Workshop Pengembangan Kompetensi Jurnalistik bagi Para Redaktur Portal Berita Online di Lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia akhirnya mencapai penghujung rangkaian kegiatan pada Jumat, 17 Juli 2026, di Aston Bogor Hotel & Resort. Setelah tiga hari mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang menghadirkan praktisi media nasional, para peserta tidak hanya memperoleh pengayaan pengetahuan mengenai teknik jurnalistik, tetapi juga membangun jejaring profesional yang diharapkan menjadi fondasi penguatan media peradilan di masa mendatang. Sebelum kegiatan resmi ditutup, panitia terlebih dahulu menyelenggarakan capacity building pukul 06.00 s.d. 08.00 Wib sebagai ruang untuk mempererat hubungan antarpeserta sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi di antara para redaktur dan kontributor media Mahkamah Agung.
Kegiatan capacity building dikemas secara sederhana melalui berbagai permainan kelompok (fun games), namun sarat dengan makna. Setiap peserta ditempatkan dalam kelompok yang terdiri dari latar belakang media yang berbeda, mulai dari Suara BSDK, Dandapala, Marinews, hingga Majalah Peradilan. Suasana yang semula formal berubah menjadi lebih cair. Tawa, diskusi, dan semangat kebersamaan mewarnai setiap permainan yang dirancang untuk menguji komunikasi, kecepatan berpikir, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta membangun kepercayaan antaranggota tim. Di balik suasana yang penuh keakraban tersebut, tersimpan pesan bahwa keberhasilan sebuah media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh soliditas kerja sama di dalam redaksi.

Bagi saya sebagai peserta, sesi ini justru menjadi pelengkap yang menyempurnakan keseluruhan proses pembelajaran. Selama tiga hari sebelumnya, peserta memperoleh berbagai materi mengenai strategi komunikasi kelembagaan, teknik penulisan berita hukum, penyuntingan naskah, manajemen redaksi, perkembangan media digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia jurnalistik. Namun melalui capacity building, seluruh pengetahuan tersebut dipertemukan dengan nilai yang tidak kalah penting, yakni kemampuan membangun komunikasi, saling menghargai perbedaan perspektif, dan bekerja dalam satu tujuan. Dunia jurnalistik pada akhirnya bukan sekadar kemampuan menghasilkan berita, melainkan kemampuan membangun kepercayaan melalui kerja kolektif yang profesional.
Suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan memperlihatkan bahwa media di lingkungan Mahkamah Agung sesungguhnya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai ekosistem informasi yang saling menguatkan. Masing-masing media memiliki karakter, pembaca, dan gaya penyajian yang berbeda, tetapi seluruhnya mengemban misi yang sama, yaitu menghadirkan informasi hukum yang akurat, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kebersamaan yang terjalin selama workshop menjadi modal penting untuk memperkuat koordinasi antarmedia sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan tumbuh sebagai satu jaringan komunikasi publik yang mampu mendukung keterbukaan informasi Mahkamah Agung.

Setelah rangkaian capacity building berakhir, pukul 08.00 Wib kegiatan workshop secara resmi ditutup oleh Kepala Pusat Manajemen dan Pengembangan Kepemimpinan (Kapusmenpim), Bapak Darmoko Yuti Witanto, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta kepada seluruh peserta yang mengikuti setiap sesi dengan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi. Menurut beliau, keberhasilan sebuah pelatihan tidak diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut mampu diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi.
Kapusmenpim menegaskan bahwa tantangan media di lingkungan Mahkamah Agung akan semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap keterbukaan lembaga peradilan. Oleh karena itu, kompetensi jurnalistik yang telah diperoleh selama workshop hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam setiap produk pemberitaan. Setiap berita yang dipublikasikan harus mengedepankan akurasi, objektivitas, integritas, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik. Pada saat yang sama, media Mahkamah Agung dituntut mampu menyajikan informasi hukum dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat tanpa mengurangi ketepatan substansi hukumnya. Beliau juga berharap komunikasi yang telah terbangun selama workshop tidak berakhir bersama penutupan kegiatan, tetapi berkembang menjadi jejaring kerja yang saling mendukung dalam memperkuat kualitas media peradilan di masa depan.

Menutup sambutannya, Kapusmenpim mengajak seluruh peserta menjadikan workshop ini sebagai titik awal, bukan titik akhir. Kemampuan menulis, mengelola redaksi, memanfaatkan teknologi digital, maupun menggunakan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab hanya akan memiliki makna apabila disertai komitmen menjaga integritas profesi. Pada akhirnya, media Mahkamah Agung tidak hanya bertugas memberitakan kegiatan lembaga, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan dunia peradilan dengan masyarakat melalui informasi yang benar, transparan, dan mencerahkan. Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, beliau secara resmi menutup Workshop Pengembangan Kompetensi Jurnalistik bagi Para Redaktur Portal Berita Online di Lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia, seraya berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama tiga hari pelatihan akan terus tumbuh menjadi kekuatan bersama dalam membangun jurnalisme peradilan yang profesional, adaptif, dan dipercaya publik.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


