Dwi Sugiarto wafat dalam usia 47 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Sentul, Senin malam, dan dikenang sebagai sosok rajin, tekun, santun, serta berdedikasi tinggi bagi Mahkamah Agung.
BOGOR, Suara BSDK – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. M. Sunarto, S.H., M.H., melepas keberangkatan jenazah Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Dwi Sugiarto, S.H., M.H., di RS EMC Sentul , Bogor, Senin malam, 8 Juni 2026.
Dwi Sugiarto wafat pada pukul 19.45 WIB di Rumah Sakit Sentra Medika Sentul. Almarhum meninggal dunia dalam usia 47 tahun. Setelah prosesi pelepasan, jenazah almarhum diberangkatkan menuju Semarang untuk dimakamkan.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh suasana duka. Sejumlah pimpinan Mahkamah Agung dan BSDK MA RI hadir memberikan penghormatan terakhir. Selain Ketua Mahkamah Agung, hadir pula Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Suharto, S.H., M.H., serta Kepala BSDK MA RI, Dr. Syamsul Arif, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Sunarto menyebut almarhum sebagai salah satu putra terbaik Mahkamah Agung yang telah dipanggil Allah SWT.
“Beliau adalah salah satu putra terbaik yang dipanggil Allah. Sosok yang rajin, tekun, dan sering dilibatkan dalam beberapa kelompok kerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Mahkamah Agung,” ujar Sunarto.
Ketua MA mengenang almarhum sebagai aparatur peradilan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap setiap tugas yang diamanahkan. Bahkan, baru beberapa minggu terakhir, almarhum dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Pusdiklat Teknis Peradilan BSDK MA RI.
“Baru beberapa minggu lalu, karena dedikasinya, beliau dipromosikan sebagai Kepala Pusdiklat Teknis. Minggu kemarin beliau sempat hadir ke Mahkamah Agung, melapor ke ruangan, siap melaksanakan tugas sebagai pejabat eselon II, sebagai Kepala Pusdiklat Teknis,” ungkapnya.
Menurut Sunarto, sebagai sahabat dan rekan kerja, keluarga besar Mahkamah Agung mengenal almarhum sebagai pribadi yang baik dan memiliki komitmen kuat terhadap pekerjaan. Pengabdian almarhum, katanya, menjadi teladan bagi insan peradilan.
“Sebagai sahabat dan rekan kerja, kita tahu beliau orang baik. Kita saksikan bersama, beliau memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan yang dibebankan kepada beliau,” kata Sunarto.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Ketua Mahkamah Agung mengajak seluruh keluarga besar Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya untuk mendoakan almarhum. Ia berharap segala dosa almarhum diampuni, amal kebaikannya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.
“Mari kita doakan Pak Dwi diampuni dosanya dan diterima segala amal kebaikannya. Kita doakan keluarga almarhum diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan untuk menerima musibah ini,” tuturnya.
Sunarto juga berpesan agar pengabdian almarhum diteruskan oleh para sahabat dan rekan kerja di Mahkamah Agung. Ia mengajak seluruh insan peradilan untuk melanjutkan perjuangan almarhum dengan mendedikasikan tenaga, waktu, dan pikiran demi terwujudnya badan peradilan yang agung.
“Mari kita lanjutkan perjuangan beliau. Mari kita dedikasikan tenaga, waktu, dan pikiran untuk mewujudkan peradilan yang agung. Almarhum akan senang melihat perjuangan beliau diteruskan oleh para sahabat,” ucap Sunarto.
Atas nama pribadi dan pimpinan Mahkamah Agung, Sunarto menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Dwi Sugiarto.
“Insya Allah almarhum ditempatkan di tempat yang mulia, di surga Firdaus,” pungkasnya.
Kepergian almarhum juga meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat dan rekan kerja. Syihabuddin, Hakim Yustisial BSDK MA RI sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi Suara BSDK, mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat baik, pandai, santun, dan berhati tulus.
“Mas Dwi orang yang sangat baik, pandai, santun, dan berhati. Dia melaksanakan tugas apa pun yang diberikan,” tutur Syihabuddin.
Syihabuddin mengenal dekat almarhum sejak lama sebagai teman satu angkatan. Keduanya sama-sama berasal dari Jawa Tengah dan pernah bertugas bersama selama lebih dari dua tahun di Pengadilan Negeri Tulungagung pada 2015 sampai dengan 2017.
Bagi Syihabuddin, almarhum bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat, guru, dan panutan. Almarhum menjadi tempat bertanya, tempat berbagi cerita, serta sosok yang kehadirannya selalu membawa keceriaan dan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Beliau sahabat, beliau guru, beliau adalah panutan kita semuanya. Tempat bertanya, tempat untuk berbagi cerita, yang pembawaannya selalu membawa keceriaan dan kebahagiaan,” kenangnya.
Syihabuddin juga mengingat momen terakhir saat mengajak almarhum ke rumah sakit pada Selasa sebelumnya. Saat itu, almarhum masih berusaha menenangkan orang-orang di sekelilingnya dan tidak ingin merepotkan orang lain.
“Di akhir hayatnya, ketika beliau saya ajak untuk ke rumah sakit, beliau menyampaikan, ‘Mas, saya sehat. Saya baik-baik saja. Saya bisa juga sembuh.’ Itulah beliau, tidak mau merepotkan orang lain, tidak mau menyampaikan sakitnya, senantiasa tersenyum dan membawa kebahagiaan serta kebaikan di sekitar,” ujar Syihabuddin.
Dengan suara penuh haru, Syihabuddin menyampaikan salam perpisahan untuk sahabatnya itu.
“Selamat jalan sahabat, selamat jalan guru. Insya Allah surga Firdaus tempatmu. Al-Fatihah,” ucapnya.
BSDK MA RI menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Dwi Sugiarto, S.H., M.H. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan, Pak Dwi. Pengabdian dan kebaikan almarhum akan selalu dikenang keluarga besar Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Sunarto, S.H., M.H., melepas keberangkatan jenazah almarhum Dwi Sugiarto, S.H., M.H., di Sentra Medika, Sentul, Bogor, Senin malam (8/6/2026).
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


