Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Berdamai, Lalu Berubah Pikiran: Haruskah Hakim Tetap Menjatuhkan Akta Perdamaian?

24 July 2026 • 07:53 WIB

Kolaborasi PT Kalimantan Utara dan Badilum Learning Center Tingkatkan Kompetensi Kepaniteraan untuk Percepatan Penyelesaian Perkara

24 July 2026 • 03:57 WIB

Problematika Saudara Kandung Yang Dijadikan Sebagai Saksi Dalam Perkara Perdata Gugatan PMH Oleh Para Pihak

23 July 2026 • 15:50 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Soal Pungli di Peradilan, Ketua Mahkamah Agung: Rp1.000 pun Kami Tindak
Berita

Soal Pungli di Peradilan, Ketua Mahkamah Agung: Rp1.000 pun Kami Tindak

M. Natsir AsnawiM. Natsir Asnawi10 March 2026 • 16:40 WIB7 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jakarta || 10 Maret 2026 – Dalam khidmatnya ibadah di bulan Ramadhan, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bagi pimpinan pengadilan di lingkungan Peradilan Agama. Acara yang berlangsung di Jakarta pada Senin (10/3/2026) ini dibuka secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Kehadiran para pimpinan tinggi dan jajaran Peradilan Agama dari seluruh Indonesia menandakan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan sekaligus memperkuat fondasi integritas lembaga peradilan.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua MA menyampaikan apresiasi yang tulus kepada jajaran Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, SMAP bukan hanya instrumen administratif, melainkan wujud nyata komitmen untuk membangun sistem peradilan yang bersih, modern, dan dipercaya masyarakat. Apresiasi itu disampaikan bukan sekadar basa-basi, tetapi sekaligus menjadi pengantar untuk menyoroti persoalan-persoalan mendasar yang masih membayangi birokrasi peradilan.

Lebih dari itu, Prof. Sunarto secara lugas melontarkan pesan-pesan yang menyentuh denyut nadi reformasi birokrasi. Ia menyoroti empat pilar utama yang menjadi prasyarat mutlak bagi peradilan yang bermartabat: kinerja yang berbanding lurus dengan kesejahteraan, keharmonisan antarunsur aparatur, integritas sebagai mahkota yang tak bisa ditawar, serta kepemimpinan yang melayani, bukan dilayani. Pesan-pesan ini disampaikan dengan gaya yang tegas namun reflektif, mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya bekerja secara prosedural, tetapi juga menghayati nilai-nilai etika dan moral dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.

Kenaikan Penghasilan: Bukan “Taken for Granted”, Ada Konsekuensi Berat

Persoalan kesejahteraan aparatur peradilan menjadi salah satu sorotan utama dalam sambutan Ketua Mahkamah Agung tersebut. Sejak awal tahun 2026, para hakim telah menikmati peningkatan penghasilan yang cukup signifikan—sebuah kebijakan yang patut diapresiasi sebagai bentuk perhatian negara terhadap martabat dan independensi hakim. Namun, di tengah kabar baik itu, Prof. Sunarto memberikan pengingat yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menegaskan bahwa kenaikan penghasilan bukanlah hadiah tanpa syarat, melainkan konsekuensi logis dari tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi. Dengan merujuk pada kaidah ushul fiqih “al-ghunmu bil ghurm“—yang berarti semakin besar keuntungan, sepadan pula dengan risiko dan tanggung jawab—ia mengajak jajarannya untuk memaknai kesejahteraan sebagai amanah, bukan sekadar hak yang diperoleh secara otomatis.

Kaidah fiqih “al-ghunmu bil ghurm” mengandung pesan mendalam bahwa peningkatan kesejahteraan yang diterima seorang Hakim harus sepadan dengan beban tanggung jawab dan risiko moral yang melekat pada jabatannya. Ketika negara meningkatkan penghasilan hakim secara signifikan, maka konsekuensinya adalah tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi: putusan yang dihasilkan harus berkualitas, pertimbangan hukum harus tajam dan akurat, serta pelayanan kepada masyarakat harus prima dan bebas dari cela. Kaidah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tunjangan bukan sekadar hak yang diterima tanpa syarat, melainkan kompensasi atas amanah besar yang mengikat. Jika hakim lalai, melanggar etika, atau menyalahgunakan wewenang, maka ia tidak hanya kehilangan legitimasi moral, tetapi juga patut kehilangan hak atas tunjangan tersebut karena ia gagal memikul “risiko” yang menyertai “keuntungan” yang telah diberikan negara kepadanya.

Baca Juga  Upacara Bendera Hari-Hari Besar Indonesia: Tradisi Nasionalisme Yang Kurang Bermanfaat

Lebih jauh, Ketua MA mengingatkan bahwa peningkatan penghasilan harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kinerja. Pelayanan kepada masyarakat harus semakin prima, putusan yang dihasilkan harus semakin berkualitas, pertimbangan hukum harus semakin tajam dan berbobot, dan yang paling penting, tidak boleh ada lagi celah bagi pelanggaran terhadap hukum maupun etika. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa kesejahteraan yang diberikan negara memiliki tujuan strategis: mendorong lahirnya aparatur peradilan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kokoh secara moral. Dengan kata lain, kenaikan penghasilan adalah instrumen untuk memacu profesionalisme, bukan sekadar tambahan nominal yang diterima begitu saja tanpa konsekuensi.

Integritas dan Zero Tolerance: Pungutan Seribu Rupiah pun Masalah Besar

Isu integritas menjadi sorotan yang tidak kalah tajam dalam sambutan Ketua Mahkamah Agung tersebut. Dengan nada yang tegas dan tidak meninggalkan ruang ambiguitas, Prof. Sunarto menginstruksikan kepada seluruh jajaran, terutama para Ketua Pengadilan Tingkat Banding selaku garda terdepan pembinaan dan pengawasan di wilayah masing-masing, untuk memastikan tidak ada lagi praktik pelayanan yang bersifat transaksional dalam bentuk apa pun. Ia secara eksplisit menyebut bahwa pungutan di luar ketentuan yang sah, sekecil apa pun nominalnya—bahkan ia menegaskan hingga seribu rupiah sekalipun—harus dihentikan sepenuhnya. Pernyataan ini bukan sekadar imbauan normatif, melainkan penegasan atas komitmen pimpinan Mahkamah Agung untuk menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pungutan liar dan pelanggaran integritas.

Lebih dari sekadar persoalan nominal, pesan ini menyentuh inti dari marwah lembaga peradilan itu sendiri. Menurut Ketua MA, praktik sekecil apa pun, jika dibiarkan, akan menggerus kepercayaan publik dan mencederai hakikat peradilan sebagai tempat masyarakat mencari keadilan. Ia ingin mengembalikan ingatan kolektif bahwa pengadilan bukanlah ruang transaksi, melainkan ruang suci di mana keadilan ditegakkan tanpa tawar-menawar. Dengan nada yang lugas, ia menutup celah bagi pembenaran atas nama kebiasaan atau tradisi lama. Pesan ini menjadi pengingat bahwa integritas adalah harga mati yang tidak bisa dikompromikan, dan setiap aparatur peradilan, dari pimpinan tertinggi hingga staf terdepan, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaganya.

Kepemimpinan sebagai Amanah Melayani: “Role Model, Bukan Foto Model”

Dalam bagian yang paling filosofis, Prof. Sunarto mengkritik pola kepemimpinan lama yang cenderung feodal. Ia mengingatkan bahwa pemimpin sejati adalah pelayan, bukan yang harus dilayani. Mengutip hadis “sayyidul qaumi khadimuhum” (pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaumnya), ia menegaskan bahwa seorang pimpinan harus menjadi teladan dalam pengabdian. “Pimpinan harus menjadi role model, bukan foto model,” sindirnya tajam. Pesan ini menjadi refleksi bagi seluruh aparatur, bahwa kunjungan kerja atau pengawasan ke pengadilan tingkat pertama harus dimaknai sebagai upaya penguatan dan pendampingan, bukan ajang untuk dilayani secara berlebihan.

Hadis “sayyidul qaumi khadimuhum” merupakan ceruk revolusi cara pandang dalam kepemimpinan di lingkungan peradilan. Prinsip ini menegaskan bahwa pimpinan peradilan tidak boleh memaknai jabatannya sebagai tiket untuk dilayani, melainkan sebagai amanah untuk melayani bawahan dan masyarakat pencari keadilan. Contoh konkretnya adalah ketika melakukan kunjungan kerja ke pengadilan tingkat pertama. Alih-alih disambut dengan jamuan berlebihan, menyibukkan panitia dengan konsumsi mewah, atau meminta laporan yang disusun secara istimewa, seorang pemimpin yang memahami hadis ini justru akan datang dengan kesederhanaan, fokus berdialog dengan staf tentang kendala teknis yang mereka hadapi, memastikan ketersediaan sarana pelayanan publik berfungsi baik, dan memberikan solusi nyata atas persoalan administrasi di lapangan. Bahkan dalam keseharian, pemimpin yang melayani adalah ia yang membuka pintu ruangannya bagi staf yang ingin berkonsultasi, tidak segan duduk bersama di kantin sambil mendengar keluhan, serta memastikan tunjangan kinerja bawahan terbayar tepat waktu. Kepemimpinan semacam ini tidak hanya membangun loyalitas, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang sehat karena bawahan merasakan kehadiran pemimpin sebagai penguat, bukan beban.

Baca Juga  Ketua PA. Baturaja Tak Kenal Lelah Turun Langsung ke Kecamatan, Sidang Keliling Jadi Bukti Nyata Pelayanan Tanpa Batas

Harapan Besar di Balik SMAP

Di penghujung sambutannya, Ketua Mahkamah Agung menyampaikan harapan besar yang digantungkan pada implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di lingkungan peradilan agama. Menurutnya, SMAP bukan sekadar instrumen teknis untuk memenuhi tuntutan administrasi modern, melainkan sebuah kerangka sistemik yang dirancang untuk membentengi lembaga peradilan dari berbagai celah perilaku koruptif. Ia meyakini bahwa jika sistem ini dijalankan dengan sungguh-sungguh dan menyentuh seluruh lini organisasi, maka cita-cita melahirkan peradilan yang agung, bermartabat, dan dipercaya masyarakat bukan lagi sekadar slogan, melainkan keniscayaan yang dapat diwujudkan. Harapan ini disampaikan dengan nada reflektif, mengajak seluruh jajaran untuk tidak memandang SMAP sebagai beban administratif, melainkan sebagai perisai kolektif yang menjaga marwah institusi.

Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim“, Prof. Sunarto secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi SMAP Tahun 2026. Ia menutup sambutannya dengan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, bimbingan, dan hidayah kepada seluruh aparatur peradilan dalam menjalankan amanah. “Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan bagi kita semua,” pungkasnya penuh khidmat di tengah suasana Ramadhan yang syahdu. Doa ini bukan sekadar penutup seremonial, melainkan pengakuan bahwa sekuat apa pun sistem yang dibangun, keberhasilannya tetap bergantung pada pertolongan dan ridha Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih dari sekadar forum sosialisasi regulasi tahunan, rakor ini menjelma menjadi ruang dialektika yang substansial. Ia menjadi momentum bagi para pemimpin peradilan di seluruh Indonesia untuk tidak hanya memahami aturan baru, tetapi juga merefleksikan ulang budaya kerja dan model kepemimpinan yang selama ini dijalankan. Diskusi-diskusi yang mengemuka di sela-sela acara diharapkan mampu menggugah kesadaran kolektif bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan perubahan struktur dan prosedur, tetapi juga membutuhkan pergeseran cara pandang dan perilaku. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang menata peradilan Indonesia yang lebih bersih, profesional, dan berwibawa.

M. Natsir Asnawi
Kontributor
M. Natsir Asnawi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Badilag Pelayanan Publik Peradilan Bersih SMAP
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kolaborasi PT Kalimantan Utara dan Badilum Learning Center Tingkatkan Kompetensi Kepaniteraan untuk Percepatan Penyelesaian Perkara

24 July 2026 • 03:57 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa : Surat Dakwaan Dinyatakan Batal Demi Hukum. Apa pertimbangannya?

23 July 2026 • 15:47 WIB

Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Rapatkan Barisan Terkait Pemeriksaan Bersama dalam Perkuat Pengawasan Hakim dan Aparatur Peradilan

23 July 2026 • 13:06 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB
Don't Miss

Sudah Berdamai, Lalu Berubah Pikiran: Haruskah Hakim Tetap Menjatuhkan Akta Perdamaian?

By Khoiruddin Hasibuan24 July 2026 • 07:53 WIB0

Pendahuluan Dalam perkara perdata, perdamaian sering dipandang sebagai hasil terbaik. Sengketa berhenti, biaya berkurang, hubungan…

Kolaborasi PT Kalimantan Utara dan Badilum Learning Center Tingkatkan Kompetensi Kepaniteraan untuk Percepatan Penyelesaian Perkara

24 July 2026 • 03:57 WIB

Problematika Saudara Kandung Yang Dijadikan Sebagai Saksi Dalam Perkara Perdata Gugatan PMH Oleh Para Pihak

23 July 2026 • 15:50 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa : Surat Dakwaan Dinyatakan Batal Demi Hukum. Apa pertimbangannya?

23 July 2026 • 15:47 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Sudah Berdamai, Lalu Berubah Pikiran: Haruskah Hakim Tetap Menjatuhkan Akta Perdamaian?
  • Kolaborasi PT Kalimantan Utara dan Badilum Learning Center Tingkatkan Kompetensi Kepaniteraan untuk Percepatan Penyelesaian Perkara
  • Problematika Saudara Kandung Yang Dijadikan Sebagai Saksi Dalam Perkara Perdata Gugatan PMH Oleh Para Pihak
  • Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa : Surat Dakwaan Dinyatakan Batal Demi Hukum. Apa pertimbangannya?
  • Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Rapatkan Barisan Terkait Pemeriksaan Bersama dalam Perkuat Pengawasan Hakim dan Aparatur Peradilan

Recent Comments

  1. JessieRet on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  2. Vivod iz zapoya na domy_otEn on Adakah Lembaga Arbitrase di India?
  3. Vivod iz zapoya na domy_ncEn on Wamenkum dan DPR: Terhadap Putusan Bebas, Tidak Ada Upaya Hukum
  4. Vivod iz zapoya na domy_fqEn on Membuat “Roadmap” Dalam Meniti Karir Asn Dengan Menggali Potensi Individu
  5. Vivod iz zapoya na domy_mdEn on Independensi Pengawasan Syariah Dan Implikasinya Terhadap Kewenangan Pengadilan Agama Dalam Sengketa Ekonomi SYARIAH
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.