Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Toga Ditanggalkan, Integritas Tetap Diuji: Pengadilan Hubungan Industrial Bukanlah Pengadilan Kalkulator

12 July 2026 • 21:00 WIB

Dari Iqrar ke Bukti Digital: Rekonstruksi Pengakuan sebagai Alat Bukti Perceraian di Era Peradilan Elektronik

12 July 2026 • 20:00 WIB

Masih adakah Upaya Hukum terhadap Putusan Bebas di Era KUHAP Baru?

12 July 2026 • 19:28 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Di Meja Hijau, Saya Belajar Tentang Manusia
Roman

Di Meja Hijau, Saya Belajar Tentang Manusia

Iqbal LazuardiIqbal Lazuardi28 May 2026 • 19:46 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Tidak semua orang bercita-cita menjadi hakim sejak kecil. Sebagian menemukan jalan itu bukan dari mimpi masa kanak-kanak, melainkan dari perjalanan hidup yang perlahan mengubah cara pandang tentang keadilan, tanggung jawab, dan manusia itu sendiri. Saya termasuk salah satunya. Awalnya, saya belajar hukum dengan harapan sederhana yaitu hanya ingin membela yang lemah dan berdiri di pihak kebenaran. Namun perjalanan membawa saya pada panggilan yang tidak pernah benar-benar saya rencanakan menjadi hakim.

Semakin lama menjalani profesi ini, semakin saya memahami bahwa menjadi hakim bukan sekadar memahami hukum. Menjadi hakim berarti belajar memahami manusia.

Di meja hijau, saya melihat begitu banyak wajah kehidupan. Ada ketakutan, kemarahan, penyesalan, ambisi, kebohongan, dan harapan yang hadir bersamaan dalam ruang sidang. Perkara yang tampak sederhana di atas kertas sering kali menyimpan persoalan hidup yang jauh lebih rumit. Di situlah saya belajar bahwa hukum tidak pernah benar-benar berdiri di ruang hampa. Ia selalu bersentuhan dengan luka, kepentingan, dan kenyataan hidup manusia yang tidak sesederhana bunyi pasal.

Ketika pertama kali duduk di kursi hakim, saya merasakan beban yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Sidang pertama yang saya pimpin masih sangat membekas dalam ingatan jantung berdebar, tangan dingin, dan pikiran dipenuhi pertanyaan tentang kemampuan diri sendiri. Apakah saya mampu berlaku adil? Apakah keputusan saya kelak benar-benar mencerminkan keadilan, bukan sekadar kepastian hukum?

Saat itu saya memahami satu hal penting yakni rasa takut bukan tanda kelemahan. Justru rasa takut adalah tanda bahwa hati masih sadar akan besarnya tanggung jawab yang dipikul. Sebab seorang hakim tidak sedang memutus angka atau benda mati, melainkan nasib manusia.

Setiap putusan selalu membawa konsekuensi yang jauh melampaui ruang sidang. Ada keluarga yang menunggu harapan, ada seseorang yang mempertaruhkan nama baiknya, ada masa depan yang bisa berubah hanya karena satu ketukan palu. Masyarakat mungkin hanya melihat hasil akhirnya menang atau kalah, dihukum atau dibebaskan. Namun mereka tidak selalu melihat pergulatan panjang yang terjadi sebelum sebuah putusan dijatuhkan.

Baca Juga  Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

Di balik setiap putusan, ada pertarungan batin yang sunyi.

Tidak semua perkara hadir dengan kebenaran yang terang. Ada fakta yang saling bertabrakan, keterangan yang saling menyangkal, dan kepentingan yang berusaha mencari pembenaran masing-masing. Dalam situasi seperti itu, saya belajar bahwa tugas hakim bukan hanya membaca berkas dan mendengar kesaksian, tetapi juga menjaga kejernihan hati agar tidak mudah dipengaruhi prasangka, tekanan, ataupun emosi pribadi.

Di meja hijau, saya juga belajar bahwa manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk membenarkan dirinya sendiri. Tidak semua kebohongan terdengar kasar, sebagian justru dibungkus dengan logika yang tampak meyakinkan. Karena itu, mencari keadilan sering kali bukan sekadar menentukan siapa yang paling pandai berbicara, melainkan siapa yang paling mendekati kebenaran.

Di titik itulah seorang hakim diuji.

Profesi ini mengajarkan saya bahwa keadilan tidak lahir dari rasa paling benar. Keadilan justru lahir dari kesediaan untuk terus mendengar, mempertimbangkan, meragukan diri sendiri, dan tetap jujur pada hati nurani. Sebab ketika seorang hakim merasa dirinya selalu benar, pada saat itulah keadilan mulai berada dalam bahaya.

Menjadi hakim juga berarti belajar hidup dengan kesepian moral. Tidak semua keputusan akan dipahami, apalagi disukai. Kadang, ketika hakim memutus sesuai hukum, masyarakat menganggap putusan itu tidak memiliki rasa keadilan. Namun di lain waktu, ketika hakim mencoba melihat sisi kemanusiaan, muncul tudingan bahwa hukum tidak ditegakkan dengan tegas. Dalam posisi seperti itu, seorang hakim harus belajar berdiri di tengah tekanan tanpa kehilangan integritas.

Saya semakin percaya bahwa integritas adalah inti dari profesi ini. Pengetahuan hukum dapat dipelajari, pengalaman dapat dibangun, tetapi menjaga hati agar tetap jujur adalah perjuangan yang harus dilakukan setiap hari. Sebab runtuhnya kepercayaan terhadap peradilan sering kali bukan dimulai dari kurangnya kecerdasan, melainkan dari hilangnya kejujuran dan nurani.

Baca Juga  Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa menjadi hakim bukan hanya perjalanan intelektual, tetapi juga perjalanan spiritual. Ada titik ketika logika manusia memiliki batas, sementara keputusan tetap harus diambil. Di situlah saya belajar berserah diri bukan untuk lari dari tanggung jawab, melainkan untuk menyadari bahwa manusia hanya bisa berusaha seadil mungkin, sementara kesempurnaan tetap milik Tuhan.

Saya percaya, Tuhan tidak sembarangan menitipkan amanah. Menjadi hakim bukan berarti menjadi manusia paling pintar atau paling sempurna. Di luar sana banyak orang yang lebih cerdas dan lebih berpengalaman. Namun mungkin, ada alasan mengapa sebagian orang dipercaya duduk di kursi itu karena dengan segala kekurangannya, mereka tetap berusaha menjaga nurani agar tidak mati.

Dan dari semua hal yang saya pelajari di meja hijau, pelajaran terbesar bukanlah tentang hukum semata, melainkan tentang manusia. Tentang betapa rapuhnya manusia ketika dihadapkan pada kepentingan, rasa takut, dan kekuasaan. Tetapi juga tentang bagaimana kejujuran, harapan, dan hati nurani masih selalu memiliki tempat untuk bertahan.

Karena pada akhirnya, palu hakim mungkin diketukkan oleh tangan manusia. Tetapi pertanggungjawabannya akan selalu kembali kepada hati nurani dan kepada Tuhan.

Iqbal Lazuardi
Kontributor
Iqbal Lazuardi
Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Etika Hakim hati nurani Meja Hijau Profesi Hakim Refleksi Hukum renungan Hukum Spirit Keadilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Siapakah di Atas Hakim?

11 July 2026 • 11:45 WIB

Batas Cahaya dan Pilihan Seorang Penjaga Keadilan

26 June 2026 • 13:15 WIB

Kembali ke Kawah Candradimuka, Meneguhkan Kepemimpinan, Menyalakan Perubahan

24 June 2026 • 07:56 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB
Don't Miss

Ketika Toga Ditanggalkan, Integritas Tetap Diuji: Pengadilan Hubungan Industrial Bukanlah Pengadilan Kalkulator

By Abdi Munawar Daeng Mangagang12 July 2026 • 21:00 WIB0

Menjadi Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) bukan sekadar menguasai hukum ketenagakerjaan atau memahami…

Dari Iqrar ke Bukti Digital: Rekonstruksi Pengakuan sebagai Alat Bukti Perceraian di Era Peradilan Elektronik

12 July 2026 • 20:00 WIB

Masih adakah Upaya Hukum terhadap Putusan Bebas di Era KUHAP Baru?

12 July 2026 • 19:28 WIB

Mengadili untuk Memulihkan Martabat: Human Dignity dan Maqashid Syariah dalam Penyelesaian Sengketa Keluarga

12 July 2026 • 18:21 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ketika Toga Ditanggalkan, Integritas Tetap Diuji: Pengadilan Hubungan Industrial Bukanlah Pengadilan Kalkulator
  • Dari Iqrar ke Bukti Digital: Rekonstruksi Pengakuan sebagai Alat Bukti Perceraian di Era Peradilan Elektronik
  • Masih adakah Upaya Hukum terhadap Putusan Bebas di Era KUHAP Baru?
  • Mengadili untuk Memulihkan Martabat: Human Dignity dan Maqashid Syariah dalam Penyelesaian Sengketa Keluarga
  • Peran Strategis Monev: Pasca Seritifikasi Mediator di PA. Praya

Recent Comments

  1. Kevinseado on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  2. Kevindic on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  3. avto arenda phuket 106 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  4. OscarSwodo on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  5. RobertDug on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.