Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016

17 June 2026 • 13:13 WIB

Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan

17 June 2026 • 13:00 WIB

KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia

17 June 2026 • 08:10 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Filsafat yang Menggetarkan Nurani: Hakim Indonesia Menyelami Makna Kehidupan, Kebenaran, dan Keadilan
Artikel Berita Filsafat

Filsafat yang Menggetarkan Nurani: Hakim Indonesia Menyelami Makna Kehidupan, Kebenaran, dan Keadilan

Irwan RosadyIrwan Rosady18 November 2025 • 09:06 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ratusan Hakim dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul dalam ruang Zoom untuk mengikuti kegiatan yang bukan sekadar forum diskusi, melainkan sebuah perjalanan batin dan intelektual. Bertajuk “Kehidupan, Kebenaran dan Keadilan: Pemikiran Lintas Peradaban”, sesi ini menghadirkan Dr. der. Phil. Reza A.A Wattimena, filsuf kontemporer yang dikenal karena keberaniannya menembus batas-batas tradisi dan menggugah kesadaran kolektif.

Dipandu oleh moderator Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pandeglang, Irwan Rosady. Hakim yang tengah menempuh studi doktoral di Tiongkok dan kini larut dalam kebijaksanaan filsafat Timur memandu diskusi ini menjadi ruang kontemplatif yang menggetarkan. Dengan semangat yang mengalir dari kedalaman batin dan pengalaman lintas budaya, membuka sesi dengan refleksi yang menyentuh: bahwa hukum bukan hanya soal aturan, tetapi soal jiwa, soal kesadaran, soal keberpihakan pada kehidupan itu sendiri.

Kehidupan, kebenaran, dan keadilan. Tiga kata ini bukan sekadar konsep abstrak dalam buku-buku filsafat. Bagi para hakim, ketiganya adalah denyut nadi dari tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Kita tidak hanya menafsirkan hukum, tetapi juga terus-menerus bergulat dengan pertanyaan mendasar: Apa makna keadilan? Bagaimana kebenaran bisa dikenali? Dan bagaimana hukum bisa menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih bermartabat?

Menembus Batas Pikiran: Filsafat Sebagai Jalan Pembebasan

Dr. Reza membuka presentasi dengan sebuah tesis yang mengguncang: Apa yang benar adalah apa yang adil, dan apa yang hidup. Dalam satu kalimat, ia meruntuhkan sekat-sekat antara teori dan praktik, antara hukum dan eksistensi, antara rasionalitas dan spiritualitas. Ia mengajak para hakim untuk menyelami makna kehidupan bukan sebagai pikiran atau perasaan, tetapi sebagai kesadaran murni tanpa nama sebuah keheningan yang mendahului bahasa, mendahului teori, mendahului segala bentuk konsep.

Kebenaran, menurutnya, bukan sekadar korespondensi antara fakta dan pernyataan, bukan pula hasil konsensus prosedural. Kebenaran adalah performatif, eksistensial, dan mutlak hadir dalam kehidupan itu sendiri. Maka, tugas hakim bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi penjaga kesadaran, penjaga kehidupan, penjaga keadilan yang hidup.

Keadilan, dalam pandangan Dr. Reza, bukanlah produk dari sistem hukum yang kaku, melainkan ekspresi dari kesadaran yang luas dan mendalam. Ia adalah manifestasi dari kehidupan yang sadar, dari kebenaran yang hidup. Maka, menjadi hakim bukan hanya soal memahami pasal demi pasal, tetapi soal menyentuh inti terdalam dari eksistensi manusia, melihat manusia bukan hanya sebagai subjek hukum, tetapi sebagai subjek kehidupan.

Melalui Teori Transformasi Kesadaran, Dr. Reza menawarkan jalan menuju peradaban progresif inklusif, sebuah tatanan yang dibangun atas dasar keterlibatan, komunikasi, dan pembebasan. Ia mengajak para hakim untuk melampaui pola lama dan tradisi yang membatasi, menuju perspektif seluas semesta.

Baca Juga  Relevansi Pemikiran Jalaluddin Rumi terhadap Transformasi Keadilan Substansial dalam Putusan Hakim

Yang paling menggetarkan dari sesi ini adalah antusiasme para peserta. Sekalipun diskusi ini digelar secara daring, sejak menit awal, ruang Zoom dipenuhi semangat, rasa ingin tahu, dan refleksi mendalam. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir deras, bukan sekadar teknis, tetapi menyentuh ranah eksistensial: Apa makna keadilan dalam dunia yang penuh paradoks? Bagaimana menjadi hakim yang sadar, bukan hanya cerdas? Bagaimana hukum bisa menjadi jalan pembebasan, bukan sekadar alat kontrol?

Menyusuri jalan sunyi, menemukan kebenaran, keadilan, dan kehidupan dalam kesadaran murni. Di tengah dunia yang semakin bising oleh hiruk-pikuk informasi, ketegangan sosial, dan kompleksitas hukum, hadir sebuah pemikiran yang mengajak kita untuk berhenti sejenak. Merenung dan menyepi. Menyentuh kembali akar terdalam dari keberadaan kita sebagai manusia.

Bukan sekadar telaah akademik, ini adalah undangan untuk menyelami ulang makna-makna besar yang selama ini kita anggap pasti: kehidupan, kebenaran, dan keadilan. Namun, alih-alih mendekatinya dengan logika semata, Reza mengajak kita untuk melampaui pikiran, menembus batas bahasa, dan menyentuh keheningan yang menjadi sumber dari segalanya.

Dalam dunia modern, kebenaran sering direduksi menjadi sekadar korespondensi antara pernyataan dan kenyataan. Atau, dalam versi yang lebih kontemporer, sebagai hasil dari konsensus prosedural. Namun Reza menunjukkan bahwa kebenaran sejati tidak berhenti di sana. Ia juga eksistensial terkait dengan keberadaan kita yang paling dalam. Ia juga performatif terwujud dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam kata-kata.

Lebih jauh lagi, Reza memperkenalkan gagasan tentang kebenaran mutlak sebuah kebenaran yang hadir sebelum pikiran, sebelum teori, bahkan sebelum bahasa. Kebenaran ini bukan sesuatu yang bisa dijelaskan, tetapi hanya bisa disentuh dalam keheningan. Ia adalah kehidupan itu sendiri. Dalam keheningan kesadaran murni, kita tidak lagi mencari kebenaran, tetapi menjadi kebenaran itu sendiri.

Jika kebenaran adalah kehidupan, maka keadilan adalah bentuknya yang paling nyata. Keadilan bukanlah hasil dari prosedur hukum semata, melainkan ekspresi dari kesadaran yang hidup dan sadar. Dalam pandangan Reza, keadilan sejati hanya mungkin muncul ketika kita hidup dalam kesadaran yang utuh kesadaran yang tidak terjebak dalam ego, dalam konsep, atau dalam kepentingan sempit.

Keadilan yang sejati adalah keadilan yang menyatu dengan kehidupan. Ia tidak memihak, tetapi juga tidak netral. Ia berpihak pada kehidupan, pada keberlangsungan, pada pembebasan. Maka, menjadi hakim bukan hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga soal menjaga kehidupan, menjaga kebenaran, menjaga keadilan yang hidup.

Salah satu kontribusi dari pemikiran Reza adalah pemetaan bentuk dan tingkatan kesadaran. Ia membedakan antara:

Kesadaran Dualistik yang melihat dunia dalam oposisi benar atau salah, baik atau buruk, aku atau kamu.

  • Kesadaran kekosongan yang mulai menyadari bahwa semua bentuk adalah kosong, dan semua konsep adalah buatan.
  • Kesadaran immersif dan meditatif yang menyatu dengan pengalaman, tanpa jarak, tanpa penilaian.
  • Kesadaran holistik kosmik yang melihat segala sesuatu sebagai satu kesatuan yang saling terhubung.
Baca Juga  Hukum sebagai The Emergence

Dalam kerangka ini, transformasi kesadaran menjadi kunci untuk membangun peradaban baru. Peradaban yang tidak dibangun atas dasar dominasi dan eksploitasi, tetapi atas dasar kesadaran, keterhubungan, dan cinta.

Pemikiran Reza tidak berhenti pada tataran metafisik. Ia juga menjelma dalam gagasan politik dan etika yang progresif. Dalam Politik Progresif Inklusif, ia mengkritik pola lama yang eksklusif dan hierarkis, dan menawarkan tujuh pilar transformasi: lokalitas, normatif, kesadaran, komunikasi, keterlibatan, kosmopolitisme, dan pembebasan.

Sementara dalam etika natural empiris, ia mengajak kita untuk kembali pada kenyataan sebelum konsep pada kesadaran murni yang sadar penuh, tak terbatas, dan kosong. Etika bukan lagi soal aturan, tetapi soal kepekaan terhadap kehidupan itu sendiri. Ia bersifat intuitif, kontekstual, dan membebaskan.

Di akhir pemikirannya, Reza merangkum semuanya dalam satu rumus yang sederhana namun dalam. Ini bukan sekadar persamaan filosofis, tetapi panggilan eksistensial. Bahwa untuk menjadi benar, kita harus adil. Untuk menjadi adil, kita harus hidup. Dan untuk benar-benar hidup, kita harus sadar.

Pemikiran ini adalah undangan untuk membangun peradaban baru peradaban yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak. Peradaban yang tidak hanya kuat, tetapi juga sadar. Peradaban yang tidak hanya legal, tetapi juga adil.

Waktu tiga jam yang dijadwalkan terasa seperti sekejap. Bahkan ketika sesi tanya jawab dimulai, banyak peserta enggan beranjak. Beberapa menyatakan bahwa ini adalah sesi paling menggugah yang pernah mereka ikuti bukan hanya sebagai profesional hukum, tetapi sebagai manusia yang mencari makna. Kegiatan ini bukan sekadar diskusi filsafat. Ini adalah panggilan, panggilan untuk membangun peradaban baru yang berakar pada kesadaran, bukan hanya pada hukum tertulis. Panggilan untuk menjadi hakim yang tidak hanya menimbang bukti, tetapi juga menyentuh kebenaran yang hidup dalam setiap manusia. Panggilan untuk menjadikan hukum sebagai jalan pembebasan, bukan sebagai belenggu.

Dengan semangat filsafat lintas peradaban, para hakim Indonesia kini melangkah menuju transformasi, bukan hanya dalam cara berpikir, tetapi dalam cara hidup dan memutuskan. Mereka tidak lagi sekadar menjadi pelaksana hukum, tetapi menjadi penjaga kehidupan, penjaga kebenaran, penjaga keadilan yang hidup.

Irwan Rosady
Kontributor
Irwan Rosady
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pandegelang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

filsafat
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016

17 June 2026 • 13:13 WIB

Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan

17 June 2026 • 13:00 WIB

KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia

17 June 2026 • 08:10 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016

By Achmad Pratomo17 June 2026 • 13:13 WIB0

Jakarta, 17/06/2026. Tim Penyusun Naskah Urgensi Revisi Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 7 Tahun 2016…

Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan

17 June 2026 • 13:00 WIB

KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia

17 June 2026 • 08:10 WIB

MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026

16 June 2026 • 21:11 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tim Penyusun Naskah Urgensi Inventarisasi Masukan Revisi PERMA Nomor 7 Tahun 2016
  • Dinamika Pengamanan Persidangan: Menyelaraskan Restriksi Pasal 270 KUHAP Baru dengan Spirit PERMA Protokol Keamanan Persidangan
  • KEJUARAAN NASIONAL TENIS BEREGU PTWP MAHKAMAH AGUNG RI KE-XX RESMI DITUTUP : Mahkamah Agung RI Raih Gelar Juara Putra dan Putri, Meneguhkan Semangat Integritas, Sportivitas, dan Persatuan Warga Peradilan Indonesia
  • MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026
  • Tim Tenis Putri PTWP Peradilan Militer Raih Juara II Di Turnamen Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026

Recent Comments

  1. terbinafine medical reference on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  2. ketoconazole medical summary on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. KIAT MEMBANGUN DAN MENGUATKAN INTEGRITAS DI DUNIA PERADILAN – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan
  4. TITIAN PANJANG PENGABDIAN PRAJURIT SETIA HINGGA AKHIR – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  5. Reinterpretasi Asas Ne Bis In Idem dalam Tindak Pidana Pencucian Uang: Sebuah Diskurus praktik Peradilan Kontemporer Suara BSDK Artikel on Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.