Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Dr. Maradona Urai Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam KUHP Baru

Dr. Maradona Urai Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam KUHP Baru

Mohammad Khairul MuqorobinBy Mohammad Khairul MuqorobinJune 4, 2026 · 07:58 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jakarta – Memasuki hari kedua pelatihan teknis yudisial Gelombang 3, para hakim dari Peradilan Umum dan Mahkamah Syar’iyah Aceh kembali mendapat materi krusial tentang “Tindak Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana Korporasi”. Acara yang berlangsung melalui Zoom Meeting pada Rabu, 3 Juni 2026 ini menghadirkan narasumber Dr. Maradona, S.H., LL.M., Ph.D., Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga, yang dikenal sebagai pakar hukum pidana korporasi.

Dalam pemaparannya, Dr. Maradona menegaskan bahwa paradigma dasar yang harus diubah para penegak hukum adalah pemahaman bahwa tindak pidana tidak hanya dapat dilakukan oleh manusia alamiah, tetapi juga oleh korporasi. “Ketika suatu tindak pidana dilakukan dalam lingkup usaha korporasi (within the sphere of corporation), maka harus dipastikan sebisa mungkin korporasi itu dijadikan subjek pemidanaan juga,” ujarnya.

Urgensi Memidana Korporasi: Bukan Sekadar Tren Global

Menjawab pertanyaan mendasar dari peserta tentang mengapa korporasi perlu dipidana, Dr. Maradona menjelaskan secara filosofis bahwa pendekatan ini bersifat pragmatis. Secara nyata, entitas korporasi hadir di tengah masyarakat dan membutuhkan hukum pidana sebagai pernyataan moral (moral statement) dan kecaman moral (moral condemnation).

“Kalau hanya didekati lewat pendekatan manusia alamiah, maka mudah bagi korporasi modern untuk mengganti orang-orangnya. Mekanisme melawan hukumnya tetap berjalan, paling yang dikorbankan cukup manusia alamiah,” jelasnya. Ia mencontohkan bahwa tanpa pemidanaan korporasi, budaya melawan hukum akan terus lestari karena masalahnya sering kali terletak pada budaya korporasi, bukan hanya pada individu.

Tujuan pemidanaan yang bersifat deterrence (pencegahan) juga menjadi alasan kuat. Perusahaan yang terlibat tindak pidana akan terpengaruh nama baiknya, sehingga produknya kehilangan pasar. “Ketakutan korporasi inilah yang membuatnya taat hukum,” tambahnya.

Definisi Korporasi dalam KUHP Baru

Dr. Maradona memaparkan bahwa KUHP baru mendefinisikan korporasi sebagai kumpulan terorganisasi dari orang dan/atau kekayaan, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Definisi ini sangat luas, bahkan dalam salah satu perkara, Ibu-Ibu arisan pun bisa masuk dalam terminologi tersebut selama bisa dipisahkan antara karakteristik manusia alamiah dengan entitas fiksi hukumnya.

Namun, KUHP baru kemudian mempersempit definisi tersebut dengan menyebut bentuk-bentuk konkret seperti perseroan terbatas (PT), yayasan, koperasi, BUMN, BUMD, BUMDes, firma, CV, serta perkumpulan berbadan hukum maupun tidak. “Yang dipersamakan dengan itu” juga dimungkinkan untuk menjangkau entitas baru di masa depan.

Badan Hukum Publik: Apakah Memiliki Imunitas?

Seorang peserta menanyakan tentang kemungkinan badan hukum publik seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, bahkan institusi Mahkamah Agung menjadi subjek pemidanaan. Dr. Maradona memberikan pandangan bahwa sepanjang perbuatan itu dilakukan dalam lingkup kewenangan tunggal yang dimiliki badan hukum publik berdasarkan undang-undang, maka badan tersebut akan memiliki imunitas dari penuntutan pidana.

Baca Juga  Filosofi Penghormatan Hukum Adat dan Hukum Pidana dalam KUHP Nasional yang Baru

Namun, jika perbuatan itu bisa dilakukan oleh entitas privat dan tidak berhubungan langsung dengan kewenangan badannya, maka imunitas tidak berlaku. Ia mencontohkan kasus di Belanda, di mana Koninklijke Marechaussee (polisi militer Belanda) dipidana karena menyimpan solar secara sembarangan hingga mencemari lingkungan. “Itu bukan kewenangan otoritas, maka mereka dinyatakan bersalah,” jelasnya.

Kapan Korporasi Dianggap Melakukan Tindak Pidana? (Actus Reus)

Dr. Maradona menjelaskan bahwa KUHP baru menganut sistem dualistis yang memisahkan actus reus (perbuatan) dan mens rea (kesalahan). Pasal 46 dan 47 KUHP baru mengatur atribusi perbuatan kepada korporasi.

Pasal 46 KUHP baru menyatakan bahwa suatu tindak pidana dianggap dilakukan oleh korporasi apabila dilakukan oleh:

  1. Pengurus yang mempunyai kedudukan fungsional dalam struktur organisasi korporasi, yaitu orang yang memiliki kewenangan mewakili, mengambil keputusan, dan melakukan pengawasan.
  2. Orang berdasarkan hubungan kerja (high level employee maupun low level employee).
  3. Orang berdasarkan hubungan lain (misalnya makelar yang ditunjuk berdasarkan kontrak sementara).

“Atribusi tidak hanya dari orang yang dianggap otak korporasi, tetapi juga dari pegawai rendahan,” tegasnya. Ia memberi contoh kasus perusahaan ekspedisi yang memberikan delivery order melebihi kapasitas truk. Sopir yang terpaksa menyuap petugas jembatan timbang bisa mengakibatkan perusahaannya juga dipidana karena sopir bertindak untuk dan atas nama korporasi.

Pasal 47 KUHP baru memperluas atribusi ke pihak di luar struktur korporasi, yaitu pemberi perintah, pemegang kendali, atau pemilik manfaat yang mampu mengendalikan korporasi meskipun tidak memiliki kedudukan formal. Dr. Maradona memberikan ilustrasi menarik tentang istri simpanan direktur yang mampu memerintahkan direktur keuangan mengeluarkan dana perusahaan untuk menyuap pejabat. “Orang di luar struktur pun bisa menjadi pintu masuk atribusi, sepanjang terbukti memiliki kekuasaan menentukan kebijakan korporasi tanpa otorisasi atasan,” ujarnya.

Pertanggungjawaban Pidana Korporasi (Mens Rea)

Setelah perbuatan diatribusikan, selanjutnya ditentukan apakah korporasi dapat dicela secara subjektif. Pasal 48 KUHP baru menyediakan kriteria, antara lain:

  1. Perbuatan itu menguntungkan korporasi secara melawan hukum. Keuntungan diartikan luas sebagai benefit, tidak harus berupa profit finansial; nama baik dan reputasi juga termasuk keuntungan.
  2. Perbuatan itu diterima sebagai kebijakan korporasi, termasuk penerimaan secara diam-diam (passive agreement), di mana korporasi tahu tetapi diam karena diuntungkan.
  3. Korporasi tidak melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Baca Juga  Hari Ini Mengadili Terdakwa, Kelak Kita Diadili oleh Perbuatan Kita Sendiri: Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya mengingatkan pentingnya integritas dan hati nurani dalam Seminar Nasional PERISAI BADILUM di Universitas Jember

Dr. Maradona memberi contoh kasus pencemaran lingkungan akibat jebolnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penegak hukum tidak perlu mencari kesalahan individu, cukup melihat bahwa kapasitas produksi tiga kali lipat kapasitas IPAL dan perusahaan tidak memiliki program perbaikan. “Itu bisa dikategorikan sebagai kesengajaan sebagai kepastian,” tegasnya.

Nebis In Idem? Manusia Alamiah dan Korporasi Dua Subjek Berbeda

Menjawab pertanyaan dari peserta tentang apakah korporasi dan pengurusnya dapat dituntut secara bersamaan tanpa melanggar asas nebis in idem, Dr. Maradona menjelaskan bahwa kedua entitas adalah subjek hukum yang berbeda. “Atribusi pertama adalah tanggung jawab pribadi manusia alamiah. Atribusi kedua adalah tanggung jawab fungsional dalam konteks korporasi,” ujarnya.

Ia menyarankan strategi split indictment: dakwa terlebih dahulu direktur utama sebagai manusia alamiah. Setelah terbukti, dakwaan kedua tinggal mengganti nama terdakwa menjadi korporasi dengan fakta-fakta yang sama. “Tidak nebis in idem karena subjeknya berbeda,” tegasnya.

Pasal 49: Perluasan Pertanggungjawaban kepada Pengurus

Pasal 49 KUHP baru mengatur bahwa pertanggungjawaban pidana korporasi juga dapat dikenakan kepada pengurus, pemberi perintah, atau pemegang kendali. Dr. Maradona mencontohkan kasus tiga orang direktur, di mana dua orang aktif menyuap, sementara direktur ketiga tahu tetapi diam saja dan tidak mengambil langkah pencegahan meskipun memiliki kewenangan.

“Direktur ketiga yang diam saja bisa dijangkau dengan Pasal 49, padahal sulit dijangkau dengan ajaran penyertaan biasa karena tidak ada pertemuan kehendak. Ini perluasan yang penting dalam tindak pidana korporasi,” jelasnya.

Alasan Penghapus Pidana

Dr. Maradona juga menyentuh alasan penghapus pidana, termasuk ketiadaan sifat melawan hukum yang kini menjadi alasan penghapus pidana tertulis (statutory defense). Seorang karyawan yang merusak pipa perusahaan untuk menyelamatkan rekan kerja yang terjebak dapat menggunakan alasan ini, baik sebagai manusia alamiah maupun dalam kapasitas mewakili korporasi.

Di akhir sesi, narasumber menyimpulkan bahwa hukum pidana korporasi di Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan sejak era 2010 dengan munculnya putusan-putusan penting (landmark decision). “Paradigma bahwa tindak pidana bisa dilakukan baik oleh manusia alamiah maupun korporasi harus terus digaungkan. Jangan takut menerapkannya. KUHP baru sudah memberikan kewenangan,” pesannya kepada para hakim.

Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hukum Korporasi Korporasi Pidana KUHP Baru Pemidanaan Korporasi Pidana Korporasi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

November 6, 2026

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026
Don't Miss

Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI

By JohanesNovember 6, 20260

Jakarta, 6 November 2026 – Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Gedung Sekretariat Mahkamah Agung…

Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda

November 6, 2026

Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”

November 6, 2026

Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini

November 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Mempererat Silaturahmi dan Menjaga Kebugaran: Kemeriahan Senam Pagi Bersama di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI
  • Dilmil IV-16 Balikpapan Jalin Sinergi dengan SMKN 1 Balikpapan, Buka Peluang PKL dan Edukasi Hukum Bagi Generasi Muda
  • Hakim Anak Dibekali Pemahaman Hak Anak, Pekerja Sosial Kemensos: “Orang Tua Jangan Hanya Sibuk Cari Uang”
  • Notoir Feiten dan Relevansinya Dalam Personalisasi Pengetahuan Era Kini
  • Ini Empat Lembaga Penting bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Recent Comments

  1. Aman on Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  2. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  3. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  4. Abdul Mustopa on MOVE!
  5. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Dismas Lukito Ornasto
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.