Soreang — Pengadilan Agama Soreang menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Wakil Ketua serta pelantikan hakim pada Selasa, 2 Juni 2026. Acara berlangsung meriah dan penuh khidmat, dengan dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai unsur Mahkamah Agung Republik Indonesia, lingkungan peradilan agama, hingga para pimpinan pengadilan.
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Rio Satria, S.H.I., M.E.Sy. resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Soreang. Selain itu, empat hakim baru juga turut dilantik, yakni Muhammad Hasan, S.H., M.H., Muchammad Aqib Junaidi, S.H.I., M.H., Nadia Rufaidah, S.H. dan Tio Feby Ahmad, S.H.I., M.H.
Pelantikan tersebut menjadi salah satu agenda penting bagi Pengadilan Agama Soreang, dalam memperkuat struktur kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan peradilan kepada masyarakat. Sejak awal acara, suasana di lokasi pelantikan tampak ramai. Para tamu undangan memenuhi ruangan utama yang disiapkan panitia.
Bahkan, saking banyaknya undangan yang hadir, sebagian tamu tidak dapat menyaksikan prosesi secara langsung dari dalam ruangan. Mereka kemudian mengikuti jalannya acara melalui layar televisi yang telah disediakan di area lain. Meski demikian, antusiasme para tamu tetap terlihat hingga acara selesai.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum., serta Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI periode 2017-2024, Prof. Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M. Hadir pula Kepala Biro Humas Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Andi Julia Cakrawala, S.T., S.H., M.T., M.H., yang baru saja resmi dilantik oleh Sekretaris Mahkamah Agung pada 26 Mei 2026.


Selain itu, tampak hadir Hakim Tinggi Agama Pengadilan Tinggi Agama Bandung, Hakim Tinggi pada Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, perwakilan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, para Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI, serta para ketua pengadilan agama dari berbagai wilayah.
Beberapa pimpinan pengadilan yang hadir antara lain Ketua Pengadilan Agama Ngamprah, Ketua Pengadilan Agama Bandung, Ketua Pengadilan Agama Cilegon, dan sejumlah pimpinan pengadilan lainnya. Turut hadir pula rombongan pegawai Kamar Agama Mahkamah Agung, rombongan Biro Humas dan Hukum Mahkamah Agung, serta tamu undangan lainnya.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat. Para pejabat yang dilantik mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib. Pembacaan sumpah jabatan menjadi salah satu momen utama dalam kegiatan tersebut, sebagai penegasan komitmen moral dan hukum bagi pejabat yang diberi amanah baru.
Ketua Pengadilan Agama Soreang, Badrudin, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat peradilan dituntut menjaga integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Menurut Badrudin, pelantikan bukan sekadar seremoni administratif. Lebih dari itu, pelantikan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah lembaga peradilan.
“Amanah jabatan yang diemban merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap penegakan hukum serta pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Badrudin dalam sambutannya.
Ia berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja Pengadilan Agama Soreang.
Badrudin juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh aparatur pengadilan. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tidak hanya bergantung pada pimpinan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pegawai, hakim, panitera, sekretaris, dan unsur pendukung lainnya.
“Kami berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja serta citra lembaga peradilan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum., memberikan pembinaan kepada seluruh aparatur yang hadir. Ia menyoroti tiga hal penting yang harus dimiliki pimpinan peradilan, yakni integritas, intelektualitas, dan kemampuan komunikasi.
Yasardin menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama bagi aparatur peradilan. Tanpa integritas, menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan akan sulit dijaga. Karena itu, setiap aparatur harus mampu menjaga sikap, perilaku, serta keputusan yang diambil dalam menjalankan tugas.
Selain integritas, Yasardin juga menekankan pentingnya intelektualitas. Aparatur peradilan dituntut terus belajar, memahami perkembangan hukum, dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, tantangan lembaga peradilan semakin kompleks sehingga aparatur tidak boleh berhenti mengembangkan pengetahuan.
Hal lain yang menjadi perhatian Yasardin adalah komunikasi antara pimpinan dan bawahan. Ia menyebut, seorang pimpinan tidak cukup hanya memberi perintah. Pimpinan juga harus mampu membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan manusiawi dengan pegawai.
Dalam pembinaannya, Yasardin membagikan pengalaman pribadinya, dulu saat membangun komunikasi dengan salah satu pegawai. Ia menceritakan bagaimana pendekatan kekeluargaan dapat membantu menyelesaikan persoalan pekerjaan.
Yasardin mencontohkan, pada suatu waktu ia mengajak seorang pegawai makan siang bersama. Dalam suasana santai tersebut, komunikasi terbangun lebih cair. Setelah pertemuan itu, pegawai tersebut akhirnya dapat menuntaskan pekerjaannya dengan baik.
Cerita itu disampaikan sebagai contoh bahwa komunikasi pimpinan tidak selalu harus dilakukan secara formal. Pendekatan yang hangat dan manusiawi justru dapat menjadi kunci dalam menciptakan suasana kerja yang produktif.
Acara pelantikan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antaraparatur peradilan agama. Kehadiran para pejabat Mahkamah Agung, pimpinan pengadilan, hakim tinggi, hakim yustisial, serta pegawai dari berbagai satuan kerja menambah semarak kegiatan.
Dengan dilantiknya Wakil Ketua dan hakim baru, Pengadilan Agama Soreang diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan hukum. Kehadiran pejabat baru juga diharapkan mampu memperkuat soliditas, mempercepat penyelesaian perkara, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan agama.
Kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Para tamu undangan tampak bergantian memberikan salam dan doa. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai akhir acara pelantikan di Pengadilan Agama Soreang tersebut.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


