Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gratifikasi Digital: Tantangan Baru Integritas ASN di Era Transformasi Teknologi

1 June 2026 • 16:40 WIB

Belajar Integritas Dari Monyet

1 June 2026 • 10:57 WIB

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat di Lingkungan Badan Strajak Diklat Kumdil MARI

1 June 2026 • 09:25 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Petani, Pisang dan Monyet
Satire

Petani, Pisang dan Monyet

Firzi RamadhanFirzi Ramadhan26 November 2025 • 14:29 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Di suatu hari pada Negeri Khatulistiwa yang subur namun tak makmur hidup seorang petani bernama Marzuki, Marzuki tinggal di sebuah gubuk reot seluas 3m x 3m yang terbuat dari batang bambu dan anyaman daun nipah. Marzuki tinggal seorang diri karena istrinya telah meninggal saat melahirkan anak semata wayangnya sedangkan anak semata wayangnya juga meninggal saat berusia 4 (empat) bulan karena Malnutrisi.

Sebagai seorang Petani, keseharian Marzuki disibukkan dengan bercocok tanam khususnya pisang. Marzuki telah lama menekuni pekerjaan itu sejak kecil mengikuti jejak bapaknya-bapaknya-bapaknya sampai tak terhitung sudah generasi petani di dalam garis darah Marzuki. Namun sayang bertani pada zaman Marzuki tidak lebih baik daripada pendahulunya. Dahulu bapak Marzuki dapat memanen pisang dengan berat 1 Kwintal setiap bulan sedangkan Marzuki hanya 10 Kilogram setiap bulannya. Sungguh perbedaan yang drastis namun ada apakah sebenarnya?

Jika berbicara dengan perkembangan waktu tentunya Manusia yang sekarang lebih maju ketimbang yang dahulu, perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin baru memudahkan pekerjaan tak berlaku bagi Marzuki. Ternyata bukan karena Marzuki kurang berusaha, melainkan kerajaan Monyet telah berkembang pesat dan menguasai daerah tempat Marzuki tinggal maupun tempat berkebun pisang. Monyet itu dahulu memang telah ada sejak zaman bapaknya-bapaknya-bapaknya Marzuki, namun tak disangka Monyet-Monyet itu berkembang lebih cepat dan menjadi penjajah. Akhhh…… mungkin ini terjadi karena bapaknya-bapaknya-bapakku dahulu tidak tegas dan kurang mengayomi Monyet-Monyet itu begitulah yang terlintas di benak Marzuki.

Monyet-Monyet itu seringkali mencuri diam-diam, menipu, dan mengambil pisang Marzuki dengan paksa. Marzuki bisa saja melakukan perlawanan namun apalah daya, dirinya hanya seorang diri di wilayah itu dan melawan sama saja melakukan perbuatan sia-sia. Di pagi itu ketika sedang merenung, munculah ide dari Marzuki tentang “Bagaimana jika kuajari saja Monyet-Monyet itu tentang caranya menanam Pisang sehingga mereka tidak lagi mengambil Pisangku seenaknya saja” lalu bergegaslah Marzuki pergi ke Istana Monyet untuk menawarkan ilmu leluhurnya.

Baca Juga  RUU Jabatan Hakim sebagai Momentum Peningkatan Rule of Law Index Indonesia

Di Istana Monyet, Marzuki bertemu dengan Raja Monyet yang bertubuh paling besar, Marzuki menyampaikan “wahai Raja Monyet, tentulah aku datang dihadapanmu untuk memberikan sesuatu yang sangat berharga” lantas Raja Monyet bertanya “apa yang ingin kamu berikan kepada kami petani miskin? Sedangkan tak ada setandan pisang pun yang kamu bawakan kepadaku” kemudian Marzuki menjawab “setandan pisang tiada artinya untukmu Raja Monyet, yang kuberikan kelak adalah hamparan kebun pisang yang tiada habisnya untukmu dan 1000 keturunanmu” lantas Raja Monyet tertawa dan kembali bertanya “bagaimana caranya wahai petani miskin?” Marzuki kembali menjawab “akan kuajari kau ilmu leluhurku untuk menanam pisang di tanah yang subur ini” Raja Monyet terdiam sejenak lalu menjawab dengan nada tinggi “Hey kau Petani Miskin, sungguhlah lancang dirimu mengusik singgasanaku dengan omong kosongmu, bukankah kami semua para Monyet telah hidup tenang dan makmur berkat pohon pisang yang engkau tanam, untuk apa lagi kami menanamnya sendiri, kaulah yang seharusnya melakukan itu untuk kami sebagai upeti karena tinggal di tanah yang kami kuasai”, kemudian Raja Monyet menyuruh pengawalnya untuk mengusir Marzuki dari Istana.

Marzuki tidak menyerah ia mencoba meyakinkan kelompok Monyet-Monyet lain yang biasanya tidak sejalan dengan Raja Monyet namun usahanya sia-sia karena menanam bukanlah budaya Monyet, Monyet-Monyet lain menyampaikan bahwa budaya mereka adalah mengambil dan memetik dari alam dan apa yang alam berikan kepada mereka tidak akan habis. Sungguhlah bebal dan malas para Monyet ini ujar Marzuki di dalam hatinya”

Hari silih berganti, Marzuki tak ada lagi di bumi dan pohon pisang telah banyak yang mati karena usia sedangkan para Monyet yang populasinya membludak saling bertikai untuk memperebutkan pisang yang tersisa. Para Monyet saling melukai, saling membunuh atau yang paling ringan ada yang menjual kehormatannya. Raja Monyet pusing bukan main karena pemberontakan yang meluas dimana-mana menuntut Pisang untuk dimakan. Para Monyet yang sebelumnya bergantung pada alam tak lagi bisa mengisi perutnya karena keserakahannya yang mengeksploitasi Marzuki untuk menanam-menanam dan menanam pohon pisang di mayoritas hutan mereka hingga tak ada lagi pohon buah yang tersisa. Raja Monyet yang diawal benaknya enggan menyetujui tawaran Marzuki karena takut para Monyet akan hidup mandiri dan kekuatannya sebagai Raja Monyet tidak dianggap lagi baru sadar akan keegoisan dan keserakahannya. Pada akhirnya kerajaan Monyet runtuh dan Raja Monyet tewas terbunuh.

Baca Juga  Ketika Hakim Menjadi Penyelamat Masa Depan Anak dalam Permohonan Dispensasi Kawin

Tulisan ini dipersembahkan kepada Guru-Guru Penulis pada peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2025, yang telah memberikan ilmu yang berguna bagi Penulis untuk menyongsong masa depan dan dapat berperilaku sebagaimana manusia seutuhnya yang mengutamakan keberlanjutan di masa yang akan datang dan kemanfaatan bagi orang banyak tidak seperti Monyet-Monyet dalam tulisan ini.

Firzi Ramadhan
Kontributor
Firzi Ramadhan
Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel hari guru moral satire
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Analisis Hukum Draft PERMA tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat (Bagian IX sampai dengan Bagian XII)

19 May 2026 • 08:49 WIB

Waspada Manipulasi: Memahami Risiko Pembuktian dengan Alat Bukti Elektronik di Persidangan

13 May 2026 • 15:45 WIB

Pendekatan Inversif dalam Filsafat Hukum: Menguji Ketahanan Legalitas di Hadapan Keadilan

9 May 2026 • 16:00 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Gratifikasi Digital: Tantangan Baru Integritas ASN di Era Transformasi Teknologi

By Tri Indroyono1 June 2026 • 16:40 WIB0

Garut — Perkembangan teknologi informasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara masyarakat…

Belajar Integritas Dari Monyet

1 June 2026 • 10:57 WIB

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat di Lingkungan Badan Strajak Diklat Kumdil MARI

1 June 2026 • 09:25 WIB

Lambang Negara Indonesia: Garuda Pancasila Atau Burung Emprit?

1 June 2026 • 09:06 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Gratifikasi Digital: Tantangan Baru Integritas ASN di Era Transformasi Teknologi
  • Belajar Integritas Dari Monyet
  • Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat di Lingkungan Badan Strajak Diklat Kumdil MARI
  • Lambang Negara Indonesia: Garuda Pancasila Atau Burung Emprit?
  • Dari Nilai Pancasila Menuju Keadilan Bermartabat: Refleksi Hari Lahir Pancasila di PN Gresik

Recent Comments

  1. acyclovir brand name on Debu di Atas Map Hijau
  2. minoxidil shampoo costco on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  3. bupropion hydrochloride vs bupropion on Menapak Batas di Suprau: Descente PTUN Jayapura di Pesisir Kota Sorong
  4. minoxidil pills review on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  5. bupropion for adhd and depression on “Dari Ruang Diklat Menuju Putusan Berkualitas: Transformasi Hakim Militer dan TUN di Era KUHAP Nasional”
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.