Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketua MA Pimpin Prosesi Sumpah Jabatan dan Pelantikan 10 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA: Momentum Baru bagi Lembaga Peradilan Indonesia

2 September 2026 • 13:22 WIB

PTUN Pangkalpinang Sambut Kunjungan Perdana Ketua Kamar Militer dan Hakim Agung Kamar TUN

2 September 2026 • 10:21 WIB

Jejak Langkah Sang Penggagas : Dari Megamendung ke Medan Merdeka Utara

2 September 2026 • 10:05 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Analisis Yuridis Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Terhadap Penguatan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

Analisis Yuridis Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Terhadap Penguatan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

Achmad Fikri OslamiAchmad Fikri Oslami15 July 2026 • 15:56 WIB10 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Sektor keuangan merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas sektor keuangan menjadi prasyarat penting bagi terciptanya iklim investasi yang kondusif, keberlangsungan kegiatan usaha, perlindungan terhadap masyarakat sebagai konsumen jasa keuangan, serta terpeliharanya kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. Di tengah perkembangan ekonomi global yang semakin kompleks, kemajuan teknologi informasi, digitalisasi layanan keuangan, serta munculnya berbagai inovasi di bidang jasa keuangan, diperlukan sistem regulasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, dan perlindungan kepentingan masyarakat.

Indonesia telah melakukan reformasi besar di bidang sektor keuangan melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Undang-undang tersebut menjadi landasan hukum dalam memperkuat kelembagaan sektor keuangan, meningkatkan koordinasi antarotoritas, serta menciptakan sistem keuangan yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan beberapa ketentuan yang memerlukan penyempurnaan, baik karena perkembangan kebutuhan hukum, dinamika industri jasa keuangan, maupun adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan penyesuaian terhadap beberapa norma yang berlaku.

Sebagai respons atas perkembangan tersebut, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat efektivitas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, meningkatkan koordinasi antarlembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta memperkuat mekanisme perlindungan konsumen dan penegakan hukum di sektor jasa keuangan. Selain itu, perubahan tersebut juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat digitalisasi sistem keuangan, perkembangan teknologi finansial (financial technology), serta meningkatnya kompleksitas transaksi keuangan modern.

Dari perspektif hukum, perubahan terhadap Undang-Undang P2SK menunjukkan bahwa hukum harus bersifat dinamis dan mampu mengikuti perkembangan masyarakat (law as a tool of social engineering). Peraturan perundang-undangan tidak hanya berfungsi memberikan kepastian hukum, tetapi juga harus mampu menciptakan keadilan, kemanfaatan, dan efektivitas dalam penyelenggaraan sistem keuangan nasional. Oleh karena itu, setiap perubahan norma hukum harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sistem keuangan Indonesia agar tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan uraian tersebut, perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 menjadi isu yang penting untuk dikaji dari perspektif yuridis. Analisis terhadap perubahan norma, tujuan pembentukannya, serta implikasinya terhadap stabilitas sistem keuangan nasional diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan hukum di bidang sektor keuangan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas implementasi undang-undang tersebut. Oleh karena itu, artikel ini mengangkat tema “Analisis Yuridis Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan terhadap Penguatan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional.”

Rumusan Masalah

  1. Apa tujuan perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan?
  2. Bagaimana implikasi yuridis perubahan tersebut terhadap stabilitas sistem keuangan nasional?

Pembahasan

A. Tujuan Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) merupakan langkah legislasi yang dilakukan untuk menyempurnakan pengaturan sektor keuangan nasional. Dalam konsideran Undang-Undang tersebut ditegaskan bahwa perubahan dilakukan sebagai tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi serta untuk menyesuaikan pengaturan dengan kebutuhan hukum masyarakat dan perkembangan sektor jasa keuangan yang semakin dinamis. Perubahan ini menunjukkan bahwa hukum harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi, teknologi, dan tata kelola sektor keuangan agar tetap memberikan kepastian hukum serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Secara substansial, tujuan perubahan Undang-Undang P2SK adalah memperkuat kelembagaan sektor keuangan melalui penyempurnaan status dan tata kelola Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai badan hukum dan lembaga negara yang independen. Penguatan tersebut mencakup penyempurnaan ketentuan mengenai susunan organisasi, persyaratan, mekanisme seleksi, pemberhentian, dan penggantian anggota Dewan Komisioner, serta mekanisme penyusunan anggaran LPS. Penguatan kelembagaan ini diharapkan mampu meningkatkan independensi dan akuntabilitas LPS dalam menjalankan tugasnya menjaga stabilitas sistem perbankan dan melindungi dana masyarakat.

Selain itu, perubahan undang-undang juga bertujuan memperluas kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penambahan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap bursa mineral dan komoditas strategis serta kegiatan pengelolaan dana publik lainnya. Perluasan kewenangan tersebut merupakan respons terhadap berkembangnya instrumen investasi dan aktivitas ekonomi yang memerlukan pengawasan terpadu agar tercipta kepastian hukum, perlindungan investor, dan integritas pasar keuangan.

Baca Juga  Saat OJK Menggugat, Keadilan Diuji: Peradilan Agama Siap atau Tidak?

Di bidang pasar modal, perubahan Undang-Undang P2SK diarahkan untuk memperkuat tata kelola Bursa Efek Indonesia melalui kebijakan demutualisasi. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme pengelolaan bursa, memperkuat transparansi, memperluas partisipasi pemangku kepentingan, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Dengan tata kelola yang lebih baik, pasar modal diharapkan mampu menjadi sumber pembiayaan yang lebih efektif bagi pembangunan ekonomi nasional.

Selanjutnya, perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 juga bertujuan menyempurnakan pengaturan mengenai penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di sektor jasa keuangan, termasuk pengaturan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice) yang diselaraskan dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Penyempurnaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan masyarakat, serta menciptakan keseimbangan antara kepentingan penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak-hak para pihak.

Dengan demikian, tujuan utama perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk membangun sistem keuangan nasional yang lebih kuat, adaptif, transparan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi global maupun perkembangan teknologi keuangan. Melalui penyempurnaan regulasi tersebut, pemerintah berupaya mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan Indonesia.

B. Implikasi Yuridis Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 terhadap Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) membawa implikasi yuridis yang signifikan terhadap sistem hukum sektor keuangan di Indonesia. Perubahan tersebut tidak hanya menyempurnakan aspek kelembagaan, tetapi juga memperkuat kerangka regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan sistem keuangan nasional. Dari perspektif hukum, perubahan ini bertujuan menciptakan kepastian hukum, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta memperkuat koordinasi antarotoritas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Implikasi yuridis pertama adalah penguatan kelembagaan lembaga pengawas sektor keuangan. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 mempertegas kedudukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai badan hukum dan lembaga negara yang independen, sekaligus menyempurnakan mekanisme pengangkatan, pemberhentian, serta tata kelola Dewan Komisioner LPS. Di samping itu, kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperluas melalui penambahan tugas dalam melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap bursa mineral dan komoditas strategis serta pengelolaan dana publik tertentu. Penyempurnaan ini memberikan kepastian mengenai pembagian kewenangan antarotoritas sehingga potensi tumpang tindih dalam pelaksanaan fungsi pengawasan dapat diminimalkan.

Implikasi kedua adalah penguatan koordinasi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Perubahan undang-undang memperkuat sinergi antara OJK, Bank Indonesia (BI), LPS, Kementerian Keuangan, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dari sisi yuridis, koordinasi tersebut merupakan implementasi prinsip checks and balances dalam penyelenggaraan sistem keuangan nasional. Dengan koordinasi yang lebih efektif, pemerintah memiliki landasan hukum yang lebih kuat untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap potensi krisis keuangan maupun gangguan stabilitas sistem keuangan.

Implikasi ketiga berkaitan dengan peningkatan kepastian hukum dalam penegakan hukum sektor jasa keuangan. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 menyempurnakan ketentuan mengenai penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di sektor jasa keuangan, termasuk pengaturan mekanisme restorative justice yang diselaraskan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Penyempurnaan ini memberikan kejelasan prosedur bagi aparat penegak hukum maupun pelaku usaha jasa keuangan sehingga proses penegakan hukum dapat dilaksanakan secara lebih efektif, proporsional, dan tetap menjamin perlindungan hak-hak para pihak.

Selanjutnya, perubahan undang-undang juga memberikan implikasi terhadap penguatan tata kelola pasar keuangan. Kebijakan demutualisasi Bursa Efek Indonesia serta pengaturan mengenai bursa mineral dan komoditas strategis merupakan upaya untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pasar keuangan. Dari sudut pandang hukum administrasi negara, perubahan tersebut mencerminkan penguatan prinsip good governance yang bertujuan meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan investasi.

Di sisi lain, perubahan Undang-Undang P2SK juga memperkuat perlindungan hukum bagi konsumen dan investor. Pengawasan yang lebih komprehensif terhadap lembaga jasa keuangan, inovasi keuangan digital, dan aktivitas pasar modal memberikan jaminan hukum yang lebih baik bagi masyarakat. Perlindungan hukum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional sehingga mendukung terciptanya stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. Sebagaimana dikemukakan oleh Philipus M. Hadjon, perlindungan hukum merupakan instrumen negara untuk memberikan kepastian, keadilan, dan rasa aman kepada setiap subjek hukum dalam memperoleh hak-haknya.

Baca Juga  Bullion Bank dan Celah Hukum: Saat Emas Menjadi Sumber Gugatan

Dengan demikian, perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memiliki implikasi yuridis yang luas, yaitu memperkuat kelembagaan sektor keuangan, meningkatkan efektivitas pengawasan, memperjelas mekanisme penegakan hukum, memperkuat tata kelola pasar keuangan, serta meningkatkan perlindungan terhadap konsumen dan investor. Keseluruhan perubahan tersebut menjadi fondasi hukum yang penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global dan perkembangan teknologi finansial yang semakin pesat.

Kesimpulan

Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyempurnakan kerangka hukum sektor keuangan Indonesia agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi, inovasi teknologi, dan dinamika sistem keuangan global. Perubahan tersebut bertujuan memperkuat kelembagaan sektor keuangan, meningkatkan efektivitas pengawasan, memperjelas pembagian kewenangan antarotoritas, memperkuat perlindungan konsumen, serta menyempurnakan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.

Dari perspektif yuridis, perubahan Undang-Undang P2SK memberikan implikasi yang signifikan terhadap penguatan stabilitas sistem keuangan nasional. Penyempurnaan pengaturan mengenai kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia (BI), serta penguatan koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menciptakan kepastian hukum dan meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap industri jasa keuangan. Selain itu, penguatan tata kelola pasar keuangan, penyempurnaan mekanisme penegakan hukum, serta peningkatan perlindungan terhadap konsumen dan investor diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Dengan demikian, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tidak hanya merupakan perubahan normatif terhadap Undang-Undang P2SK sebelumnya, tetapi juga menjadi instrumen hukum yang mendukung terciptanya sistem keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasinya memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, otoritas sektor keuangan, pelaku industri, dan masyarakat agar tujuan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dapat tercapai secara optimal.

Daftar Referensi:

  • Asshiddiqie, Jimly. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers, 2019.
  • Fuady, Munir. Teori Negara Hukum Modern (Rechtstaat). Bandung: Refika Aditama, 2011.
  • Hadjon, Philipus M. Perlindungan Hukum bagi Rakyat di Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu, 1987.
  • Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014.
  • Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, 2019.
  • Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
  • Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Jurnal:

  • Nugraha, Dzaky Rafif, dkk. “Reformasi Sektor Keuangan dalam Perspektif Hukum Keuangan Negara Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.” Jurnal Analisis Hukum dan Kebijakan, Vol. 7 No. 1, 2026. Penelitian ini mengkaji reformasi regulasi sektor keuangan, harmonisasi peraturan, dan tantangan koordinasi antarotoritas pasca UU P2SK.
  • Ratnasari, Desi, dkk. “Analisis Penerapan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dalam Mendorong Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia.” IQRAR: Jurnal Akuntansi, Manajemen & Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 2, 2026. Artikel ini membahas penguatan kelembagaan, perlindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan melalui pendekatan yuridis normatif.
  • Nuranisya, Siti dan Atang Abdul Hakim. “Analisis Efektivitas UU P2SK dalam Memitigasi Risiko Sistemik di Indonesia.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, Vol. 4 No. 2, 2026. Penelitian ini menyoroti efektivitas UU P2SK dalam memperkuat koordinasi BI, OJK, dan LPS untuk mitigasi risiko sistemik.
  • “Koordinasi OJK, Bank Indonesia, dan LPS dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan Pasca UU P2SK.” Indonesian Journal of Law and Justice, Vol. 3 No. 3, 2026. Artikel ini membahas sinkronisasi kewenangan mikroprudensial dan makroprudensial dalam kerangka stabilitas sistem keuangan.
Achmad Fikri Oslami
Kontributor
Achmad Fikri Oslami
Wakil Ketua Pengadilan Agama Bantul

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

analisis yuridis Financial Law LPS ojk Pasar Modal Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Stabilitas Keuangan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Urgensi Membaca Ulang Laporan Penelitian Pustrajak MA Tahun 2014: Membedah Kewenangan Hakim Memutus di Luar Dakwaan dalam Praktik Peradilan Terkini

31 August 2026 • 16:04 WIB

Belajar dari Putusan Kasasi Nomor 11179 K/Pid.Sus/2025: Menimbang Kerugian Ekologis dan Kerugian Ekonomis dalam Upaya Pemulihan Lingkungan Hidup

28 August 2026 • 10:53 WIB

Halusinasi AI dan Kualitas Informasi Hukum: Memposisikan Perpustakaan Peradilan sebagai Filter Validasi Data

25 August 2026 • 16:14 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Menanam Nilai, Menjaga Masa Depan

1 September 2026 • 13:29 WIB

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB
Don't Miss

Ketua MA Pimpin Prosesi Sumpah Jabatan dan Pelantikan 10 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA: Momentum Baru bagi Lembaga Peradilan Indonesia

By Mohammad Khairul Muqorobin2 September 2026 • 13:22 WIB0

JAKARTA, – Ruang Kusumah Atmadja, Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat,…

PTUN Pangkalpinang Sambut Kunjungan Perdana Ketua Kamar Militer dan Hakim Agung Kamar TUN

2 September 2026 • 10:21 WIB

Jejak Langkah Sang Penggagas : Dari Megamendung ke Medan Merdeka Utara

2 September 2026 • 10:05 WIB

Tim Monitoring Evaluasi Pasca Pelatihan Sertifikasi Ekonomi Syariah Kunjungi PA Stabat

1 September 2026 • 22:36 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ketua MA Pimpin Prosesi Sumpah Jabatan dan Pelantikan 10 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA: Momentum Baru bagi Lembaga Peradilan Indonesia
  • PTUN Pangkalpinang Sambut Kunjungan Perdana Ketua Kamar Militer dan Hakim Agung Kamar TUN
  • Jejak Langkah Sang Penggagas : Dari Megamendung ke Medan Merdeka Utara
  • Tim Monitoring Evaluasi Pasca Pelatihan Sertifikasi Ekonomi Syariah Kunjungi PA Stabat
  • Lorong Sunyi, Perjuangan, dan Sebuah Sejarah

Recent Comments

  1. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
  2. Abdul Hafid PP PA Sleman on Alumni Bersuara dari PA Sleman : Diklat Panitera Pengganti Harus Update, Merata, dan Berbasis Praktik
  3. kumalasari on Di Mana Negara Menempatkan, Di Sana Pengabdian Dijalankan: Kisah PNS Non-Homebase Menemukan Arti Ketulusan di Tanah yang Jauh dari Rumah
  4. lsm999 on Pelenturan Yurisdiksi Absolut: Dialektika Kewenangan Peradilan Agama
  5. Mia on Dari Lumpur Sawah ke Mahkamah Agung: Catatan Anak Penggembala Kerbau yang Menjemput Takdir
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.