Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

October 14, 2026

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Memaknai Pesan Ketua Mahkamah Agung, “Pengadilan Militer Yang Sukses Adalah Pengadilan Yang Mampu Memenuhi Ekspektasi Masyarakat Pencari Keadilan”

Memaknai Pesan Ketua Mahkamah Agung, “Pengadilan Militer Yang Sukses Adalah Pengadilan Yang Mampu Memenuhi Ekspektasi Masyarakat Pencari Keadilan”

SudiyoBy SudiyoMarch 31, 2026 · 20:49 WIB9 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Momentum kunjungan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., ke Pengadilan Militer I-04 Palembang, pada Hari Rabu tanggal 28 Januari 2026, beliau menuliskan sekaligus membacakan pesan yang berbunyi, “Pengadilan Militer yang sukses adalah pengadilan yang mampu memenuhi ekspektasi masyarakat pencari keadilan”. Pesan  tersebut terdiri dari kalimat yang sederhana, namun memiliki makna penting yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi lembaga pengadilan militer seluruh Indonesia dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sekaligus mengahadapi arus deras pembaruan hukum nasional yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan serta eksistensi peradilan militer. Makna di balik pesan tersebut sangat tepat sebagai respons atas dinamika sosial dan hukum yang berkembang dewasa ini, di mana masyarakat semakin kritis terhadap kinerja lembaga peradilan militer.

Pembahasan

Pemberi pesan tentu tidak mengharapkan pesan yang disampaikan hanya terpampang sebagai hiasan dalam prasasti yang tertempel di dinding pengadilan militer tanpa makna. Sedangkan bagi penerima pesan tentu wajib memahami dan melaksanakan isi pesan tersebut. Dalam artikel ini penulis mencoba mengurai makna pesan tersebut secara komprehensif terhadap setiap unsur dalam pernyataan tersebut agar dapat dipahami secara utuh selanjutnya dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi lembaga pengadilan militer.

  1. Pengertian dan Makna Konseptual.
    1. Pengadilan Militer.

      Secara yuridis pengadilan militer adalah lembaga peradilan yang berwenang mengadili perkara pidana yang dilakukan oleh prajurit TNI atau subjek hukum lain yang dipersamakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam perspektif akademis, pengadilan militer merupakan bagian dari sistem peradilan khusus (special court) yang memiliki kompetensi absolut terhadap subjek hukum tertentu, yaitu prajurit/militer.

      Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, dalam Pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa pengadilan adalah badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan militer yang meliputi Pengadilan Militer, Pengadilan Militer Tinggi, Pengadilan Militer Utama, dan Pengadilan Militer Pertempuran.

      Selanjutnya dalam Penjelasan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan militer dalam undang-undang ini dilaksanakan oleh:

      1. Pengadilan di lingkungan Peradilan Militer yang terdiri dari:
        1. Pengadilan Militer yang merupakan pengadilan tingkat pertama untuk perkara pidana yang terdakwanya berpangkat Kapten ke bawah;
        2. Pengadilan Militer Tinggi yang merupakan pengadilan tingkat banding untuk perkara pidana yang diputus pada tingkat pertama oleh Pengadilan Militer. Pengadilan Militer Tinggi juga merupakan pengadilan tingkat pertama untuk perkara pidana yang terdakwanya atau salah satu terdakwanya berpangkat Mayor ke atas dan gugatan sengketa Tata Usaha Militer;
        3. Pengadilan Militer Utama yang merupakan pengadilan tingkat banding untuk perkara pidana dan sengketa Tata Usaha Militer yang diputus pada tingkat pertama oleh Pengadilan Militer Tinggi.
      2. Pengadilan Militer Pertempuran yang merupakan pengadilan tingkat pertama dan terakhir dalam mengadili perkara pidana yang dilakukan oleh Prajurit di daerah pertempuran, yang merupakan pengkhususan (differensiasi/spesialisasi) dari pengadilan dalam lingkungan peradilan militer. Pengadilan itu merupakan organisasi kerangka yang baru berfungsi apabila diperlukan dan disertai pengisian pejabatnya.

      Badan-badan peradilan tersebut pada angka 1) dan angka 2), sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Berdasarkan pengertian tersebut maka pesan yang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah pesan untuk seluruh jajaran pengadilan militer seluruh Indonesia baik pengadilan tingkat pertama, pengadilan tinggi maupun pengadilan utama.

    2. Sukses.

      Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “sukses” diartikan sebagai keberhasilan dalam mencapai tujuan atau hasil yang diharapkan. Konsep kesuksesan dalam organisasi publik tidak hanya diukur dari pencapaian tugas pokok dan fungsi pengadilan militer (target internal), akan tetapi juga diukur dari tingkat kepuasan publik sebagai pengguna layanan.

      Dalam perspektif administrasi publik, kesuksesan lembaga peradilan dapat diukur melalui indikator seperti kepercayaan publik (public trust), kualitas pelayanan, transparansi, dan integritas yang parameternya diukur dari hasil Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang saat ini menjadi Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP), serta kualitas pertimbangan hukum dalam putusan, konsistensi yurisprudensi, serta perlindungan hak asasi manusia.

    3. Ekspektasi.

      Ekspektasi berasal dari kata expectation yang berarti harapan terhadap sesuatu yang akan terjadi. Dalam KBBI, ekspektasi diartikan sebagai harapan atau keyakinan terhadap sesuatu yang diinginkan. Dalam konteks organisasi/lembaga pengadilan militer, ekspektasi merupakan persepsi individu atau kelompok terhadap hasil yang seharusnya diperoleh dari suatu sistem atau layanan yang diberikan pengadilan militer.

      Ekspektasi masyarakat terhadap lembaga pengadilan militer mencakup harapan akan keadilan, kecepatan, keterbukaan, serta perlakuan yang setara di hadapan hukum.

    4. Masyarakat Pencari Keadilan.

      Istilah “masyarakat pencari keadilan” merujuk pada individu atau kelompok yang mengajukan perkara atau mencari penyelesaian sengketa melalui lembaga peradilan. Dalam istilah hukum, mereka sering disebut sebagai justiciabelen, yaitu subjek hukum yang berhak memperoleh perlindungan dan pelayanan dari sistem peradilan militer.

      Masyarakat pencari keadilan tidak hanya terbatas pada pihak yang berperkara, tetapi juga mencakup masyarakat luas yang memiliki kepentingan terhadap tegaknya hukum dan keadilan. Oleh karena itu, pengadilan militer memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan bahwa setiap proses peradilan pada pengadilan militer dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat.

  2. Analisis Makna Pesan.

    Jika dikaji secara menyeluruh, pesan Ketua Mahkamah Agung tersebut mengandung beberapa makna penting sebagai berikut:

    1. Pertama, adanya pergeseran paradigma dalam menilai keberhasilan pengadilan militer. Keberhasilan tidak lagi berorientasi pada internal lembaga, tetapi pada kepuasan dan kepercayaan masyarakat yang diukur dari hasil survei eksternal melalui hasil Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang saat ini menjadi Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP).

      Pelayanan non transaksional dan peningkatan pelayanan berbasis kepentingan publik adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan dengan mengembangkan pelayanan yang ramah, cepat, dan murah sehingga terjangkau dengan mudah oleh publik. Seluruh upaya pengadilan militer tersebut pada satu tujuan utama, yaitu meningkatnya kepercayaan masyarakat.

    2. Kedua, penegasan bahwa pengadilan militer harus adaptif terhadap perkembangan nilai-nilai demokrasi, khususnya prinsip keterbukaan (transparency) dan akuntabilitas (accountability). Pengadilan yang sukses adalah pengadilan yang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya mampu menerapkan Delapan Nilai Utama yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Agung sebagai pedoman bagi seluruh aparat peradilan dalam menjalankan tugasnya.

      Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi peradilan serta mewujudkan sistem hukum yang adil dan transparan yang meliputi:

      • kemandirian,
      • integritas,
      • kejujuran,
      • akuntabilitas,
      • responsibilitas,
      • keterbukaan,
      • ketidakberpihakan,
      • perlakuan yang sama di hadapan hukum.

      Delapan Nilai Utama Mahkamah Agung tersebut merupakan pedoman fundamental dalam menjalankan tugas dan fungsi peradilan di Indonesia yang tidak hanya menjaga marwah institusi peradilan, tetapi juga menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan yang sejati bagi seluruh masyarakat. Dengan menerapkan nilai-nilai ini secara konsisten dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, pengadilan militer dapat terus membangun kepercayaan publik.

    3. Ketiga, dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan peradilan, baik dari aspek sumber daya manusia, sistem administrasi, maupun integritas aparat peradilan. Pengadilan militer harus bertransformasi menjadi lembaga peradilan yang terbuka terhadap pengawasan publik, profesional dalam menjalankan fungsi yudisial, serta mampu memberikan rasa keadilan yang nyata bagi masyarakat.

      Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan peradilan tidak terbatas pada teknis administratif, akan tetapi merupakan upaya menyeluruh dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengadilan militer sebagai bagian dari sistem peradilan nasional.

    4. Keempat, penguatan peran pengadilan militer sebagai bagian dari sistem hukum nasional yang tidak terpisah dari kepentingan masyarakat luas.

      Penguatan peran tersebut dilakukan melalui upaya-upaya yang bersifat struktural, kultural, dan fungsional dengan peningkatan transparansi dan aksesibilitas peradilan, seperti publikasi putusan secara terbuka, penyediaan informasi perkara yang mudah diakses, dan keterbukaan persidangan dalam batas yang diperkenankan hukum.

      Seiring dengan era pembaruan hukum saat ini maka mau tidak mau, suka atau tidak suka, pengadilan militer harus melakukan harmonisasi dan penyesuaian dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional (UU No. 1 Tahun 2023) serta KUHAP (UU No. 20 Tahun 2025) serta Undang-Undang Penyesuaian Pidana (UU No. 1 Tahun 2026).

      Penguatan integritas dan akuntabilitas dilakukan dengan penegakan kode etik hakim dan aparatur peradilan militer secara ketat, pengawasan internal dan eksternal, serta penerapan sistem evaluasi kinerja berbasis kinerja.

      Dengan demikian, penguatan pengadilan militer bukan hanya soal mempertegas kedudukannya secara formal kelembagaan, namun juga memastikan bahwa keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengadilan militer harus mampu menunjukkan sebagai bagian integral dari sistem hukum nasional yang bekerja untuk menegakkan keadilan, bukan hanya bagi institusi militer, tetapi juga bagi kepentingan masyarakat luas.

  3. Implikasi dan Tantangan.

    Dalam praktiknya, mewujudkan pengadilan militer yang mampu memenuhi ekspektasi masyarakat bukanlah hal yang mudah, harus dengan upaya yang terencana, sistematis, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Tujuan tersebut tidak dapat dicapai seperti membalikkan tangan, karena terdapat berbagai tantangan yang akan dihadapi saat ini, di antaranya adalah:

    1. Masih adanya persepsi publik yang masih menganggap pengadilan militer bersifat tertutup dan sebagai lembaga impunitas;
    2. Masih adanya anggapan akan keterbatasan akses informasi terhadap proses peradilan di pengadilan militer;
    3. Kebutuhan peningkatan profesionalisme dan integritas aparat pengadilan militer; dan
    4. Penyesuaian regulasi dengan prinsip keterbukaan peradilan yang saat ini dirasakan masih lambat, setengah hati, dan bertahan pada prinsip kekhasan militer.

    Berbagai tantangan tersebut tidak sepatutnya dipandang sebagai hambatan, melainkan harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan refleksi dan introspeksi secara mendalam terhadap berbagai kelemahan dan keterbatasan yang ada untuk terus melakukan pembaruan sebagaimana arah pembaruan Mahkamah Agung, yaitu:

    • pembaruan manajemen perkara,
    • pembaruan fungsi teknis,
    • pembaruan fungsi penelitian dan pengembangan,
    • pembaruan pengelolaan sumber daya manusia,
    • pembaruan sistem pendidikan dan pelatihan,
    • pembaruan pengelolaan anggaran,
    • pembaruan pengelolaan aset,
    • pembaruan teknologi informasi,
    • pembaruan sistem pengawasan, dan
    • pembaruan sistem keterbukaan informasi.

    Tantangan tersebut sekaligus menjadi pendorong bagi peningkatan kapasitas adaptasi serta pengembangan inovasi yang berkelanjutan dalam sistem peradilan militer guna mewujudkan peradilan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga  Pengadilan Militer I-05 Palembang Menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh Personel

Penutup

Pesan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia tersebut merupakan harapan besar Mahkamah Agung agar pengadilan militer sukses dan merupakan refleksi dari tuntutan perkembangan zaman yang menghendaki peradilan yang lebih terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Pemaknaan terhadap pesan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengadilan militer tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap hukum formal, akan tetapi juga oleh kemampuannya dalam memenuhi ekspektasi masyarakat pencari keadilan.

Pesan Ketua Mahkamah Agung tersebut pada hakikatnya merupakan pengingat bahwa keberadaan pengadilan militer tidak hanya untuk menegakkan hukum dalam lingkup internal militer, tetapi juga untuk menjawab harapan masyarakat luas terhadap keadilan.

Kesuksesan pengadilan militer tidak lagi dapat diukur semata-mata dari kepatuhan terhadap prosedur, melainkan dari kemampuannya menghadirkan keadilan yang transparan, akuntabel, dan independen.

Dengan demikian, pengadilan militer yang sukses adalah pengadilan yang tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat. Dan pada akhirnya, kepercayaan itulah yang menjadi ukuran tertinggi dari sebuah keadilan.

Sudiyo
Kontributor
Sudiyo
Wakil Kepala Pengadilan Militer I - 04 Palembang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Kepercayaan Masyarakat Ketua Mahkamah Agung Pelayanan Publik Peradilan Militer Reformasi Peradilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

October 14, 2026

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Jalan Darma Tokoh Wayang Yudistira: Konsistensi Hakim Menegakkan Keadilan Lingkungan di Tengah Bencana Asap

October 14, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,606 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

By Edi HudiataOctober 14, 20260

MEGAMENDUNG, BSDK MA RI — “Juru bicara jangan menjadi bagian dari masalah dan jangan mencari…

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026

Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?

October 14, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • 7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan
  • Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  • Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang
  • Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?
  • Optimalisasi SIPP dan e-Court, Kunci Profesionalitas Panitera Pengganti di Era Digital

Recent Comments

  1. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  2. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  3. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  4. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
  5. Pandu PW on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Imaniar, S.H., M.H.
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Supid Arso Hananto
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.