Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Peningkatan Layanan Peradilan Berbasis It: Potensi Pemanfaatan Dan Tantangan Akuntabilitas


24 April 2026 • 22:40 WIB

Kedudukan dan Model Peradilan Militer di India

24 April 2026 • 21:00 WIB

Persidangan Hibrida dan Perlindungan Data: Dua Pilar Krusial Sistem Peradilan Digital Indonesia-India

24 April 2026 • 20:02 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » 30 Utusan Mahkamah Agung Ikuti Short Course di India, Ini Fokus Materinya
Berita Liputan Khusus Kegiatan BSDK Kerjasama dengan National Judicial Academy

30 Utusan Mahkamah Agung Ikuti Short Course di India, Ini Fokus Materinya

Khoiruddin HasibuanKhoiruddin Hasibuan24 April 2026 • 09:00 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Dalam lanskap peradilan modern yang terus bergerak dinamis, kebutuhan akan peningkatan kapasitas aparatur peradilan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Kompleksitas perkara yang semakin beragam, perkembangan teknologi yang begitu cepat, serta tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas, menempatkan lembaga peradilan pada posisi yang harus adaptif sekaligus progresif.

Dalam konteks inilah, keikutsertaan 30 delegasi hakim Indonesia dari seluruh lingkungan peradilan – baik peradilan umum, peradilan agama, peradilan tata usaha negara, maupun peradilan militer, termasuk hakim yustisial – dalam sebuah short course internasional menjadi sangat strategis dan relevan.

Program yang diselenggarakan selama lima hari, mulai tanggal 24 April 2026 hingga 28 April 2026 di National Judicial Academy (NJA), Bhopal, India, bukan hanya sekadar forum pembelajaran, tetapi juga ruang refleksi dan transformasi bagi masa depan peradilan Indonesia.

Short course ini dirancang secara komprehensif, dengan berbagai tema yang mencerminkan isu-isu krusial dalam dunia peradilan global. Setiap sesi tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam suatu kerangka besar, untuk memperkuat kapasitas kelembagaan peradilan, baik dari sisi substansi hukum, keterampilan yudisial, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Urgensi dari setiap materi yang disampaikan, tidak hanya terletak pada aspek teoritisnya, tetapi juga pada potensi implementatifnya dalam konteks sistem hukum Indonesia, yang tengah menghadapi berbagai tantangan struktural dan kultural.

Hari pertama, diawali dengan sesi pembukaan yang mengangkat tema dialog yudisial global, serta peran pertukaran bilateral antarnegara. Sesi ini menegaskan, bahwa peradilan tidak lagi dapat berdiri dalam ruang yang eksklusif dan tertutup. Interaksi antar sistem hukum menjadi penting untuk memperkaya perspektif dan menemukan praktik terbaik (best practices), yang dapat diadaptasi.

Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini sejalan dengan upaya Mahkamah Agung, untuk memperkuat diplomasi yudisial, serta meningkatkan kualitas putusan melalui perbandingan hukum (comparative law). Lebih jauh, pembahasan mengenai visi konstitusional keadilan menegaskan, bahwa setiap putusan hakim harus berakar pada nilai-nilai fundamental konstitusi, bukan sekadar pada teks normatif semata. Hal ini menjadi relevan bagi Indonesia yang masih terus berupaya menginternalisasi nilai-nilai konstitusional dalam praktik peradilan sehari-hari.

Sesi berikutnya, mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam sistem peradilan, menjadi sangat krusial di era digital. Penggunaan ICT, tidak hanya berkaitan dengan efisiensi administrasi peradilan, tetapi juga menyentuh aspek akses terhadap keadilan (access to justice).

Indonesia melalui program e-court telah menunjukkan kemajuan signifikan, namun masih menghadapi tantangan dalam integrasi sistem, keamanan data, serta kesenjangan akses teknologi. Oleh karena itu, materi ini memberikan dasar penting bagi para delegasi untuk mengidentifikasi celah kebijakan yang perlu diperbaiki, termasuk kemungkinan penguatan regulasi melalui Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) terkait digitalisasi peradilan.

Baca Juga  Catatan Perjalanan Delegasi Hakim Indonesia Menuju National Judicial Academy India

Masih pada hari pertama, pembahasan mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), membuka cakrawala baru tentang masa depan peradilan. AI dipandang sebagai alat bantu, yang dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi putusan, namun di sisi lain juga menimbulkan persoalan etis dan yuridis, seperti akuntabilitas, bias algoritma, hingga implikasi hukum dari konten yang dihasilkan AI.

Dalam konteks Indonesia, pemanfaatan AI masih berada pada tahap awal, sehingga diperlukan kerangka regulasi yang jelas, untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab. Mahkamah Agung dapat mengambil peran strategis dalam merumuskan kebijakan terkait penggunaan AI dalam peradilan, baik melalui pedoman internal maupun regulasi formal.

Hari kedua, difokuskan pada penguatan keterampilan yudisial (judicial skills). Sesi ini menekankan pentingnya manajemen perkara, integritas hakim, serta teknik penulisan putusan yang berkualitas. Dalam praktiknya, salah satu tantangan utama peradilan Indonesia adalah tingginya beban perkara yang berdampak pada kualitas putusan. Oleh karena itu, penguasaan teknik manajemen perkara menjadi sangat penting untuk memastikan penyelesaian perkara yang cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Selain itu, integritas hakim tetap menjadi fondasi utama kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Materi ini memiliki urgensi tinggi dalam mendukung agenda reformasi peradilan di Indonesia, yang menempatkan integritas sebagai pilar utama.

Sesi mengenai hubungan antara peradilan dan media juga menjadi sorotan penting. Di era keterbukaan informasi, media memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik terhadap proses peradilan. Namun, interaksi yang tidak terkelola dengan baik dapat mengganggu independensi hakim dan prinsip fair trial.

Dalam konteks Indonesia, fenomena “trial by media” masih sering terjadi, sehingga diperlukan pedoman yang jelas, mengenai batasan interaksi antara hakim dan media. Hasil dari sesi ini dapat menjadi dasar bagi Mahkamah Agung, untuk merumuskan kebijakan komunikasi publik yang lebih terstruktur dan profesional.

Selanjutnya, pembahasan mengenai hukum lingkungan, menempatkan peradilan sebagai aktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan meningkatnya isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, hakim dituntut untuk memiliki perspektif yang lebih progresif dalam menafsirkan hukum. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, menghadapi tantangan serius dalam hal ini. Oleh karena itu, penguatan kapasitas hakim, dalam memahami prinsip-prinsip seperti: sustainable development, polluter pays principle, dan precautionary principle, menjadi sangat penting untuk memastikan keadilan ekologis.

Hari ketiga menghadirkan materi mengenai Alternative Dispute Resolution (ADR), yang menawarkan pendekatan penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Dalam kondisi beban perkara yang tinggi, ADR menjadi solusi strategis untuk mengurangi penumpukan perkara di pengadilan. Indonesia telah mengadopsi mekanisme mediasi, namun implementasinya masih belum optimal. Melalui pembelajaran ini, diharapkan para delegasi dapat mendorong penguatan kebijakan ADR, termasuk kemungkinan pengembangan Online Dispute Resolution (ODR) yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga  Pembentukan Habitus Yudisial dalam Perspektif Pierre Bourdieu

Sesi berikutnya mengenai kejahatan transnasional, yang menyoroti kompleksitas penanganan perkara yang melibatkan lintas negara, seperti perdagangan manusia, pencucian uang, dan terorisme.

Globalisasi telah memperluas ruang lingkup kejahatan, sehingga membutuhkan kerja sama internasional yang erat. Dalam konteks Indonesia, penguatan kerjasama yudisial internasional, menjadi kebutuhan yang mendesak, baik melalui perjanjian bilateral maupun multilateral. Materi ini memberikan wawasan penting bagi para hakim, dalam menangani perkara dengan dimensi global.

Hari keempat diisi dengan kunjungan ke pengadilan, yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengamati praktik peradilan di India, termasuk penerapan e-court. Observasi ini menjadi penting sebagai bahan refleksi komparatif, sehingga para delegasi dapat mengidentifikasi praktik-praktik yang dapat diadopsi, atau disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

Hari terakhir menghadirkan dua tema yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi, yaitu: cybercrime dan electronic evidence. Kejahatan siber berkembang pesat, seiring dengan digitalisasi, sehingga menuntut aparat peradilan untuk memiliki pemahaman yang memadai, mengenai modus operandi dan aspek yuridisnya.

Sementara itu, pembuktian elektronik menjadi tantangan tersendiri dalam proses peradilan, terutama terkait keaslian, integritas, dan admissibility. Dalam konteks Indonesia, regulasi terkait alat bukti elektronik masih memerlukan penguatan, baik melalui revisi peraturan, maupun penyusunan pedoman teknis bagi hakim.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian materi dalam short course ini memiliki benang merah yang kuat, yaitu upaya untuk membangun peradilan yang modern, adaptif, dan berintegritas. Keterhubungan antar sesi, menunjukkan bahwa reformasi peradilan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan berbagai aspek, mulai dari substansi hukum hingga teknologi.

Bagi Indonesia, hasil dari short course ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Diperlukan langkah konkret untuk mengimplementasikan berbagai pembelajaran yang diperoleh, baik melalui penyusunan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA), Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA), maupun kebijakan internal lainnya.

Lebih dari itu, diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, untuk menjadikan peradilan, sebagai institusi yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Dengan demikian, short course ini bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat arah reformasi peradilan Indonesia, menuju sistem yang lebih responsif, transparan, dan berkeadilan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Khoiruddin Hasibuan
Kontributor
Khoiruddin Hasibuan
Hakim Pengadilan Agama Soreang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ADR artificial intelligence Cybercrime Digitalisasi Peradilan Electronic Evidence Hukum Global Mahkamah Agung RI NJA India Pelatihan Hakim Reformasi Peradilan
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Peningkatan Layanan Peradilan Berbasis It: Potensi Pemanfaatan Dan Tantangan Akuntabilitas


24 April 2026 • 22:40 WIB

Kedudukan dan Model Peradilan Militer di India

24 April 2026 • 21:00 WIB

Persidangan Hibrida dan Perlindungan Data: Dua Pilar Krusial Sistem Peradilan Digital Indonesia-India

24 April 2026 • 20:02 WIB
Demo
Top Posts

Peningkatan Layanan Peradilan Berbasis It: Potensi Pemanfaatan Dan Tantangan Akuntabilitas


24 April 2026 • 22:40 WIB

Kedudukan dan Model Peradilan Militer di India

24 April 2026 • 21:00 WIB

Persidangan Hibrida dan Perlindungan Data: Dua Pilar Krusial Sistem Peradilan Digital Indonesia-India

24 April 2026 • 20:02 WIB

Direktur National Judicial Academy India Sambut Delegasi Hakim Indonesia: “Kita Bukan Hanya Mengajar, Kita Belajar Bersama”

24 April 2026 • 19:51 WIB
Don't Miss

Peningkatan Layanan Peradilan Berbasis It: Potensi Pemanfaatan Dan Tantangan Akuntabilitas


By Andi Akram24 April 2026 • 22:40 WIB0

Transformasi digital dalam peradilan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan yang tak terelakkan. Di berbagai…

Kedudukan dan Model Peradilan Militer di India

24 April 2026 • 21:00 WIB

Persidangan Hibrida dan Perlindungan Data: Dua Pilar Krusial Sistem Peradilan Digital Indonesia-India

24 April 2026 • 20:02 WIB

Direktur National Judicial Academy India Sambut Delegasi Hakim Indonesia: “Kita Bukan Hanya Mengajar, Kita Belajar Bersama”

24 April 2026 • 19:51 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Peningkatan Layanan Peradilan Berbasis It: Potensi Pemanfaatan Dan Tantangan Akuntabilitas

  • Kedudukan dan Model Peradilan Militer di India
  • Persidangan Hibrida dan Perlindungan Data: Dua Pilar Krusial Sistem Peradilan Digital Indonesia-India
  • Direktur National Judicial Academy India Sambut Delegasi Hakim Indonesia: “Kita Bukan Hanya Mengajar, Kita Belajar Bersama”
  • Hari Pertama Short Course Hakim di India: Dari Bicara Struktur Organisasi Sampai Kemandirian Anggaran Peradilan

Recent Comments

  1. vidalista tablets side effects on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  2. cenforce d on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  3. vidalista 40mg tablets on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  4. vidalista 10 on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
  5. cialis peak time on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.