Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BSDK Warnai Seleksi PTWP MA

15 April 2026 • 11:37 WIB

Dari LATSAR Jadi Layar: Ketika Peserta CPNS Mahkamah Agung Berkarya di Tengah Kesibukan

15 April 2026 • 11:00 WIB

Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas

15 April 2026 • 08:08 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Petani, Pisang dan Monyet
Satire

Petani, Pisang dan Monyet

Firzi RamadhanFirzi Ramadhan26 November 2025 • 14:29 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Di suatu hari pada Negeri Khatulistiwa yang subur namun tak makmur hidup seorang petani bernama Marzuki, Marzuki tinggal di sebuah gubuk reot seluas 3m x 3m yang terbuat dari batang bambu dan anyaman daun nipah. Marzuki tinggal seorang diri karena istrinya telah meninggal saat melahirkan anak semata wayangnya sedangkan anak semata wayangnya juga meninggal saat berusia 4 (empat) bulan karena Malnutrisi.

Sebagai seorang Petani, keseharian Marzuki disibukkan dengan bercocok tanam khususnya pisang. Marzuki telah lama menekuni pekerjaan itu sejak kecil mengikuti jejak bapaknya-bapaknya-bapaknya sampai tak terhitung sudah generasi petani di dalam garis darah Marzuki. Namun sayang bertani pada zaman Marzuki tidak lebih baik daripada pendahulunya. Dahulu bapak Marzuki dapat memanen pisang dengan berat 1 Kwintal setiap bulan sedangkan Marzuki hanya 10 Kilogram setiap bulannya. Sungguh perbedaan yang drastis namun ada apakah sebenarnya?

Jika berbicara dengan perkembangan waktu tentunya Manusia yang sekarang lebih maju ketimbang yang dahulu, perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin baru memudahkan pekerjaan tak berlaku bagi Marzuki. Ternyata bukan karena Marzuki kurang berusaha, melainkan kerajaan Monyet telah berkembang pesat dan menguasai daerah tempat Marzuki tinggal maupun tempat berkebun pisang. Monyet itu dahulu memang telah ada sejak zaman bapaknya-bapaknya-bapaknya Marzuki, namun tak disangka Monyet-Monyet itu berkembang lebih cepat dan menjadi penjajah. Akhhh…… mungkin ini terjadi karena bapaknya-bapaknya-bapakku dahulu tidak tegas dan kurang mengayomi Monyet-Monyet itu begitulah yang terlintas di benak Marzuki.

Monyet-Monyet itu seringkali mencuri diam-diam, menipu, dan mengambil pisang Marzuki dengan paksa. Marzuki bisa saja melakukan perlawanan namun apalah daya, dirinya hanya seorang diri di wilayah itu dan melawan sama saja melakukan perbuatan sia-sia. Di pagi itu ketika sedang merenung, munculah ide dari Marzuki tentang “Bagaimana jika kuajari saja Monyet-Monyet itu tentang caranya menanam Pisang sehingga mereka tidak lagi mengambil Pisangku seenaknya saja” lalu bergegaslah Marzuki pergi ke Istana Monyet untuk menawarkan ilmu leluhurnya.

Baca Juga  2026: Momentum Menulis Ulang Sejarah Lembaga Peradilan di Indonesia

Di Istana Monyet, Marzuki bertemu dengan Raja Monyet yang bertubuh paling besar, Marzuki menyampaikan “wahai Raja Monyet, tentulah aku datang dihadapanmu untuk memberikan sesuatu yang sangat berharga” lantas Raja Monyet bertanya “apa yang ingin kamu berikan kepada kami petani miskin? Sedangkan tak ada setandan pisang pun yang kamu bawakan kepadaku” kemudian Marzuki menjawab “setandan pisang tiada artinya untukmu Raja Monyet, yang kuberikan kelak adalah hamparan kebun pisang yang tiada habisnya untukmu dan 1000 keturunanmu” lantas Raja Monyet tertawa dan kembali bertanya “bagaimana caranya wahai petani miskin?” Marzuki kembali menjawab “akan kuajari kau ilmu leluhurku untuk menanam pisang di tanah yang subur ini” Raja Monyet terdiam sejenak lalu menjawab dengan nada tinggi “Hey kau Petani Miskin, sungguhlah lancang dirimu mengusik singgasanaku dengan omong kosongmu, bukankah kami semua para Monyet telah hidup tenang dan makmur berkat pohon pisang yang engkau tanam, untuk apa lagi kami menanamnya sendiri, kaulah yang seharusnya melakukan itu untuk kami sebagai upeti karena tinggal di tanah yang kami kuasai”, kemudian Raja Monyet menyuruh pengawalnya untuk mengusir Marzuki dari Istana.

Marzuki tidak menyerah ia mencoba meyakinkan kelompok Monyet-Monyet lain yang biasanya tidak sejalan dengan Raja Monyet namun usahanya sia-sia karena menanam bukanlah budaya Monyet, Monyet-Monyet lain menyampaikan bahwa budaya mereka adalah mengambil dan memetik dari alam dan apa yang alam berikan kepada mereka tidak akan habis. Sungguhlah bebal dan malas para Monyet ini ujar Marzuki di dalam hatinya”

Hari silih berganti, Marzuki tak ada lagi di bumi dan pohon pisang telah banyak yang mati karena usia sedangkan para Monyet yang populasinya membludak saling bertikai untuk memperebutkan pisang yang tersisa. Para Monyet saling melukai, saling membunuh atau yang paling ringan ada yang menjual kehormatannya. Raja Monyet pusing bukan main karena pemberontakan yang meluas dimana-mana menuntut Pisang untuk dimakan. Para Monyet yang sebelumnya bergantung pada alam tak lagi bisa mengisi perutnya karena keserakahannya yang mengeksploitasi Marzuki untuk menanam-menanam dan menanam pohon pisang di mayoritas hutan mereka hingga tak ada lagi pohon buah yang tersisa. Raja Monyet yang diawal benaknya enggan menyetujui tawaran Marzuki karena takut para Monyet akan hidup mandiri dan kekuatannya sebagai Raja Monyet tidak dianggap lagi baru sadar akan keegoisan dan keserakahannya. Pada akhirnya kerajaan Monyet runtuh dan Raja Monyet tewas terbunuh.

Baca Juga  Berpikir Liar dari Kacamata Penegakan Hukum di Indonesia Berdasarkan Sudut Pandang Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi

Tulisan ini dipersembahkan kepada Guru-Guru Penulis pada peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2025, yang telah memberikan ilmu yang berguna bagi Penulis untuk menyongsong masa depan dan dapat berperilaku sebagaimana manusia seutuhnya yang mengutamakan keberlanjutan di masa yang akan datang dan kemanfaatan bagi orang banyak tidak seperti Monyet-Monyet dalam tulisan ini.

Firzi Ramadhan
Kontributor
Firzi Ramadhan
Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel hari guru moral satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas

15 April 2026 • 08:08 WIB

Kemandirian Hakim yang Terkontrol Sebagai Upaya untuk Mewujudkan Peradilan dan Putusan yang Berkualitas

12 April 2026 • 12:55 WIB

RUU Jabatan Hakim: Memperkuat Fungsi Bawas MA Melalui Legalitas Penyadapan

12 April 2026 • 07:40 WIB
Demo
Top Posts

Etika Bermedia Sosial bagi Hakim: Antara Ekspresi Diri dan Marwah Peradilan

13 March 2026 • 20:03 WIB

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

5 March 2026 • 18:28 WIB

Sembilan Sekawan dalam Pencarian Batu Bertuah

27 February 2026 • 15:17 WIB

Beyond The Code: Filsafat Hukum dalam Penemuan Hukum (Rechtsvinding yang Progresif)

25 February 2026 • 14:35 WIB
Don't Miss

BSDK Warnai Seleksi PTWP MA

By Syihabuddin15 April 2026 • 11:37 WIB0

Menyambut undangan PTWP Daerah MA, BSDK mengirimkan 12 Atlet terbaiknya untuk turut meramaikan Seleksi Calon…

Dari LATSAR Jadi Layar: Ketika Peserta CPNS Mahkamah Agung Berkarya di Tengah Kesibukan

15 April 2026 • 11:00 WIB

Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas

15 April 2026 • 08:08 WIB

Antara Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Perkara Kosmetik Tanpa Izin Edar

14 April 2026 • 16:53 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • BSDK Warnai Seleksi PTWP MA
  • Dari LATSAR Jadi Layar: Ketika Peserta CPNS Mahkamah Agung Berkarya di Tengah Kesibukan
  • Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas
  • Antara Keadilan dan Kepastian Hukum dalam Perkara Kosmetik Tanpa Izin Edar
  • Sidang Keliling PA Baturaja Tembus Kecamatan Peninjauan: Wujud Nyata Akses Keadilan untuk Masyarakat

Recent Comments

  1. lasix water pill on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  2. udenafil tablet price on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  3. furosemide for dogs cost on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. lasix medication on “Dari Ruang Diklat Menuju Putusan Berkualitas: Transformasi Hakim Militer dan TUN di Era KUHAP Nasional”
  5. furosemide for dogs 20mg on Fenomena The Blue Wall of Silence dan Upaya Membangun the Wall of Integrity: Belajar dari Kasus di Mahkamah Agung dan Kementerian Keuangan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Kolonel Dahlan Suherlan, S.H., M.H.
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.