Sidang Keliling di Lubuk Raja

17 April 2026 • 12:06 WIB

Sinergi Strategis IKAHI, KPK, dan PPATK dalam Memperkokoh Integritas Peradilan dan Pencegahan Korupsi di Purwokerto

17 April 2026 • 10:08 WIB

Ketua PTA Kepri Sampaikan Kebijakan Strategis dalam Rakor Tahun 2026

17 April 2026 • 09:05 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » MEWARISKAN BUMI YANG SAKIT: UTANG KEADILAN EKOLOGIS PADA GENERASI MENDATANG
Artikel

MEWARISKAN BUMI YANG SAKIT: UTANG KEADILAN EKOLOGIS PADA GENERASI MENDATANG

Rafi Muhammad AveRafi Muhammad Ave16 December 2025 • 19:43 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Paradigma antroposentrisme

Rentetan bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari banjir bandang di Sumatera Barat, longsor di Sumatera Utara, hingga luapan sungai di Aceh, tidak dapat lagi dipandang sekadar sebagai fenomena meteorologis biasa. Peristiwa-peristiwa ini adalah “bahasa” alam yang sedang memberontak, sebuah pesan keras bahwa keseimbangan ontologis antara manusia dan lingkungan hidupnya telah runtuh. Kita tidak sedang menyaksikan murka Tuhan semata, melainkan sedang melihat pantulan dari krisis moralitas manusia yang gagal menempatkan dirinya secara tepat di hadapan alam semesta. Air bah yang menerjang pemukiman bukan hanya membawa lumpur, tetapi juga membawa bukti kegagalan kita dalam mengelola ruang lingkungan hidup.

Secara filosofis, akar dari kerusakan masif ini terletak pada paradigma antroposentrisme yang masih bercokol kuat dalam nalar hukum dan kebijakan kita. Pandangan ini menempatkan manusia sebagai pusat dari segala-galanya, di mana alam dipandang semata-mata sebagai objek pemuas kebutuhan ekonomi atau properti yang boleh dieksploitasi tanpa batas. Di Sumatera, pandangan ini mewujud dalam bentuk alih fungsi hutan lindung menjadi area komersial yang mengabaikan fungsi ekologis. Kita lupa bahwa hutan di Bukit Barisan bukanlah sekadar aset kayu atau lahan tanam, melainkan paru-paru dan spons raksasa yang menopang kehidupan jutaan makhluk hidup, termasuk manusia itu sendiri.

Hukum yang berlaku saat ini sering kali terjebak pada formalitas administratif belaka, kehilangan jiwa keadilannya ketika berhadapan dengan alam. Izin-izin lingkungan sering kali diterbitkan dengan nalar yang kering, hanya melihat syarat di atas kertas tanpa merenungkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem yang hidup. Ketika hukum hanya menjadi stempel bagi keserakahan, maka sesungguhnya hukum tersebut telah kehilangan moralitasnya. Bencana banjir yang berulang di Aceh dan Sumatera Utara adalah bukti nyata bahwa hukum gagal menjadi panglima yang melindungi kelestarian alam, dan justru menjadi penonton bisu dari degradasi lingkungan yang terstruktur.

Keadilan Antargenerasi

Dalam konteks inilah konsep “Keadilan Antargenerasi” menemukan relevansinya yang paling menohok. Kita harus menyadari bahwa bumi ini bukanlah warisan mutlak dari nenek moyang yang bisa kita habiskan, melainkan titipan dari anak cucu yang harus kita jaga. Generasi saat ini bertindak seolah-olah hari esok tidak ada, mengeruk kekayaan alam sampai ke akarnya dan meninggalkan ampas kerusakan. Filosofi dasar keadilan menuntut adanya kesetaraan hak; namun, apa yang terjadi saat ini adalah perampasan hak hidup generasi mendatang oleh generasi sekarang.

Baca Juga  Pengadilan Negeri Bireuen Berhasil Mengantarkan Bantuan Tanggap Bencana dari Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Mewariskan “bumi yang sakit” kepada generasi mendatang adalah sebuah bentuk utang ekologis yang tidak akan pernah bisa dilunasi dengan mata uang apa pun. Utang ini berbentuk sungai yang tercemar, tanah yang labil, udara yang beracun, dan iklim yang tidak menentu. Ketika bayi-bayi di masa depan lahir, mereka langsung menanggung beban “kredit macet” kerusakan lingkungan yang tidak pernah mereka nikmati keuntungannya. Ini adalah ketidakadilan fundamental: satu generasi menikmati pestanya, sementara generasi lain harus mencuci piring kotornya dan menanggung biaya pemulihan yang sangat mahal.

Bencana yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh seharusnya menjadi cermin retak bagi kita untuk melakukan introspeksi mendalam. Alam memiliki mekanisme keadilannya sendiri yang tidak bisa disuap atau dinegosiasikan. Ketika kita merusak daerah resapan air di hulu demi keuntungan sesaat, alam akan menuntut balasannya di hilir dalam bentuk bencana. Dalam perspektif filosofis, ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa lari dari hukum kausalitas. Setiap pohon yang ditebang secara liar adalah undangan bagi bencana di masa depan; setiap jengkal tanah yang dirusak adalah surat utang yang kita kirimkan kepada anak cucu kita.

Oleh karena itu, diperlukan pergeseran paradigma hukum dari yang bersifat menaklukkan alam menjadi hukum yang menghormati alam. Kita perlu menyuntikkan kembali nilai-nilai etika ke dalam regulasi lingkungan hidup kita. Etika lingkungan mengajarkan bahwa alam memiliki nilai intrinsik, ia berhak untuk ada, tumbuh, dan lestari terlepas dari apakah ia berguna bagi manusia atau tidak. Mengakui hak alam untuk tetap lestari adalah langkah awal untuk memulihkan hubungan yang rusak ini. Jika sungai di Aceh dan hutan di Sumatera Utara dianggap sebagai subjek yang harus dihormati, maka eksploitasi serampangan tidak akan mendapatkan legitimasi moral maupun hukum.

Tanggung jawab kita terhadap lingkungan bukanlah pilihan, melainkan sebuah imperatif mutlak. Kita memiliki kuasa teknologi dan pengetahuan untuk merusak bumi, yang berarti kita juga memikul beban tanggung jawab setara untuk melindunginya. Absennya rasa tanggung jawab ini sama saja dengan pengkhianatan terhadap kemanusiaan itu sendiri. Menjaga lingkungan bukan lagi soal “melestarikan pemandangan indah”, tetapi soal mempertahankan syarat-syarat dasar yang memungkinkan kehidupan manusia tetap ada di muka bumi ini. Tanpa lingkungan yang sehat, segala pencapaian peradaban, hukum, dan ekonomi menjadi tidak berarti.

Baca Juga   Jejak Air, Jejak Kebijakan: Membaca Bencana sebagai Cermin Tata Kelola

Generasi masa depan adalah kelompok yang paling rentan karena mereka tidak memiliki suara di parlemen hari ini, tidak memiliki hak veto dalam keputusan bisnis, dan tidak bisa mengajukan gugatan di pengadilan saat ini. Kitalah yang harus menjadi wali amanat bagi kepentingan mereka. Menjaga kelestarian hutan-hutan di Sumatera hari ini adalah cara kita berbicara kepada masa depan, mengatakan bahwa kita peduli. Sebaliknya, pembiaran terhadap kerusakan lingkungan adalah bentuk pembungkaman terhadap hak asasi mereka untuk hidup layak dan aman dari ancaman bencana.

Utang Ekologis: pemulihan, konservasi, dan penegakan hukum

Pada akhirnya, refleksi filosofis ini mengajak kita untuk meredefinisi makna “kemajuan”. Kemajuan tidak boleh lagi diukur dari seberapa banyak gedung yang dibangun atau seberapa luas lahan yang dibuka, tetapi harus diukur dari seberapa baik kita menjaga daya dukung lingkungan. Bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera adalah teguran keras bahwa definisi kemajuan kita selama ini keliru. Kita sedang berlari menuju jurang kehancuran sambil merasa sedang mendaki puncak kesuksesan.

Sebagai penutup, menghentikan pewarisan bumi yang sakit adalah panggilan etis tertinggi bagi generasi ini. Kita harus segera membayar cicilan utang ekologis kita dengan melakukan pemulihan, konservasi, dan penegakan hukum yang tegas. Jangan sampai sejarah mencatat generasi kita sebagai generasi yang egois, yang mewariskan air mata dan tanah tandus kepada anak cucunya. Mari kita pastikan bahwa ketika generasi mendatang melihat ke belakang, mereka tidak mengutuk kita, melainkan berterima kasih karena kita telah memilih jalan kebijaksanaan untuk menjaga rumah satu-satunya bagi umat manusia ini.

Rafi Muhammad Ave
Kontributor
Rafi Muhammad Ave
Hakim Pengadilan Negeri Blangkejeren

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

aceh bencana Sumatera Utara
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ketika Diversi Menjadi Wujud Keadilan yang Memulihkan di Pengadilan Negeri Merauke

16 April 2026 • 09:18 WIB

Bullion Bank dan Celah Hukum: Saat Emas Menjadi Sumber Gugatan

16 April 2026 • 08:52 WIB

Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas

15 April 2026 • 08:08 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

Dekatkan Keadilan, Wakil Ketua PA Baturaja Pimpin Sidang Keliling di Lubuk Raja

By Aman17 April 2026 • 12:06 WIB0

LUBUK RAJA – Pengadilan Agama (PA) Baturaja terus berinovasi dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat…

Sinergi Strategis IKAHI, KPK, dan PPATK dalam Memperkokoh Integritas Peradilan dan Pencegahan Korupsi di Purwokerto

17 April 2026 • 10:08 WIB

Ketua PTA Kepri Sampaikan Kebijakan Strategis dalam Rakor Tahun 2026

17 April 2026 • 09:05 WIB

Delegasi PN Dataran Hunipopu Sumbang Suara Daerah Dalam Fgd Identifikasi Masalah Penerapan Rj Bersama Kemenko Polkam Ri Di Ambon

17 April 2026 • 07:56 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dekatkan Keadilan, Wakil Ketua PA Baturaja Pimpin Sidang Keliling di Lubuk Raja
  • Sinergi Strategis IKAHI, KPK, dan PPATK dalam Memperkokoh Integritas Peradilan dan Pencegahan Korupsi di Purwokerto
  • Ketua PTA Kepri Sampaikan Kebijakan Strategis dalam Rakor Tahun 2026
  • Delegasi PN Dataran Hunipopu Sumbang Suara Daerah Dalam Fgd Identifikasi Masalah Penerapan Rj Bersama Kemenko Polkam Ri Di Ambon
  • PT Ambon Perkuat Pembangunan Zona Integritas Di PN Dataran Hunipopu

Recent Comments

  1. doxycycline monohydrate 100mg on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  2. lasix for dogs 12.5 mg on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. esomeprazole magnesium 40 mg generic on Debu di Atas Map Hijau
  4. lasix water pill on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  5. udenafil tablet price on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.